Tag: sapi

Dinas Peternakan Aceh Timur Laksanakan Program GBIB untuk 3000 Sapi

Dinas Peternakan Aceh Timur Laksanakan Program GBIB untuk 3000 Sapi

IDI RAYEUK – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh Timur laksanakan program Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB) di gampong-gampong dalam kabupaten itu. Kegaiatan tersebut direalisasikan 6-21 Oktober 2015.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh Timur, Ir. Samsul Bahri melalui Kabid Produksi Hewan, Drh. Mahdi, mengatakan program GBBI untuk percepatan peningkatan produksi dan mengatasi masalah kesulitan bunting (hamil) untuk ternak.

“Ini program pusat yang sebelumnya dinamakan sinkronisasi bibit ternak. Di Aceh Timur, GBBI sedang kita laksanakan di tiga UPT, terdiri dari wilayah Simpang Ulim, Idi Rayeuk, dan Sungai Raya,” ujarnya kepada portalsatu.com di ruang kerjanya, Rabu, 7 Oktober 2015.

Mahdi menyebut sasaran GBIB di Aceh Timur mencapai 3.000 sapi atau masing-masing wilayah UPT  1.000 sapi guna meningkatkan produksi ternak masyarakat.

Menurut Mahdi, selama ini masyarakat masih mengandalkan proses kawin ternaknya secara alami yang membutuhkan waktu tidak menentu. Kini hal itu digantikan dengan singkronisasi (kawin suntik) agar hasil produksi ternak lebih optimal dan merata.

“Kita sudah sosialisasikan program ini kepada masyarakat agar bisa beternak mengunakan metode teknologi seperti GBBI. Kegaiatan ini juga dihadiri tim Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh. Kita berharap program ini bisa menghasilkan bibit inseminasi buatan yang optimal untuk peningkatan produksi ternak masyarakat,” katanya.[]

Foto: Mualem Serahkan Sapi dari Jokowi Untuk Qurban

Foto: Mualem Serahkan Sapi dari Jokowi Untuk Qurban

BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyerahkan secara simbolis sapi kurban dari presiden kepada panitia kurban, Kamis, 24 September 2015. Sapi kurban ini diterima oleh Asisten II, Azhari Hasan, didampingi Sekda di halaman Masjid Raya Banda Aceh.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya menyerahkan sapi seberat 800 kilogram kepada masyarakat Aceh untuk kurban tahun ini. Selain sapi milik Jokowi, Pemerintah Aceh turut menyerahkan 18 ekor sapi dan 7 ekor kambing untuk kegiatan qurban kali ini di Masjid Raya.[]

sapi kurban1 sapi kurban2 sapi kurban3 sapi kurban4

Foto: Suasana Pasar Daging Jelang Meugang di Banda Aceh

Foto: Suasana Pasar Daging Jelang Meugang di Banda Aceh

BANDA ACEH – Harga daging meugang di Banda Aceh mencapai Rp 150 ribu per kilogram pada Selasa, 22 September 2015 pagi. Harga tersebut berlaku untuk daging sapi maupun kerbau.[] (Baca: Harga Daging Meugang di Banda Aceh Rp150 Ribu Sekilo)

meugang3
Harga daging mencapai Rp 150 ribu per kilogram di Banda Aceh. @Zahratil Ainiah
meugang5
Harga daging mencapai Rp 150 ribu per kilogram di Banda Aceh. @Zahratil Ainiah
meugang2
Harga daging mencapai Rp 150 ribu per kilogram di Banda Aceh. @Zahratil Ainiah
meugang1
Harga daging mencapai Rp 150 ribu per kilogram di Banda Aceh. @Zahratil Ainiah
harga daging meugang
Harga daging mencapai Rp 150 ribu per kilogram di Banda Aceh. @Zahratil Ainiah
meugang6
Harga daging mencapai Rp 150 ribu per kilogram di Banda Aceh. @Zahratil Ainiah
Teungku Akhyar: Kami Yakin Aceh Akan Jadi Lumbung Produksi Sapi Secara Nasional

Teungku Akhyar: Kami Yakin Aceh Akan Jadi Lumbung Produksi Sapi Secara Nasional

BANDA ACEH – Komisi II DPR Aceh menilai usaha peternakan memiliki peluang yang sangat besar dalam peningkatan perekonomian peternak. Apalagi potensi alam Aceh sangat mendukung untuk membuka suatu usaha pembibitan dan penggemukan sapi dan kerbau.

“Bila sektor ini mendapat perhatian yang besar dari pemerintah, kami yakin Aceh akan menjadi lumbung produksi sapi secara nasional,” ujar Teungku Akhyar saat membacakan Pendapat, Usul dan Saran KomisI DPR Aceh terhadap Rancangan Qanun Aceh tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA Tahun 2014 seperti rilis yang dikirim oleh Media Center DPR Aceh di Banda Aceh, Rabu, 12 Agustus 2015.

Selain itu Komisi II juga meminta Pemerintah Aceh untuk mengupayakan menekan harga daging yang terus melambung melalui program budidaya ternak, pembangunan pabrik pakan ternak, pabrik pengolahan hasil dan pengolahan limbah peternakan.

Di sisi lain, Komisi II juga menyebutkan perlunya pembinaan kelompok peternak yang lebih efisien dan efektif. Sehingga dari pengembangan usaha kelompok ternak tersebut akan lahir usaha sekunder yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan ekonomi, seperti pembuatan pupuk organik, sumber listrik dari biogas dan lain-lain.

“(Pemerintah juga) perlu meningkatkan tenaga penyuluh dalam bidang peternakan, sehingga tidak lagi terkesan peternak berusaha sendiri tanpa ada pembinaan berkelanjutan dari pemerintah,” katanya.

Sektor ini juga membutuhkan peningkatan pelatihan bagi tenaga ahli inseminasi buatan, sehingga keberhasilan usaha inseminasi buatan persentasenya akan jauh lebih meningkat.

Pemerintah Aceh juga dinilai perlu melakukan terobosan, baik melalui riset maupun melalui penerapan teknologi tepat guna, untuk mempertahankan plasma nutfah sapi Aceh dan kerbau Simeulue yang telah diakui secara nasional.

“Komisi II juga mendorong Pemerintah Aceh melalui Dinas Peternakan untuk merancang qanun tentang pelarangan penyembelihan ternak produktif,” ujar Akhyar.[]