Tag: rusia

Empat Rudal Penjelajah Rusia Jatuh di Iran

Empat Rudal Penjelajah Rusia Jatuh di Iran

WASHINGTON – Para pejabat di Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengatakan, rudal-rudal penjelajah Rusia yang ditembakkan dari Laut Kaspia dengan sasaran di Suriah jatuh di Iran.

Dua pejabat yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, belum jelas apakah ada kerusakan akibat tembakan rudal ini.

Seorang pejabat mengatakan empat rudal keluar dari jalur tembakan.

Kantor berita Iran mengutip gubernur Provinsi Takab, Iran barat, yang mengatakan benda asing jatuh di satu desa.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan semua rudal menghantam sasaran yang diinginkan di Suriah.

Para pejabat Rusia mengatakan pada Rabu (7/10/2015) telah menembakkan 26 rudal penjelajah dari kapal tempur Rusia di Laut Kaspia dengan sasaran kelompok-kelompok jihad di Suriah utara dan barat laut.

Klaim bahwa rudal-rudal Rusia jatuh ke Iran ini muncul ketika NATO kembali menegaskan bahwa mereka akan membela sekutu mereka. NATO mengatakan telah mengubah prosedur yang memungkinkan pengerahan pasukan menjadi lebih cepat.

Perkembangan ini terjadi di saat Rusia meningkatkan keterlibatan militer mereka dalam konflik Suriah. Suriah sendiri menyambut baik “bantuan dari Rusia” dengan mengatakan serangan militer Rusia telah melemahkan kekuatan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau dikenal dengan nama ISIS.[] sumber: kompas.com

F16 Turki Usir Jet Tempur Rusia di Perbatasan Syria

F16 Turki Usir Jet Tempur Rusia di Perbatasan Syria

ANKARA – Pemerintah Turki mendadak memanggil Duta Besar Rusia di Ankara, Senin (5/10), menyusul insiden pelanggaran wilayah udara yang dilakukan sebuah jet tempur Rusia akhir pekan lalu.

Turki memprotes keras insiden tersebut. Ketika itu, jet tempur Rusia masuk ke wilayah Turki di dekat perbatasan Syria. Jet Rusia itu melanggar wilayah udara Turki pada Sabtu sekitar pukul 12.08 (waktu setempat) di wilayah Yayladagi, Provinsi Hatay, Turki selatan.

Militer Turki tak tinggal diam, sejumlah jet F-16 mencegat dan memaksa jet Rusia keluar dari wilayah tersebut.

Dilansir dari AFP, Senin (5/10), Kementerian Luar Negeri Turki telah menuntut Rusia agar tidak mengulangi pelanggaran sejenis. Turki juga meminta Rusia bertanggung jawab.

“Jet Rusia itu keluar dari wilayah udara Turki menuju Syria setelah dicegat dua F-16 dari Angkatan Udara Turki (Turkish Air Force) yang berpatroli di wilayah tersebut,” bunyi pernyataan Kemenlu Turki.

Turki dikabarkan serius menyikapi pelanggaran ini. Menteri Luar Negeri Turki Feridun Sinirlioglu bahkan disebut melakukan percakapan via telepon dengan sejumlah menteri luar negeri dari sekutu-sekutu NATO, serta Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mendiskusikan insiden ini.

Rusia dan Turki memang sudah lama berseteru terkait perang di Syria. Pemerintah Rusia dikenal sebagai pendukung utama Presiden Syria Bashar al-Assad, sementara Ankara mendesak penggulingannya sebagai satu-satunya solusi perang.[] sumber: JPNN.com

Dari Tanah Volga, Islam akan Kembali Berjaya di Rusia

Dari Tanah Volga, Islam akan Kembali Berjaya di Rusia

JAKARTA — Meski merupakan kekaisaran Islam, Golden Horde memiliki sejumlah wilayah yang didiami penduduk Kristen, seperti Rusia, Armenia, Alans, dan Krimea Yunani. Sejarah mencatat, Golden Horde mampu mempertahankan agama Islam hingga lebih dari dua abad.

Pada awal abad ke-15, sejumlah kerajaan Islam muncul sebagai pecahan dari Kekaisaran Golden Horde. Kerajaan-kerajaan itu di antaranya Nughay, Astrakhan, Krimea, Siberia, dan Kazan. Kerajaan-kerajaan itu menguasai hampir semua wilayah Rusia modern, kecuali wilayah antara Moskow dan Kiev.

Namun, tak lama kemudian, Rusia berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan kecil tersebut dan membentuk Kekaisaran Rusia yang dengan cepat mulai menjajah negara-negara tetangga. Kerajaan Khazan yang terletak di wilayah bekas Kerajaan Bulgar jatuh ke tangan Rusia pada 15 Oktober 1552. Berikutnya, wilayah Volga dan Laut Kaspia dibuka oleh Rusia.

Pada 1556, giliran Kerajaan Astrakhan dikalahkan Rusia. Lalu menyusul Bashqor dan Udmurt pada 1557. Lalu, pada 1598, seluruh wilyah Siberia berada di bawah pemerintahan Rusia.

Akhirnya, Kekaisaran Rusia pun lahir secara brutal. Toleransi agama dan ras yang pernah tumbuh subur di wilayah Golden Horde sirna. Selama lebih dari empat abad, Rusia yang kemudian menjadi Uni Soviet menerapkan kebijakan untuk mengenyahkan Islam. Sepanjang era Uni Soviet, umat Islam mengalami masa-masa suram. Tak sedikit ulama yang diculik dan dipenjara.

Ketika era Soviet tumbang, cahaya Islam pun mulai merekah kembali. Situasi politik yang membaik memungkinkan terjadinya pembaruan Islam di negara ini. Di Kazan, ibu kota Republik Tatarstan misalnya, puluhan masjid didirikan. Salah satunya, Masjid Qul Sharif, yang dinobatkan sebagai salah satu masjid terbesar di Eropa. Bahkan, pada tahun 2000, masjid ini dinyatakan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Universitas dan sekolah-sekolah Islam pun tumbuh dan berkembang di salah satu republik di Rusia ini. Pada saat yang sama, Muslimah berjilbab bukan lagi pemandangan aneh di Kazan, yang kini merupakan salah satu kota terbesar di Rusia.

Rasanya tak berlebihan jika berharap suatu saat Islam akan kembali berjaya di Rusia, termasuk di tanah Volga. | sumber: republika.co.id

Foto Rustam Sarachev, 21 tahun, tengah beribadah di masjid agung di Volga, Rusia.@washington post

Putin Resmikan Masjid Agung Rusia di Idul Adha

Putin Resmikan Masjid Agung Rusia di Idul Adha

MOSKOW- Hari Raya Idul Adha tahun ini akan menjadi sejarah baru bagi umat muslim di Rusia. Rabu 23 September 2015 kemarin, Presiden Vladimir Putin meresmikan Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet di Moskow, Rusia.

Acara peresmian masjid terbesar di negeri itu disiarkan langsung televisi setempat. Hadir dalam peresmian itu, Presiden Turki Recep Erdogan dan Presiden Palestina Mahmud Abbas. Dari Indonesia, hadir Duta Besar Indonesia untuk Rusia Djauhari Oratmangun.

Dalam keterangan tertulis yang dikirimkan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow disebutkan, lewat pidatonya, Presiden Putin mengucapkan selamat kepada seluruh umat muslim Rusia atas pembukaan masjid yang telah lama direkonstruksi.

Putin yakin, Masjid Agung itu akan menjadi pusat rohani dan sumber penyebarluasan ide-ide humaniter. “Setulusnya saya ucapkan selamat atas pembukaan Masjid Agung Moskow. Ini peristiwa penting bagi umat muslim Rusia,” kata Putin.

Putin mengaku bangga pemerintahnya bisa membangun kembali masjid tertua di Moskow dan akan menjadi masjid terbesar di Eropa. Selain modern, masjid ini bakal menjadi kebanggaan bangsa Rusia yang multi etnis dan multi religi. “Dimana Islam sesuai hukum Rusia, adalah salah satu agama tradisional.”

Berdiri dengan kubah setinggi 46 meter dan menara 72 meter, pada bagian tengah Masjid Agung Moskow terdapat kubah berlapis emas dengan bingkai ukiran ayat-ayat Al-Quran. Masjid dilengkapi tujuh lift, pendingin udara, dan fasilitas bagi penyandang cacat.

Setelah direstorasi, masjid yang didirikan pada 1904 dan direstorasi mulai 2005 ini, kini memiliki luas 19 ribu meter persegi dan dapat menampung 10 ribu jemaah. Biaya renovasi masjid Agung Moskow sekitar US$ 170 juta atau sekitar Rp 2,43 triliun.

Dana sebesar itu sebagian besar dibiayai oleh donator anggota Dewan Federasi Rusia dari Republik Dagestan, Suleyman Kerimov, yang menyumbang lebih dari US$ 100 juta atau sekira Rp 1,43 triliun. Kerimov dikenal juga sebagai politikus dan pengusaha.

Turki memberikan bantuan berupa mimbar dan mihrab. Palestina, terutama dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas memberikan sumbangan US$ 25 ribu atas nama anak-anak Palestina, dan juga sumbangan dari umat dari berbagai agama.[] sumber: tempo.co

Muslim Moskow Merasa Dikucilkan Akibat Kasus Chechnya

Muslim Moskow Merasa Dikucilkan Akibat Kasus Chechnya

MOSKOW – Identitas Rusia ditempa konfrontasi selama berabad-abad, koeksistensi dan kerja sama dengan tetangga Muslim. Kerajaan kecil Moskow perlahan mengalahkan Golden Horde, Khan kuat Mongol-Tatar, dan kemudian mengobarkan perang yang tak terhitung jumlahnya dan melawan Turki Ottoman, Iran, Asia Tengah, dan Kaukasus.

Muslim yang sekarang tinggal di Moskow sebagian besar keturunan warisan sejarah ini. Etnis Tatar, kelompok etnis terbesar ketiga Rusia setelah Slavia Rusia dan Ukraina, telah tinggal di sini selama berabad-abad. Azeri menetap di sini pada 1990-an setelah melarikan diri dari perang Armenia-Azerbaijan.

Mereka diikuti oleh penduduk asli Kaukasus Rusia yang terus meningkat populasinya -wilayah multietnis dan sangat bersubsidi diganggu oleh pemberontakan dan kekerasan.

Sejak awal 2000-an, jutaan tenaga kerja migran dari pecahan Soviet di Asia Tengah telah membanjiri Rusia, sebagian besar mencari pekerjaan yang dibayar rendah. Juga terlihat adanya Muslim dari sub-Sahara Afrika, benua India, dan Timur Tengah.

Namun, di antara warga kelahiran Rusia atau imigran, baik sekuler atau beragama, umat Islam merasa dikucilkan di sana. Hal ini sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa banyak orang Rusia merasa terancam oleh masuknya Muslim. Serangan dilakukan oleh pejuang Chechnya dan pembom bunuh diri wanita sejak awal 2000-an juga masih menakut-nakuti banyak orang.

Meskipun tidak ada jajak pendapat terpisah tersedia untuk Moskow, survei 2013 oleh VTsIOM, lembaga jajak suara milik negara telah menemukan bahwa hampir satu dari tujuh warga Rusia tidak ingin memiliki tetangga Muslim, seperempat tidak ingin tinggal di dekat Kaukasus asli, dan 28 persen tidak ingin bersebelahan dengan Asia Tengah.

Beberapa 45 persen dari Rusia mendukung slogan nasionalis “Rusia untuk etnis Rusia”, demikian hasil jajak pendapat itu. | sumber: okezone.com

Foto Muslim Moskow Merasa Dikucilkan Akibat Kasus Chechnya (Foto: Reuters)

Rusia Tantang Muslimah Berhijab di Sekolah

Rusia Tantang Muslimah Berhijab di Sekolah

MOSKOW – Sebuah kelompok di Rusia melarang Muslim menggunakan jilbab di sekolah-sekolah. Hal itu terjadi karena media seringkali memberitakan Muslim yang selalu dikaitkan dengan teroris.

“Islam ini beragam, tapi media selalu menyamakan islam dengan teroris. Media lebih sering memberitakan tentang serang teror yang terjadi dari pada hal-hal positif lain tentang Islam,” ujar Karina Pipiya, seorang sosiolog di Pusat Levada, dilansir dari OnIslam pada Kamis (2/7).

Menurut dia, jika ada siaran yang memberitakan tentang kegiatan-kegiatan islam yang positif mungkin akan ada perspektif yang berbeda. Masyarakat Rusia, tentunya tidak akan berfokus dan menuduh seluruh Muslim adalah teroris.

Sebuah pusat penelitian Independen Levada menunjukkan, tiga dari empat warga Rusia menentang Muslim menggunakan jilbab di sekolah-sekolah maupun universitas. Jejak penelitian ini menemukan oposisi yang lebih tinggi di Moskow. Sekitar 91 persen menentang Muslim menggunakan jilbab.

Sekitar 18 persen, Rusia menganggap Muslim memiliki hak untuk menjalankan ajaran agamanya. Sekitar 74 persen tidak setuju dengan hal tersebut.

Pipiya mencatat, munculnya kebencian Rusia pada jilbab sejak terjadi perang Rusia di Chechnya oleh Turbulen. Sejak saat itu, muncul anggota militan Islam di Timur Tengah. Sehingga, mengkhawatirkan Rusia. Islam merupakan agama terbesar kedua di Rusia. Sekitar 145 juta, umat Islam hanya 15 persen. [] sumber: republika.co.id

Pria Rusia Siap Jadi Subyek Pertama Transplantasi Kepala

Pria Rusia Siap Jadi Subyek Pertama Transplantasi Kepala

Seorang pria Rusia, Valery Spiridinov (30) bersedia menjalani transplantasi kepalanya ke tubuh orang lain pada 2017, meski langkah ini ditanggapi skeptis dunia kedokteran.

Spidinov  menderita penyakit Werdnig Hoffman, sebuah kelainan otot yang menghilangkan kemampuan fisiknya sehingga dia sangat tergantung pada kursi roda. Kini, Spidinov mengumumkan niatnya menjadi manusia pertama yang menjadi subyek transplantasi kepala, sehingga otaknya bisa tersambung ke sebuah tubuh yang sehat.

Pakar kedokteran saraf Italia Dr Sergio Canavero mengklaim dia bisa menyelesaikan sebuah proses transplantasi kepala dalam waktu kurang dari satu hari. “Semua proses (transplantasi) 90 persen dijamin sukses. Tentu saja ada risiko, saya tak bisa menyangkal hal itu,” ujar Canavero.

Namun, banyak dokter yang meragukan keberhasilan transplantasi kepala ini. Para dokter ini terutama mempertanyakan apakah otak Spiridinov masih akan berfungsi saat proses transplantasi selesai.

Meski banyak dokter ragu, namun Spiridinov sangat optimistis transplantasi ini akan berakhir dengan kesuksesan. “Jika saya mendapatkan kesempatan untuk mendapakan tubuh baru, maka saya akan melepas semua batasan dan akan lebih mandiri,” ujar Spiridinov.

Tahap pertama transplantasi ini termasuk pendinginan tubuh pasien dan donor untuk mencegah kematian sel-sel otak di dalam proses pembedahan. Selanjutnya, leher pasien dikoyak sebagian dan pembuluh-pembuluh darah dari tubuh yang satu disambungkan ke tubuh yang lain lewat pipa.

Mattew Crocker, konsultan bedah saraf di RS St George, London mengatakan setiap langkah transplantasi kepala ini memiliki landasan dalam ilmu pengetahuan masa kini, setidaknya dalam teori.

“Mengeluarkan pembuluh yang memasok darah ke otak lalu mengembalikan pembuluh itu dengan tabung sudah sangat dikenal,” kata Crocker.

“Mendinginkan suhu tubuh dan otak antara 10 hingga 20 derajat juga merupakan teknik yang sangat dikenal dan digunakan dalam pembedahan saraf dan jantung yang menimbulkan asumsi bahwa otak akan kehilangan pasokan darah dalam periode tertentu,” tambah dia.

Tahap kedua operasi ini adalah memotong saraf tulang belakang dengan pisau bedah terbaik untuk meminimalkan kerusakan.

Kepala donor kemudian “dilepas” dan ditempatkan di tubuh penerima. Selanjutnya saraf tulang belakang disambungkan kembali menggunakan polyethylene glycol, sebuah materi yang biasa digunakan di dunia kedokteran dan industri manufaktur.

Tahap ketiga operasi ini adalah “menjahit” kembali pembuluh-pembuluh darah dan jaringan saraf. Kemudian tubuh penerima kepala dibuat dalam keadaan koma untuk beberapa pekan untuk mencegah pergerakan dan memberi waktu saraf tulang belakang untuk menyembuhkan dirinya sendiri.

“Proses ini sangat spekulatif. Masalah yang muncul adalah seseorang dengan saraf tulang belakang yang masih berfungsi menghadapi fakta bahwa fungsi tersebut dihilangkan,” ujar Crocker. | sumber : kompas