Tag: pidie

Kepala BMCK Pidie: Proyek Tak Selesai Kena Sanksi

Kepala BMCK Pidie: Proyek Tak Selesai Kena Sanksi

SIGLI – Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Kabupaten Pidie, Muhammad Nazar meminta kepada rekanan yang mengerjakan proyek untuk dapat selesai dipangan sebelum batas waktu kontrak habis. Jika tidak maka akan kena pinalti atau pemutusan kontrak kerja.

Hal itu dikatakan Nazar, kepada portalsatu.com, ketika dikomfirmasi terkait adanya sejumlah proyek yang bobot kerjanya masih rendah, seperti proyek pembangunan gedung Pusat Data dan Inforamsi (Pusdati) di Sigli Kabupaten Pidie, Rabu 30 September 2015.

“Kita tidak main-main dalam hal proyek, jika tidak selesai akan kena pinalti,” kata Nazar sembari mengaku kalau dengan Pusdatin dia yakin akan selesai pembangunannya sebelum batas kontrak berakhir.

Lebih lanjut Nazar menerangkan kalau proyek Pusdatin itu bobotnya masih rendah karena telat dimulai pekerjaan oleh rekanan pemenang tender PT. Muara Dua Sejati dengan nilai kontrak sebesar Rp 3,48 miliar. Alasan rekanan karena belum ada pekerja sehingga telat dimulai.

“Tapi itu bukan alasan bagi kita. Yang jelas harus siap sesuai kontrak,” katanya lagi.

Gedung Pusdatin, menurut Nazar, akan dibangun secara permanen dengan kontruk berlantai tiga. Sumber dana merupakan anggaran dari provinsi sehingga provinsi sudah memperingatkan dirinya untuk terus memacu pekerjaan agar cepat siap.

“Kemarin ada kunjungan Wagub Muzakkir Manaf bersama Ketua Tim Percepatan Pengendalian Kehiatan (P2K) Aceh dr Taqwallah dan sudah menegur rekanan,” jelasnya.

Sanksi tegas, menurut Kadis BMCK ini, bukan hanya berlaku pada proyek Pusdatin, tetapi semua proyek yang ada di Pidie baik dari sumber APBA maupun APBK di bawah kendalinya.

“Jadi saya berharap kepada rekanan untuk dapat terus bekerja di lapangan sehingga proyek dapat selesai tepat waktu, rakyat dapat memanfaatkan, rekanan tidak kena sanksi,” kata Nazar. [] (mal)

KUA-PPAS-P 2015 Sebesar Rp1,7 Triliun Dibahas Dewan

KUA-PPAS-P 2015 Sebesar Rp1,7 Triliun Dibahas Dewan

SIGLI – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie mulai membahas anggaran  perubahan tahun 2015 yang tertuang dalam Kebijakan Umum Perubahan dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan (KUA-PPAS-P) yang nilainya mencapai Rp. 1,699 triliun lebih.

Nota Dinas Sekretaris Dewan (ND Sekwan) Husni Tamren kepada Portal Satu, Senin 28 September 2015, mengatakan berdasarkan pengajuan ada peningkatan anggaran dari APBK Pidie tahun 2015 yang disahkan awal tahun sebesar Rp 1,44 triliun menjadi 1,7 triliun  yang diajukan dalam KUA- PPAS Perubahan sudah diterima panitia anggaran dewan untuk dibahas.

Sidang pembahasan akan dimulai hari ini dan sesuai jadwal berakhir 7 Oktober mendatang.

“Insya Allah akan dilakukan pembahasan mulai hari hari ini, bahkan jadwal sudah kita buat hingga 7 Oktober 2015. Semua kebutuhan yang diperlukan sudah siap,” kata Husni Tamren.

Menurut Husni, sebelumnya Wakil Bupati, M. Iriawan SE bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Amiruddin SE M.Si selaku Panitia Anggaran (Panggar) Eksekutif  telah menyerahkan dokumen rancangan anggaran KUA- PPAS pada acara pembukaan sidang di depan seluruh anggota dewan. “Rancangan yang telah terjadi perubahan sebesar Rp266 miliar itulah yang segera dibahas dalam sidang,” lanjutnya.

Bertambahnya anggaran, menurut Sekwan dikarenakan adanya plotan bantuan pemerintah pusat untuk dana gampong sebesar Rp 150 miliar dan tambahan dari pendapatan lainnya sebesar Rp116 miliar sehingga total penambahan Rp 266 miliar. [] (mal)

 

Wabup Pidie Nilai Kegiatan Badan Ketahanan Pangan Ibarat Rapat Maulid

Wabup Pidie Nilai Kegiatan Badan Ketahanan Pangan Ibarat Rapat Maulid

SIGLI – Wakil Bupati Pidie, M. Iriawan, SE, merasa kecewa dengan kegiatan rapat turun ke sawah (Aceh: rapat tron u blang) yang digelar oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) setempat di Sigli, Selasa, 15 September 2015. Dia menilai kegiatan tersebut ibarat rapat maulid atau agenda tahunan tanpa ada terobosan baru.

“Saya melihat rapat ini tidak ada perubahan jadwal dari tahun lalu tanpa ada terobosan untuk membantu petani meningkatkan hasil produksi padi,” ujar Iriawan.

Dia juga menyebutkan agenda rapat tersebut seperti di-copy paste dari tahun-tahun sebelumnya. Agenda rapat ini juga tidak memuat strategi bagaimana memajukan dunia pertanian di masa depan dan belum menawarkan terobosan baru metoda pola tanam yang menguntungkan petani.

“Setiap tahun rapat terus. Sedangkan hasil dari rapat turun ke sawah tidak pernah tercapai secara maksimal,” kata Wabup Pidie.

Dia juga mengkritisi kinerja BKPP Pidie yang tidak maksimal dalam memberikan informasi kepada petani. Baik mengenai pola tanam maupun metoda yang sesuai dengan topografi daerah masing-masing.

“Terobosan dan konsep tidak tergambarkan secara meyakinkan, bahkan implementasinya tidak sesuai dengan konsep yang dipaparkan dalam rapat ini,” kata Iriawan.

Sementara itu, Kepala BKPP Pidie, Teuku Sabirin, mengatakan rapat koordinasi turun ke sawah MT Rendengan 2015/2016 telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012, tentang ketahanan pangan yang berlandaskan kedaulatan pangan dan kemandirian pangan.

“Untuk itu Pemkab Pidie lebih mendahulukan program pembangunan ketahanan pangan sebagai pondasi awal dan sesuai dengan motto dari daerah Aceh, pang ulee buet ibadah, pang ulee hareukat meugoe (pekerjaan paling utama ibadah, dan mencari rezeki dengan cara membajak sawah),” katanya.[](bna)

Laporan: Zamah Sari

29 CPNS Pidie Terima SK Pengangkatan

29 CPNS Pidie Terima SK Pengangkatan

SIGLI – Sebanyak 29 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menerima SK pengangkatan dari Pemerintah Kabupaten Pidie di Operasional Room Kantor Bupati, Senin, 14 September 2015. Ke 29 orang tersebut adalah peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Formasi Umum di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie tahun 2014.

“Sebenarnya Pidie memiliki 30 formasi. Namun satu formasi yaitu Guru SLB dari 4 orang peserta yang mengikuti ujian, tidak ada satu pesertapun yang dinyatakan lulus oleh pihak pusat, sehingga formasi kelulusan Pidie hanya 29 orang,” ujar Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Pidie Mukhlis, S.Sos.

Ia menjelaskan penetapan dan pengangkatan tersebut berdasarkan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia tertanggal 21 Januari 2015. Selain itu, pengangkatan ini juga berdasarkan SK Bupati Pidie dengan Nomor: 810/59/Kep.27/2015 dan Nomor: 800/168/Kep.27/2015.

Wakil Bupati Pidie, M. Iriawan, SE, dalam sambutanya mengatakan CPNS yang sudah mendapat SK hari ini masih dalam masa percobaan. Menurutnya sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku, mereka akan dinilai dan dievaluasi selama 1 hingga 2 tahun apakah layak atau tidak untuk diangkat menjadi PNS.

Ia mengingatkan agar mereka bersedia untuk mengabdi di Pidie dan tidak menuntut pindah sekurang-kurangnya selama 10 tahun sesuai dengan pernyataan yang pernah dibuat sebelumnya. Dia turut mengingatkan para Kepala SKPK tempat CPNS bertugas agar tidak merekomendasi pemindahan tugas kepada CPNS Formasi Umum tahun 2014 dalam kurun waktu yang disebutkan.

Selain itu Iriawan meminta PNS di lingkungan Kabupaten Pidie untuk tetap melaksanakan tugas sebagaimana Tupoksi masing-masing. Mereka juga diminta untuk mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan, baik yang menyangkut masalah administratif, disiplin maupun masalah teknis di tempat tugas masing-masing.

“Tanamkan sikap dan perilaku jujur, disiplin, dedikasi, loyalitas dan tanggung jawab yang tinggi, serta mampu mengembangkan diri untuk menjadi pegawai yang kreatif dan inovatif serta profesional,” ujarnya.

“Jaga teguh marwah Pidie dan bekerjalah dengan keiklasan hati, semoga kinerja yang telah dan akan kita lakukan menjadi amalan baik yang akan dibalas dengan Pahala oleh Allah Swt,” katanya.[](bna)

Gerakan Pidie Ceria Gelar Membaca Gratis

Gerakan Pidie Ceria Gelar Membaca Gratis

SIGLI – Puluhan anak-anak belajar membaca bubuk-buku pintar dari berbagai terbitan yang digelar Gerakan Pidie Mengajar di Pantai depan Pendopo Bupati Pidie, Sigli Kabupaten Pidie, Minggu 13 September 2015.

Kegiatan untuk membuat gemar membaca  digagas Gerakan Pidie membaca dalam rangka menciptakan generas Pidie yang pintar.

“Kita gagas ini agar anak-anak bias belajar sambil bermain bersama keluarganya di akhir pekan,” kata Ketua lembaga Ismail Von Sabi ketika ditemui di lokasi kegiatan.

Dilanjutkan Ismail, program tersebut dilakukan untuk mengisi hari libur anak-anak bersama keluarganya dengan membaca sambil lesehan.

“Kita tidak pungut biaya kepada peminat. Karena semua itu semata sebagai partisipasi kita mewujudkan generasi cinta membaca. Dengan membaca akan membuat mereka pintar,” ujarnya.

Katanya, meski di hari pertama dibuka dan hanya beralaskan terpal tenda biru tanpa beratap langit, nampak anak-anak sangat betah membaca berbagai buku yang disediakan lembaga.

Ada berbagai buku mulai dari buku pelajaran sekolah hingga buku cerita dan pengetahuan umum tersedia. Ada sebagian anak-anak ragu-ragu mengambil buku untuk dibacanya, karena dikira harus bayar. “Saya takut pak karena gak punya uang,” kata Zaki, salah seorang anak yang sedang bermain bersama temannya di dekat pustaka terbuka itu.

Setelah dikasih tahu gratis, Zaki, pelajar kelas 3 SD 1 Kota Sigli ini langsung mengambil buku matematika kelas 3 SD sambil duduk lesehan dia membacanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Murthalamuddin ketika dihubungi melalui Hpnya menanyakan gimana sikapnya terhadap gebrakan yang dilakukan lembaga yang berbasis di Pidie tersebut.

“Saya sangat mendukungnya dan perlu kita berikan aprisiasi kepada lembaga ikut andil menciptakan generasi cerdas,” kata Murthala yang mengaku sedang berada di luar daerah.

Kadis juga berjanji akan mengunjungi lokasi digekarnya kegiatan membaca serta akan membantu buku-buku yang dibutuhkan dan sesuai dengan daerah kita bersyariat. “Insya Allah saya akan sempatkan diri melihatnya,” kata Murthala. [] (mal)

 Foto sejumlah anak-anak sedang membaca bubu-buku yang disediakan Gerakan Pidie Mengajar di Pantai Sigli. 

Ini Harapan untuk Sekda Baru Kabupaten Pidie

Ini Harapan untuk Sekda Baru Kabupaten Pidie

SIGLI – Wakil Bupati Pidie M. Iriawan SE, melantik H. Amiruddin, sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie dan H. Idhami, S.Sos sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pidie.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengingatkan lima hal penting kepada Sekda dan para Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Pidie.

Yang pertama adalah memperjelas status para PNS di Kabupaten Pidie, dan memastikan seluruh PNS Kabupaten Pidie untuk melakukan pendataan E-PUPNS sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2015, dan juga Peraturan kepala Badan Kepegawaian Negara nomor 19 tahun 2015, Tanggal 22 Mei 2015, Tentang Pedoman pelaksanaan Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil Secara Elektronik.

“Saya meminta kepada saudara Sekda, untuk dapat terus memantau pemuthakhiran pendataan E-PUPNS, hal ini penting untuk dilaksanakan guna memperjelas status dari para PNS di Kabupaten Pidie,”ujarnya.

Kemudian yang kedua, Wakil Bupati mengingatkan Sekda sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten, agar segera berkoordinasi dengan pihak Legislatif guna mempercepat pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Pidie Tahun Anggaran 2015. Dan dapat terus memantau realisasi penyaluran anggaran dana Gampong.

Selanjutnya Iriawan meminta Sekda agar dapat melaksanakan penegakan disiplin PNS sesuai dengan PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dan mengambil tindakan tegas terhadap pegawai yang tidak melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dan kalau memang harus dijatuhi hukuman disiplin berat sampai dengan pemberhentian dengan hormat atau tidak dengan hormat segera dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Kepada semua kepala SKPK juga saya meminta tidak ragu – ragu dalam melaporkan dan mengambil tindakan penjatuhan hukuman disiplin sesuai dengan kewenangan masing-masing,” kata Wabup.

Hal ke empat yang dingatkan Wakil Bupati Pidie adalah kepada seluruh kepala SKPK diminta untuk segera melakukan percepatan realisasi penyerapan anggaran tahun 2015. karena menurutnya sebentar lagi akan memasuki Triwulan ke-empat dalam pelaksanaan kegiatan Pemerintahan.

Dan hal penting yang ke lima yang diingatkan Wakil Bupati M. Iriawan Kepada seluruh Kepala SKPK diminta, untuk tetap berkonsultasi dengan Kepala Daerah dan Sekretaris Daerah dalam segala hal, baik penyelenggaraan Tupoksi SKPK, penyerapan anggaran, dan juga kegiatan pemerintahan lainnya.[] (mal)

Wabup Pidie Minta Sekda Pantau e-PUPNS

Wabup Pidie Minta Sekda Pantau e-PUPNS

SIGLI – Pendataan ulang Pegawai Negeri Sipil secara elektronik e-PUPNS di Kabupaten Pidie harus segera dilaksanakan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati M. Iriawan, dalam pidato sambutan usai pelantikan Amiruddin, sebagai Sekda Pidie dan H. Idhami, S.Sos sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie di Oproom Sekdakab Pidie, Kamis 10 September 2014.

Kata Wabup Pidie, imbauan ini sejalan dengan UU Nomor 5 Tahun 2015, dan juga Peraturan kepala Badan Kepegawaian Negara nomor 19 tahun 2015 tanggal 22 Mei 2015 tentang Pedoman pelaksanaan Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil Secara Elektronik.

Ia meminta kepada Sekda H. Amiruddin, untuk dapat terus memantau pemuthakhiran pendataan E-PUPNS. Menurutnya, hal ini penting untuk dilaksanakan guna memperjelas status dari para PNS di Kabupaten Pidie.

“Pastikan seluruh PNS Kabupaten Pidie untuk melakukan pendataan ini,” ujarnya. [] (mal)

Amiruddin Dilantik Jadi Sekda Pidie

Amiruddin Dilantik Jadi Sekda Pidie

SIGLI – Wakil Bupati Pidie, M. Iriawan, melantik H. Amiruddin sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie menggantikan Drs. HT. Anwar, ZA, M.Si, di Oproom Kantor Bupati Pidie, Kamis 10 September 2015.

Acara tersebut di hadiri juga oleh Bupati Pidie Sarjani Abdullah serta unsur Muspida, Anggota DPRK, Para Kepala SKPK dan ka. BUMN/BUMD Kabupaten Pidie.

Wakil Bupati Pidie M. Iriawan, SE mengatakan Sekretaris Daerah (Sekda) merupakan jabatan yang sangat esensial, karena menjadi sentral penyelenggaraan administrasi pemerintahan.

“Maju mundurnya kegiatan Pemerintah Daerah sangat ditentukan oleh seberapa maksimalnya peran Sekda dalam mengendalikan, mengelola dan memberdayakan perangkat SKPK supaya dapat menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana yang telah dibebankan,” ujar Wakil Bupati dalam pidatonya pada acara pelantikan Sekda Pidie.

H. Amiruddin, SE, M.Si sebelumnya adalah Asisten Administrasi Umum Sekdakab Pidie menggantikan posisi H.T Anwar ZA, yang selanjutnya di tempatkan sebagai pelaksana di Sekretariat daerah Kabupaten Pidie.

Selain itu pada kesempatan yang sama Wakil Bupati juga melantik H. Idhami, S.Sos sebagai Asisten Administrasi Umum menggantikan H. Amiruddin.

M. Iriawan mengingatkan, sekretaris daerah yang baru untuk dapat berkosentrasi penuh sebagai pengendali administasi pemerintahan, karena jabatan Sekda, kata Wabup, merupakan seorang Katalisator, dinamisator dan juga motivator bagi para PNS dan masyarakat.

Ia berharap Sekda yang baru mampu melaksanakan tugas tersebut dengan menyambung apa yang telah dilakukan oleh Sekda terdahulu, dan menjadikan hal positif sebagai referensi dalam menjalankan tugas.

“Kami yakin, dengan bekal pengalaman menduduki beberapa jabatan strategis dari tingkat bawah, saudara dapat mengemban amanah ini

dengan sebaik-baiknya,” ujar Iriawan.

Kepada Sekda yang lama, Drs. H.T. Anwar ZA. M.Si Wakil Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pidie mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang telah menjalankan amanah dalam menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dengan komitmen dan tanggungjawab penuh tanpa kenal lelah demi kemajuan Kabupaten Pidie.[] (MAL)

Bupati Sarjani Berikan Bonus ONH untuk Juara Satu MTQ Asal Pidie

Bupati Sarjani Berikan Bonus ONH untuk Juara Satu MTQ Asal Pidie

SIGLI – Bupati Sarjani Abdullah menyambut kontingen Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pidie yang beberapa waktu lalu kembali dari Nagan Raya di Pendopo, Kamis, 3 September 2015. Kafilah Pidie berhasil meraih peringkat ke lima di MTQ ke 32 tingkat Aceh tersebut.

Bupati Pidie Sarjani Abdullah dalam sambutannya mengatakan hasil yang dibawa pulang lebih baik dari sebelumnya dan terus meningkat. Dia mengatakan pada MTQ ke-30, Pidie menduduki peringkat sembilan. Sementara pada MTQ ke 31 di Subulussalam, Pidie berada pada peringkat ke tujuh.

“Kita berharap pada MTQ yang akan datang Pidie dapat meraih gelar juara umum. Belajarlah dengan tekun dan tingkatkan kemampuan agar nama Pidie harum bersama kalian anak-anak kami,” ujar Sarjani di hadapan para kafilah.

Bupati Sarjani turut menyerahkan ONH ditambah uang pembinaan sebesar Rp 5 juta untuk mereka yang berhasil meraih juara satu di MTQ ke 32 tersebut. Adapun kafilah yang berhasil meraih juara satu adalah Nurul Fajri hafiz 30 juz putri, Nabilatul Adawiyah hafiz 10 juz putri, dan Farhataniah hafiz 10 juz tambah tilawah putri.

“Tahun 2015 ini, 3 orang kafilah yang kita berikan ONH. Saya harap untuk MTQ ke 33 tahun 2017 nanti bonus ONH yang akan diserahkan dapat kepada seluruh cabang yang kita ikuti,” katanya.

Selain itu Bupati Sarjani mengatakan untuk meningkatkan dan melahirkan kader-kader terbaik, Pidie merencanakan akan segera mendirikan Laborotarium MTQ. Pidie juga akan membentuk himpunan qari dan qariah, dan terus melakukan pengembangan Madrasah Ulumul Quran Pidie.

Untuk itu dia meminta TAPD dan Tim Anggaran DPRK untuk menyiapkan anggaran tahun 2016 secara khusus untuk persiapan MTQ ke 33 yang akan berlangsung pada 2017 nanti.

“Kita akan terus mengembangkan MUQ Kabupaten Pidie. Tahun ini, 12 orang peserta dari 14 peserta yang masuk final merupakan santri MUQ. Ini bukti MUQ Pidie konsisten melahirkan qari dan qariah terbaik, dari tahun ke tahun Kabupaten Pidie di perhelatan MTQ selalu dapat memperbaiki peringkat, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk MTQ tahun 2017 Kabupaten Pidie akan meraih juara umum,” katanya.[](bna)

Bupati Pidie Lepas Kafilah MTQ ke Nagan Raya

Bupati Pidie Lepas Kafilah MTQ ke Nagan Raya

SIGLI – Bupati Pidie Sarjani Abdullah siang tadi melepas kafilah peserta MTQ ke-32 se Provinsi Aceh yang digelar di Kabupaten Nagan Raya. Acara pelepasan berlangsung di Pendopo Bupati, Senin, 17 Agustus 2015.
“Tampillah semaksimal mungkin, harumkan nama Pidie dengan penuh prestasi di area MTQ,” kata Bupati Sarjani berpesan.
Ia juga menyampaikan terimakasih kepada LPTQ Pidie yang telah mempersiapkan dan melakukan pemusatan latihan bagi para kafilah agar bisa tampil maksimal di acara ini.
Pidie saat ini dikenal sebagai daerah yang sedang menjalankan program ‘Satu Hari Satu Ayat’. Karena itu ia meminta implementasi dari program tersebut harus terlihat melalui perhelatan MTQ tingkat Aceh ini.
“Ingatlah wahai para kafilah, saudara tampil mewakili masyarakat Pidie pada MTQ 2015 ini, dan kami sangat berharap bisa melihat prestasi yang mengharumkan nama baik Pidie,” ucapnya.
Kepada pimpinan kafilah, Bupati Pidie menekankan untuk selalu membangun komunikasi yang baik dengan para kafilah, dengan memelihara pola asah, asih dan asuh sebaik mungkin.
“Jangan pernah menciptakan masalah sekecil apapun setiba di Nagan Raya nanti, jaga nama baik Pidie,” pintanya.
Di hadapan kafilah yang berjumlah 87 peserta, Bupati Sarjani berjanji akan memberikan bonus melaksanakan ibadah haji bagi cabang yang mampu meraih juara pertama.
“Tidak untuk satu cabang, walaupun ada sembilan cabang mampu meraih juara satu, maka ke sembilannya akan kita berangkatkan ke tanah suci,” janji bupati.
Pelepasan kafilah tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Pidie M. Iriawan, Sekda H. T. Anwar, ZA, para kepala SKPK dan tokoh masyarakat setempat.[] (ihn)