Tag: sulaiman abda

Sulaiman Abda: Ya Allah, Izinkan Saya Jadi Gubernur

Sulaiman Abda: Ya Allah, Izinkan Saya Jadi Gubernur

JANTHO – Wakil Ketua DPR Aceh Sulaiman Abda pagi ini memimpin apel tahunan di Pesantren Al Manar, Cot Iri, Aceh Besar, Minggu, 9 Agustus 2015.
Dalam apel tersebut, Sulaiman Abda menyertakan sepotong doa yang mengandung cita-cita menjadi pemimpin, “Ya Allah, izinkan saya menjadi Gubernur Aceh.”
Lebih lanjut, Sulaiman Abda menyatakan tidak ada yang salah untuk menjadi Gubernur Aceh atau menjadi yang lainnya. Semua orang boleh memiliki cita-cita, termasuk cita-cita menjadi pemimpin.
“Silahkan saja. Tidak ada yang larang. Regenerasi adalah hal yang wajar dan pasti terjadi,” tegas Sulaiman Abda.
Di pesantren itu, Sulaiman Abda bertindak sebagai Pembina Upacara Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy. Al Manar adalah pesantren yang didirikan tahun 2000 atas inisiasi H. Azhar Manyak, atau yang akrab disapa Abu Manyak.
Kala itu (1999), Abu Manyak prihatin terhadap anak-anak yatim piatu korban konflik. Keprihatinan ini lalu disampaikan kepada almarhum Prof. Dr. Safwan Idris, MA sebagai pejabat Rektor IAIN Ar Raniry. Oleh Safwan Idris, Abu Manyak diminta untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan Teungku H. Fakhruddin Lahmuddin selaku Ketua Ikatan Alumni Pesantren Modern (IKPM) Gontor. Tahun 2001 resmilah lembaga pendidikan Al Manar ini dimulai.
Dalam amanatnya, Sulaiman Abda, juga menegaskan bahwa pesantren bukan pendidikan kelas dua. Pesantren sejajar dengan dunia pendidikan lainnya, dan bahkan bagi Aceh posisi pesantren bisa lebih utama karena Aceh adalah daerah khusus dan istimewa.
“Percayalah, pesantren sama kedudukannya dengan sekolah lain dan Pemerintah Aceh mendudukkan semua dunia pendidikan sama,” tegas Sulaiman Abda disambut tepuk tangan 450 santri yang sedang mengikuti upacara.
Kepada para santri yang berasal dari berbagai daerah di Aceh, Sulaiman Abda mengajak untuk belajar secara sungguh-sungguh. Sulaiman Abda juga meminta kepada santri, guru, dan orangtua untuk membentengi diri dari narkoba.
“Saat ini, kita sedang dikepung oleh serangan kejahatan narkoba. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga diri kita agar Aceh juga terjaga dari kejahatan narkoba,” ajak Sulaiman Abda.
Menurut Sulaiman Abda, jika semua belajar dengan tekun, niscaya semua akan menjadi orang-orang yang berguna bagi Aceh. Belajar, menurut Sulaiman Abda, adalah bagian dari usaha untuk mencapai cita-cita. Semua orang harus berusaha untuk mewujudkan cita-citanya. Usaha, menurut Sulaiman Abda mesti diiringi dengan doa.
“Berdoalah, termasuk berdoa untuk jadi Bupati atau Gubernur Aceh atau cita-cita lainnya agar usaha kita lengkap baik di tingkat daerah maupun di nasional. Semua karena ridha Allah SWT,” kata Sulaiman Abda.
Sulaiman Abda lalu mencontohkan beberapa doa, salah satunya: “Ya Allah, izinkan saya menjadi Gubernur Aceh” yang kemudian di aminkan oleh seluruh santri. [] (ihn)
Laporan: Risman A Rachman | Foto: Risman A Rachman
Sayap Muda Partai Minta Sesepuh Jadi Penengah Kisruh Golkar

Sayap Muda Partai Minta Sesepuh Jadi Penengah Kisruh Golkar

BANDA ACEH – Juru Bicara Organisasi Sayap Muda Politik Partai Golkar, Hendra Budian, meminta kepada organisasi pendiri dan yang didirikan oleh Partai Golkar untuk tidak berdiam diri melihat dinamika partai berlambang pohon beringin tersebut saat ini. Organisasi yang dimaksud seperti Sentral Organisasi Karyawan Sosialis Indonesia (SOKSI), Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) serta para dewan pertimbangan beserta seluruh sesepuh dan senior partai.

“Kondisi Partai Golkar Aceh sudah diambang kehancuran. Partai Golkar Aceh saat ini dijalankan oleh orang-orang yang bukan kader partai,” ujar Hendra melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Senin, 27 Juli 2015.

Dia mengatakan Partai Golkar Aceh sebagai pemenang kedua pada pemilu legislatif 2014 yang lalu, seyogyanya hadir di tengah-tengah masyarakat, memperjuangkan aspirasi politik pemilih, bukan justru membuat onar dan kegaduhan internal. Menurutnya kegaduhan serta arogansi oknum pengurus yang dipertontonkan kepada publik, justru menghancurkan citra baik Golkar Aceh sebagai partai politik besar yang sarat pengalaman.

“Para sesepuh dan senior partai kami minta dapat menjadi penengah yang bijaksana dan arif untuk menjaga konsolidasi partai sampai hadirnya sebuah keputusan hukum yang bersifat final dan mengikat pada konflik internal di Pusat,” katanya.

“Hal ini menurut kami merupakan agenda mendesak yang harus segera dilakukan, mengingat Golkar harus tetap menjadi partai terdepan yang membela kepentingan serta aspirasi politik pemilih pada Pileg 2014 yang lalu,” kata Hendra Budian yang juga menjabat sebagai Ketua OKP DPD I Baladhika Karya Aceh tersebut.[](bna)

Foto: Kampanye Golkar di Aceh Barat. @Tribunnews.com

Ini Pernyataan Sikap Organisasi Sayap Muda Partai Golkar Aceh

Ini Pernyataan Sikap Organisasi Sayap Muda Partai Golkar Aceh

BANDA ACEH – Sejumlah organisasi sayap muda partai Golkar Aceh menggelar konferensi pers untuk menyatakan sikapnya terhadap kisruh partai Golkar Aceh. Konferensi pers tersebut diadakan di kantor Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Aceh, Sabtu, 25 Juli 2015.

Pernyataan tersebut diikuti oleh Baladika Karya (Hendra Budian), Gema Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Jamaluddin), Wira Karya Indonesia (Mirza Rizkan), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (Khalid), Angkatan Muda Partai Golkar (Taufik Almusawar), dan Gema Kosgoro (Amirruzahri).

Dalam pernyataan sikapnya, mereka meminta kepada elite partai agar taat dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan saat ini. Salah satunya dengan tidak mengeluarkan peryataan-peryataan yang dapat memecah belah keluarga besar partai Golkar Aceh.

Mereka juga mengimbau kepada Fraksi Golkar di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk senantiasa menjaga solidaritas partai. Mereka juga diminta untuk tetap memperjuangkan aspirasi rakyat yang telah memberikan kepercayaan kepada partai Golkar pada pileg yang lalu melalui kadernya.

Organisasi Sayap Muda Partai Golkar Aceh membuat penyataan politik secara resmi kepada kedua belah pihak, agar menghormati proses konsolidasi keluarga besar partai Golkar di Aceh.

Selain itu, mereka juga meminta kepada penerima mandat DPD I Golkar Aceh, baik dari kedua kubu agar tidak memanfaatkan kepercayaan yang diberikan untuk kepentingan pribadi.

Hendra Budian yang menjadi juru bicara dalam konferensi tersebut mengatakan semestinya di dalam politik harus mengutamakan etika, “jangan ada di dalam partai politik membangun sebuah ketakutan sehingga berefek pada konsolidasi partai.”

Menurutnya konflik di dalam sebuah partai itu harus dikelola di dalam internal dengan penuh santun, dan norma-noram hukum yang berlaku sehingga partai tetap besar.

Terakhir Sayap Muda Partai Golkar juga meminta agar semua pihak menjaga keutuhan dan soliditas partai berlambang pohon beringin ini.

“Kami, dari sayap partai politik Golkar Aceh menolak dengan tegas segala bentuk pemecatan, intimidasi dan tindakan-tindakan lain yang dapat mengganggu konsentrasi, serta kinerja kader partai Golkar, baik yang ada di dalam parlemen maupun di luar parlemen. Kami berharap agar imbauan ini dapat dijaga demi kebesaran dan kejayaan partai Golkar Aceh,” kata Ketua DPD I Baladika Karya, Hendra Budian.[](bna)

Sayap Muda Partai Ultimatum Golkar Aceh

Sayap Muda Partai Ultimatum Golkar Aceh

BANDA ACEH – Ketua DPD I Baladika Karya Golkar Aceh, Hendra Budian, meminta agar elemen partai menghormati dan taat tehadap konstitutsi.

“Sebelum ada proses hukum yang sah, ini dihargai dulu dengan tidak mengeluarkan statemen yang cendrung membuat konsolidasi partai Golkar ke tingkat bawah menjadi goyang, dan bisa merugikan kader dan partai yang selama ini sudah bekerja untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat Aceh,” kata Hendra Budian dalam jumpa Pers di kantor Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Aceh, Sabtu, 25 Juli 2015.

Ia juga meminta agar apa yang disampaikan dalam konferensi pers terkait pemecatan Sulaiman Abda kemarin harus diluruskan. “Itu bukan hanya merugikan pribadi kader, tapi merugikan Golkar secara keseluruhan, karena kepercayaan simpatisan partai Golkar sudah diberikan pada Pemilu Legislatif yang lalu dan ini harus dihargai,” ujarnya lagi.

Selain itu dia mengimbau kepada Fraksi Golkar di seluruh tingkatan yang ada di Aceh untuk senantiasa serius bekerja atas kepentingan rakyat. Pasalnya, kata dia, rakyat telah memberikan kepercayaan partai Golkar dan kepercayaaan itu harus dihargai.

“Bekerjalah untuk rakyat dan tunggu sampai ada keputusan yang bersifat final yang inkrah, dan kita sebagai kader akan tunduk kepada keputusan yang inkrah tersebut, siapa pun dan pihak mana pun yang menang nantinya,” ujar Hendra.

Pihaknya juga meminta kepada seluruh kader Golkar yang ada di parlemen atau di luar parlemen tetap utuh dan solid. Dia juga kembali menegaskan tidak ada yang dipecat dari Golkar.

”Kami yakin dan percaya bahwa semangat elit partai yang ada di DPP ingin merangkul seluruh kader yang ada. Jadi konflik internal yang sedang kita hadapi saat ini harus dijadikan momentum untuk konsolidasi,” ujarnya lagi.

“Sebagai sayap muda partai Golkar, kami melihat bahwa apa yang dilakukan kemarin di partai Golkar menciderai semangat konsolidasi partai. Oleh karena itu kami mengultimatum hal-hal seperti itu, kami berharap tidak terulang lagi. Apabila terulang, kami dari sayap muda partai akan mengambil alih partai sampai ada keputusan yang jelas,” ujar Hendra lagi.[](bna)

Foto: Konferensi pers Golkar Aceh versi Muntasir Hamid. @Zikrullah/portalsatu.com

Hendra Budian: Tidak Ada Pemecatan Sulaiman Abda

Hendra Budian: Tidak Ada Pemecatan Sulaiman Abda

BANDA ACEH – Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Aceh, Hendra Budian, membantah adanya pemecatan Sulaiman Abda sebagai anggota partai.

“Tadi malam saya komunikasi dengan salah seorang Ketua DPP Partai Golkar Munas Bali, Ahmad Doli Kurnia. Secara pribadi saya tanyakan bahwa apakah benar ada mekanisme pemecatan Sulaiman Abda? Dan beliau menjawab tidak ada,” kata Hendra Budian dalam jumpa Pers di kantor Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Aceh, Sabtu, 25 Juli 2015.

Hendra mengatakan berdasarkan aturan partai Golkar, untuk pemberhentian keanggotaan atau kader harus melalui Musyawarah Nasional (Munas) partai Golkar. Termasuk dalam hal pemecatan Ketua DPD I Aceh, Sulaiman Abda.

“Kami mencurigai bahwa itu adalah SK pemberhentian Sulaiman Abda yang dulu sebagai Ketua DPD I, bukan sebagai kenggotaan. Ini di luar mekanisme partai,” ujar Hendra Budian.

Selain itu, dia juga mengatakan sebagai pengurus partai tidak pernah melihat surat pemecatan tersebut secara fisik. “Kami sebagai pengurus partai tidak pernah melihat surat itu, dan kami sama sekali tidak pernah lihat bentuk fisiknya, yang bersangkutan (Sulaiman Abda) ketika kami konfirmasi juga tidak penah melihatnya,” ujarnya.

Hendra juga meminta persoalan pemecatan Sulaiman Abda diluruskan. Pasalnya, pihaknya hanya ingin menjaga konsolidasi organisasi.

“Kami tidak terlibat dalam konflik yang terjadi saat ini. Kami hanya ingin menjaga partai Golkar tetap utuh dan tetap solid, tidak ada kepentingan personal yang masuk dalam partai,” ujarnya lagi.

Seperti diberikan, Ketua DPD I Golkar Aceh, Sulaiman Abda, resmi dipecat dari keanggotaan Partai Golongan Karya atau Golkar. Pengumuman pemecatan Sulaiman Abda dibacakan oleh Muntasir Hamid, Sekretaris Golkar Aceh versi Munas Bali, di kantor DPD Golkar Aceh dalam konferensi pers dengan wartawan, Jumat sore, 24 Juli 2015.

Sulaiman Abda dipecat berdasarkan surat DPP nomor 27/DPP/golkar/2015 karena dianggap tidak patuh kepada AD/ART partai. Yaitu tidak patuh dan tidak setia keputusan partai.[](bna)

Sulaiman Abda: Saya Tidak Tahu Persoalan Pemecatan

Sulaiman Abda: Saya Tidak Tahu Persoalan Pemecatan

BANDA ACEH – Wakil Ketua DPR Aceh, Sulaiman Abda, telah resmi dipecat dari keanggotaan Partai Golongan Karya atau Golkar. Menyangkut hal tersebut dirinya belum tahu persoalan pemecatan dirinya.

“Saya tidak tahu persoalan pemecatan itu,” kata Sulaiman Abda saat dihubungi oleh wartawan melalui telpon selulernya, Jumat, 24 Juli 2015.

Menurutnya permasalahan yang sedang terjadi di tubuh Golkar seharusnya semua pihak harus bisa cooling down dan semua pihak harus bisa saling menghargai.

“Semua harus saling menghargai,” ujarnya.

Menurutnya, jika keputusan yang dihasilkan oleh PTUN bebrapa waktu yang lalu kepengurusan harus dikembalikan berdasarkan hasil Munas di Riau pada tahun 2009, dirinya mengaku saat ini masih menjadi Ketua Golkar Aceh.

“Kalau kembali ke Riau, berarti posisinya saya masih menjadi Ketua Golkar Aceh,” kata Sulaiman Abda.

Menurutnya, kalau semua pihak tersebut tunduk kepada hukum, maka dirinya saat ini masih berstatus sebagai ketua di tubuh DPD I Partai Golkar. Namun mengenai keputusan yang telah di tetapkan oleh Pengadilan Jakarta Utara tadi, dirinya mengaku belum tahu-menahu soal itu.

“Saya belum dapat info mengenai hasil dari Pengadilan Jakarta Utara,” ujarnya singkat. [] (mal)

Foto: Sulaiman Abda saat dijenguk oleh Muzakir Manaf.@ Adi Gondrong/portalsatu.com

Berita terkait:

Sulaiman Abda Dipecat dari Keanggotaan Golkar

Golkar Akan Ganti Anggota dan Ketua Fraksi di DPR Aceh

Soal Sulaiman Abda, Muntasir Hamid: Ibarat Kanker, Jika…

Kuasa Hukum Golkar Aceh: Sulaiman Abda Melanggar AD/ART Partai

Kuasa Hukum Golkar Aceh: Sulaiman Abda Melanggar AD/ART Partai

Kuasa Hukum Golkar Aceh: Sulaiman Abda Melanggar AD/ART Partai

BANDA ACEH – Kuasa Hukum DPD I Partai Golkar Aceh, Darwis menyebutkan pemecatan terhadap Sulaiman Abda tersebut dikarenakan yang bersangkutan jelas-jelas melanggar AD/ART partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Pemecatan Sulaiman Abda berdasarkan dua keputusan, yaitu pertama  dengan adanya keputusan dari PTUN,” kata Darwis di kantor DPD Golkar Aceh, Jumat sore, 24 Juli 2015.

Menurutnya, hasil dari PTUN tersebut menyebutkan bahwa penetapan SK Menkumham tidak akan berlaku sampai persoalan kisruh di partai Golkar diselesaikan oleh internal.

Katanya, kemudian yang terakhir adalah berdasarkan dari keputusan terakhir yang diputuskan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara bahwa semua keputusan Menkumham dinyatakan tidak berlaku dan. Bahkan pihak Menkumham dan pihak Agung Laksono diwajibkan membayar denda sebesar Rp100 miliar.

“Keputusan dapat dilaksanakan walaupun yang bersangkutan sedang mengajukan banding atau peninjauan kembali,” ujar Darwis. [] (mal)

Soal Sulaiman Abda, Muntasir Hamid: Ibarat Kanker, Jika…

Soal Sulaiman Abda, Muntasir Hamid: Ibarat Kanker, Jika…

BANDA ACEH – Sekretaris DPD I Golkar Aceh, Muntasir Hamid, mengatakan apa yang telah dilakukan oleh Sulaiman Abda pada awalnya sudah mulai membuat hal-hal yang tidak menyenangkan, tidak baik dan tidak mengambarkan ikrar panca bakti.

“Jadi saya pikir, kami tetap harus memberikan konsekuensi terhadap apa yang telah ditempuh oleh Sulaiman Abda. Dia tentunya harus menerima segala konsekuensinya, termasuk pemecatan,” kata Muntasir Hamid kepada wartawan di kantor DPD Golkar Aceh dalam konferensi pers, Jumat sore, 24 Juli 2015.

Katanya, hal tersebut lakukan demi menjaga Partai Golkar dari dualisme kepemipinan atau terjadi instability dari tubuh Partai Golkar.

“Ibarat penyakit kanker di tubuh. Jika sudah terlalu parah harus segera dicabut dan diangkat penyakitnya dari dalam tubuh.  Tapi jika masih bisa diangkat kenapa tidak kita sembuhkan saja, masih ada upaya-upaya perdamaian,” ujarnya. [] (mal)

Berita terkait:

Sulaiman Abda Dipecat dari Keanggotaan Golkar

Golkar Akan Ganti Anggota dan Ketua Fraksi di DPR Aceh

Golkar Akan Ganti Anggota dan Ketua Fraksi di DPR Aceh

Golkar Akan Ganti Anggota dan Ketua Fraksi di DPR Aceh

BANDA ACEH – Sekretaris DPD I Golkar Aceh, Muntasir Hamid, mengatakan pihaknya akan melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap kader Golkar di DPR Aceh yang dinilai “nakal” dan tidak taat terhadap AD/ART.

“Salah satunya adalah Wakil Ketua DPR Aceh, Sulaiman Abda, yang telah resmi dipecat dari keanggotaan Partai Golkar,” kata Muntasir kepada wartawan di kantor DPD Golkar Aceh dalam konferensi pers, Jumat sore, 24 Juli 2015. [Baca: Sulaiman Abda Dipecat dari Keanggotaan Golkar]

Sedangkan untuk ketiga nama lainnya masih dirahasiakan oleh Muntasir Hamid, namun dirinya mengatakan PAW terhadap Sulaiman Abda akan secepatnya mengingat yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran berat dengan mengingkari kepengurusan hasil Munas Bali dan mendukung kepengurusan Agung Laksono.

“Dalam waktu dekat ini, atau secepatnya. Pada Senin kami akan memproses PAW terhadap Sulaiman Abda sebagai Wakil Ketua DPR Aceh,” kata Muntasir.

Kata Muntasir Hamid, pihaknya juga akan menggantikan Ketua Fraksi Golkar dan susunan dewan di DPR Aceh. Namun ketika nama yang terancam di PAW, Pihak Muntasir enggan menyebutkan namanya.

“Itu masih rahasia, nanti akan kami kabari lagi selanjutnya,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kepengurusan partai Golkar pimpinan Aburizal Bakrie atau Golkar hasil Munas Bali memenangi gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang diputuskan hari ini, Jumat 24 Juli 2015.

Majelis hakim memutuskan Munas Ancol yang digelar kubu Agung Laksono melanggar hukum, sehingga dinyatakan tidak sah karena tidak memiliki wewenang untuk menggelar Munas. [] (mal)

Foto: Golkar Munas Bali melakukan temu pers untuk mengumumkan pemecatan Sulaiman Abda.@Zikirullah/portalsatu.com