Tag: rohingya

Lagi, Bayi Rohingya Lahir di Lhokseumawe

Lagi, Bayi Rohingya Lahir di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE  – Sumjida Begum, 15 tahun, wanita etnis Rohingya yang ditampung di shelter Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, melahirkan bayi laki-laki, di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe, Sabtu, 26 September 201,5 dinihari tadi.

Sumjida merupakan wanita Rohingya ketiga yang melahirkan bayinya di Aceh Utara. Sebelumnya ,wanita Rohingya lainnya, Rabiatun, 19 tahun, melahirkan anak laki-laki pada 2 Agustus 2015 di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Lhokseumawe, kemudian Dilla Baqom, 15 tahun, melahirkan anak laki-laki juga di RSUCM.

Salah seorang petugas Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe kepada portalsatu.com mengatakan Sumjida melahirkan bayinya melalui proses operasi sekitar pukul 00.15 WIB dinihari tadi. Bayi itu dilahirkan dengan berat 2.500 gram (2,5 Kg).

Sementara itu, Imam Husein, 20 tahun, suami Sumjida Begum mengatakan anak pertamanya tersebut diberi nama Yusuf Faziel. “Alhamdulillah, semalam lahir dengan selamat walaupun melalui proses operasi,” ujarnya.[]

Foto: Imam Husein bersama bayinya Yusuf Faziel. @Datuk Haris Molana/portalsatu.com

Idul Adha di Aceh, Rohingya Sajikan Kuliner Khas Negaranya

Idul Adha di Aceh, Rohingya Sajikan Kuliner Khas Negaranya

LHOKSUKON – Para pengungsi rohin#gya yang ditampung di Shelter  Desa Blang Ado, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, ikut merayakan lebaran Idul Adha dengan sajian kuliner khas negara asalnya.

Salah seorang pengungsi rohingya, Jamila Begum, Jumat 25 September 2015 kepada portalsatu.com, mengatakan sajian kuliner yang sering disajikan pada hari-hari kebesaran di Myanmar beragam jenisnya. Namun, lebaran Idul Adha di Aceh, dirinya bersama wanita lainnya di shelter membuat satu makanan khas negara tersebut yakni Lurifira.

Tak hanya lurifira, di Myanmar ada juga makanan khas lainnya yakni Semaii, Chotkki, dan Goru Ghusto.

Jamila menambahkan, Lurifira tersebut merupakan penganan yang dibuat dari tepung beras dicampur dengan garam. Kemudian dibakar hingga menjadi seperti roti. Cara makannya di temani dengan kuah kari daging lembu atau ayam.

Kata jamila, Lurifira juga merupakan salah satu makanan kebesaran Myanmar yang selalu disajikan dalam berbagai aktifitas perayaan hari-hari besar.

Kemarin, setelah dimasak seluruh pengungsi Rohingya di Blang Adoe, mengaku senang dengan adanya makanan tersebut. Sebab sudah lama tidak makan seperti itu lagi.

“Kalau makan santapan khas tersebut, terassa kami ingat kampung. Itu bisa menjadi salah satu obat bagi kami rindu akan kampung,” kata Jamila. [] (mal)

Foto: Wagub Aceh Serahkan Hewan Kurban untuk Rohingya

Foto: Wagub Aceh Serahkan Hewan Kurban untuk Rohingya

LHOKSUKON – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muzakir Manaf menyerahkan secara simbolis puluhan hewan kurban sumbangan Ormas Islam untuk pengungsi Rohingya di shelter Blang Adoe, Kecamaan Kuta Makmur, Aceh Utara, Rabu, 23 September 2015 sekitar pukul 15.15 WIB.

Informasi diterima portalsatu.com, penyerahan hewan tersebut pertama dari pihak Komite Nasional Solidaritas Rohingya (KNSR) kepada Pemerintah Aceh, kemudian Wagub Muzakir Manaf menyerahkan puluhan hewan tersebut kepada perwakilan pengungsi Rohingya.[]

qurban5
@Datuk Haris Molana
qurban4
@Datuk Haris Molana
qurban2
@Datuk Haris Molana
qurban1
@Datuk Haris Molana
Wagub Serahkan Hewan Kurban Sumbangan Ormas Islam untuk Rohingya

Wagub Serahkan Hewan Kurban Sumbangan Ormas Islam untuk Rohingya

LHOKSUKON – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muzakir Manaf menyerahkan secara simbolis puluhan hewan kurban sumbangan Ormas Islam untuk pengungsi Rohingya di shelter Blang Adoe, Kecamaan Kuta Makmur, Aceh Utara, Rabu, 23 September 2015 sekitar pukul 15.15 WIB.

Informasi diterima portalsatu.com, penyerahan hewan tersebut pertama dari pihak Komite Nasional Solidaritas Rohingya (KNSR) kepada Pemerintah Aceh, kemudian Wagub Muzakir Manaf menyerahkan puluhan hewan tersebut kepada perwakilan pengungsi Rohingya.

Wagub Muzakir Manaf kepada portalsatu.com mengatakan Pemerintah Aceh sangat berterima kasih kepada seluruh organisasi Islam nasional maupun internasional yang telah menyumbang hewan kurban tersebut kepada Rohingya yang ada di Aceh.

Mualem sapaan akrab Wagub menjelaskan dengan datangnya pengungsi Rohingya ke Aceh memberikan rahmat bagi daerah ini. “Dengan adanya Rohingya di Aceh mata dunia pun tertuju kepada kita, termasuk segala bentuk bantuan,” katanya.

“Contohnya sekarang hewan kurban yang telah disumbangkan puluhan ekor. Logikanya tidak mungkin habis jika dibagikan kepada mereka semuanya (Rohingya), jadi masyarakat sekitar pun mendapatkan sumbangan tersebut,” ujar Mualem.

Diberitkan sebelumnya, puluhan hewan kurban sumbangan organisasi Islam untuk pengungsian Rohingya di shelter Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, akan disembelih, besok, Kamis, 24 September 2015.[]

Foto: Penyerahan hewan kurban secara simbolis oleh Wagub kepada pengungsi Rohingya.@Datuk Haris Molana/portalsatu.com

Besok, Pengungsi Rohingya Sembelih Puluhan Hewan Kurban di Aceh Utara

Besok, Pengungsi Rohingya Sembelih Puluhan Hewan Kurban di Aceh Utara

LHOKSUKON –  Puluhan hewan kurban sumbangan  organisasi Islam untuk pengungsian Rohingya di shelter Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, akan disembelih, besok, Kamis, 24 September 2015.

Informasi diterima portalsatu.com, hewan kurban (lembu dan kambing) tersebut siang ini akan diserahkan oleh Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf kepada pengelola shelter Blang Adoe.

Presiden Komite Nasional Untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) Syuhelmaidi Syukur mengatakan jumlah hewan kurban sumbangan Ormas Islam itu tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah.

Menurutnya, seusai salat Idul Adha, besok, pihaknya akan menyembelih hewan tersebut di shelter. “Akan kita bagikan kepada pengungsi Rohingya dan masayarakat sekitar shelter.  Tempat dimana Rohingya sempat singgah (lokasi terdampar) seperti beberapa desa di Kecamatan Seunuddon, Desa Kuala Cangkoi Kecamatan Lapang dan Lhoksukon, juga dibagikan,” kata Syuhelmaidi Syukur.

Syuhelmaidi menjelaskan hewan kurban tersebut merupakan bantuan dari beberapa organisasi Islam internasional maupun nasional dan juga pemerintah.

“Untuk besok, kita akan menyembelih beberapa puluh hewan kurban. Dan pada hari Sabtu dan Minggu nanti di tempat pengungsian yang ada di Aceh Timur dan Kota Langsa,” ujarnya.[]

Diduga Terjadi Pelecehan Seksual, Enam Rohingya Diperiksa Polisi

Diduga Terjadi Pelecehan Seksual, Enam Rohingya Diperiksa Polisi

LHOKSEUMAWE – Personil Polisi Sektor (Polsek) Kuta Makmur Aceh Utara, Rabu (16/9/2015), siang telah membawa enam etnis Rohingya dari penampungan Desa Blang Adoe ke polsek setempat.

Keenam rohingya terdiri atas tiga pria dan tiga wanita dibawa ke Polsek untuk dimintai keterangan terkait adanya dugaan pelecehan seksual –dimana tiga pria diduga sebagai pelaku dan ketiga wanita yang masih dibawah umur sebagai korban.

Ketiga pria tersebut yang sampai tadi malam masih diamankan di Polsek Kuta Makmur yakni Rah (40), yang diduga melakukan pelecehan terhadap anak berumur 14 tahun. Lalu Saf (18), terhadap anak umur 16 tahun, dan Kai (18), terhadap anak-anak lainnya yang juga berumur 16 tahun.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono, melalui Kapolsek Kuta Makmur H Sarimin SH MM, menyebutkan, kalau awalnya pihaknya menerima pengaduan ketiga wanita tersebut atas dugaan perlakuan pelecehan, walau belum sampai berhubungan layak suami istri.

“Atas laporan tersebut, maka kita pun bawa ketiga pelapor dan tiga terlapor ke Polsek untuk dimintai keterangan,” ulas Sarimin.

Menurut Kapolsek, sejauh ini pihaknya belum merampungkan terhadap terlapor dan pelapor,sehingga belum bisa dipastikan apakah benar adanya pelecehan ataupun tidak. Begitu juga belum bisa dipastikan kapan dilakukan aksi tersebut.

“Karena proses pemeriksaan membutuhkan transleter sehingga butuh waktu lama untuk merampungkan pemeriksaan,” ungkapnya.

Namun begitu, untuk ketiga terlapor saat ini masih diamankan di Mapolsek, karena direncanakan besok akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

“Untuk tiga korban untuk malam ini juga tidak kita antar ke shelter, tapi kita inapkan di rumah dinas Kapolsek. Ketiga korban ditemani dua kawannya serta dua orang Polwan,” demikian Sarimin.[] sumber: tribunnews.com

Dompet Dhuafa Bantu 10 Ekor Sapi untuk Pengungsi Rohingya

Dompet Dhuafa Bantu 10 Ekor Sapi untuk Pengungsi Rohingya

LANGSA – Dompet Dhuafa bakal menyalurkan 10 ekor sapi untuk kurban kepada para pengungsi Rohingnya.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ahmat Juwaini di kamp pengungsi Rohingnya, Panti Gepeng lhokbani, Kecamatan Langsa Barat, Selasa 15 September 2015.

Ahmad Juwaini menjelaskan, Langsa merupakan satu dari ratusan kota  dan kabupaten yang menjadi sasaran distribusi program Tebar Hewan Kurban (THK) dari Dompet Dhuafa. Pasalnya, daerah tersebut telah berinisiatif membantu menyelamat dan menampung pengungsi Rohingnya sampai saat ini.

“Sebuah apresiasi untuk Wali Kota Langsa Usman Abdullah, SE, Dimana tahun ini juga akan mendapatkan Award Dompet Dhuafa atas jasanya terhadap imigran Rohingya,” kata Ahmad.

Dikatakanya, hewan kurban tersebut nantinya sebagian untuk para pengungsi Rohingya dan sebagian lagi untuk masyarakat sekitar.

“Karena bantuan ini sifatnya untuk masyarakat miskin dari berbagai daerah yang membutuhkan dan memerlukannya sehingga terjadi mentranfer protein dari kota-kota besar ke masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Pihaknya juga mengaku akan terus membantu para pengungsi khususnya di Langsa dan Bayeun Aceh Timur, baik menyediakan shelter, sekolah Dompet Dhuafa bagi anak Rohingya dan kebutuhan lain yang dianggap penting.

Hal senada disampaikan oleh Wali Kota Langsa Tengku Usman Abdullah. Kata dia, sejauh ini terus membantu akan tetapi pemda setempat tidak diboleh menggunakan dana APBK membantu pengungsi Rohingnya. Namun, pihaknya hanya menyediakan tempat tinggal, pengamanan dan menfasilitasi mendistribusikan bantuan dari berbagai lembaga untuk para pengungsi.

“Dan Alhamdulillah sampai hari ini berbagai lembaga, baik luar maupun dalam, turut membantu sehingga pengungsi benar-benar dapat hidup yang layak baik tempat tinggal,kesehatan, pendidikan serta kebutuhan pokok seperti makanan,” katanya. [] (mal)

Pengungsi Rohingya Diminta Tidak Terpengaruh Ajakan Agen

Pengungsi Rohingya Diminta Tidak Terpengaruh Ajakan Agen

LANGSA – Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, meminta pengungsi Rohingya untuk tidak terpengaruh dengan ajakan-ajakan agen untuk dibawa keluar dari kamp pengungsian. Hal ini disampaikan Wali Kota Langsa saat mengunjungi kamp pengungsi Rohingya di Panti Gepeng Lhokbani, Selasa, 15 September 2015.

“Karena kalian akan dibawa ke tempat yang tidak jelas, katakanlah dijadikan budak seks oleh orang tidak bertanggungjawab sehingga merugikan bagi kalian sendiri,” ujarnya.

Dia turut menyampaikan agar pengungsi Rohingya di Langsa untuk bersabar menunggu kebijakan pemerintah Pusat. Usman Abdullah mengatakan pemerintahannya akan selalu membantu para pengungsi dan berupaya memberikan yang terbaik untuk mereka.

“Kalau kebijakan ada di tangan saya, maka hari ini akan saya keluarkan KTP Langsa bagi warga Rohingya,” ujar pria yang kerap disapa Toke Su’um tersebut.

Toke Su’um sempat berdiskusi dengan beberapa pengungsi di Rumah Gepeng Lhokbani. Salah satunya adalah dengan Rukiyah, warga Rohingya asal Myanmar. Wali Kota Langsa tersebut turut menanyakan kesediaan mereka jika nantinya dipulangkan ke negara asal. Hal ini mendapat reaksi dari para pengungsi, termasuk Rukiyah.

No Myanmar. Kami tidak mau lagi kembali ke Myanmar karena kami takut perempuan Rohingya diambil paksa oleh laki-laki Budhis di tengah malam di rumah. Jadi kami tidak mau kembali lagi ke sana,” ujar Rukiyah.

Dia mengatakan akan memilih menetap di kamp pengungsian jika pemerintah memberikan izin untuk menetap di Aceh.

“Begitu juga misal dikasih ke Malaysia, maka kami akan ke sana. Tapi kami jangan dipulangkan ke Myanmar dan kami tidak mau,” ujar Rukiyah.[](bna)

Pengungsi Rohingya Blang Adoe Dilatih Budidaya Akuaponik

Pengungsi Rohingya Blang Adoe Dilatih Budidaya Akuaponik

LHOKSUKON – Ratusan pengungsi Rohingya diajarkan sistem penanaman akuaponik di hunian Integrated Community Shelter (ICS) Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. Pembekalan skill yang dilakukan sejak Rabu, 9 September 2015 lalu tersebut untuk meningkatkan keterampilan hidup para migran.

“Juga untuk menghilangkan rasa jenuh para pengungsi Rohingya selama di pengungsian,” ujar Ketua YPB, Lily Indria kepada Sekda Aceh Utara, Drs Isa Anshari, MM, saat meninjau sistem akuaponik tersebut kemarin, Kamis, 10 September 2015.

Sistem akuaponik ini merupakan kerjasama antara Yayasan Putri Bungsu (YPB) Jakarta dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Aceh Utara. Model akuaponik ini merupakan hasil perpaduan cara budidaya ikan (akuakultur) dan budidaya tanaman tanpa media tanah (hidroponik).

Pelaksana kegiatan bersama migran turut melepaskan 15 ribu bibit ikan. Sementara untuk tanaman jenis yang ditanam menggunakan sistem akuaponik ini adalah cabai, selada, kangkung, dan bayam.

Pelepaan tersebut secara simbolis dilakukan oleh Sekda Aceh Utara Isa Ansari, Ketua PMI Ismed AJ Hasan diwakili Kepala Markas Hendra Yuliansyah, dan Ketua YPB Lily Indria. Menurut Lily Indria, keuntungan akuakultur adalah antara ikan dan tanaman ini saling memberikan makanan. “Kotoran ikan menjadi sumber nutrisi organik bagi tanaman, dan pada saat yang sama tanaman menjadi filter air alami bagi kolam ikan,” ujarnya.

Sementara Kepala Markas PMI Hendra Yuliansyah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan hidup para migran. Dia berharap ke depan, pengungsi ini lebih mandiri. “Baik selama di pengungsian maupun saat pulang ke negaranya atau ke negara ketiga nantinya,” ujarnya.

Sekda Isa Anshari menyampaikan terima kasih kepada YPB dan PMI Aceh Utara yang telah ikut serta membantu pemerintah setempat terkait penanganan pengungsi Rohingya. Dia berharap program sosial dan pemberdayaan ini juga bisa menjadi contoh untuk masyarakat setempat.

“Semoga ini menjadi pilot project dan bisa dikembangkan untuk masyarakat,” katanya.[](bna)

Kamp Pengungsi Rohingnya di Pelabuhan Langsa Kini Sepi

Kamp Pengungsi Rohingnya di Pelabuhan Langsa Kini Sepi

LANGSA – Kamp pengunsi Rohingnya dan Banglades di Pelabuhan Langsa kini terlihat sepi tanpa aktifitas apa pun. Padahal, sebelumnya tempai ini ramai dikunjungi oleh masyarakat, organisasi mahasiswa, relawan kemanusiaan serta petugas lapangan.

Hal ini dikatakan oleh Saifuddin, warga setempat saat berada di Kamp pengungsi di pelabuhan Langsa,  8 September 2015

“Sekarang ya seperti yang kita lihat saat ini tidak ada aktifitas. Dulukan kegiatan banyak dari pagi sampai malam, seperti adanya sekolah dompet duafa mengajarkan mereka menulis, membaca, menggambar serta belajar bahasa indonesia dan bahasa inggris. Kemudian malam dilanjutkan mengaji atau kegiatan agama di musalla Assunni sehingga keberadaan mereka disini lebih terarah,”katanya.

Katanya, sejak perempuan dan anak-anak dari warga Rohingnya dipindahkan ke Kamp Panti Gepeng Lhok Bani, Kecamtan Langsa Barat, semua aktifitas lumpuh total dan tidak ada kegiatan apapun di tempat pertama mereka terdampar yaitu di Kamp Pelabuhan Langsa.

Hal senada disampaikan oleh Ayatullah, warga Rohingnya saat dijumpai portalsatu.

“Kami memang tidak ada aktifitas disini, tapi sebelumnya kami bisa membantu memasak dengan relawan untuk anggota keluarga kami di dapur umum kemudian angkat barang bantuan di masukkan ke gudang  relawan di kamp pengungsi,” katanya.

“Sejak dipindahkan semua ke Panti Gepeng, kami pun tidak ada aktifitas lagi di sini. Hanya menunggu nasi dibawa oleh mereka dari kamp yang satu lagi kemari,” ujar dia lagi.

Pantauan portalsatu, di Kamp Pengungsi Pelabuhan Langsa, tidak ada relawan bahkan pihak keamanan yang berjaga. Di sana hanya terdapat satu pos untuk medis yang masih ditempatkan oleh Dinas Kesehatan Kota Langsa. Barak yang telah dibangun sebahagian telah dikosongkan hanya beberapa kamar yang ditempatkan oleh pengungsi Rohingnya. [] (mal)