Tag: sulaiman abda

Sulaiman Abda Tawarkan Diri Jadi Timses Mualem

Sulaiman Abda Tawarkan Diri Jadi Timses Mualem

BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf terlihat akrab dengan Wakil Ketua DPR Aceh, Sulaiman Abda. Keduanya juga satu mobil dalam perjalanan dari Bandara Sultan Iskandar Muda ke Universitas Syiah Kuala, Jumat pagi 18 September 2015.

Dalam perjalanan tersebut, Sulaiman Abda memilih semobil dengan Mualem.“Mualem, kalau diizinkan saya siap jadi Timses,” kata Sulaiman Abda.

Mendengar hal ini, Mualem tampak tersenyum lebar. “Terimong, terimong,” kata Mualem.

Sebelumnya, Mualem dan Sulaiman Abda menjemput kedatangan Panglima TNI di Bandara SIM Blang Bintang. Keduanya juga menghadiri kuliah umum panglima TNI di AAC Dayan Dawood, Unsyiah. [] (mal)

Foto: Sulaiman Abda Kunjungi Santri Mudi Mesra

Foto: Sulaiman Abda Kunjungi Santri Mudi Mesra

BIREUEN – Ribuan santri Ma’hadal ‘Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya (Mesra) menyambut hangat rombongan Kapolda Aceh yang disertai Wakil Ketua DPR Aceh, Sulaiman Abda. Pimpinan Dayah MUDI, yang akrab disapa Abu MUDI pun ikut menyambut tamu rombongan, Kamis, 17 September 2015.[]

sulaiman5
@Risman A Rachman
sulaiman3
@Risman A Rachman
sulaiman2
@Risman A Rachman
sulaiman4
@Risman A Rachman
sulaiman6
@Risman A Rachman
Ketika Sulaiman Abda “Mesra” di Dayah MUDI Samalanga

Ketika Sulaiman Abda “Mesra” di Dayah MUDI Samalanga

BIREUEN – Ribuan santri Ma’hadal ‘Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya (Mesra) menyambut hangat rombongan Kapolda Aceh yang disertai Wakil Ketua DPR Aceh, Sulaiman Abda. Pimpinan Dayah MUDI, yang akrab disapa Abu MUDI pun ikut menyambut tamu rombongan, Kamis, 17 September 2015.

Semua rombongan disambut dengan hangat. Mereka diajak minum air kelapa di Bale Beton, diajak berkeliling melihat lingkungan dayah tempat santri tinggal, disuguhkan makanan dengan menu gulai kambing, dan akhirnya usai salat dhuhur diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan.

Sulaiman Abda, dengan wajah berseri dan penuh semangat mengajak para santri untuk memiliki cita-cita. Dalam motivasinya, Sulaiman Abda menyampaikan bahwa kepemimpinan masa depan ada di tangan para santri.

“Kami semua yang hadir di sini pada suatu masa terdahulu juga sama seperti kalian. Kami juga santri yang mungkin lebih susah dibanding dengan santri hari ini. Tapi, berkat belajar yang sungguh, hari ini Allah menitip amanah kepada kami semua,” kata Sulaiman Abda.

Menurut Sulaiman Abda, pemimpin sangat penting memiliki ilmu pengetahuan, terlebih lagi ilmu agama. Dengan bekal ilmu itulah kita bisa memegang amanah dengan baik.

“Bayangkan, apa yang bakal terjadi bila partai politik dan pemerintahan berada di tangan mereka yang tidak memiliki ilmu agama?” ujar Sulaiman Abda ketika dimintai penjelasan lebih lanjut usai memberi sambutan.

Semenjak tiba di Dayah MUDI MESRA, Sulaiman Abda dan rombongan terlihat “mesra” dengan Abu MUDI. Mereka saling bertukar informasi dan saling mendukung untuk pemajuan dayah.

“Dayah benteng Aceh untuk menjaga serbuan narkoba. Di tangan generasi bebas dari narkobalah masa depan Aceh akan terjamin,” kata Sulaiman Abda.

Sulaiman Abda bersama rombongan Kapolda Aceh hari bersilahturahmi dan sekaligus mensosialisasikan bahaya narkoba. Ikut serta dalam rombongan Ketua Badan Dayah, Bustami Usman dan Rektor Unsyiah, Samsul Rizal.[] (bna)

Foto: Muntasir Hamid Antar Surat Pemberhentian Sulaiman Abda ke DPRA

Foto: Muntasir Hamid Antar Surat Pemberhentian Sulaiman Abda ke DPRA

BANDA ACEH – Sekretaris Golkar Aceh, Muntasir Hamid, mengantarkan surat pergantian Sulaiman Abda ke Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Kamis, 17 September 2015. Surat tersebut langsung diterima oleh Ketua DPR Aceh, Teungku Muharuddin, di ruang kerjanya sekitar pukul 15.05 WIB.

Ketua Golkar Aceh versi Munas Bali, Ishak Yusuf, serta sejumlah pengurus partai berlambang pohon beringin tersebut ikut serta dalam penyerahan surat ini.[]

paw bg leman3
@Zahratil Ainiah
paw bg leman2
@Zahratil Ainiah
paw bg leman1
@Zahratil Ainiah
paw sulaiman abda
@Zahratil Ainiah
Muntasir Hamid: Ini Pembelajaran Politik Untuk Sulaiman Abda

Muntasir Hamid: Ini Pembelajaran Politik Untuk Sulaiman Abda

BANDA ACEH – Sekretaris Golkar Aceh, Muntasir Hamid, menyerahkan surat pemecatan Sulaiman Abda kepada pimpinan DPR Aceh, Teungku Muharuddin, Kamis, 17 September 2015 sekitar pukul 15.05 WIB. Penyerahan surat tersebut sekaligus sebagai pemberitahuan pergantian Wakil Ketua DPR Aceh yang selama ini dijabat oleh Sulaiman Abda kepada M. Saleh S.Pdi.

“Maka Sulaiman Abda semenjak diberhentikan, apapun fasilitas yang digunakan, Sulaiman Abda bertanggung jawab dengan negara. Misalnya gaji, mobil, itu dikembalikan dan itu tanggung jawabnya Sulaiman Abda dengan negara,” kata Muntasir Hamid yang ditemani oleh Ketua Golkar Aceh versi Aburizal Bakri, Ishak Yusuf, bendahara serta sejumlah pengurus partai lainnya.

Muntasir mengatakan kasus ini menjadi salah satu pembelajaran politik untuk Sulaiman Abda.

Penyerahan surat tersebut dibenarkan oleh Ketua DPR Aceh, Teungku Muharuddin. Dia mengatakan akan segera memproses surat tersebut sesuai undang-undang yang berlaku. “Akan segera diproses,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Golkar Aceh, Muntasir Hamid, mengatakan pihaknya membawa surat pergantian Sulaiman Abda di DPR Aceh. Surat ini diserahkan setelah Sulaiman Abda hampir 3 bulan dipecat dari Golkar Aceh.

“Lalu turun surat satu lagi sesuai arahan ketua Golkar, khususnya Golkar di Aceh yang meminta kepada Ketua DPR Aceh untuk memproses posisi Sulaiman Abda yang akan diganti M. Saleh S.Pdi. Ini masih ada proses,” kata Muntasir Hamid kepada portalsatu.com di sela-sela menunggu kedatangan Ketua DPR Aceh.

“Karena surat ini urgent, maka kami akan menunggu kedatangan Ketua DPR Aceh di kantor,” kata Muntasir lagi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi terkait pemecatan dan PAW tersebut dari pihak Sulaiman Abda.[](bna)

Golkar: Posisi Sulaiman Abda Digantikan M. Saleh

Golkar: Posisi Sulaiman Abda Digantikan M. Saleh

BANDA ACEH – Sekretaris Golkar Aceh, Muntasir Hamid, mengatakan pihaknya membawa surat pergantian Sulaiman Abda di DPR Aceh. Surat ini diserahkan setelah Sulaiman Abda hampir 3 bulan dipecat dari Golkar Aceh.

“Lalu turun surat satu lagi sesuai arahan ketua Golkar, khususnya Golkar di Aceh yang meminta kepada Ketua DPR Aceh untuk memproses posisi Sulaiman Abda yang akan diganti M. Saleh S.Pdi. Ini masih ada proses,” kata Muntasir Hamid kepada portalsatu.com di sela-sela menunggu kedatangan Ketua DPR Aceh.

“Karena surat ini urgent, maka kami akan menunggu kedatangan Ketua DPR Aceh di kantor,” kata Muntasir lagi.

Pantauan portalsatu.com, selain Muntasir Hamir, juga hadir Ketua Golkar Aceh versi Aburizal Bakri, Ishak Yusuf, bendahara serta sejumlah pengurus lainnya. [] (mal)

Siang Ini, Golkar Serahkan Surat PAW Sulaiman Abda ke DPR Aceh

Siang Ini, Golkar Serahkan Surat PAW Sulaiman Abda ke DPR Aceh

BANDA ACEH – Pimpinan Golkar Aceh dikabarkan akan bertemu dengan Ketua DPR Aceh, Teungku Muharuddin, Kamis siang 17 September 2015.

Informasi yang diperoleh portalsatu.com, kedatangan petinggi Golkar versi Aburizal Bakri ini guna menyerahkan surat Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk Sulaiman Abda dari posisi wakil ketua DPR Aceh mewakili Golkar.

Selain itu, Golkar juga akan mengganti struktur Fraksi Golkar di DPR Aceh.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPR Aceh, Sulaiman Abda, resmi dipecat dari keanggotaan Partai Golongan Karya atau Golkar.

Pengumuman pemecatan Sulaiman Abda dibacakan oleh Muntasir Hamid, Sekretaris Golkar Aceh versi Munas Bali, di kantor DPD Golkar Aceh dalam konferensi pers dengan wartawan, Jumat sore, 24 Juli 2015.

Kata Muntasir, Sulaiman Abda dipecat berdasarkan surat DPP nomor 27/DPP/golkar/2015.

“Sulaiman Abda dipecat karena tidak patuh kepada AD/ART partai. Yaitu tidak patuh dan tidak setia keputusan partai,” kata Muntasir.

Senin nanti, kata Muntasir, dirinya akan ke KIP untuk memberikan surat pemecatan. “Begitu juga ke pihak pimpinan DPR Aceh,” katanya.

Kuasa Hukum Partai Golkar, Darwis, mengatakan keputusan hukum terkait pemecatan Sulaiman Abda berdasarkan surat keputusan Pengadilan Jakarta Utara yang memenangkan Golkar Munas Bali. [] (mal)

 

Lepas JCH Kloter 4, Ini Pesan Ketua IPHI Aceh

Lepas JCH Kloter 4, Ini Pesan Ketua IPHI Aceh

BANDA ACEH – Sebanyak 391 jemaah calon haji (JCH) kelompok terbang/Kloter ke-4 asal Banda Aceh, Aceh Besar dan Bireuen, Minggu, 13 September 2015, dinihari nanti, pukul 01.45 WIB akan berangkat menunaikan ibadah haji.

Sulaiman Abda, Ketua IPHI Aceh, dalam sambutan pelepasan di Asrama Haji, Banda Aceh, Sabtu, 12 September 2015, pukul 17.00 WIB, mengajak JCH Aceh Kloter 4 untuk mensyukuri nikmat panggilan haji tahun  ini.

“Ini nikmat ibadah yang tidak bisa diukur dengan apapun, dan hanya haji mabrur semoga diperoleh oleh seluruh jemaah calon haji,” kata Sulaiman Abda.

Menurut Sulaiman Abda, dari lima juta rakyat Aceh, belum semua mendapat panggilan Allah untuk berhaji. Sampai saat ini jumlah daftar tunggu mencapai 70 ribu lebih. Tiap tahun hanya bisa memberangkatkan 3.000 lebih.

Ketua IPHI Aceh yang juga Wakil Ketua DPR Aceh itu mengajak seluruh JCH Aceh untuk memanfaatkan semua momentum ibadah haji dengan baik, khususnya saat berada di Arafah.

Menurut Sulaiman Abda, Arafah adalah padang pasir yang terletak sekitar 25 Km sebelah timur kota Mekah. Wukuf di Arafah menjadi reflika Padang Masyar. Hal ini, menurutnya, suatu tamsil bagaimana kelak manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar dalam formasi antre menunggu giliran untuk dihisab oleh Allah SWT.

“Saya mengajak seluruh JCH Aceh untuk meningkatkan kesadaran beribadah melalui perjalanan haji,” ujarnya.

Dalam acara pelepasan JCH Aceh Kloter 4 turut hadir Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh, Drs. H. M. Daud Fakeh dan Kepala Badan Dayah, Bustami Usman.[] (idg)

Foto Ketua IPHI Aceh Sulaiman Abda saat pelepasan JCH Kloter 4. @Risman A. Rachman

“Jika Dayah Kuat, Maka Aceh Akan Kuat”

“Jika Dayah Kuat, Maka Aceh Akan Kuat”

“Hormattttt, grak!”

Langkah-langkah teratur, tegap, rapi, dengan sudut hormat yang terukur melewati podium utama Apel Tahunan 2015 Pesantren Oemar Diyan, Indrapuri, Aceh Besar, Minggu 6 September 2015.

Di podium utama tampak Gubernur Aceh, Zaini Abdullah yang didampingi Wakil Ketua DPR Aceh, Sulaiman Abda, Kepala BPPD Bustami Usman dan Kepala Kantor Kementerian Agama. Tentu saja ada Pimpinan Pesantren Oemar Diyan, ustad Fakhruddin Lahmuddin.

Usai memberi hormat, para santri yang dibagi dalam puluhan barisan mengambil tempat. Mereka semua membentuk barisan berbentuk U, menghadap podium.

Selain santri yang tampil dengan pakaian putih dipadu biru, pakaian putih-putih bagi penggerek bendera, dan pakaian adat, juga tampak keluarga atau wali santri.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, sambutannya mengatakan pesantren atau dayah tidak bisa dipisahkan dalam sistem pendidikan Aceh. Pesantren atau dayah sendiri, di Aceh adalah simbol pengembangan Islam.

Saat ini, menurut gubernur, ada seribuan dayah atau pesantren di Aceh, dengan jumlah santri puluhan ribu. Pesantren Tgk. Chiek Oemar Diyan merupakan salah satu pesantren yang sudah menghasilkan santri-santri berkualitas.

Alumni Oemar Diyan telah banyak melanjutkan pendidikan S1, S2 dan S3 di berbagai perguruan tinggi di Timur Tengah, Eropa, Amerika, juga di Australia.

Hal itu, menurut Gubernur Aceh, membuktikan pendidikan pesantren memiliki keunggulan dalam ilmi pengetahuan umum sekaligus unggul dalam bidang agama.

“Pemerintah Aceh tetap dan akan membantu khususnya melalui Badan Pembinaan dan Pendidikan Dayah,” kata Gubernur Aceh.

Gubernur juga menyampaikan bentuk dukungan lain yaitu melalui bantuan beasiswa luar negeri yang dikelola LPSDM.

“Peluang ini terbuka bagi alumni pesantren,” kata Gubernur Aceh.

Pesantren modern Tgk. Chirk Oemar Diyan merupakan pesantren terpadu, bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Islam Tgk. Chiek Oemar Diyan. Pesantren ini  diresmikan 27 Oktober 1990.

Saat ini, ada 981 santri yang diasuh oleh 102 guru dari alumni pesantren, UIN Ar Raniry dan juga alumni Al Azhar Mesir dan Universitas Malaysia.

Sulaiman Abda mengajak semua pihak untuk terus membantu keberadaan dayah atau pesantren. Menurutnya, masa depan Aceh akan sangat ditentukan oleh kemajuan dayah atau pesantren.

“Jika dayah atau pesantren kuat maka Aceh akan kuat, dan sebaliknya,” tegas Sulaiman Abda.

Kepala BPPD Aceh, Bustami Usman berjanji akan terus memaksimalkan dukungan Pemerintah Aceh terhadap dayah atau pesantren.

“Saya juga mengajak semua kalangan juga memberi perhatian dan dukungan kepada dayah atau pesantren,” ajak Bustami Usman. [] (MAL)

 

Sulaiman Abda Mau Petani Aceh Kaya

Sulaiman Abda Mau Petani Aceh Kaya

ACEH BESAR – Wakil Ketua DPR Aceh, Sulaiman Abda, berharap petani Aceh bisa kaya. Untuk itu, Sulaiman Abda mendukung semua langkah yang diperlukan untuk membuat petani Aceh dapat berjaya di lahannya.

Pernyataan itu disampaikan Sulaiman Abda menanggapi sambutan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah di acara Panen Raya, Gampong Gani, Aceh Besar 1 September 2015.

Menurut Bang Leman, di lokasi area Panen Raya saja, ada luas lahan sekitar 15 hektar. Lokasi ini, kabarnya bagian dari 110 ribu hektar lahan pertanian di Aceh yang termasuk dalam program Gerakan Peningkatan Produktivitas Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) yang dicanangkan oleh Kementerian BUMN melalui PT PIM.

Selain mendukung ajakan Gubernur Aceh yang menghimbau kalangan petani, BUMN, LSM dan kalangan swasta, Bang Leman lebih utama mengajak Pemerintah dan DPR Aceh untuk kompak mendukung kebijakan dan anggaran untuk pemberdayaan lahan, sdm, dan teknologi pertanian.

“Pertanian Aceh sudah saatnya dikelola secara canggih dengan dukungan teknologi yang tepat,” kata Bang Leman.

Bang Leman juga mengingatkan daya tahan bahkan daya juang sektor pertanian Aceh dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi.

Ini pertanda bahwa Aceh bisa berjaya di sektor tani. Jadi, saya yakin petani Aceh bisa kaya dengan bertani,” kata Bang Leman. [] (mal)