Tag: rohingya

Pemkab Aceh Utara Ambil Alih Shelter Rohingya

Pemkab Aceh Utara Ambil Alih Shelter Rohingya

LHOKSEUMAWE – Pemkab Aceh Utara mengambil alih pengelolaan shelter (tempat hunian sementara) pengungsi Rohingya di Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Rabu, 30 September 2015. Pasalnya, kata Sekda Aceh Utara Isa Ansari, pengelolaan selama ini dinilai salah kaprah.

“Karena ada permasalahan yang sudah berlarut-larut yang mungkin sudah jadi kendala. Permasalahan itu berlanjut sampai dengan cerita kemarin (pengungsi Rohingya mencoba kabur dari shelter), karena kekurangan keamanan,” ujar Isa Ansari ditemui portalsatu.com di gedung DPRK Aceh Utara, Rabu siang.

Isa Ansari menyebut sesuai petunjuk Menko Polhukam, tempat penampungan pengungsi seperti Rohingya itu tidak boleh ditangani lembaga non-pemerintah. “Makanya diwajibkan Pemerintah Aceh Utara yang di depan, mereka (ACT) boleh kalau mem-back-up di belakang, misalnya ada bantuan,” katanya.

Menurut Isa Ansari, organisasi permanen yang sudah diakui dunia yaitu IOM siap menanggung semua kebutuhan pengungsi Rohingya di Aceh Utara. Karena itu, kata dia, Bupati Aceh Utara kemudian mengeluarkan surat keputusan (SK) baru tentang pengelolaan shelter pengungsi Rohingya.

“SK yang dulu namanya Satgas (satuan tugas) karena sifatnya darurat, kita ubah jadi SK pengelolaan khusus pengungsi Rohingya. Akhirnya Pak Bupati dan Pak Kapolres setuju, saya ditunjuk sebagai ketua tim. Sedangkan orang-orang itu (ACT) kita posisikan di wakil ketua, dan yang lain anggota. Keberadaan SK (tim baru) ini lebih ramping, (tim) yang pertama terlalu banyak,” ujarnya.

Isa Ansari menambahkan, SK baru itu diteken Bupati Muhamamd Thaib sebelum berangkat menunaikan ibadah haji. Namun, kata dia, eksekusi dari SK tersebut dijalankan hari ini (Rabu).

“Mulai hari ini sudah kita yang kelola. Jadi kita restart, sehingga semua sudah berfungsi, baik IOM, UNHCR, Imigrasi, semuanya sudah jalan. Tindak lanjut dari itu, kita buat SOP, semacam job descripton, sehingga sesuai Tupoksi masing-masing, hana le meurupah-rupah inan,” ujar Isa Ansari.

Menurut Isa Ansari, apabila ke depan ada LSM atau donator yang ingin menyumbang bantuan untuk pengungsi Rohingya maka harus melalui tim Pemkab Aceh Utara. “Jadi sudah lebih indahlah,” katanya.

“Dan pengelolaan bantuan tentunya harus transaparan, karena itu bantuan orang, tidak bisa kita gunakan untuk hal-hal yang di luar itu.[] (idg)

Foto shelter pengungsi Rohingya di Blang Adoe.

Imigrasi Langsa Masih Lacak Keberadaan Dua Wanita Pengungsi Rohingya yang Kabur

Imigrasi Langsa Masih Lacak Keberadaan Dua Wanita Pengungsi Rohingya yang Kabur

IDI RAYEUK – Petugas Imigrasi Wilayah Langsa Aceh Timur dan Aceh Tamiang terus berupaya mencari dua wanita pengungsi Rohingya yang kabur dari kamp Bayeun pada Selasa, 29 September 2015 kemarin.

“Untuk saat ini kita belum mengetahui keberadaan kedua pengungsi yang kabur di kamp pengungsian Bayeun. Namun pihak kita terus berupaya melakukan pencarian dengan melakukan koordinasi dengan pihak lain seperti kepolisian, UNHCR, IOM dan imigrasi Polonia Medan Sumatra Utara,” ujar Kasiwadakim Imigrasi Langsa, Afrizal, saat dikonfirmasi oleh portalsatu.com pada Rabu, 30 September 2015 sekitar pukul 16:00 WIB.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi kaburnya pengungsi Rohingya, pihak imigrasi akan memperketat penjagaan di lokasi kamp, baik di Bayeun dan di Kota Langsa.

“Upaya pengamanan kita sudah melakukannya setiap hari dengan ditugaskan anggota Imigrasi bersama pihak kepolisian dan Satpol PP. Jadi kalau ada yang lari seperti itu, kita juga tidak mengetahui keluarnya dari mana, bisa saja diperketat penjagaan di depan, mereka keluar dari belakang, dan ini tugas kita untuk memperbaiki sistem keamanan,” katanya.

Untuk proses pencarian, lanjutnya, pihak Imigrasi Langsa telah berkoordiansi dengan Imigrasi Polonia Medan, Sumatera Utara. Menurutnya jika dua pengungsi tersebut ditemukan di wilayah Medan akan dikirim kembali ke kamp pengungsian.

“Kita berharap mereka bisa kita bawa kembali ke kamp dengan hasil kerja sama yang sudah kita bangun dengan kepolisian, IOM, dan UNHCR,” katanya.[](bna)

Pemkab Aceh Utara: Dugaan Pelecehan Seksual Rohingya Ditangani Polisi

Pemkab Aceh Utara: Dugaan Pelecehan Seksual Rohingya Ditangani Polisi

LHOKSUKON – Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib melalui Kabag Humas Amir Hamzah telah menerima laporan terkait dugaan pelecehan seksual dialami empat wanita etnis Rohingnya. Kasus itu, kata dia, akan ditangani pihak Polres Lhokseumawe.

Amir Hamzah kepada portalsatu.com, Selasa, 29 September 2015, sore, mengatakan pihaknya akan  menelusuri kejadian tersebut. Kata dia, Selasa pagi, Sekda Aceh Utara Isa Ansari dan pihak Imigrasi, IOM dan UNHCR telah mengunjungi shelter Blang Adoe, Kuta Makmur, yang menjadi lokasi penampungan pengungsi Rohingya.

Menurut Amir, Pemkab Aceh Utara menyerahkan pengusutan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap wanita Rohingya tersebut kepada pihak Polres Lhokseumawe. “Tapi kita juga mengupayakan untuk mencari tahu bagaimana permasalahan yang terjadi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono pengungsi Rohingya mencoba kabuyr dari shelter Blang Adoe, Selasa sore/kemarin, diduga akibat adanya kasus pelecehan seksual yang dialami empat wanita Rohingya, Senin/dua hari lalu.

“Indikasi sementara diduga adanya suatu perkosaan dan lainnya. Maka dengan kejadian ini, kita butuh penerjemah untuk menjelaskan apakah  benar telah terjadi tindakan tersebut,” kata AKBP Anang.

“Intinya kita tetap akan menangani kasus ini lebih lanjut. Kasus ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menyelesaikannya,” ujarnya lagi.

Kapolres menjelaskan, ke depan pihaknya akan menempatkan 10 personil polisi di shelter Blang Adoe. “Dan juga nantinya ditambah dari pihak Pemerintah Aceh Utara melalui Satuan Polisi Pamong Praja,” katanya.  (Baca: Polres Lhokseumawe Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan Seksual).

Empat wanita Rohingya diduga mengalami pelecehan seksual berinisial  TI, HA, AM, dan ZU. Akibat kejadian ini, ratusan pengungsi Rohingya mencoba kabur dari shelter Blang Adoe. Namun sekitar 2 kilometer berjalan, mereka langsung dihadang puluhan personil Polres Lhokseumawe. (Baca: 4 Wanita Rohingya Diduga Alami Pelecehan Seksual).[]

Foto: Pengungsi Rohingya coba kabur dari shelter Blang Adoe, Selasa, 29 September 2015. @Datuk Haris Molana/portalsatu

Dua Wanita Rohingya Kabur dari Kamp Pengungsi di Aceh Timur

Dua Wanita Rohingya Kabur dari Kamp Pengungsi di Aceh Timur

IDI RAYEUK- Dua wanita  Rohingya kabur dari kamp pengungsian Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Selasa 29 September 2015.

Menurut informasi yang dihimpun portalsatu.com kedua wanita Rohingya tersebut melarikan diri dari kamp Bayeun sekitar pukul 16.00 Wib sore tadi. Keduanya bernama Janab Bibi 17 tahun dan Romjidah 15 tahun.

“Ya, dua wanita asal Myanmar melarikan diri dari kamp tadi sore, sampai saat ini keduanya  belum kembali,” ujar Muhammad Thayeb, salah satu petugas posko pengungsian Bayeun kepada  portalsatu.com, pukul 21.00 WIB.

Menurutnya,diperkirakan keduanya melarikan diri  ke arah Medan, Sumatra Utara dan diduga kuat mereka dibawa kabur oleh agen yang datang dari luar daerah Aceh.

“Ya, sepertinya mereka lari ke arah Medan, dan mereka tidak kabur dengan sendirinya tentu ada agen yang menjemput,” katanya lagi.

Sementara itu sampai berita ini ditayang pihak imigrasi  belum bisa dihubungi untuk diketahui keterangan lanjutan. [] (mal)

Foto: Ilustrasi/Rohingya di Aceh Utara.@Datok/portalsatu.com

Polres Lhokseumawe Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Polres Lhokseumawe Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

LHOKSUKON- Kepala Kepolisian Resort Kota Lhokseumawe, AKBP Anang Triarsono, menyebutkan ada 9 warga Rohingya yang mencoba kabur melalui belakang Shelter Blang Adoe, Senin malam, 28 September 2015. Warga Rohingya ini kemudian ditangkap oleh masyarakat.

Hal ini dikatakan AKBP Anang Triarsono kepada portalsatu.com saat turut langsung mengamankan ratusan pengungsi Rohingya yang coba kabur dari shelter, Selasa sore, 29 September 2015.

“Kenapa (Rohingya-red) takut dan sebagainya? Indikasi sementara diduga adanya suatu perkosaan dan lainnya. Maka dengan kejadian ini, kita butuh penerjemah untuk menjelaskan apakah  benar telah terjadi tindakan tersebut,” kata AKBP Anang.

“Intinya kita tetap akan menangani kasus ini lebih lanjut. Kasus ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menyelesaikannya,” ujarnya lagi.

Kapolres juga menjelaskan, kedepan pihaknya akan menempati 10 personil polisi di Shelter Blang Adoe. “Dan juga nantinya ditambah dari pihak pemerintah Aceh Utara melalui Satuan Polisi Pamong Praja,” katanya. [] (mal)

 

Wanita Rohingya Sempat Menolak Untuk Divisum

Wanita Rohingya Sempat Menolak Untuk Divisum

LHOKSUKON – Wanita Rohingya yang diduga mengalami pelecehan seksual di Shelter Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, sempat menolak untuk dilakukan visum terkait kejadian menimpa dirinya.

Informasi yang diterima portalsatu.com, wanita tersebut enggan saat diajak oleh para petugas medis setempat untuk dilakukan visum. Para pengungsi Rohingya lainnya juga ikut melarang petugas yang akan membawa wanita itu.

Amatan portalsatu.com di Shelter, sebagian  Rohingya bersikeras ingin pergi dari shelter tersebut dan jelang pukul 16.00 Wib tadi, mereka mencoba kabur. Sayangnya, baru sekitar dua kilometer mereka berjalan kaki, puluhan personil dari Polres Lhokseumawe berhasil menghadangnya sehingga para Rohingya ini balik arah menuju shelter lagi.

Setelah beberapa jam, tim gabungan yang ada di shelter mencoba berbicara dengan para wanita tadi, namun mereka bersikeras untuk tidak mau periksa.

Melihat hal itu, para personil Satpol PP dibantu kepolisian setempat langsung bergerak ke barak wanita tadi.

Awalnya, terjadi aksi tarik menarik dan akhirnya wanita tersebut berhasil dibawa keluar untuk diberikan pertolongan medis dan juga memastikan adanya pelecehan seksual yang dia alami. [] (mal)

4 Wanita Rohingya Diduga  Alami Pelecehan Seksual

4 Wanita Rohingya Diduga Alami Pelecehan Seksual

LHOKSUKON – Empat wanita pengungsi Rohingya yang ditampung di Shelter Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara diduga mengalami pelecehan seksual, Kemarin, 28 September 2015. Wanita tersebut berinisial  TI, HA, AM, dan ZU.

Informasi yang diterima portalsatu.com, kejadian tersebut berawal dari 4 wanita, 2 pria dan 5 orang anak-anak  keluar dari shelter, Selasa siang, 29 September 2015. Informasi sementara mereka keluar dengan tujuan ingin lari ke Malaysia.

Rosyid, salah seorang  pengungsi Rohingya kepada portalsatu.com menyebutkan kejadian tersebut sangat-sangat disayangkan, kenapa hal ini bisa terjadi.

Menurutnya, setelah mendengar kabar mereka keluar dari shelter, petugas dan warga sekitar mencoba mencari keberadaannya. Menjelang magrib, mereka ditemukan tidak jauh dari shelter.

“Ketika mereka dibawa kembali ke Shelter sudah dalam keadaan tidak memakai busana lagi, termasuk dua laki-laki tersebut,” katanya.

Tak hanya Rosyid, pengungsi lainnya Husein, juga menyebutkan dari wajah wanita tersebut terdapat lembab-lembab.

Hingga berita ini diturunkan, portalsatu.com belum berhasil meminta keterangan petugas keamanan setempat terkait kejadian yang menimpa wanita Rohingya tersebut.

Diduga, akibat kejadian ini, Selasa sore atau sekitar pukul 16.00 WIB, ratusan pengungsi Rohingya mencoba kabur dari Shelter Blang Adoe. Namun sekitar 2 kilometer berjalan, mereka langsung dihadang puluhan personil Polres Lhokseumawe. [] (mal)

Foto: Kondisi Terkini di Kamp Rohingya Blang Adoe

Foto: Kondisi Terkini di Kamp Rohingya Blang Adoe

LHOKSUKON – Ratusan pengungsi Rohingya mencoba kabur dari shelter Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Selasa, 29 September 2015, sekitar pukul 16.00 WIB. (Baca: Ratusan Pengungsi Rohingya Coba Kabur dari Shelter Blang Adoe)

Berikut beberapa foto kondisi terkini di shelter Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur.[]

kondisi rohingya di blang adoe3
@Datuk Haris Molana
kondisi rohingya di blang adoe2
@Datuk Haris Molana
kondisi rohingya di blang adoe
@Datuk Haris Molana
Pengungsi Asing Bisa Saja Jadi Sleeping Agen Teroris?

Pengungsi Asing Bisa Saja Jadi Sleeping Agen Teroris?

BANDA ACEH – Kepala Staf Kodam Iskandar Muda, Jenderal L. Rudy Polandi mengatakan pihaknya bekerjasama dengan intelijen wilayah telah mencegah berkembangnya jaringan teroris ke Aceh dengan deteksi dini.

“Kalau dari sisi lain, saya lihat memang di Aceh ini bisa masuk kalau ada peluang. Cuma alhamdulillah, salah satunya masyarakat sekarang sudah sadar. Kita sudah bosan dengan konflik dan sebagainya. Masyarakat sekarang menginginkan perdamaian,” kata Rudy saat konferensi pers di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, Selasa, 29 September 2015.

Namun Rudy mengatakan paham terorisme atau bahkan terduga teroris memungkinkan masuk dari pengungsi, kelompok-kelompok luar yang masuk ke pesantren dan dayah-dayah di Aceh, atau dari orang-orang asing yang sengaja datang ke daerah ini. Dia mencontohkan seperti peneliti asing yang masuk menyebarkan paham-paham tersebut.

“Kita Kodam tetap intens melaksanakan pemantauan dan pencegahan yang akan dilakukan dan mencari informasi dari masyarakat,” katanya.

Rudy mengatakan indikasi terorisme di Aceh secara nyata memang belum terlihat. Namun, kata dia, mereka sudah mulai mengintip masuk ke Aceh melalui orang asing yang memanfaatkan situasi.

“Misalnya beberapa Rohingya, kemungkinan ini bisa dijadikan sleeping agent yang dilakukan oleh warga luar negeri yang memainkan perannya di Aceh, dan kita harus waspada yang satu akidah tetapi beda aliran,” kata Rudy.

Pihak asing lainnya yang patut diwaspadai masuk ke Aceh adalah orang-orang yang mengaku dari Arab. “Kita tidak bisa menyalahkan, karena mereka juga Islam tetapi alirannya yang harus kita waspadai dengan melihat arahnya kemana, saya rasa begitu,” ujarnya.

Menurut Rudy ada beberapa upaya pencegahan radikalisme yang bisa dilakukan untuk komunitas anak muda Aceh. Salah satunya adalah dengan mengajak anggota komunitasnya untuk ikut berpartisipasi dalam menulis artikel yang akan dipublish melalui portaldamai, yang telah disediakan BNPT.

Untuk diketahui, BNPT telah menyediakan wadah untuk menampung segala jenis artikel untuk mencegah radikalisme dan terorisme yang kini masuk ke Indonesia. Menurut Deputi BNPT, Mayjen TNI Agus Surya Bakti, portaldamai merupakan wadah tempat berkumpulnya orang-orang yang menginginkan kedamaian.[](bna)

Ratusan Pengungsi Rohingya Coba Kabur dari Shelter Blang Adoe

Ratusan Pengungsi Rohingya Coba Kabur dari Shelter Blang Adoe

LHOKSUKON – Ratusan pengungsi Rohingya mencoba kabur dari shelter
Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Selasa, 29
September 2015, sekitar pukul 16.00 WIB.

Amatan portalsatu.com, terlihat ratusan warga etnis Rohingya itu ke luar dari shelter dengan wajah kesal dan marah.

Sekitar 2 kilometer berjalan, mereka langsung dihadang puluhan personil Polres Lhokseumawe.

Hingga berita ini diturunkan portalsatu.com belum memperoleh keterangan lebih lanjut terkait motif pengungsi Rohingya itu mencoba meninggalkan shelter tersebut.[]

Foto: Pengungsi Rohingya kabur dari shelter Blang Adoe. @Datuk Haris MOlana/portalsatu.com