Tag: sabang

35 Guru SD Sabang Ikut Pembekalan Kurikulum 2013

35 Guru SD Sabang Ikut Pembekalan Kurikulum 2013

SABANG – Sebanyak 35 Guru Sekolah Dasar se Kota Sabang mengikuti pembekalan kurikulum yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Aceh di SD Negeri 3 Kota Sabang, Senin, 5 Oktober 2015. Pembekalan ini dijadwalkan berlangsung hingga enam hari dengan harap semua peserta bisa menjalankan kurikulum 2013 dalam belajar mengajar nantinya.

“Ini untuk melatih guru tentang kurikulum, yang mana yang dilatih ini belum pernah mengikuti. Jadi pada tahun ini, mereka dilatih supaya ketika diterapkan Kurikulum 2013 sudah siap menerapkan,” kata Kepala UPTD Pusat Pengembangan Mutu Guru di Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Dra. Lila Rosnilawati saat ditemui di lokasi kegiatan.

Dia mengatakan untuk kali ini Dinas Pendidikan Provinsi Aceh mengkhususkan guru kelas tiga dan enam tingkat sekolah dasar dalam pembekalan yang dilakukan di Sabang ini. Dia berharap dengan pembekalan ini tidak membuat para guru janggal dalam menerapkan Kurikulum 2013 nantinya.

“Guna mempermudah peserta didik dalam menerima dan memahami ilmu yang diberikan,” kata Lila.[](bna)

Laporan: Razie Sabang

Peringati HUT TNI, Kodim Sabang Gelar Lomba Memancing

Peringati HUT TNI, Kodim Sabang Gelar Lomba Memancing

SABANG – Kodim 0112 Sabang menggelar lomba memancing untuk masyarakat kota kepulauan tersebut, Sabtu, 3 Oktober 2015. Kegiatan yang diikuti oleh 500 peserta ini dilakukan untuk memeriahkan ulang tahun ke 70 TNI.

Kegiatan yang diselenggarakan selama satu hari penuh ini memanfaatkan Dermaga BPKS Desa Kuta Timu Suka Karya Sabang sebagai lokasi perlombaan. Pasalnya dermaga ini kerap dijadikan lokasi memancing oleh warga Sabang.

“Kegiatan ini kita laksanakan terutama untuk kebersamaan masyarakat dan TNI. Dan juga untuk meningkatkan prestasi yang ada di kota Sabang ini dalam memancing,” ujar Komandan Kodim 0112 Sabang, Letnan Kolonel Inf Parsaoran Sirait, S.AP kepada portalsatu.com saat dijumpai di lokasi kegiatan pagi tadi.

Menurutnya dengan seringnya TNI melakukan kegiatan bersama masyarakat, keakraban akan semakin meningkat.

“Dengan ini tentunya keakraban kita akan semakin meningkat serta dengan bersatunya TNI bersama masyarakat, kita harapkan akan terbentuk suatu kekuatan dalam memajukan kota Sabang di segala bidang,” katanya.

Dandim mengatakan perlombaan ini memperebutkan hadiah sebesar Rp 2 juta untuk juara pertama. Sementara untuk juara ke dua diberikan uang tunai sebesat Rp 1,5 juta, juara ke tiga Rp 1 juta, dan juara harapan mendapat uang tunai senilai Rp 500 ribu.[](bna)

Laporan: Razie Sabang

[Foto]: Wagub Mualem Kunjungi Kota Sabang

[Foto]: Wagub Mualem Kunjungi Kota Sabang

BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, berkunjung ke Kota Sabang, Jumat 2 Oktober 2015. Wagub Mualem ditemani oleh Ayah Merin.

Kedatangan Mualem ke Sabang untuk mengecek pelabuhan BPKS serta keberadaan Kapal KM Pulo Deudap yang dilaporkan telah sekitar lama berlabuh disana tanpa operasi.

Mualem dan rombongan berangkat dengan menggunakan kapal cepat. Kehadiran orang nomor dua di Pemerintah Aceh ini turut membuat penumpang heboh. Beberapa diantaranya meminta foto bersama dengan Mualem. Berikut foto-foto yang diabadikan fotografer portalsatu.com:

mualem-ayah merin 5

mualem-ayah merin 4

mualem-ayah merin 3

mualem-ayah merin 2

Menteri Susi: Kami Tidak Sembarangan Menangkap

Menteri Susi: Kami Tidak Sembarangan Menangkap

SABANG – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti menyilakan pihak manapun menggugat kementeriannya ke pengadilan terkait penangkapan MV Silver Sea 2, kapal ikan berbendera Thailand.

“Kalau ingin menggugat ke pengadilan silakan. Kami tidak sembarangan menangkap, kami memiliki bukti kuat pelanggarannya yang dilakukan,” tegas Susi Pujiastuti di Sabang, Jumat, 26 September 2015.

Menteri Susi berkunjung ke Sabang, Pulau Weh, Provinsi Aceh, dalam rangka melihat langsung MV Silver Sea 2 yang diamankan di Pangkalan TNI AL di Sabang.

MV Silver Sea 2 ditangkap oleh kapal TNI AL, KRI Teuku Umar di perairan Sabang 83 mil dari Pulau Sumatra, 12 Agustus 2015.

Kapal tersebut ditangkap karena diduga kuat menampung ikan hasil curian dari perairan Indonesia.

Saat ditangkap kapal berbobot 2.385 grosston (GT) dengan anak buah kapal 19 orang membawa ikan campuran seberat 1.930 ton yang disimpan di ruang pendingin.

Menteri Susi menegaskan, pihaknya sudah memantau gerak-gerik MV Silver Sea 2 sejak dua bulan terakhir sebelum ditangkap.

Bahkan, pihaknya juga mendapatkan foto satelit maupun foto pemantauan udara aktivitas kapal tersebut.

“Dari foto yang kami terima, MV Silver Sea 2 sedang menampung ikan curian di Indonesia dari dua kapal lainnya di perairan Arafura, Papua New Guinea. Ikannya curi di Indonesia, kemudian dialihkan ke MV Silver Sea 2,” kata dia.

Selain menampung ikan curian, sebut dia, kapal tersebut diduga juga memalsukan dokumen pelayaran. Misal dilaporkan berada di negara Maladewa, tapi kenyataannya sedang berada di Ambon, Indonesia.

Pelanggaran lainnya, kata Menteri Susi, kapal tersebut juga mematikan sinyal navigasinya, sehingga tidak terlacak oleh otoritas kelautan. Tindakan ini, tidak hanya melanggar peraturan Indonesia, juga internasional.

“Jadi, jika ada pihak yang ingin menggugat, silakan. Saya juga mengajak masyarakat mengawal kasus ini. Sebab, pengawalan kasus ini merupakan bagian dari menjaga kedaulatan Indonesia,” kata Susi Pujiastuti.

Sebelumnya, Hendri Rivai, kuasa hukum MV Silver Sea 2, menyatakan pihaknya sudah mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Sabang, karena penangkapan kapal kliennya tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

“Kami menggugat pra peradilan KKP karena kapal klien kami ditangkap tidak berdasarkan hukum. Gugatan pra peradilan sudah kami masukkan ke Pengadilan Negeri Sabang,” kata Hendri Rivai.[] sumber: antaranews.com

Wisatawan Asing Ini Tak Tahu Nama Sabang, Tapi…

Wisatawan Asing Ini Tak Tahu Nama Sabang, Tapi…

BANDA ACEH – Nama Sabang tidak asing lagi di telinga masyarakat Aceh dan Nusantara. Keindahan dan kemasyurannya sudah terdengar sampai ke mancanegara. Namun uniknya, seorang wisatawan asal Spanyol, Pau mengaku tidak tahu nama Sabang, tetapi ia mengunjungi pulau tersebut karena tertarik keindahannya.

I don’t know the name of that island, but i know if go there with the ferry i will find the beautiful island,” ucap Pau saat mengobrol dengan wartawan portalsatu.com di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, akhir Agustus 2015 lalu.

Pau yang sedang menunggu kapal feri mengatakan bahwa kabar tentang keindahan Pulau Weh itu ia dengar dari orang tuanya. Pau menunggu kapal untuk berangkat ke Sabang sembari membaca novel yang ditulis dengan bahasa Inggris.

Amatan portalsatu.com Pelabuhan Ulee Lheue dipadati wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang akan berangkat ke Sabang.

Berdasarkan informasi dari petugas penjualan tiket, pengunjung sudah membeli tiket sejak pukul 09.00 untuk kapal feri yang berangkat pukul 14.00 WIB. Sedangkan tiket kapal cepat itu yang berangkat pukul 10.00 WIB sudah lebih dulu habis terjual.[] Laporan M. Fajarli Iqbal

Foto lokasi wisata di Sabang. @kompas

Menteri Susi Kunjungi Pulau Sabang

Menteri Susi Kunjungi Pulau Sabang

SABANG – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, tiba di Sabang menggunakan jet pribadi Susi vip, Jumat 25 September 2015, pukul 11.20 WIB. Menteri Susi didampingi Panglima Komando Armada Kawasan Barat, Tofiqurrahman.

Rombongan mentri Susi tiba di kota Sabang melalui Bandara Maimun Saleh Sabang, serta disambut Walikota Sabang Zulkifli H Adam, bersama forum koordinasi pemerintah daerah kota Sabang, yang ditandai dengan pengalungan bunga dan peusijuk teupung tawar di bandara tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Susi bersama rombongan langsung menuju dermaga Lanal Sabang, guna melihat langsung Kapal Silver Sea 2 yang berhasil ditangkap KRI T. Umat beberapa waktu lalu.

Sebelum menaiki kapal tangkan tersebut, rombongan mentri menyempatkan diri mengunjungi  KRI Tahiru 829 yang juga bersandar di dermaga tersebut.

Usai beristrirahat di KRI Tahiru 829, mentri Susi langsung memeriksa ikan yang dimuat di kapal tangkapan silver sea 2 didampingi pangarmabar dan sempat berdialog bengan ABK kapal dimaksud.

Laporan Razie Sabang

 

Arus Wisatawan Ke Sabang Sepi Jelang Idul Adha

Arus Wisatawan Ke Sabang Sepi Jelang Idul Adha

BANDA ACEH – Suasana pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, hari ini terlihat sedikit sepi, Selasa, 22 September 2015. Arus wisatawan ke Sabang diperkirakan bakal meningkat usai lebaran.

“Perkiraan kami itu setelah lebaran kedua dan ketiga mulai ramai karena ada liburan sampai beberapa hari dan mungkin meningkat. Kalau sekarang ini masih normal seperti biasa,” ujar Kepala Pelabuhan Ulee Lheu, Misdaryanto kepada portalsatu.com.

Menurutnya masyarakat yang banyak ke Sabang merupakan wisatawan mancanegara. Sementara wisatawan lokal sedikit. “Sekarang yang kita lihat ada wisatawan, sebagian dari Banda Aceh dan luar. Tetapi belum ramai,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Jihan, petugas Tourism Banda Aceh yang berada di pelabuhan Ulee Lheue. Dia mengatakan wisatawan menurun drastis dibandingkan liburan Idul Fitri, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Kemarin ada satu rombongan dari Malaysia. Perkiraan kami nanti usai lebaran baru membludak karena sekarang kan tidak banyak libur panjang. Hari Jumat, PNS saja masuk kantor, mungkin nanti siap lebaran baru ramai,” ujar Jihan.[](bna)

IPPEMAS Harapkan Sabang Miliki Peneliti Sendiri

IPPEMAS Harapkan Sabang Miliki Peneliti Sendiri

BANDA ACEH – Pengurus Besar Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sabang (PB-IPPEMAS) berharap agar Sabang memiliki peneliti sendiri. Hal itu dikatakan Ketua Umum IPPELMAS, Putra Rizki Pratama, 8 September 2015.

Menurutnya, keberhasilan pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Sabang dalam meyakinkan Pemerintah Pusat khususnya pihak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI ) Pusat untuk membangun stasiun penelitian LIPI di Aceh perlu diapresiasi oleh berbagai pihak.

“Ini menjadi prestasi tersendiri bagi provinsi Aceh, khususnya Sabang karena sebagai daerah paling ujung Indonesia mampu bersaing dengan daerah kandidat lainnya yaitu Tapanuli Tengah (Sumut), Bengkulu, pesisir Cilacap (Jawa Tengah), dan Pacitan (Jawa Timur),” ujar Putra.

Dikatakannya, terpilihnya Sabang sebagai lokasi pembangunan stasiun LIPI berdasarkan hasil survei tim dan disampaikan langsung oleh kepala LIPI Prof. Iskandar Zulkarnain dalam workshop Pembangunan Stasiun Penelitian Lapangan LIPI di Kawasan Barat Indonesia yang juga dihadiri oleh kepala Bappeda Aceh dan Walikota Sabang.

“Kita berharap pembangunan stasiun LIPI ini nantinya akan menjadikan Sabang secara khusus lebih maju dalam hal pengelolaan kelautan dan perikanan. Harapan kami kepada pemerintah Kota Sabang dengan pembangunan ini menjadi pemicu agar Sabang memiliki peneliti pribumi sendiri, jangan sampai nantinya Sabang hanya menjadi penyedia lahan dan penjaga lokasi saja,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, pemerintah Sabang harus mampu menjaring kader terbaiknya dan biayai mereka agar semakin memantapkan keilmuannya sehingga pasca pengerjaan pembangunan stasiun LIPI nantinya selesai, Sabang sudah memiliki aset peneliti sendiri yang siap mengisi kekurangan peneliti saat ini. [] (mal)

Foto: ilustrasi

Kepala BPKS: Kita Harus Mampu Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Kepala BPKS: Kita Harus Mampu Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

SABANG – Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Ir Fauzi Husin, berharap kegiatan Sertifikasi Tour Guide, para Pramu Wisata Sabang dapat meningkatkan kompetensi di tengah persaingan menghadapi Masyarat Ekonomi Asean (MEA) 2016. Dia juga mengatakan, tenaga kerja lokal tidak boleh terlambat menghadapi peluang yang ada saat ini.

“Kita harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bukan tamu,” ujar Kepala BPKS, Fauzi Husin, dalam sambutannya yang dibacakan oleh salah satu Direktur BPKS, Reza Faisal, dalam acara pembukaan sertifikasi pariwisata di Hotel Nagoya, Kota Sabang, Rabu, 2 September 2015 kemarin.

Menurutnya saat ini pekerja dari luar Indonesia lebih agresif dalam menghadapi MEA dari pada pekerja lokal. Para pekerja luar bahkan lebih awal mempersiapkan diri dengan berbagai kompetensi kemampuan, khususnya di bidang pariwisata.

Bila para tour guide lokal tidak mempersiapkan diri mereka dengan berbagai sertifikat kompetensi, maka pemberlakuan MEA akan menjadi momok dan akan menjadi tamu di negeri sendiri karena tidak mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. BPKS menilai perlu melakukan pembangunan SDM kepada pramu wisata yang ada di Kota Sabang dan Pulo Aceh dengan membekali mereka sertifikasi Tour Guide. Sehingga, kata dia, para guide itu akan siap menghadapi “gelombang” tenaga kerja dari luar Indonesia.

“Kami berharap peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara serius, sehingga ke depan 20 orang peserta ini memiliki sertifikat/berkompeten sebagai pramu wisata dan mampu bersaing dalam menghadapi MEA,” ujar Kepala BPKS.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sabang, Zulfi Purwati, S.Sos. Dia mengatakan ke depan persaingan lebih berat khususnya menghadapi MEA. Karena itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada BPKS dengan pelaksanaan kegiatan ini.

Dimana melalui kegiatan ini BPKS menunjukkan keseriusannya untuk membangun pariwisata di Kota Sabang. “Sudah saatnya kita lakukan peningkatan SDM,” ujar Zulfi.

Pihaknya juga berharap ke depan BPKS dapat membuat kegiatan-kegiatan serupa lainya, seperti pelatihan guide diving dengan sertifikasi PADI adan SSI. BPKS juga berharap ke depan semua giude di Sabang memiliki sertifikasi serta dapat bersaing dalam menghadapi arus masyarakat ekonomi Asia.

“Kami merasa senang akan kerjasama antara Pemerintah Kota Sabang dan BPKS. Kalau tahun lalu kami (Pemko-red) melatih guide dan tahun ini BPKS membuat ujian sertifikasi. Ini patut kita berikan apresiasi dan kerjasama-kerjasama seperti ini harusnya lebih ditingkatkan lagi,” kata Kadisbudpar Kota Sabang, Zulfi Purwati.

Sebelumnya, Panitia Pelaksana Sertifikasi, M Rizal melaporkan, penyelenggaraan sertifikasi ini merupakan salah satu program kerja atau kegiatan Bagian Humas, BPKS. Dalam kegiatan ini BPKS bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Pariwisata (LSP) Yogjakarta serta melibatkan Himpunan Pramu Wisata Kota Sabang serta mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata Kota Sabang.

“Seluruh peserta telah memperoleh rekomendasi dari HPI dan Disbudpar Sabang,” ujar Panita Pelaksana, M Rizal dalam laporannya Selasa, 1 September 2015 lalu.

Dia mengatakan biaya kegiatan menggunakan anggaran BPKS yang juga menanggung biaya sertifikasi masing-masing peserta guide. BPKS berharap melalui kegiatan ini mampu mewujudkan SDM profesional di bidang pramuwisata hingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.[](bna)

BPKS Tingkatkan SDM Pemandu Wisata Andal di Sabang

BPKS Tingkatkan SDM Pemandu Wisata Andal di Sabang

SABANG- Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang, menggelar kegiatan sertifikasi  pemandu wisata (Tour Guide) yang terdaftar di Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Sabang, Rabu 2 September 2015.

Kegiatan ini akan belangsung selama dua hari di Hotel Nagoya Sabang dan diikuti 20 orang pramu wisata dari Kota Sabang dan Pulo Aceh. Tujuannya,  untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pariwisata.

Kepala BPKS, Ir. Fauzi Husin mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka mempersiapkan tenaga guide professional untuk mengimbangi perkembangan pariwisata internasional. Karena ditengah persaingan global, Sabang butuh para pelaku wisata yang memiliki license seiring dengan penetapan Sabang sebagai destinasi pariwisata dunia.

“ Untuk mempersipakan tenaga professional, tentunya diawali dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi pelaku pariwisata di Kota Sabang ini. Sehingga mereka siap menghadapi para wisatawan dan bagaimana dapat membuat nyaman wisatawan yang berlibur di Sabang ini,” kata Fauzi.

Peningkatan SDM para Pramu wisata professional sangat diperlukan. Karena itu, dalam kegiatan ini BPKS melibatkan dua oranng Asesor Lembaga Sertifikasi Pariwisata yang berasal dari Jogjakarta, untuk memberikan materi serta menguji pemandu wisata di Sabang dan Pulo Aceh.

Nantinya, sebelum Pramu Wisata diuji dan diberikan sertifikasi, 20 orang Pemandu yang berasal dari Kota Sabang dan Pulo Aceh akan dibekali berbagai materi seperti, cara bekerjasama dengan kolega dan Wisatawan, Pengetahuan dasar dan etika sebagai Pramuwisata.

“Bagaimana memberikan pelayanan pada penjemputan (Transfer-in) dan Pengantaran Wisatawan (Transfer-out). Kemudian, mereka juga dibekali cara mengembangkan dan memelihara pengetahuan umum; menyiapkan dan menyajikan informasi wisata,” kata Fauzi.

Setelah pembekalan tersebut, Lembaga Sertifikasi Pariwisata, Disbudpar Kota Sabang dan HPI, akan menilai dan menguji mereka untuk mendapatkan sertifikasi kelayakan sebagai pramu wisata.

Fauzi berharap kepada para peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara serius dan maksimal, sehingga outputnya mereka akan menjadi pemandu wisata yang professional.

Laporan Razie Cot Ba’u