Tag: Shirakawa-go

Melihat Desa Unik Warisan Dunia di Jepang

Melihat Desa Unik Warisan Dunia di Jepang

Shirakawa-go dan Gokayama merupakan desa bersejarah di Jepang yang telah ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia di Jepang oleh UNESCO pada 1995 silam. Shirakawa-go berada di Prefektur Gifu sedangkan Gokayama berada di Prefektur Toyama.

Gokayama merupakan sebuah desa tradisional yang memiliki gaya bangunan rumah dengan atap seperti huruf A. Tak ubahnya seperti dua tangan yang mengatup ketika sedang berdoa. Rumah yang berkonstruksi rendah ini disebut Gasshou.

Kedua desa ini masih mempertahankan nuansa tradisionalnya dan hidup harmonis dengan alam. Shirakawa-go secara khusus telah dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata di Jepang. Namun tidak begitu dengan Gokayama.

Konon Gokayama dibangun untuk membuang orang-orang yang kalah dalam perang Genpei di tahun 1183 dari klan Heike. Namun tidak ada bukti sejarah tertulis mengenai hal itu, kecuali sisa ukiran kamon Heike di rumh-rumah tradisional yang masih ada sampai sekarang. Di jaman Edo, daerah ini merupakan lokasi pembuangan tahanan politik yang beroposisi terhadap klan penguasa.

shirakawa

Mengutip lansiran mustlovejapan Gokayama memiliki beberapa spesifikasi yang menjadi tujuan wisatawan. Di antaranya adalah Ainokura, yaitu desa yang terletak di utara Gokayama. Di sini ada 20 rumah Gasshou yang berfungsi sebagai penginapan. Ada juga dua tempat yang dibuka untuk umum sebagai museum daerah.

Desa yang ada di barat Gokayama disebut Suganuma. Di sini terdapat sembilan rumah bergaya Gasshou yang selalu dihiasi lampu neon pada bulan Februari. Di sini juga ada museum yang memanfaatkan dua rumah untuk menampilkan proses produksi bubuk mesiu rumahan. Bubuk mesiu rumahan ini dibuat dengan menggunakan ulat sutra. Di jama Edo, perekonomian Gokayama disokong dari kegiatan produksi bubuk mesiu.

Desa yang ada di tengah-tengah Gokayama disebut Kaminashi yang juga memiliki rumah-rumah Gasshou. Rumah-rumah di sini dibangun pada jaman Oda Nobunaga yang usianya sudah lebih dari 400 tahun. Salah satu rumah, Murakamike, menjadi museum yang dibuka untuk umum. Di museum ini juga kerap ditampilkan kesenian rakyat.

ainokura

Rumah bergaya Gasshou yang ada di tenggara Gokayama disebut Iwaseke Juutaku. Bangunan yang sekarang dibuka untuk umum ini berumur 300 tahunan.

Gaya bangunan yang ada di utara disebut Gasshou Zukuri, dengan atau berbentuk huruf A, bangunan ini tahan terhadap beban salju yang berat. Untuk memaksimalkan masuknya cahaya matahari atahnya diarahkan ke timur dan barat. Atau Gasshou Zukuri sangat kokoh, biasanya diperbarui setelah 20-30 tahun.

Penataan ruangan di dalam rumah Gasshou semuanya hampir sama, lantai pertama dibagi menjadi delapan ruangan. Empat ruang di antaranya difungsikan sebagai teras, pintu masuk dan dapur. Empat sisa ruang lainnya menjadi ruang tinggal. Lantai dua dan tiga untuk tempat peternakan ulat sutra.

Berkunjung ke desa ini punya aturan tersendiri, pengunjung dilarang merokok. Kecuali di tempat-tempat khusus saja. Selain itu juga dilarang masuk ke ruang atau jalan yang bukan untuk dilintasi masyarakat umum. Dilarang berkunjung terlalu pagi atau terlalu malam. Dan yang paling penting dilarang membuang sampah sembarangan.

Di musim panas, desa ini terlihat sangat indah. Rumah-rumah Ghassao yang tampak kontras dengan sawah-sawah dan pepohonan yang kehijauan di sekitarnya. Sebaliknya pada musim salju nuansa putih membalut seluruh Gokayama.[]