Tag: tni hilang

Kodim Usul Kenaikan Pangkat Dua Intelijen Korban Penembakan

Kodim Usul Kenaikan Pangkat Dua Intelijen Korban Penembakan

LHOKSEUMAWE – Kodim Aceh Utara telah mengusulkan kenaikan pangkat dua intelijen TNI yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata api di Nisam Antara.

“Sudah kita usulkan dan sudah diterima oleh TNI AD, tapi belum turun (keputusan tentang kenaikan pangkat),” ujar Dandim Aceh Utara Letnan Kolonel Inf. Iwan Rosandriyanto kepada portalsatu.com lewat telpon seluler, Kamis, 9 April 2015, sekitar pukul 13.40 WIB.

Dandim Iwan menyebut pihaknya mengusulkan kenaikan pangkat lantaran kedua korban tewas saat menjalankan tugas sebagai personel Kodim Aceh Utara. “Jika (usulan) itu disetujui maka keduanya naik pangkat satu tingkat,” katanya.

Dua intelijen TNI itu diculik kelompok bersenjata api hingga ditemukan tewas dengan kondisi luka tembak, di Nisam Atara, Aceh Utara, 23 Maret lalu. Kedua korban adalah Sertu Indra Irawan dan Serda Hendrianto.

Dalam keterangan tertulis dikirim kepada para wartawan, Rabu malam tadi, Dandim Iwan mengatakan pihak kepolisian masih terus melakukan upaya pencarian terhadap kelompok bersenjata yang menculik dan menembak dua personel Kodim Aceh Utara itu.

“Dan Kodim 0103 (Aceh Utara, red) akan siap untuk memback-upnya. Beberapa pendalaman dan pengembangan masih terus dilakukan,” tulis Dandim Iwan.

Iwan menambahkan, pihak istri dari kedua almarhum tetap menjadi keluarga besar Kodim Aceh Utara. Sebagai wujud kepedulian sosial dan hubungan emosional yang kuat, keluarga besar Kodim telah memberikan santunan yang salah satunya dalam bentuk uang. “Demikian juga pimpinan kami (telah memberikan santunan, red),” tulis Dandim.

Dalam waktu dekat juga akan diberikan santuan asuransinya. Demikian juga istri almarhum akan selalu kita libatkan dalam kegiatan Persit dan kebersamaan soliditas Kodim,” tulis Dandim Iwan lagi. (Baca: Cerita Istri Intel TNI Buka Facebook Hingga Pecah Gelas).

“Terpenting semuanya adalah hukum harus ditegakkan dan keamanan, kedamaian di Aceh harus terus terjaga demi iklim pembangunan yang kondusif,” kata Dandim.[]

Dandim: Keberadaan Koptu Hasmuni Belum Diketahui

Dandim: Keberadaan Koptu Hasmuni Belum Diketahui

LHOKSEUMAWE – Komandan Kodim Aceh Utara Letnan Kolonel Inf. Iwan Rosandriyanto mengatakan sampai saat ini pihaknya belum mengetahui keberadaan anggota Koramil Sawang, Kopral Satu Hasmuni.

Memasuki hari ke 3 (3×24 jam) keberadaan anggota Kodim 0103/AUT Babinsa Sawang Koptu Hasmuni belum diketahui secara pasti keberadaannya,” tulis Dandin Iwan Rosandriyanto dalam keterangannya yang dikirim kepada para wartawan di Lhokseumawe, Rabu, 8 April 2015, malam tadi.

Dandim Iwan menyebut Koptu Hasmuni telah mangkir dari dinas militer dengan beberapa indikasi lebih kepada alasan personalnya. Kata dia, dalam aturan militer sudah sangat tegas, apabila ternyata mangkir dari dinas maka bisa dikenakan sanksi.

Namun bagaimanapun juga, satuan akan tetap terus melakukan pencarian terhadap Koptu Hasmuni sampai diketahui secara pasti alasan (mangkir dari dinas militer, red),” tulis Dandim Iwan.

Dihubungi lewat telpon seluler, tadi sekitar pukul 13.40 WIB, Kamis, Dandim Iwan mengatakan sampai saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti keberadaan Koptu Hasmuni sehingga akan terus dicari.

“Statusnya masih Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI), belum dinyatakan desersi, karena masih di bawah satu minggu (mangkir dari dinas militer). Kalau sudah 30 hari dia baru desersi,” ujar Dandim Iwan ketika ditanya status anggota Koramil Sawang itu.

Diberitakan sebelumnya, seorang anggota Koramil Sawang, Koptu Hasmuni dikabarkan menghilang sejak Senin lalu dan putus kontak dengan pihak keluarga.  “Koptu Hasmuni itu memang sekarang tidak ada di tempat. Perkiraan utama dan terbesar Dandim, yang bersangkutan mungkin meninggakan dinas tanpa izin,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Wuryanto. (Baca: Kadispenad TNI di Sawang Bukan Hilang, Tapi…).[]

Sebelum Menghilang, Koptu Hasmuni Ikut Cari Pembunuh Intel TNI

Sebelum Menghilang, Koptu Hasmuni Ikut Cari Pembunuh Intel TNI

ACEH UTARA – Sebelum dilaporkan menghilang sejak Senin lalu, anggota Koramil Sawang, Aceh Utara, Koptu Hasmuni, jarang pulang ke rumah lantaran ikut membantu mencari pelaku pembunuhan dua intelijen TNI.

“Suami saya jarang pulang setelah kejadian (pembunuhan dua intelijen TNI) di Nisam Antara. Dia jarang di rumah, lebih sering di kantor untuk menjalankan tugas rutin membantu anggota (TNI) lain mencari kelompok bersenjata,” ujar Tisalamah, istri Koptu Hasmuni, ditemui portalsatu.com, di rumahnya di Desa Uteun Gelinggang, Dewantara, Aceh Utara, Rabu kemarin.

Dua intelijen TNI, Sertu Indra Irawan dan Serda Hendrianto diculik hingga ditemukan tewas di Nisam Antara, Aceh Utara, Senin, 23 Maret lalu.

Tisalamah menyebut suaminya menghilang setelah sempat mengantar dirinya berangkat kerja pada pukul 07.25 WIB, Senin, 6 April 2015. Hasmuni mengantar istrinya sampai Simpang PT Asean Aceh Ferilizer (AAF), Krueng Geukueh, Dewantara, yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya. (Baca: Ini Kronologis Menghilangnya Koptu Hasmuni).

Menurut Tisalamah, sehari setelah suaminya dilaporkan menghilang, ia menerima telpon dari Danramil Sawang. Selasa pagi pukul 08:47 kemarin, danramil mengatakan suami saya masih ada, cuma belum diketahui di mana posisinya,” kata Tisalamah.

Ketika Tisalamah menanyakan darimana informasi tersebut, danramil menyebut ada seseorang menelponnya,  “Saat saya tanya nomor siapa itu yang menelpon, danramil bilang tidak tahu, karena nomor masuk. Dan ketika dihubungi ulang oleh danramil, nomor itu tidak aktif lagi,” ujarnya.

Tisalamah belum menerima kabar terbaru tentang keberadaan suaminya sampai Rabu kemarin. “Belum ada perkembangan informasi dari koramil tempat dia bekerja,” kata istri Koptu Hasmuni ini.

“Selama ini suami saya tidak ada masalah di luar. Saya juga tidak pernah menerima telpon dalam bentuk ancaman atau hal-hal tidak baik menyangkut suami saya,” ujar Tisalamah.

Akan tetapi, Tisalamah mengaku belum lama ini ia merasa gelisah tanpa diketahui sebabnya. “(Sebelum Koptu Hasmuni menghilang) dia pernah menayakan kepada saya kenapa sering gelisah dan sering menangis,” katanya.

Menurut Tisalamah, ia menjadi istri Koptu Hasmuni sejak tahun 2004 silam dan sampai saat ini belum dikarunia anak.[](irm)

Kata Pangdam Soal Menghilangnya Anggota TNI Sawang

Kata Pangdam Soal Menghilangnya Anggota TNI Sawang

BANDA ACEH – Panglima Kodam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Agus Kriswanto, mengatakan Koptu Hasmuni menghilang akibat permasalahan keluarga. Menurut Pangdam IM, kejadian tersebut sama sekali tidak memiliki kaitan dengan penembakan anggota TNI di Nisam Antara beberapa waktu lalu.

“Dia ada permasalahan keluarga. Mungkin saja dengan istrinya,” ujar Pangdam IM, Rabu, 8 April 2015.

Menurutnya bukti utama tidak adanya kriminalitas dalam kejadian ini adalah senjata dan kendaraan dinas yang masih disimpan di kediamannya.

“Lama kelamaan pulang sendiri dia. Kalau udah habis uang kembali lagi dia,” kata Pangdam.

Koptu Hasmuni dilaporkan menghilang pada Senin, 6 April 2015. Hingga Rabu, 8 April 2015, pihak keluarga belum mengetahui keberadaan dan kondisi Koptu Hasmuni.

Menurut istri Koptu Hasmuni, Tisalamah, anggota TNI ini menghilang saat hendak menuju Koramil Sawang atas perintah Danramil setempat. Hingga kini, Tisalamah belum mengetahui kabar suaminya tersebut.[] (bna)

Ini Pesan Anggota TNI Sawang Sebelum Menghilang

Ini Pesan Anggota TNI Sawang Sebelum Menghilang

LHOKSUKON – Anggota Koramil Sawang, Aceh Utara, Koptu Hasmuni, meninggalkan pesan kepada adik sepupunya, Dun, sebelum menghilang pada Senin, 6 April 2015 lalu. Hal ini diceritakan Tisalamah, istri Koptu Hasmuni, kepada portalsatu.com, Rabu, 8 April 2015.

Menurut Tisalamah, pesan Koptu Hasmuni kepada Dun adalah meminjamkan uang jika ada keperluan untuk para pekerja yang sedang menggali kolam di Gampong Glee Madat, Dewantara, Aceh Utara.

“Suami saya sms si Dun. Disuruh pinjam uang sama orang-orang terdekat si Dun dulu, karena suami saya mau pergi ke Sawang,” kata Tisalamah saat dijumpai di rumahnya di Desa Uteun Gelinggang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Rabu, 8 April 2015.

Menurutnya kolam tersebut menjadi tempat pemeliharaan ikan lele. Koptu Hasmuni kerap menghabiskan waktu di kolam tersebut saat tugas pokoknya sebagai anggota TNI usai. Namun Tisalamah mengaku suaminya tidak meninggalkan pesan apapun padanya.

“Sama saya gak ada pesan apa-apa. Dia (Koptu Hasmuni-red) cuma nelpon kasih tahu mau ke Sawang. Saya bilang hati-hati saja,” ujar Tisalamah.[](bna)

Ini Kronologis Menghilangnya Koptu Hasmuni

Ini Kronologis Menghilangnya Koptu Hasmuni

LHOKSUKON – Tisalamah, membeberkan kronologis menghilangnya Kopral Satu (Koptu) Hasmuni sejak Senin, 6 April 2015. Hal ini diceritakannya kepada portalsatu.com menanggapi adanya dugaan prajurit TNI ini menghilang lantaran lari dari tugas.

Ia mengatakan Koptu Hasmuni sempat mengantar dirinya menggunakan sepeda motor dinas untuk berangkat kerja pada pukul 07.25 WIB pada Senin, 6 April 2015. Hasmuni mengantar istrinya sampai Simpang ASEAN, Krueng Geukueh, Aceh Utara. Tempat tersebut hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.

“Setelah itu suami saya kembali ke rumah di Duson Cot Meusjid, Desa Uteun Gelinggang, Aceh Utara,” kata Tisalamah kepada portalsatu.com saat bertamu ke rumahnya, Rabu, 8 April 2015.

Tisalamah kemudian melanjutkan perjalanan dengan menumpang angkutan umum bus jenis BE menuju Puskesmas Geurugok, Bireuen untuk bertugas. Sesampai di puskesmas, Tisalamah mendapat telepon dari Koptu Hasmuni yang mengabarkan hendak ke Sawang karena keperluan dinas. Padahal, kata Tisalamah, Koptu Hasmuni ditugaskan piket di Kodim 0103 Aceh Utara setiap Senin.

“Danramil memintanya untuk ke Sawang. Itu kontak terakhir saya,” ujarnya.

Namun menjelang siang, Tisalamah mendapat telepon dari anggota Koramil Sawang yang menyayangkan ketidakhadiran Koptu Hasmuni.

“Saya terkejut sekali. Pagi sekitar pukul 09:00 wib, suami saya telpon mau ke kantor soalnya. Siap itu langsung saya telepon suami saya. Tapi gak aktif lagi nomornya,” ujar Tisalamah.

Masih menurut Tisalamah, suaminya berangkat ke Sawang menggunakan sepeda motor Beat Nopol BL 5507 KI.

“Orang duduk di depan rumah saya bilang, suami saya pergi pakai kereta (sepeda motor-red) Beat,” katanya.

Tisalamah kemudian langsung mengabarkan hal tersebut kepada seluruh anggota keluarganya. “Seluruh keluarga cemas. Sampai hari ini (rabu-red), saya tidak tahu kabar suami saya,” ujarnya.[](bna)

Istri Koptu Hasmuni: Suami Saya Menghilang Saat Tugas

Istri Koptu Hasmuni: Suami Saya Menghilang Saat Tugas

LHOKSUKON – Tisalamah, istri Koptu Hasmuni mengatakan, suaminya menghilang saat sedang menjalankan tugas. Menurutnya Koptu hasmuni diperintahkan Danramil Sawang, Aceh Utara, untuk bergerak ke kantor Koramil pada Senin, 6 April 2015.

“Hari Senin biasa suami saya piket di Kodim 0103 Aceh Utara. Tapi berhubung ditelepon Danramil, suami saya pergi ke Sawang pagi itu,” katanya.

Sebelum berangkat, kata Tisalamah, Koptu Hasmuni sempat meneleponnya guna memberitahukan hendak bergerak ke Sawang atas perintah Danramil.

“Sebelum berangkat, suami saya telepon saya dulu. Kasih tau ia mau ke Sawang,” ujarnya.

Sebelumnya dilansir detik.com, Kepala Dinas Penerangan (Kadispenda) TNI AD Brigjen Wuryanto, menduga kuat Hasmuni bukan menghilang. Namun meninggalkan dinas tanpa izin.

“Koptu Hasmuni itu memang sekarang tidak ada di tempat. Perkiraan utama dan terbesar Dandim, yang bersangkutan mungkin meninggalkan dinas tanpa izin,” ujarnya seperti dilansir detik.com.

Koptu Hasmuni dilaporkan menghilang pada Senin, 6 April 2015. Hingga Rabu, 8 April 2015, pihak keluarga belum mengetahui keberadaan dan kondisi Koptu Hasmuni.[] (bna)

Kadispenad: TNI di Sawang Bukan Hilang, Tapi…

Kadispenad: TNI di Sawang Bukan Hilang, Tapi…

Jakarta – Seorang anggota Koramil Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Kopral Satu (Koptu) Hasmuni dikabarkan menghilang sejak Senin (6/4) dan putus kontak dengan pihak keluarga. Namun kabar itu dibantah Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Wuryanto. Menurutnya, Hasmuni kemungkinan besar hanya meninggalkan dinas tanpa izin.

“Koptu Hasmuni itu memang sekarang tidak ada di tempat. Perkiraan utama dan terbesar Dandim, yang bersangkutan mungkin meninggakan dinas tanpa izin,” kata Kadispenad Brigjen Wuryanto, Rabu (8/4/2015).

Wuryanto menerangkan, memang sejak peristiwa dua orang prajurit intelijen Kodim 0103 Aceh Utara hilang dan ditemukan meninggal, seluruh anggota Korem dilibatkan dalam pencarian. Termasuk Koptu Hasmuni yang juga rekan dari korban yang meninggal tersebut.

“Selain dalam misi pencarian, dia juga harus melaksanakan kegiatan rutin tugas piket dan lain-lain. Jadi memang nggak sempat istirahat dan perkiraan Dandim mungkin dia kecapekan,” ujarnya.

Saat turun piket dan kecapekan itu, Hasmuni kembali ditugaskan dalam misi pencarian pelaku pembunuhan dua orang rekannya. Namun, rupanya tugas kali ini dia tidak ikut alias meninggalkan dinas. “Dia nggak ikut laksanakan tugas tapi antar istrinya kerja,” ucap lulusan Akmil tahun 1986 itu.

Senjata yang biasa dibawa Hasmuni, ditinggalkannya di Koramil. Sementara motor dinas yang biasa dipakai ditinggalkan di rumah dan Hasmuni saat mengantarkan isterinya mengendarai motor pribadi.

“Dari HP yang dilacak oleh Dandim dan Danrem, Hasmuni diperkirakan posisinya ada di Banda Aceh,” imbuh lulusan terbaik Seskoad tahun 2000 itu.

Saat ini meski kemungkinan besar Hasmuni meninggalkan tugas, tapi pihaknya tetap mengkaji kemungkinan lain. Maka pencarian dan kepastian kabar dari yang bersangkutan masih terus digali. “Yang pasti saat ini yang bersangkutan tidak ada di tempat, atau meninggalkan dinas tanpa izin,” tegasnya.

“(Kalau terbukti tinggalkan dinas tanpa izin), jelas ada sanskinya,” tambahnya. | sumber: detik.com 

Dilaporkan Hilang, Anggota Koramil Sawang Belum Ditemukan

Dilaporkan Hilang, Anggota Koramil Sawang Belum Ditemukan

LHOKSEUMAWE – Anggota Koramil Sawang, Aceh Utara, Kopral Satu Hasmuni dilaporkan menghilang sejak Senin, 6 April 2015. Jajaran TNI hingga kini terus mencari keberadaan Koptu Hasmuni.

Danramil Sawang Kapten A. Mansur yang dihubungi portalsatu.com, Rabu, 8 April 2015, menolak diwawancarai. Ia hanya mengatakan “belum (diketahui keberadaan Koptu Hasmuni”, dan “jangan dulu, jangan dengan saya (konfirmasi)”. Hal sama ia sebutkan saat dihubungi, Selasa kemarin usai siang.

Sebelumnya beredar kabar Koptu Hasmuni menghilang diduga akibat diculik. Akan tetapi, informasi penculikan itu dibantah Dandim Aceh Utara Letkol Inf Iwan Rosandiyanto. “Tidak ada pak,” tulis Dandim Iwan via SMS, Selasa kemarin siang.

Kepala Penerangan Korem-011/Lilawangsa Mayor Inf Nasrun Nasution kepada portalsatu.com lewat telpon seluler, hari ini, mengatakan keberadaan Koptu Hasmuni belum diketahui. “Belum, masih ditelusuri. Sampai sekarang masih dicari,” ujarnya.

Informasi yang beredar menyebutkan, sebelum menghilang Koptu Hasmuni sempat mengantar istrinya, Ti Salamah dari tempat tinggal mereka di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, ke Kutblang, Bireuen, Senin pagi. Keluarganya kemudian hilang kontak dengan anggota Koramil itu sejak siang hari itu lantaran telpon genggam Hasmuni tidak aktif.[] (mal)