Tag: Pulau Gosong

Pulau Gosong, Setumpuk Mutiara Aceh Barat Daya

Pulau Gosong, Setumpuk Mutiara Aceh Barat Daya

Dermaga Ujong Serangga hanya berjarak 5 kilometer dari kota Blangpidie atau dengan waktu tempuh sekitar 15 menit jika mengendarai sepeda motor. Tepatnya berada di Kecamatan Susoh. Selain menjadi tempat bongkar muat hasil tangkapan nelayan, juga sebagai tempat penyeberangan ke Pulau Gosong.

Segaris kecil warna putih terlihat jauh dari depan Dermaga Ujong Serangga. Di atas garis itu sejumput dedaunan hijau mengerucut menunjuk langit. Semua tampak kecil seperti seolah sengaja diletakkan di sana sebagai ornamen Samudra Hindia agar tak melulu hamparan air berwarna biru saja.

Garis putih dan kerucut hijau itu adalah pulau yang disebut warga lokal dengan Gosong. Gosong tercipta akibat tumpukan pasir yang terbawa arus dan terus menerus tertimbun akibat tertahan oleh tumpukan karang di tengah laut.

Pulau Gosong tampak kontras dengan warna laut hijau tosca dan biru gelap. Pulau ini terlihat jauh karena ukurannya yang kecil. Tapi sebenarnya jaraknya dekat sekali dengan dermaga. Bahkan tak sampai setengah jam untuk menyeberang ke pulau yang dihuni oleh banyak belalang ini. Ya, belalang hidup makmur di sini. Beberapa pohon waru juga tumbuh subur di antara cemara laut di pulau ini menjadi makanan favorit ratusan ekor belalang yang akan segera kabur jika didekati.

DCIM100GOPROG0161034.

Pulau Gosong baru-baru ini menjadi populer di kalangan anak muda. Khususnya mereka yang berdomisili di Blangpidie dan Susoh. Pada musim liburan, pulau ini ramai dikunjungi. Umumnya mereka datang berpiknik dengan membawa perlengkapan memasak dan bahan makanan untuk dimasak sebelum waktu makan siang. Sebuah pondok dibangun untuk memfasilitasi para pengunjung. Sayangnya pondok yang dibangun pemerintah ini tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Lantai papannya bolong-bolong karena dicopot untuk dijadikan kayu bakar! Nyan buet awak Aceh!

Pulau kecil ini memiliki taman bawah laut yang menarik untuk diamati. Airnya yang bening memiliki visibilitas yang memungkinkan kita untuk snorkeling dan diving. Tutupan karang pada dasar lautnya juga terbilang luas dengan aneka ragam terumbu karang dan jenis ikan. Seorang penyelam yang tergabung dalam Pusong Dive Club (PDC)menyebutkan adanya populasi ikan Napoleon di perairan Pulau Gosong. Hal ini juga diamini oleh Rikar, delegasi Aceh untuk Kapal Pemuda Nusantara Sail Tomini 2015 ini sempat menemukan seekor Napoleon yang bermain-main di perairan dangkal ketika dia sedang snorkeling.

Pulau Gosong-2@citra rahman-hananan-com

Kekayaan hayati yang terkandung di perairan Pulau Gosong terus dijaga oleh para pencinta alam bawah laut seperti PDC ini. Mereka rutin setiap bulan melakukan pembersihan pada koral-koral dan penanaman kembali untuk menggantikan terumbu karang mati akibat arus panas yang disebabkan oleh global warming. Semoga ekosistem di Pulau Gosong tetap lestari dan bersih dari sampah-sampah.

Pantai pasir putih yang melingkari daratan, kilau riak ombak dari lautan yang bening bak kristal, dan keindahan ekosistem yang berjuang melawan pemanasan global adalah potensi wisata bahari yang selayaknya mendapat perhatian pihak-pihak terkait serta kepedulian bersama untuk terus menjaganya dari kerusakan dan eksploitasi yang berlebihan.

Mutiara Aceh Barat Daya ini akan bertahan selamanya. Atau bisa saja hancur dalam sekejap jika tak ada peraturan yang mengatur pemanfaatannya. Penangkapan ikan karang yang masif dan terus menerus, pemboman, buang jangkar sembarangan, meracun ikan, bahkan menginjak terumbu karang adalah kontribusi negatif pada kelangsungan ekosistem di Pulau Gosong.[]

Penulis adalah travel blogger. Pemangku blog www.hananan.com | Foto @Citra Rahman

Peserta Sail Tomini Rikar Maulana Kampanyekan #AyokeLaut & #JagaLaut

Peserta Sail Tomini Rikar Maulana Kampanyekan #AyokeLaut & #JagaLaut

PESERTA Kapal Pemuda Nusantara dan Sail Tomini 2015 asal Aceh, Rikar Maulana Putra, bersama sejumlah anak muda lainnya sedang mengampanyekan gerakan #AyokeLaut dan #JagaLaut yang akan disebarkan melalui sosial media.

Gerakan ini berawal dari perginya Rikar dan sejumlah anak muda dari berbagai komunitas di Aceh Barat Daya ke Pulau Gosong, yaitu sebuah pulau kecil yang ada di Kecamatan Susuh, Aceh Barat Daya pada 22 Juli 2015 lalu. Pulau Gosong memiliki panorama bawah laut yang indah sehingga menjadi magnet wisatawan.

“Semakin banyak yang berkunjung ke pulau ini, mulai memberikan dampak negatif akibat kebiasaan masyarakat yang masih kurang memahami pentingnya kebersihan lingkungan. Sampah bertebaran di mana-mana, ini menjadi PR besar bagi kita bersama. Sosialisasi ini terus digencarkan untuk menjaga keelokan ekosistem Pulau Gosong,” kata Rikar kepada portalsatu.com, melalui surat elektronik, Jumat, 31 Juli 2015.

#AyokeLaut dan #JagaLaut merupakan gerakan kampanye bahari untuk mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk mencintai laut. Potensi laut sebagai salah satu karunia Allah sudah sepatutnya dijaga kelestariannya. Karena manusia juga banyak yang menggantungkan hidupnya pada laut.

“Kampanye melalui media sosial ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian dan semangat pemuda-pemudi Indonesia untuk menjaga laut. Karena pemuda adalah agen perubahan,” katanya.

Kampanye #AyoKeLautdan #JagaLaut bisa diikuti oleh siapa saja. Bagi yang ingin berpartisipasi bisa mengunggah foto dengan tema laut ke akun Instagram dengan tagar khusus @AyokeLaut dan #JagaLaut pada setiap foto. Foto yang menarik akan di-repost di akun Instagram @ayokelaut (instagram.com/ayokelaut) yang dikelola oleh para peserta KPN Aceh.

 Rikar merupakan satu dari empat anak muda Aceh yang lolos di program Kementerian Pemuda dan Olahraga itu. Kegiatan ini akan digelar pada akhir Agustus hingga September nanti. Kapal Pemuda Nusantara mendorong anak-anak muda yang berminat dan ingin berkiprah di dunia bahari.

Terpilih sebagai peserta Kapal Pemuda Nusantara yang akan mewakili Aceh, membuat Rikar harus memberikan aksi nyata untuk daerahnya. Salah satunya adalah dengan terus menggali informasi dan potensi tentang Pulau Gosong yang menjadi bahan proposalnya dalam program ini.

Karena itu pekan lalu ia berinisiatif untuk mengunjungi Pulau Gosong. Mereka juga mengadakan coastal cleaning dan berhasil mengumpulkan 10 kantong sampah.

“Kampanye ini juga mengimbau pengunjung yang datang ke Pulau Gosong untuk membawa pulang kembali sampahnya.”

Adapun komunitas yang terlibat dalam gerakan ini adalah komunitas fotografi Komfoos, AcehVidgram, Pusong Diving Club, dan beberapa pemuda sadar wisata.[] (ihn)

Komunitas Fotografi Abdya Bersihkan Pulau Pusong

Komunitas Fotografi Abdya Bersihkan Pulau Pusong

BLANGPIDIE – Para fotografer di Aceh Barat Daya yang tergabung dalam komunitas Komfoos beberapa hari lalu membersihkan lokasi wisata Pulau Pusong atau Pulau Gosong. Pulau ini terkenal dengan keindahan objek bawah lautnya.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dibuat oleh komunias fotografi Komfoos sebulan sekali. Selain untuk refreshing dan menikmati keindahan laut di Pulau Gosong, kita juga menjaga keindahannya,” kata Ketua Komfoos, Ardi, kepada portalsatu.com, Senin, 27 Juli 2015.

Menurut Ardi, para fotografer yang datang ke pulau itu tak sanggup menahan diri untuk tidak mengabadikan keindahan pulau itu. Agar keindahan panorama alam tersebut tidak hilang, salah satu langkahnya adalah dengan menjaga dan membersihkannya. Pulau Gosong katanya merupakan salah satu taman wisata bawah laut idaman masyarakat Aceh Barat Daya.

“Masyarakat di sini banyak menghabiskan waktu libur mereka untuk berkunjung ke pulau ini,” katanya.

Ardi berharap para wisatawan yang datang ke pulau itu juga membawa kantong khusus untuk menaruh sampah.

“Jika para pengunjung yang hendak ke pulau Gosong, tidak hanya menyiapkan peralatan seperti alat dokumentasi saja. Tetapi juga membawa bekal seperti kantong sampah. Agar kita bisa menjaga dan merawat bersama pulau indah ini,” ujarnya.

Pulau Pusong atau sering disebut Pulau Gosong oleh masyarakat Abdya ini, ditempuh dari dermaga Ujong Serangga, Susoh. Untuk menuju ke sana, cukup memakan waktu sekitar 20 menit saja menggunakan kapal nelayan. Harga sewa kapal  bervariasi, mulai dari harga Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.[] (ihn)

Foto: istimewa