Tag: sie reuboh

Di Aceh Besar, Lebaran Tak Lengkap Tanpa Sie Reuboh

Di Aceh Besar, Lebaran Tak Lengkap Tanpa Sie Reuboh

JANTHO – Bagi warga Aceh Besar, tak lengkap jika merayakan Idul Fitri tanpa kehadiran menu Sie Reuboh. Hal ini disampaikan oleh Zuraidah, 58 tahun, warga Montasik, Aceh Besar kepada portalsatu.com.

“Saya tiap lebaran memasak sie reuboh karena ini adalah masakan khas Aceh yang tidak boleh tidak ada saat lebaran dan memang sudah kebiasaan pada keluarga kami, bahkan hari-hari biasa saya juga memasak sie reuboh,” ujar Zuraidah, Sabtu, 18 Juli 2015.

Dia mengatakan sie reuboh merupakan daging yang direbus terlebih dahulu dan dimasak menggunakan bumbu tertentu dengan rempah-rempah pilihan khas Aceh.

“Memasak sie reuboh ada bumbu sendiri. Kalau dagingnya saya potong agak besar-besar, potongan daging sesuai selera dan menggunakan usus dan lemak atau gapah,” ujarnya.

Bumbu yang biasa digunakan Zuraidah berupa cabai kering bubuk, kunyit, lengkuas yang dimemarkan, gula merah, garam dan cuka. Selain itu dia juga menambahkan jeruk nipis dan asam Jawa sebagai pelengkap rasanya. “Kalau untuk dihaluskan pakai cabai merah, cabai rawit dan bawang putih,” ujarnya lagi.

Sementara cara memasaknya adalah daging dipotong, dibersihkan dan direbus terlebih dahulu. Kemudian dicampurkan dengan air asam jawa, jeruk nipis dan garam serta diaduk merata.

“Lalu campur dengan bumbu dan bahan yang telah dihaluskan tadi baru dimasak,” katanya.

Istimewanya, sie reuboh tidak dimasak dalam wajan biasa melainkan kuali tanah. Kuali tanah atau biasa disebut beulangoeng tanoh merupakan kuali yang terbuat dari tanah dan sering digunakan masyarakat Aceh pada zaman dahulu.

Adonan sie reuboh kemudian diaduk hingga merata supaya bumbunya meresap. Zuraidah lantas menambahkan air dan tunggu sampai matang agar dagingnya empuk.

“Daging ini bisa dimakan dalam beberapa hari dan selalu harus dipanaskan saat mau dimakan, karena sie reuboh meugapah (berlemak),” kata Zuraidah.[](bna)

Mencicipi Nikmatnya Sie Reuboh ala Rumah Makan Bintang Lima

Mencicipi Nikmatnya Sie Reuboh ala Rumah Makan Bintang Lima

BANDA ACEH – Sie reuboh atau dalam bahasa Indonesianya adalah daging rebus, merupakan salah satu makanan khas yang nikmat, sie reuboh memang bukan sekadar daging rebus biasa. Masakan tersebut dibuat dari potongan daging sapi beserta gapah (lemak) yang dibumbui garam, cabe merah, cabe kering, cabe rawit, kunyit, kemudian direbus hingga mendidih di belanga tanah tanpa disiram air.

Setelah air rebusan yang keluar dari daging dan gapah mengering, biarkan ia selama satu malam dalam belanga. Keesokan harinya, ketika dipanaskan kembali dan gapah yang membalut daging meleleh, siramkan cuka bersama air dan biarkan sampai mengering hingga dagingnya empuk. Cuka yang digunakan pun harus cuka enau.

Menu sie reuboh sebagai menu kuliner semakin jarang didapat pada hari-hari biasa, kecuali disaat-saat ada khanduri gampong saja. Hal tersebut dikarenakan kalah popular dari menu makanan modern yang disajikan di rumah-rumah makan seperti ayam tangkap.

Namun, di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar, Rumah makan bintang lima masih menyajikan Sie reuboh sebagai menu andalannya, kalau anda baru pertama kali makan makanan ini mungkin agak sedikit tersentak dengan cita rasa yang disajikan.

sie reuboh-@zikir

Rasa perpaduan asam segar  yang sangatmenyengat langsung memenuhi rongga mulut. Rasa pedasnya sangat berbeda dengan aroma gulai lainnya. Rasa asam tersebut muncul dari cuka, berpadu dengan aneka rempah dalam kuah yang ternyata tidak menggunakan santan, tapi penuh lemak sehingga kental.

Cita rasa ini meresap ke dalam setiap serat daging sapi yang menjadi bahan utama. Karena penuh lemak, maka cara menikmati sie reuboh tersebut wajib dihidangkan saat masih panas.

Almuniza Kamal, pemilik Rumah Makan Bintang Lima mengatakan untuk menjaga rasa sie reuboh kepada para pelanggan agar tetap panas adalah dengan menyajikan dalam belanga tanah kecil yang dibagian bawahnya di panaskan dengan arang.

“Alasannya adalah dengan menggunakan belanga tanah tersebut, agar hawa panasnya tahan lebih lama jika dibandingkan juka  disajikan dengan piring biasa,” kata Almuniza kepada portalsatu.com.

Almuniza menambahkan memasak sie reuboh dengan kayu bakar dan dalam wadah belanga tanah membuat aroma khas masakan dan terasa lebih lezat dan nikmat.

“Sie reuboh lebih lezat dinikmati saat panas-panas karena selain lemaknya hilang juga aroma masakan lebih terasa,” ujar Almuniza.

Sie reuboh memang memiliki karakter tersendiri. Selain rasanya yang khas, masakan ini juga tahan lama atau bisa disimpan berhari-hari. Kalaupun sudah dingin tinggal dipanaskan lagi, dan tetap masih enak dimakan, tergantung bagaimana cara mengolahnya.

Bagi masyarakat Aceh Besar, sie reuboh merupakan menu wajib jika datang waktu meugang dan memasuki bulan Ramadan, ibaratnya jika tidak ada Sie reuboh maka meugang akan terasa hampa.

Selain sie reuboh, menu andalan lain yang disajikan di Rumah Makan Bintang Lima adalah Gule Eungkot Paya, Kepiting Kuah Lemak, Ayam Goreng, dan Gule Kambing Khas Aceh Besar.[] (ihn)

Foto: sie reuboh atau daging rebus khas Aceh Besar @portalsatu.com/Zikirullah