Tag: produktif

5 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Produktif

5 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Produktif

JAKARTA — Ada banyak alasan untuk mengambil keuntungan dari rutinitas pagi Anda. Karena kita selalu lebih produktif setelah kita bangun, mengambil keuntungan dari pagi hari akan terbukti bermanfaat dalam jangka pendek dan panjang.

Bangun merasa sukses adalah cara terbaik untuk memulai hari Anda. Setelah sistem mengambil alih diri sendiri dan dini Anda akan membuat Anda terstruktur, terorganisir, dan siap untuk mengatasi bagian yang tersisa dari hari.

Dilansir dari Lifehack, berikut lima rutinitas yang bikin Anda lebih produktif:

1. Minum air lemon dingin

Kadang kita tergoda dengan secangkir kopi untuk memulai aktivitas. Namun, akan lebih baik jika hari Anda diawali dengan segelas air lemon.

Minuman sehat ini selain membuat Anda lebih melek, juga mengurangi rasa lapar, membantu sistem pencernaan, mengandung vitamin, dan membuat nafas anda lebih segar.

2. Olahraga

Olahraga di pagi hari membuat Anda lebih sehat, dan kuat. Sulit untuk melewatkan olahraga jika ingin memiliki hari yang lebih produktif. Dokter, ahli kesehatan mental, dan guru semua menyarankan olahraga demi kebugaran Anda.

3. Berjemur di pagi hari

Berjemur di pagi hari dapat mencerahkan suasana hati Anda, meningkatkan persepsi, dan juga meningkatkan kinerja dari tugas-tugas, dan mengatur sistem sirkadian tubuh Anda.

4. Meditasi

Meditasi selama lima menit dapat membantu meredakan stres. meditasi juga meningkatkan kreativitas dan kosentrasi. Semakin banyak Anda bermeditasi, semakin baik bagi metabolisme tubuh Anda.

5. Buku Agenda

Prioritaskan kegiatan paling penting yang ingin Anda capai pada siang hari. Memiliki buku agenda akan membuat Anda lebih siap untuk menghadapi tantangan hari.

Selain itu, Buku Agenda juga membuat Anda lebih baik teratur.[] Sumber: bisnis.com

Foto ilustrasi

Co-Founder Batavia Publishing Bagi Resep Produktif Selama Puasa

Co-Founder Batavia Publishing Bagi Resep Produktif Selama Puasa

Oleh: Aida M.A

Perubahan ritme kegiatan selama bulan puasa seringkali membuat tubuh “kaget”. Setidaknya tubuh membutuhkan 3-7 hari untuk beradaptasi, dan 14-21 hari untuk menjadikannya sebagai kebiasaan.

Kebiasaan menulis yang selalu dilakukan setiap hari pun, akan mengalami perubahan seiring dengan perubahan jam tidur dan makan selama di bulan Ramadan.

Namun, tidak perlu khawatir, karena selama berpuasa kita justru akan lebih produktif dalam bekerja dan berpikir. Mengapa demikian? Sebelumnya organ tubuh saat tidak berpuasa, seperti usus dan lambung melakukan pencernaan makanan sehingga aliran darah dan tenaga banyak ditumpukan untuk proses pencernaan makanan, sebaliknya ketika dalam kondisi berpuasa, aliran darah dan tenaga berpeluang memberikan tumpuan pada otak untuk berpikir dan meningkatkan daya pikir.

Menulis selama bulan puasa juga sangat memungkinkan. Meski perubahan waktu makan dan tidur memaksa kita mengatur kembali ritme kebiasaan menulis yang sudah diadaptasi  pada bulan-bulan sebelumnya.

Hal ini sudah dipraktekkan oleh Ahmad Bahjat, penulis buku Nabi-Nabi Allah (kurang lebih 600 halaman), buku yang dianggap sebagai buku perpaduan sastra dan sejarah dari sudut Qurani, penyelesaian penulisan buku tersebut selama bulan Ramadhan.  Jadi, sungguh sangat tepat kita meningkatkan produktivitas dalam menulis selama di bulan puasa ini.

Menurut penulis asal Aceh ini, Setidaknya ada dua waktu yang bisa dimanfaatkan untuk menulis dan menghasilkan sebuah tulisan yang menarik dan berkualitas. Yuk intip sama-sama:

Setelah Sahur

Setelah sahur, kebiasaan tidur kembali setelah salat subuh sangat baik diganti dengan menulis, hanya butuh waktu selama 1-2 jam menjelang pagi. Pergantian waktu antara gelap ke terang terutama fajar menuju matahari terbit mampu meningkatkan daya ingat dan kerja otak yang integratif. Percayalah ketika menulis dalam kondisi ini, seperti mengawali hari-hari dengan ide-ide baru yang cemerlang.

Menjelang Berbuka

Ngabuburit menjelang berbuka puasa, kegiatan menunggu saat berbuka puasa bisa dilakukan dengan menulis. Kondisi tubuh yang lapar mampu meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga mampu menganalisis ide-ide baru karena racun-racun di dalam tubuh sedang dinetralisir. Tak terasa selama menunggu waktu berbuka, kita justru sudah menghasilkan berlembar-lembar tulisan.

Dua waktu yang disarankan di atas jika dilakukan setiap hari setidaknya 1-2 jam saja bisa menghasilkan 2 lembar tulisan, jika dikali dua (setelah sahur dan menjelang berbuka) maka akan menghasilkan 4 lembar tulisan, lalu dikali 30 hari akan menghasilkan 120 halaman, dalam artian selama puasa kita sudah menghasilkan satu buku, Insya Allah kita tetap produktif menulis di bulan Ramadan.

Hal yang tak kalah penting dari ini, karena kebiasaan yang kita bangun selama bulan puasa ini, akan menjadi gerak tubuh dan otak yang menciptakan Habituasi,  dengan kata lain akan menjadi kebiasaan di bulan selanjutnya, dan mampu dilakukan tanpa paksaan apalagi tekanan.

“Bila seseorang banyak melatih dan mengulang, terpaksa ataupun sukarela, dia pasti akan menguasai keahlian tertentu. Inilah namanya pembentukan kebiasaan alias habits (How To Masters Your Habits)”

Selamat menulis dan menghasilkan karya selama di bulan Ramadhan.[] (ihn)

Aida M.A adalah Co-Founder Batavia Publishing. Ia berasal dari Aceh Selatan dan sekarang berdomisili di Jakarta. Selain sebagai penulis ia juga seorang coach writer.