Tag: sawah

Puluhan Hektar Sawah Terbengkalai di Langsa

Puluhan Hektar Sawah Terbengkalai di Langsa

LANGSA – Puluhan hektar sawah terbengkalai di Gampong Paya Bujok Beuramo, Kecamatan Langsa Barat, akibat tidak adanya irigasi. Petani mengaku tidak bisa memanfaatkan secara maksimal karena sawah tersebut masih memakai sistem tadah hujan, Jumat, 18 September 2015.

“Usaha kami yang memanfaatkan hujan sepenuhnya sebagai sumber air bukan pengairan air dari irigasi. Maka membuat kami petani kesulitan untuk menggarap sawah hingga pada akhirnya terbengkalai areal sawah kami,” ujar Faisal, salah satu petani Gampong Paya Bujok Beuramo.

Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengoptimalkan produksi padi lantaran harus menunggu hujan walau setahun sekali. Padahal pertanian bisa menjadi mata pencaharian mereka jika pemerintah mau memperhatikannya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Gampong Paya Bujok Beuramo, Musliadi Hanafiah. Dia mengatakan pemerintah setempat pernah memberikan bantuan melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian bersumber Dana Alokasi Khusus pada 2009 lalu. Bantuan yang diberikan tersebut berupa mesin pompa air serta membuka tiga titik sumur bor untuk pengairan.

“Akan tetapi tidak maksimal juga karena ketika air disedot, satu jam saja sudah habis. Jadi tidak mencukupi dengan luas areal sawah sekitar 70 hektar,” ujar Musliadi.

Dia berharap pemerintah bisa benar-benar mengoptimalkan lahan persawahan di gampong tersebut sebagai penunjang program swasembada pangan. Dia juga menyetujui jika pemerintah hanya mampu menggali sumur bor sebagai sumber mata air untuk sawah petani.

“Tapi jangan satu atau tiga titik karena arealnya luas. Namun, coba membuka sumur bor sifatnya berkelompok. Misal satu sumur bor terdapat 15 petak sawah dalam satu kelompok,” ujarnya.

Dia mengatakan sistem pengairan menggunakan sumur bor sudah dipraktekkan oleh petani di Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

“Sehingga petani di sana dalam setahun bisa menggarap sawah tiga kali, tentu di Langsa bisa juga dilakukan seperti itu supaya lahan sawah tidak terbengkalai seperti sekarang,” katanya.[](bna)

Pidie Panen Raya Penangkaran Benih Padi

Pidie Panen Raya Penangkaran Benih Padi

SIGLI – Pemerintah Kabupaten Pidie bersama Perhiptani menyelenggarakan panen raya penangkaran benih padi di Gampong Teungoh Baroh, Bambi, Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie, Rabu, 5 Agustus 2015.

“Pidie yang memiliki 29 ribu Ha lebih lahan pertanian terus berupaya untuk dapat meningkatkan hasil produksi padi. Banyak hal yang telah dilakukan pemerintah sebagai upaya untuk meningkatkan hasil produksi tani,” ujar Bupati Pidie, Sarjani Abdullah seperti rilis yang dikirim oleh Humas Pemkab Pidie kepada portalsatu.com.

Menurut Sarjani, tahun 2015 ini pemkab Pidie menyediakan anggaran hampir Rp 100 miliar untuk sektor pertanian. Pihaknya juga terus memperbaiki irigasi, membuka jalan usaha tani, dan memberikan pendampingan penyuluhan pertanian untuk petani.

bupati pidie

“Sekarang Pidie memiliki hampir 200 orang penyuluh pertanian swadaya yang diambil dari kalangan petani sendiri, di samping penyuluh yang telah ada. Ini dimaksud untuk memberi pendampingan kepada gapoktan-gapoktan yang ada di Pidie,” katanya.

Saat ini, kata dia, Kabupaten Pidie fokus pada penyediaan bibit padi unggulan yaitu pengembangan benih Inpari untuk mMembantu petani mendapatkan benih padi berkualitas di Pidie. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kekurangan benih di Aceh.

Selain itu, untuk tahap awal pemerintah daerah juga telah melakukan pengembangan benih di 40 hektare areal persawahan di Pidie.

“Pidie siap menyediakan benih padi berkualitas untuk seluruh Aceh,” kata Bupati.‎

Hadir pada kegiatan tersebut Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI DR. Ir. Hasil Sembiring, M.Sc, Gubernur Aceh diwakili oleh kepala Badan Penyuluh dan Ketahanan Pangan Aceh, Aster Kodam IM, Bupati Pidie Sarjani Abdullah, Wakil Bupati Pidie M. Iriawan, SE serta unsur Muspida Kab. Pidie, Ketua DPW Perhiptani Aceh yang juga Bupati Aceh Tengah H. Nasaruddin serta para Kepala SKPA dan SKPK Pidie.[]

Kemarau Ancam Ribuan Hektar Sawah Indonesia

Kemarau Ancam Ribuan Hektar Sawah Indonesia

GROBOGAN – Kemarau panjang diperkirakan melanda Indonesia sampai akhir tahun. Setidaknya 111.000 hektar sawah mengalami kekeringan dan 222.847 hektar sawah irigasi berpotensi kekeringan.

Hal itu diungkapkan Dirjen Sumber Daya Air PUPR, Mudjiadi saat memantau waduk Kedung Ombo, Grobogan, Jawa Tengah. Ia Menambahkan data tersebut merupakan data BNPB. Dalam data itu disebutkan kekeringan sudah melanda 12 provinsi, 77 Kabupaten/Kota dan 526 Kecamatan.

“Sedangkan data kami, dampak kekeringan yang terjadi dari sawah yang sumber irigasinya dari waduk yaitu 3.296 hektar dan yang irigasinya dari sungai seluas 158.293 hektar,” kata Mudjiadi di waduk Kedung Ombo, Grobogan, Sabtu (1/8/2015).

Ia menjelaskan kekeringan pada sawah dibagi dalam tiga kategori yaitu ringan, berat, dan puso. Namun Mudjiadi memastikan hingga kini tidak ada sawah yang puso karena berbagai upaya sudah dilakukan termasuk dengan pengairan bergilir, droping air, dan mengerahkan pompa air.

“Kami sudah menyediakan 761 pompa air yang tersebar di 11 Balai Wilayah Sungai/Balai Besar Wilayah Sungai di 9 Provinsi. Kalu perlu pompa air banjir juga dikerahkan,” tandas Mudjadi.

Sementara itu dari hasil pantauan terhadap 147 waduk, terdapat waduk dengan kondisi air normal, 69 waduk devisit, dan 44 waduk kering. Sedangkan dari 16 waduk besar di Indonesia dengan volume di atas 100 juta kubik, 9 diantaranya normal, 5 defisit, dan 2 waduk kering.

“Saya minta untuk ada pemantauan volume waduk setiap akhir pekan dikirim ke Jakarta sehingga bisa membuat alokasi sesuai dengan kondisi lokal,” tegasnya.

Terkait apakah kemarau panjang tahun ini merupakan dampak El Nino, Mudjadi menjelaskan memang ada beberapa analisa yang mengatakan kemarau kali ini dampak El Nino dengan patokan peristiwa tahun 1997. Apapun penyebabnya, lanjut Mudjadi, pihaknya terus melakukan langkah antisipasi termasuk agar petani tidak gagal panen atau mundur masa tanamnya.

“El Nino terbesar itu tahun 1997, saya baca di koran kali ini sama seperti tahun 1997. Yang jelas kita sudah antisipasi,” terangnya.[] sumber: detik.com

Persawahan Warga Celala Masih Terkendala Irigasi

Persawahan Warga Celala Masih Terkendala Irigasi

TAKENGON – Areal persawahan warga Kecamatan Celala saat ini masih saja terkendala dengan ketersediaan saluran irigasi yang representatif dan permanen. Hal ini disampaikan oleh Camat Celala, Masrizal Edy, kepada Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM ketika melakukan kunjungan safari Ramadan di kecamatan tersebut pada Rabu 24 Juni 2015 lalu.

Menanggapi permasalahan ini, Nasaruddin mengakui irigasi di kawasan Kecamatan Celala masih menjadi perhatian Pemkab Aceh Tengah. Sementara untuk penanganan sementara Nasaruddin menugaskan Dinas Bina Marga dan Dinas Cipta Karya untuk melakukan upaya segera.

“Masyarakat sedang bersawah dan perlu air, jadi untuk sementara yang penting air masuk terlebih dahulu, jangan sampai sawah sampai kering, berikutnya akan dilakukan pembenahan secara permanen,” ujar Nasaruddin.

Sementara Kepala Dinas Cipta Karya Aceh Tengah, Erwin, ditemui pada Sabtu, 27 Juni 2015 mengatakan tahun ini memang sudah ada sejumlah program dan kegiatan untuk pembenahan irigasi di Kecamatan Celala. Diantaranya melalui dana Otsus yang akan dikerjakan irigasi Berawang Kenil, irigasi Berawang Gading dan sungai Jerik Melala.

Sementara melalui dana alokasi khusus reguler dialokasikan untuk irigasi Celala, dana DAK tambahan untuk irigasi Weih Renggali, irigasi Blang Kekumur, irigasi Kuyun Paya Dedep, irigasi Kuyun Uken dan irigasi Paya Kolak.

“Diharapkan melalui pengerjaan beberapa irigasi tersebut akan semakin meningkatkan semangat warga untuk kembali ke sawah, dan sekaligus meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” kata Erwin.[](bna)

Gubernur Target Aceh Jadi Lumbung Pangan Nasional

Gubernur Target Aceh Jadi Lumbung Pangan Nasional

SAREE – Gubernur Zaini Abdullah mengimbau kepada semua pihak untuk meningkatkan kebersamaan membangun ketahanan pangan untuk merealisasikan target Aceh sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah, Dermawan, MM, mewakili Gubernur Aceh dalam kata sambutan pembukaan Hari Peringatan Krida Pertanian Aceh ke-43 di Balai Diklat dan Pelatihan Pertanian (BDP) Saree.

Gubernur juga menyerukan semua pihak untuk melakukan langkah bersama dalam menyusun program kesejahteraan petani melalui peningkatan jalan produksi dan irigasi, penyediaan bibit unggul yang baik, pengadaan pupuk, dan pemberian penyuluhan yang intensif.

“Langkah tersebut harus dapat dimaksimalkan sesuai dengan harapan Presiden yang menargetkan negeri kita agar tidak hanya memiliki pangan yang cukup, tapi surplus untuk tiga pangan tertentu. Untuk tahun ini, Aceh diharapkan mampu berkontribusi, antara lain untuk produk padi yang tahun ini diharapkan mencapai 2,7 juta ton, kedelai 127.208 ton, dan jagung 363.346 ton,” kata Gubernur.

Gubernur juga berharap semua dinas dan instansi terkait untuk dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang optimalisasi lahan dan mencegah alih fungsi lahan pertanian kepada sektor lain.

“Aceh harus dapat menjalankan program-program terpadu di sektor pertanian dalam rangka mencapai target lumbung nasional, seperti pengembangan Kampung Pangan Terpadu Minapolitan, di Pudak, Muaro Jambi, Jambi,” kata Gubernur.

Melalui peringatan Hari Krida Pertanian, Gubernur mengimbau kepada semua pihak untuk meningkatkan program pembangunan ketahanan pangan secara intensif. Apalagi, kata dia, untuk pelaksanaan Pekan Nasional Tani dan Nelayan ke-15 tahun 2017 akan dipusatkan di Aceh.

“Untuk mencapai harapan ini, dibutuhkan kerja keras semua pihak melalui peningkatan program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian di semua daerah dan meningkatkan kerjasama para pelaku pembangunan pertanian baik di pemerintahan, swasta, maupun para pemangku kepentingan dan masyarakat petani,” ujar Gubernur.

Acara Peringatan Hari Krida Pertanian Aceh ke-43 pada tahun ini dipusatkan di Saree, Aceh Besar sebagai tuan rumah pelaksana. Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut berlangsung sejak 10 -12 Juni 2015. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta pameran dari berbagai instansi pertanian seluruh Aceh dan perusahaan pertanian lokal.

Turut hadi pada acara tersebut Kepala BKPLuh Aceh, Iskandar Idris, M.Si, Kepala Badan Penyuluhan dan SDM Pertanian, Kementan RI Ir. Pending Dadih Permana, Wali Kota Sabang Zulkifli M. Adam, Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syamsulrizal, M.Kes, Wakil Bupati Pidie M.Iriawan, SE, Kadis Kehutanan Aceh Ir. Husaini Syamaun, Kadis Pendidikan Aceh Hasanuddin Darjo, Kepala Sekretariat Katibul Wali Paradis serta beberapa kepala dinas dan instansi terkait.[](bna)

Caption: Sekda Aceh, Dermawan, MM, didampingi oleh Kepala BPKluh Aceh Iskandar Idris, Kadis Pertanian Lukman Yusuf, Wali Kota Sabang Zulkifli M. Adam dan Wakil Bupati Aceh Besar Samsul Rizal, saat meninjau pada Peringatan Hari Krida Aceh ke 43 di BDP Saree, Aceh Besar, Rabu, 10 Juni 2015. @Humas Pemerintah Aceh