Tag: sabang

LBH Banda Aceh Daftarkan Gugatan Perdata Melawan TNI AL Sabang

LBH Banda Aceh Daftarkan Gugatan Perdata Melawan TNI AL Sabang

BANDA ACEH – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)-LBH Banda Aceh telah mendaftarkan gugatan perdata melawan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Menteri Pertahanan dan TNI AL Sabang di Pengadilan Negeri Sabang, Senin, 3 Agustus 2015. Pendaftaran gugatan ini terkait penyerobotan tanah milik Syahrudin secara paksa dengan menggunakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI AL Sabang.

“Sebanyak 17 orang Pengacara yang ikut bergabung dalam Gabungan Pengacara Berjuang untuk Sabang (GARANG Sabang) telah bersiap bersidang melawan TNI AL Sabang dalam perkara penyerobotan tanah milik Syahruddin. YLBHI-LBH Banda Aceh akan berkomitmen untuk terus berjuang memperjuangkan keadilan bagi Syahruddin,” ujar Kadiv BHPP LBH Banda Aceh, Muhammad Reza Maulana, S.H, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Selasa, 4 Agustus 2015.

Dia mengatakan rumah Syahruddin dirobohkan pada 2010 lalu. Selain itu Syahruddin juga dianiaya di depan keluarganya. “Tanah-tanah perkebunan milik keluarga klien kami tahun 2010 lalu dirampas, bahkan saat ini telah dibangun Asrama TNI AL di atas tanah tersebut,” katanya.

Padahal, kata dia, Syahruddin telah menunjukkan dokumen lengkap hak kepemilikan rumah dan tanah tersebut sebelum penganiayaan dan perampasan lahan perkebunan terjadi. Namun anggota TNI AL Sabang yang berjumlah 30 orang saat itu tidak menghiraukan bukti tersebut.

“Hal ini tentu saja menimbulkan traumatik yang cukup mendalam bagi Syahruddin dan keluarganya, terutama bagi anak-anak Syahruddin yang pada saat kejadian itu masih sangat kecil, namun harus menyaksikan hal tersebut menimpa ayahnya dan tempat tinggalnya harus lenyap dengan seketika. Seharusnya hal tersebut tidaklah dilakukan karena sebagai aparatur negara mereka paham dengan aturan-aturan hukum yang berlaku. Sangat disayangkan hal tesebut dapat terjadi,” ujar Muhammad Reza.

Dia mengatakan Menteri Agraria pada 1999 telah membatalkan pengelolaan tanah yang pernah dikeluarkannya pada 1968 silam kepada Kementerian Pertahanan. Dalam hal tersebut, Menteri Agraria menyebutkan Kemenhan tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana tersebut dalam SK Menteri Agraria sehingga hak pengelolaan tanah yang diberikan menjadi hilang.

“Kami berharap semua proses persidangan berjalan lancar tanpa pernah terulangi lagi kejadian yang serupa. Terhadap semua perbuatan oknum TNI yang diduga pernah berbuat keji kepada keluarga klien kami, biarkan kebenaran terungkap dengan sebenar-benarnya di pengadilan secara fair tanpa adanya intimidasi dan perbuatan yang melanggar hukum lainnya,” ujarnya.

Dia juga meminta kepada lembaga-lembaga yang pernah ikut serta berusaha untuk menyelesaikan perkara ini, baik dari pemerintahan maupun instasi lainnya agar bersama-sama memantau jalannya persidangan tersebut.

“Untuk saat ini kami tinggal menunggu panggilan sidang dari pengadilan kemudian akan memperjuangkan apa yang menjadi hak klien kami, sehingga penerapan hukum bagi siapapun tanpa pandang bulu dapat terpenuhi,” katanya.[](bna)

Foto: Kadiv BHPP LBH Banda Aceh, Muhammad Reza Maulana, S.H

Ribuan Tiket ke Sabang Terjual

Ribuan Tiket ke Sabang Terjual

BANDA ACEH-  Selama musim liburan lebaran, terjual ribuan tiket lintas Pelabuhan Ulee Lheue-Balohan Sabang. Hal ini disampaikan Aida, 24 tahun, penjual tiket di loket Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Sabtu, 25 Juli 2015.

“Selama libur lebaran sudah ribuan tiket terjual karena banyak wisatawan baik lokal maupun turis asing yang berada di Aceh berlibur ke Sabang. Ramainya mulai hari kedua lebaran sampai hari ini,” kata Aida saat ditemui portalsatu.com di ruangan loket, pagi tadi.

Aida melanjutkan, kapal cepat Express Bahari 98 kapasitasnya 410 orang. Pagi tadi terjual tiket 334 lembar untuk kapal bahari yang berukuran besar tersebut. Begitu pula dengan Express Cantika yang sama penuhnya dengan kapasitas 200-an penumpang.

“Akhir-akhir ini ramai sekali yang membeli tiket. Kami menjualnya sesuai dengan seat (kursi), tetapi ada juga sebagian orang yang tetap membeli tiket meski harus berdiri, yang penting sampai ke Sabang,” ujar Aida.

Pasca-lebaran ini kapal bahari tersebut penuh, hari biasanya sekali jalan 220 orang. Dalam sehari selama lebaran, kapal bahari berukuran besar tersebut sampai empat kali berangkat.

“Kalau hari-hari tertentu kami menyediakan stok tiketnya banyak, seperti tahun baru, imlek, lebaran, dan libur akhir pekan Jumat sampai Minggu itu sudah mulai ramai. Sementara hari biasa kami menyediakan tiket sesuai kapasitas,” katanya.

Lia, 21 tahun, warga Cot Bak U, Sabang mengatakan selama lebaran mulai hari ke dua di Sabang sangat padat pengunjung.

“Biasanya yang ramai pengunjung itu di Pulau Rubiah dan Nol Kilometer. Tetapi tak kalah ramainya juga di Sumur Tiga, Gapang, dan Iboeh. Kebanyakan pengunjungnya wisatawan lokal dan bulek,” katanya saat ditemui di pelabuhan. Menurutnya, banyak hal yang berhubungan dengan pantai bisa dilakukan di Sabang seperti diving, snorkling dan surfing.

Untuk diketahui, harga tiket normal kapal cepat Rp85.000 dan VIP Rp105.000, sementara kapal lambat Rp60.000. Rute kapal Banda Aceh-Sabang 09:30 dan 16:00 WIB. Sementara Sabang-Banda Aceh 08:00 dan 14:30 WIB.[]

Foto suasana di Pelabuhan Ulee Lheue. @Zahra/portalsatu.com

Wisatawan Membludak ke Sabang

Wisatawan Membludak ke Sabang

BANDA ACEH – Wisatawan lokal membludak ke Sabang usai lebaran Idul Fitri hingga akhir pekan ini. Amatan portalsatu.com, Sabtu, 25 Juli 2015, pengunjung terlihat mengantre di loket Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh.

“Dari hari kedua lebaran sampai sekarang pengunjung yang pergi ke Sabang semakin meningkat,” Kata Rizal,34 tahun, petugas pelabuhan saat ditemui, pagi tadi.

Selain wisatawan, kata Rizal, akhir pekan ini juga banyak warga Sabang yang mudik ke kota itu. Kata dia, wisatawan yang liburan ramai sejak hari ke dua sampai ke delapan lebaran. “Ini kebanyakan orang Sabang yang kembali mudik ke sana, kalau yang khusus liburan sudah beberapa hari yang lalu,” ujarnya.

Informasi diperoleh portalsatu.com menyebutkan jumlah angkutan lebaran lintas pelabuhan Ulee Lheue-Balohan Sabang sejak hari ke dua lebaran sampai saat ini semakin meningkat. Keberangkatan tiap harinya sekitar 210 sampai 420 orang. Hal ini berdasarkan data per 22 Juli 2015.

Salah satu pemandu wisatawan, Uliza, 40 tahun, mengatakan jumlah pengunjung ke Sabang tahun ini meningkat drastis dari sebelumnya. “Tahun ini luar biasa pengunjungnya. Kadang-kadang tempat parkir kendaraan penuh. Kebanyakan wisatawan lokal yang liburan ke Sabang,” kata Uliza.

Menurutnya, pengunjung 70 persen wisatawan lokal, termasuk warga Medan, Jakarta dan Bandung, sisanya turis asing.

Keterangan sama dikatakan staf Bagian Pusat Informasi  Dinas Pariwisata Banda Aceh, Lia, 25 tahun. Kata dia, pasca-lebaran ini pengunjung ke Sabang semakin ramai karena anak-anak baru masuk sekolah Senin, 27 Juli 2015 mendatang.

“Kadang-kadang pengunjung di luar jadwal normal, kalau biasanya satu hari dua kali pemberangkatan menjadi empat kali,” kata Lia. “Itu kapal lambat, kalau kapal cepat ada dua, Kalau hari biasa difungsikan satu, namun saat ramai seperti ini keduanya difungsikan”.

Lia menyebut biasanya jadwal keberangkatan pukul 09.30 WIB dan 16.00 WIB. “Namun kalau lagi ramai terkadang jadwal berangkat pukul 08.00, 11.00, 14.00 dan 16.00 WIB. Jadwal ini bisa berubah pada waktu tertentu tergantung pengunjung,” ujarnya.[]

Foto: Pengunjung ke Sawang saat mengantre di loket Pelabuhan Ulee Lheue. @Zahra/portalsatu.com

Menikmati Liburan di Pantai Iboih Sabang

Menikmati Liburan di Pantai Iboih Sabang

SABANG – Aceh tidak hanya dikenal sebagai Bumi Serambi Makkah, namun juga memiliki alam yang indah. Di hari kedua Lebaran di Aceh, cobalah liburan ke Pantai Iboih di Sabang. Anda dan keluarga akan terpukau dengan kecantikannya.

Bagi masyarakat Aceh, Pulau Sabang ibaratnya Kepulauan Seribu bagi orang Jakarta. Pada hari libur lebaran seperti sekarang misalnya, banyak traveler yang pergi ke Pulau Sabang dari Banda Aceh. Salah satu tujuannya adalah Pantai Iboih yang terletak di salah satu sisi Pulau Sabang.

Berbeda dengan pantai pada umumnya di Banda Aceh dan sekitarnya, Pantai Iboih di daerah Sabang relatif lebih ramai. Anda dapat menemukan berbagai penginapan hingga rumah makan di sekitar Pantai Iboih. Tidak hanya itu, turis asing pun lebih mudah dijumpai hilir mudik di Pantai Iboih.

Adapun daya tarik utama Pantai Iboih terletak pada air lautnya yang luar biasa jernih. Cukup melihat dari pinggir pantai saja, Anda sudah dapat melihat ikan hingga dasar pantai. Ombaknya pun hampir tidak ada, sehingga sangat pas untuk berenang atau sekedar melakukan kegiatan snorkeling.

Bagi Anda yang menggemari diving, juga bisa melakukannya di Pantai Iboih. Tidak perlu repot, sudah ada dive centre yang dapat membantu Anda untuk melihat keindahan bawah laut Sabang yang mempesona.

Jika hanya ingin sekedar bersantai, sejumlah penginapan dengan lokasi strategis menghadap laut juga akan memanjakan para traveler. Cukup loncat dari penginapan, Anda sudah bisa menikmati segarnya air laut. Lagipula harga menginap semalamnya di Iboih tidak semahal hotel berbintang di Bali.

Untuk mencapai Pantai Iboih, Anda perlu terlebih dulu mencapai Pulau Sabang dari Pelabuhan Ule Leue di Banda Aceh. Setibanya di Sabang, lanjutkan perjalanan darat sekitar setengah jam menuju Pantai Iboih. Berhubung tidak ada kendaraan umum, opsi yang tersisa hanyalah naik bentor atau menyewa kendaraan. Selamat liburan!.[]sumber: detik.com

Libur Lebaran, Yuk Main-main ke Sabang

Libur Lebaran, Yuk Main-main ke Sabang

SABANG – Libur lebaran nggak tahu mau ke mana? Kenapa tidak menjadwalkan untuk berlibur ke Sabang saja. Kota di ujung barat Indonesia itu memiliki sejumlah pantai eksotis yang keindahannya dijamin memikat hati Anda.

Selain terkenal dengan pesona lautnya, Sabang juga memiliki sejumlah lokasi wisata andalan mulai dari kawasan gunung berapi, danau dan spot menarik lainnya.

Masih bingung juga? Beberapa saran dari Puteri Pariwisata Indonesia Aceh, Putri Lailan Tiffani berikut ini mungkin bisa jadi pertimbangan bagi Anda untuk mengambil keputusan.

“Banyak sekali destinasi wisata yang bisa dikunjungi di Sabang, salah satunya pantai Iboih yang sudah sangat terkenal dengan taman bawah lautnnya terutama di Pulau Rubiah,” kata Putri kepada portalsatu.com.

Waktu tempuh dari pelabuhan Balohan Sabang ke Iboih kurang lebih sekitar 30 menit. Di Iboih, kata Putri, ada banyak penginapan bagus dengah harga terjangkau yang langsung menghadap ke pantai.

“Ada juga perahu kaca yang bisa dimanfaatkan untuk melihat keindahan bawah laut bagi Anda yang nggak mau snorkling atau diving, tapi rugi dong ya kalau sudah ke Sabang nggak snorkling atau diving,” ujarnya.

Yang paling wajib dikunjungi kata Putri adalah Tugu 0 Kilometer. Spesialnya, wisatawan yang sudah berkunjung ke sini bisa mendapatkan sertifikas khusus sebagai bukti sudah berkunjung ke ujung barat Indonesia.

“Jadi kalau ke Sabang nggak berkunjung ke dua tempat itu dijamin bakalan nyesal. Tapi nggaj cuma dua tempat itu saja, banyak juga yang lainnya seperti pantai Gapang, Anoi Itam sampai benteng peninggalan Jepang yang menarik dikunjungi.”

Bagi yang suka menyelam, tak ada salahnya menjajal kegiatan menyelam di hidrotermal.

“Angkutan umumnya juga udah banyak di Sabang, apalagi kalau musim liburan dari masyarakatnya juga banyak yang menyediakan jasa angkutan ataupun rental, di pelabuhannya juga langsung ada angkutan yang langsung mengantarkan wisatawan ke tempat tujuan, harganya juga terjangkau kisaran 30-35 ribu rupiah perorangnya,” ujar Putri.[] (ihn)

Kiprah Putra Bangka Al Khosim di Kota Sabang

Kiprah Putra Bangka Al Khosim di Kota Sabang

AL KHOSIM namanya. Ia merupakan putra kelahiran Bangka. Di pengujung 2014 lalu ia merantau ke Aceh dan menetap di Sabang hingga saat ini. Di pulau yang terkenal dengan pesona baharinya itu, pemuda yang akrab disapa Al itu mendirikan Rumah Kreatif bersama dua rekannya untuk mewujudkan ide-ide kreatif masyarakat setempat.

Ada beberapa program yang menjadi agenda Rumah Kreatif seperti Kelas Kreatif, Liburan Kreatif, Sedekah Sandal, Belanja Sedekah dan Road Show.

Lahir di Bangka pada 4 Februari 1990, Al merupakan putra kelima buah hati pasangan Masdar A. Azir dan Rohana. Ia menghabiskan masa kecilnya di Desa Pelangas, Bangka Barat hingga lulus SLTA. Setelah itu ia merantau ke Bogor untuk melanjutkan pendidikan ke Institut Pertanian Bogor. Di IPB, Al mengambil Jurusan Kedokteran Hewan di Fakultas Kedokteran Hewan.

“Setelah lulus kuliah lantas pulang kampung dan sempat menjadi guru di beberapa SLTP dan SLTA,” kata Al yang pernah memenangkan juara tiga lomba fahmil Quran tingkat kabupaten Bangka Barat 2007 lalu.

Semangatnya dalam menularkan semangat belajar membawanya menjadi peserta Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan (PSP-3) angkatan 24 tahun 2014 lalu. Tak sia-sia, ia terpilih sebagai peserta terbaik pembekalan PSP-3 angkatan 24. Bekal prestasi itu, Al menjadi termotivasi untuk melakukan berbagai hal yang bermanfaat di daerah penugasannya yaitu Kota Sabang.

Kini, ia mendedikasikan dirinya untuk mengelola Rumah Kreatif.

“Rumah Kreatif melakukan road show dari satu desa ke desa lainnya, yang sudah kami lakukan seperti membuat lampion benang, mpek-mpek, toping mie dan VCO,” kata alumnus SMA N 1 Simpang Teritip ini.

Pria berwajah oriental ini juga ikut bergiat di Sabang Berkebun dan tengah merintis usaha Café Buku. Ia juga aktif membantu berbagai kegiatan pemerintahan dan masyarakat seperti terlibat dalam Peringatan Hari Nusantara Kota Sabang, Coral Day Kota Sabang, dan menjadi liaison officer Sabang Creative Fest 2015 dan Festival Sabang Fair dan sejumlah kegiatan lainnya.[] (ihn)

Sabang Jadi Destinasi Utama Pariwisata Aceh

Sabang Jadi Destinasi Utama Pariwisata Aceh

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadikan Pulau Weh sebagai destinasi utara pariwisata di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

“Kami menjadikan Pulau Weh sebagai destinasi pariwisata utama di Aceh selain sudah dikenal di dunia, Pulau Weh potensinya menjanjikan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi di Banda Aceh, Senin (8/6/2015).

Pulau Weh lebih dikenal dengan Sabang. Pulau ini merupakan wilayah administratif Pemerintah Kota Sabang, Provinsi Aceh.

Selain dikenal banyak memiliki tujuan pariwisata, Pulau Weh yang jaraknya sekitar 18 mil laut dari daratan Pulau Sumatera, masuk dalam kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Sabang.

Menurut Reza, tujuan dijadikannya sebagai destinasi utama agar Pulau Weh menjadi pintu gerbang pariwisata Aceh, serta mendukung pariwisata di 23 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Aceh.

“Dari Pulau Weh, wisatawan bisa melanjutkan pelancongannya ke berbagai destinasi wisata lainnya di Provinsi Aceh. Dan ini akan menguntungkan wisatawan karena bisa melihat keberagaman pariwisata di provinsi ini,” katanya.

Selain itu, lanjut Reza, tujuan menjadikan Pulau Weh sebagai destinasi utama pariwisata Aceh adalah sebagai bentuk komitmen Pemerintah Aceh menjadikan Sabang sebagai daerah unggulan tujuan wisata nasional.

Untuk menjadikan Pulau Weh destinasi utama pariwisata Aceh, menurut Reza, pihaknya memperkuat infrastruktur yang ada serta membangun informasi pariwisata Aceh agar wisatawan mengetahui destinasi wisata lainnya di provinsi ini.

Misalnya, jika wisatawan ingin mengetahui pariwisata Muslim, bisa berkunjung ke Banda Aceh. Atau pun ingin berwisata sejarah, bisa berkunjung ke Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

“Tidak hanya Sabang dengan Pulau Weh. Kami juga mempromosikan destinasi pariwisata lainnya di Provinsi Aceh. Karena daerah ini memiliki potensi pariwisata menjanjikan,” tambah Reza Fahlevi. | sumber: kompas.com

Foto: Tugu Nol Kilometer di Sabang, Provinsi Aceh/KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA

OKP PKPU Gelar Super Cam Yatim di Resort Gapang Sabang

OKP PKPU Gelar Super Cam Yatim di Resort Gapang Sabang

Sabang – Orphan Kafalah Program (OKP) PKPU Aceh selama tiga hari berturut-turut mengadakan super camp untuk 58 anak yatim dari Kota Sabang, Aceh Besar dan Banda Aceh.

Mereka adalah para siswa kelas tiga SMA yang baru saja menyelesaikan Ujian Nasional. Super camp ini dibuat di Gapang Resort Sabang sejak Selasa-Kamis, 12-14 Mei 2015.

Kepala Cabang PKPU Aceh, Rohandi, mengatakan kegiatan ini dibuat agar saling terjalin silaturrahmi antara sesama anak yatim asuhan PKPU. Selain itu, program ini juga merupakan agenda perpisahan dan program terakhir yang diikuti oleh mereka. Pasalnya, setelah tamat SMA, mereka tidak lagi diberi bantuan pendidikan.

Rohandi mengatakan, meskipun bantuan pendidikan yang diberikan sudah berakhir, hal ini tidak boleh dijadikan sebagai alasan untuk tidak bersungguh-sungguh dalam menggapai cita-cita.

“Dengan berpegang pada prinsip manjadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh maka dia yang akan menuai hasilnya,” katanya, kepada portalsatu.com melalui surat elektronik.

Direktur APSO OKI, Mugni Affan, menambahkan bahwa belajar saja tidak cukup, harus diiringi dengan doa dan bertawakal kepada Allah. Mugni berharap, program ini mampu menjadi bekal mereka setelah lulus SMA, sesuai dengan tema membangun generasi cerdas dan bekarakter. Sehingga mereka tidak hanya berilmu tapi juga dituntut untuk memiliki akhlak yang baik.[]

Fotografer Ini Abadikan Keindahan Sabang dalam Buku

Fotografer Ini Abadikan Keindahan Sabang dalam Buku

JAKARTA- Sebuah buku berisi kumpulan visual alam bawah laut Pulau Weh, Aceh tertuang dalam buku The Underwater Realm of: Weh Island.

Peluncuran buku The Underwater Realm of: Weh Island di Cenderawasih Hall, Jakarta Convention Center. Buku ini dibuat oleh para fotografer seperti Arief Yudo Wibowo, Hendra Tan, dan Jilmi Astina Anif bersama kontributor Sofi Aida Sugiharto dan Reyner Onggara.

Buku ini akan memperlihatkan kepada Anda tentang bagaimana keindahan dan keunikan fotografi bawah laut Pulau Weh. Foto yang tertuang dimulai dari foto permukaan laut, bebatuan besar, gunung api bawah laut dengan keanekaragaman biota laut mulai dari ikan karang hingga moluska.

“Semakin ke dalam semakin bagus. Yang menarik ada bunga karang yang lebih besar dari di tempat lain,” ujar Arief Yudo Wibowo selaku pencipta buku The Underwater Realm of: Weh Island di Cenderawasih Hall, JCC, Jakarta Selatan.

Pulau Weh memang memiliki sejuta keindahan alam bawah lautnya. Dinding-dinding coral yang dihiasi seafan raksasa berwarna-warni dan variasi coralnya sendiri menjadi daya tarik bagi para penyelam.

Peluncuran buku ini didukung sepenuhnya oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang, Zulfi Purnawati.

Pulau Weh merupakan pulau paling ujung Barat Indonesia yang berada di kota Sabang. Di Pulau Weh inilah, berdiri Tugu Titik Nol Kilometer Indonesia, di mana perjalanan menjelajahi Indonesia bisa dimulai. | sumber: okezone.com

Usai Berwisata di Sabang, Dua Warga Inggris Dirampok di Medan

Usai Berwisata di Sabang, Dua Warga Inggris Dirampok di Medan

MEDAN – Dua turis asing berkewarganegaraan Inggris Caren (48) dan teman prianya Scott (44) dirampok dua pria berboncengan sepeda motor di Jalan Ahmad Yani Medan, Rabu (29/4/2015) sore.

“Kami tiba di Kota Medan pada Rabu (29/4/2015) sore, sekira pukul 16.00 WIB. Sebelumnya berwisata di Pulau Sabang Aceh,” katanya usai membuat laporan di Polresta Medan, Rabu.

Dia menjelaskan, perampokan terjadi ketika sedang berjalan kaki di kawasan Jalan Ahmad Yani. Namun, sekonyong-konyongnya dua bulek itu, dipepet dua pria naik sepeda motor yang datang dari arah belakang. Kemudian, setelah mendekat, salah seorang pelaku yang duduk di boncengan langsung merampas tas yang ditenteng Caren.

“Pas kami jalan kaki di kawasan Jalan Ahmad Yani, tiba-tiba datang dua pria naik sepeda motor dari arah belakang. Lalu, salah seorang pelaku yang duduk di boncengan merampas tas saya,” ujarnya Caren dengan logat bahasa Inggrisnya kental.

Setelah itu, warga negara Inggris berteriak minta tolong. Meski sempat mendengar teriakan kedua korban ini, namun warga tak berhasil mengejar kedua bandit jalanan tersebut, karena sebelum kedatangan warga, kedua pelaku berhasil tancap gas melarikan diri.

“Sebelumnya kami juga sudah pernah berkunjung ke Medan, dan kami merasa aman-aman saja. Namun, kunjungan kami kali mengalami nasib sial, karena kami jadi korban perampokan,” katanya.

Ia mengaku, akibat dari aksi perampkan itu, mereka jadi kebingungan. Pasalnya, barang-barang yang dirampok itu sangat mereka butuhkan, seperti uang tunai, kartu ATM, paspot dan HP.

“Rencananya, besok Kamis (30/4)kami akan ke Konsul Inggris di. Medan untuk melaporkan soal peristiwa perampokan yang kami alami, sekaligus melaporkan soal barang-barang penting milik kami yang hilang,” sebut Caren.[] sumber: tribunnews.com