Tag: perempuan

Aceh belum Mampu Wujudkan Kota Layak Anak?

Aceh belum Mampu Wujudkan Kota Layak Anak?

BALIKPAPAN – Hingga kini 236 daerah terus berupaya mewujudkan kota layak anak, dari 546 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Menurut Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, Aceh termasuk salah satu daerah yang belum mampu mewujudkan kota layak anak.

Melansir kompas.com, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjajaki kemungkinan mewujudkan program untuk menempatkan satu mahasiswa perguruan tinggi menetap dalam satu keluarga, selama sang mahasiswa menjalani praktek kuliah kerja nyata (KKN) dan sejenisnya. Bila terwujud, program ini diyakini bisa mempercepat pemberdayaan masyarakat di tingkat paling bawah, yakni keluarga.

“Kami akan wacanakan one student of university in the one family. Semacam homestay selama satu bulan tinggal dalam keluarga selagi mahasiswa itu menjalani KKN,” kata Menteri Yohana Susana Yembise, Kamis (1/10/2015).

Yohana mengatakan, praktek kerja mahasiswa di masyarakat menghasilkan banyak manfaat, khususnya untuk masyarakat itu sendiri. Peran mahasiswa selama KKN bisa diperluas tugas dan tanggung jawabnya, yakni membantu pemberdayaan sampai di tingkat ibu dan anak.

“Bisa turut membantu anak-anak belajar selagi dalam rumah. Melihat anak-anak itu belajar atau tidak, bapak ibunya sibuk sendiri-sendiri atau tidak, atau ibunya kini menjadi kepala rumah tangga sedangkan bapaknya sering pergi dan minum-minum,” kata Yohana.

“Jadi KKN tidak hanya menghasilkan perbaikan pagar atau kegiatan mengecat saja di masyarakat. Kami akan membangun komunikasi dengan Kementerian Pendidikan (menjajaki rencana ini),” kata Yohana.

Yohana mengatakan, saat ini jumlah anak di Indonesia lebih dari 87 juta orang. Menurut dia, perlu pendekatan kreatif dan perhatian ekstra untuk bisa menjangkau seluruh anak-anak dan perempuan itu.

Di sisi lain, kekerasan dalam rumah tangga setiap hari terjadi dan meningkat baik jumlah maupun kualitasnya. Tiap kekerasan yang terjadi, kerap berakhir anak menjadi korban.

Dengan beragam program yang bisa dikembangkan di daerah maka akan membantu menurunkan tingkat KDRT. “Maka perlu program yang harus bisa menurunkan kekerasan dalam rumah tangga pada anak dan perempuan,” kata Yohana.

Beberapa program lain, kata Yohana, di banyak kota kabupaten di Indonesia sudah berlomba mewujudkan predikat kota layak anak. Predikat itu tentu membuat pemerintah setempat memenuhi kriteria terkait perlindungan pada anak dan perempuan. Hingga kini 236 terus berupaya mewujudkan kota layak anak, dari 546 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

“Termasuk yang belum bisa mewujudkan kota layak anak itu seperti Aceh, Papua, NTT, dan Maluku malahan belum,” kata Yohana.[] (*) Sumber: kompas.com

Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. @kompas.com

Tahanan Perempuan Meningkat, juga di Indonesia

Tahanan Perempuan Meningkat, juga di Indonesia

Jumlah tahanan perempuan dan anak gadis di penjara-penjara di seluruh dunia, meningkat 50% sejak tahun 2000, lebih tinggi peningkatannya dibanding tahanan pria, ungkap sebuah laporan.

Studi yang dipublikasikan Criminal Policy Research yang berkantor di London menyebutkan, jumlah tahanan perempuan dan anak gadis kini mencapai 700.000 orang.

Setengah dari jumlah tahanan perempuan itu terdapat di tiga negara: AS, Cina dan Rusia.

Para peneliti menyatakan bahwa studi itu seyogyanya menjadi “keprihatinan mendalam” berbagai pemerintah di seluruh dunia.

“(Perempuan dan anak gadis) adalah kalangan yang sangat rentan dan paling tak terperhatikan, cenderung menjadi korban kekerasan dan pemaksaan,” kata Dr Jessica Jacobson, salah seorang direktur lembaga itu.

Laporan didasarkan data dari 219 negara dan wilayah.

Jumlah sebenarnya dari perempuan dan anak gadis di penjara, kemungkinan bisa lebih besar, karena sejumlah negara tidak memberikan data, dan data dari Cina tidak lengkap.

Negara-negara Afrika mencatat jumlah terendah tahanan perempuan. Sementara El Salvador, Brasil, Kamboja dan Indonesia mengalami peningkatan tajam.[] Sumber: bbc.com

Foto: Tahanan perempuan di Iran

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat di Banda Aceh

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat di Banda Aceh

BANDA ACEH – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Banda Aceh meningkat menjadi 94 kasus dari 54 kasus tahun sebelumnya, Senin, 7 September 2015. Kasus ini didominasi oleh kekerasan terhadap perempuan.

Demikian hasil pemaparan yang dilakukan oleh Divisi Kajian Publik Flower Aceh dalam diskusi terbatas merujuk data terbaru dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Banda Aceh. Data ini dikumpulkan hingga 25 Agustus 2015.

“Angka kekerasan selama pertengahan tahun 2015 ini jauh melampaui total kekerasan yang terjadi di tahun lalu,” ujar Divisi Kajian Flower Aceh, Mirza Ardi, melalui siaran persnya kepada wartawan.

Berdasarkan wilayah sebaran kasus kekerasan paling banyak terjadi di Kecamatan Baiturrahman sejumlah 14 kasus, diikuti oleh Kuta Alam (13 kasus), Kuta Raja (10 kasus), Meuraxa, Lueng Bata (9 kasus), Ulee Kareng (7 kasus), Banda Raya (6 kasus), Jaya Baru (5 kasus), dan Syiah Kuala (2 kasus).

Flower menilai dampak kekerasan terhadap perempuan dan anak tak bisa dianggap enteng. Fakta lapangan membuktikan perempuan yang menjadi korban kekerasan menderita trauma psikis hebat dari frustasi, ketakutan, ingin bunuh diri, bahkan ada yang kehilangan kepercayaan kepada tuhan.

Demikian pula halnya dengan anak yang menjadi korban kekerasan. Selain menjadi minder dan menurunnya prestasi di sekolah yang mengakibatkan masa depan mereka terancam, dalam beberapa kasus ada yang terkena HIV.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Flower, fakta dan angka tersebut hanya kasus yang terlapor. Diperkirakan masih banyak kasus-kasus kekerasan lainnya yang belum terlapor.

“Kami masih melakukan pendataan lebih lanjut soal ini,” ujar Mirza.[](bna)

Tekan Permasalahan Anak dan Perempuan, Kepala BP3A: Perlu Koordinasi

Tekan Permasalahan Anak dan Perempuan, Kepala BP3A: Perlu Koordinasi

SABANG – Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Dahlia, mengatakan permasalahan perempuan dan anak merupakan permasalahan lintas sektor serta lintas wilayah.

“Perlunya koordinasi dan kerja sama yang erat untuk mencapai tujuan pembangunan bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” kata Dahlia saat rapat koordinasi Forum Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (FP3A) se-Sumatera, yang digelar di Kota Sabang, Kamis, 20 Agustus 2015.

Dia mengatakan rakor FP3A ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas berbagai program. Selain itu kegiatan tersebut juga berguna untuk mengurangi bahkan menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hal senada dikatakan oleh Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam saat membuka langsung kegiatan rakor yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut. Dia berharap melalui kegiatan itu, para peserta dapat berbagi ilmu guna menekan permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia umumnya, dan Sumatera pada khususnya.

“Qanun Pemerintah Aceh Nomor 11 tahun 2008 tentang perlindungan anak, dan Qanun Nomor 6 Tahun 2009 tentang standar pelayanan minimal, di bidang pelayanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan, telah mengisyaratkan pada semua pihak untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak,” katanya.[](bna)

Laporan: Razie Arda

7 Keindahan Wanita yang Bisa Dipancarkan Selain Kecantikan Wajah

7 Keindahan Wanita yang Bisa Dipancarkan Selain Kecantikan Wajah

Di usia muda, banyak perempuan yang hanya fokus dengan penampilan dan kecantikan dirinya saja. Mereka tiap hari sibuk untuk memikirkan cara bagaimana tampil cantik dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Bahkan menurut Center for Media Literacy, lebih dari 2000 iklan sehari yang menawarkan solusi agar perempuan bisa tampil cantik, seperti produk lipstik, sabun wajah, obat pelangsing, dan masih banyak lagi. Jika ini tertanam pada para gadis remaja, mereka akan lebih tertekan tentang penampilannya sehari-hari.

Padahal, sebagai wanita, tidak hanya kecantikan saja yang harus diperhatikan. Ada beberapa keindahan lainnya yang semakin meningkatkan kualitas diri perempuan, seperti dilansir dari Life Hack.

1. Pemberani

Perempuan memang ditakdirkan mempunyai jiwa yang lembut. Namun, bukan berarti perempuan itu lembut, Anda tidak bisa melakukan hal-hal diluar kebiasaan sehari-hari. Coba untuk keluar dari zona nyaman dan menghadapi dunia.

Anda bisa mengejar impian yang mungkin akan membuat Anda akan jauh dari keluarga untuk beberapa lama. Namun, hal itu bisa membuat Anda lebih belajar banyak dan membuat orang lain kagum terlepas dari penampilan dan kecantikan Anda.

2. Percaya Diri

Jika Anda percaya diri, Anda tidak perlu seseorang untuk mengatakan Anda cantik, baru Anda bisa percaya diri. Anda harus yakin dengan apa yang Anda punya dan menjadikan semua yang ada pada diri Anda menjadi kelebihan tersendiri, seperti postur tubuh, tutur kata, dan tindakan. Jika Anda yakin dan PD, maka orang lain juga menginginkan apa yang saat ini Anda miliki.

3. Kebaikan

Terlepas dari tubuh Anda yang gemuk atau kurus, kebaikan dalam diri Anda bisa selalu memancarkan kecantikan. Manusia selalu menginginkan orang lain untuk peduli dengan mereka.

Kebaikan-kebaikan kecilpun bisa membuat orang lain merasa diri Anda lebih dari pada orang lain, seperti tersenyum pada pelayan restoran, mengingat ulang tahun teman, menyapa tetangga atau satpam kompleks rumah, atau kebaikan kecil lainnya yang dengan mudah Anda lakukan.

4. Jenaka

Banyak orang yang berpikir bahwa orang jenaka adalah orang yang cerdas dan lucu. Anda bia menempatkan diri Anda di berbagai suasana. Jika Anda pergi ke sebuah perayaan ulang tahun atau pernikahan, Anda bisa bergaul dengan teman-teman yang ada di sana, dan membuat suasana semakin ramai dan berkesan. Survei mengatakan bahwa menjadi jenaka lebih penting dari pada kecantikan fisik.

5. Fisik yang Kuat

Jika Anda sering berolahraga di pagi hari, keliling kompleks atau hanya sekedar berjalan-jalan di taman, itu bisa membuat fisik Anda kuat dan memberikan kekaguman tersendiri bagi orang lain. Orang lain juga pasti berpikir Anda mempunyai kebiasaan baik yang memprioritaskan kesehatan, sehingga kecantikan Anda akan muncul dengan sendirinya.

6. Jujur

Ketika Anda berbicara dengan orang lain dan tidak menyembunyikan hal-hal yang tidak seharusnya, maka Anda menunjukkan bahwa Anda bangga pada diri sendiri dan kehidupan Anda. Menjadi jujur bisa membuat orang lain merasa dihargai dan tentunya Anda lebih di hargai juga oleh orang-orang di sekitar Anda.

7. Tenang

Para peneliti di Caliper Tallent Management baru-baru ini meneliti apakah ada ciri yang terkait dengan keberhasilan perempuan di tempat kerja. Mereka menemukan bahwa wanita lebih tenang jika sedang terjadi masalah di sekelilingnya dan tetap tenang, maka Anda akan menjadi pemimpin yang baik di tempat kerja dan keluarga.

7 Keindahan tersebut bisa dipancarkan secara alami oleh wanita. Tidak hanya berkutat dengan kecantikan wajah atau tubuh, perempuan sudah bisa dikatakan sebagai wanita cantik. | sumber : merdeka

Foto: Ilustrasi wanita yang penuh percaya diri

Mayat Perempuan Tanpa Busana Ditemukan, Kapolres: Penyebab Meninggal Belum Diketahui

Mayat Perempuan Tanpa Busana Ditemukan, Kapolres: Penyebab Meninggal Belum Diketahui

BANDA ACEH – Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Novianto, membenarkan adanya penemuan mayat wanita di pantai perbatasan Lampanah-Laweung, Aceh Besar, Sabtu, 25 Juli 2015. Hingga kini polisi masih mengidentifikasi penyebab meninggalnya wanita tersebut.

“Ya benar, ditemukan di pantai perbatasan Laweung-Lampanah. Kita masih olah TKP ini,” katanya kepada portalsatu.com melalui sambungan telepon petang tadi.

Heru mengatakan mayat wanita tersebut ditemukan dalam kondisi tanpa busana. Sehingga, kata dia, petugas kesulitan mengidentifikasi jenazah tersebut.

“Saat ini jenazah ada di Puskesmas Laweung. Kita rencananya akan mengevakuasinya ke RSU Sigli untuk proses identifikasi lanjutan. Sementara mengenai penyebab meninggalnya korban, belum kita ketahui apakah terkait pembunuhan atau kecelakaan,” katanya.

Kapolres Heru juga mengatakan belum bisa mengekspose ciri-ciri khusus jenazah perempuan tersebut. “Belum bisa kita ekspose karena masih dalam proses identifikasi ya. Yang pasti dia ditemukan dalam kondisi tanpa busana,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat perempuan muda, berusia diperkirakan 30-an tahun ditemukan di pinggiran pantai perbatasan Lampanah, Aceh Besar dan Laweung, Pidie sekitar pukul 14.30 WIB, Sabtu, 25 Juli 2015. Mayat yang belum teridentifikasi tersebut dievakuasi ke Kecamatan Muara Tiga oleh pihak muspika bersama aparat keamanan dibantu oleh masyarakat setempat.

Seorang warga Lampanah yang juga relawan RAPI Aceh Besar, Zulfikri (JZ01LZL) menginformasikan, sejauh ini belum diketahui identitas mayat tersebut maupun penyebab kematiannya. Namun berdasarkan fakta-fakta di lapangan, mayat berkelamin perempuan itu ditemukan di pinggiran pantai perbatasan Lampanah-Laweung. Ketika ditemukan, kondisi mayat tanpa busana.

“Umurnya diperkirakan 30-an tahun. Sudah dievakuasi ke Muara Tiga oleh muspika dibantu aparat keamanan dan masyarakat di sekitar lokasi temuan,” lapor Zulfikri.[]

4 Faktor Perempuan Modern Lebih Sulit Hamil

4 Faktor Perempuan Modern Lebih Sulit Hamil

Berbeda pada zaman ibu kita dulu yang mungkin bisa memiliki anak lebih dari lima, perempuan-perempuan masa kini menganggap kehamilan bukanlah perkara mudah untuk dilakukan. Bahkan hamil makin sulit.

Tahukah Ibu kalau sekarang kesuburan bukanlah satu-satunya faktor yang bisa menghambat kehamilan. Yuk, kenali faktor-faktor penghambat kehamilan:

1. Terlambat memulai, sulit hamil
Tak bisa dipungkiri gaya hidup modern terkadang membuat kaum perempuan lebih suka mendahulukan karier dan menunda pernikahan serta memiliki anak, hasilnya perempuan makin sulit hamil.

Mengapa? Sebab usia merupakan salah satu penentu kesuburan. Fertilitas atau kesuburan perempuan mulai akan mengalami penurunan secara bertahap pada usia 27 tahun, dan akan merosot dramatis setelah usia 35 tahun.

Tak hanya itu saja, semakin tua usia Ibu maka jumlah dan kualitas sel telurnya pun akan mengalami penurunan. Walaupun ada perawatan fertilitas yang bisa membantu Ibu hamil, tapi tingkat kesuksesannya juga ditentukan oleh berapa umur Ibu.

2. Obesitas
Menjamurnya tempat makan siap saji, pola hidup yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik membuat tingkat penderita obesitas meningkat secara drastis. Tak hanya merusak penampilan, berat badan berlebih juga berpengaruh erat terhadap fertilitas dan tingkat kesempatan Ibu untuk hamil. Perempuan pun menjadi sulit hamil.

Bahkan pasien obesitas dapat menurunkan tingkat kesuksesan mereka dalam menjalani perawatan kesuburan. Bagi pasien muda dengan bobot tubuh berlebih, biasanya dokter menyarankan pasien untuk melakukan program menurunan berat badan terlebih dahulu sebelum mencoba hamil.

3. Tubuh yang terlalu kurus karena diet
Bagi sebagian besar kaum hawa penampilan adalah nomor satu. Dan terkadang standar untuk penampilan baik adalah memiliki tubuh langsing. Karena alasan ini, tak  jarang banyak perempuan yang melakukan berbagai cara untuk memperoleh tubuh ramping, bahkan terlalu  ramping. Padahal memiliki tubuh yang terlalu kurus juga bisa menghambat kehamilan, alias membuat perempuan sulit hamil.

Mengapa? Kurangnya lemak dapat memperlambat produksi hormon-hormon yang diperlukan untuk proses ovulasi atau pematangan sel telur dan pelepasannya ke saluran indung telur (tuba falopi).

4. Tingkat stres tinggi
Hidup di zaman yang menuntut serba cepat ini tak jarang menggiring diri Ibu masuk ke dalam situasi tertekan atau stres. Belum lagi ditambah rasa frustasi akibat kehamilan yang tak kunjung datang. Tahukah Ibu, selain bisa menurunkan sistem imun, tingkat stres yang tinggi juga berpengaruh pada kesempatan Ibu untuk hamil, atau membuat perempuan sulit hamil.

Sejumlah studi menemukan perempuan yang mengalami peningkatan kadar zat aplha-amilase (pemicu stres) memiliki kemungkinan lebih kecil untuk hamil. Meski tak bisa terelakan, tapi tingkat stres bisa ditekan dengan cara yoga, akupuntur, meditasi, tertawa bersama pasangan atau sahabat.

Atau jika perlu dukungan lebih, Ibu bisa bergabung ke komunitas ibu hamil agar bisa saling bertukar cerita dan saling menguatkan satu sama lain. Tak hanya menghilangkan stres, Ibu juga bisa mendapatkan sahabat baru. | sumber : kompas

Illiza Bantah Keluarkan Instruksi Jam Malam Bagi Perempuan di Banda Aceh

Illiza Bantah Keluarkan Instruksi Jam Malam Bagi Perempuan di Banda Aceh

JAKARTA – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Jamal, sempat diterpa protes lantaran dituduh melakukan diskriminasi dengan memberlakukan jam malam bagi perempuan di daerahnya.

Hal tersebut pun akhirnya menjadi ketakutan tersendiri bagi para pelancong yang ingin menikmati suasana Ramadan di Serambi Mekkah tersebut.

Namun, Illiza menampik pemberitaan tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak pernah memberlakukan jam malam bagi perempuan.

“Tidak ada instruksi jam malam. Itu hanya isu yang dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Illiza melalui sambungan telepon dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.

Semua bermula ketika Illiza mendapat Instruksi Gubernur Aceh Nomor 02/INSTR/2014 tentang Penertiban Cafe dan Layanan Internet se-Aceh. Setelah menyesuaikan dengan keadaan Banda Aceh, Illiza pun melansir Instruksi Wali Kota Banda Aceh Nomor 2 tahun 2015.

Akar permasalah terletak pada interpretasi orang terhadap butir ketiga belas dalam instruksi tersebut. Poin tersebut berbunyi, “Mengawasi pembatasan jam kerja hingga pukul 23.00 WIB bagi karyawati pada tempat wisata, rekreasi, atau hiburan, penyedia layanan internet, cafe sejenisnya, dan sarana olahraga.”

Banyak orang kemudian menginterpretasikan dan menebar rumor bahwa semua perempuan di Aceh dilarang berkeliaran di atas pukul 23.00. Menampik rumor tersebut, Illiza berkata, “Kami hanya mau memberikan perlindungan sampai akhir izin usaha. Di Banda Aceh, izin usaha juga hanya sampai jam 00.00. Tidak pernah ada aturan tidak boleh kerja atau pelarangan orang keluar malam.”

Aturan ini juga tidak berlaku bagi pekerja yang kewajibannya mengharuskan mereka bekerja larut malam. “Tidak semua bidang usaha. Tentu orang seperti tenaga medis, resepsionis hotel, swalayan, wartawati, politisi, tidak ada aturan tidak boleh keluar malam,” tutur Illiza.

Illiza pun memastikan bahwa turis tak perlu khawatir dengan aturan ini. Ia menyambut wisatawan manapun dengan jenis kelamin apapun untuk bertandang ke Banda Aceh.

“Jam itu hanya berlaku untuk pekerja. Wisatawan tak perlu takut dan nikmati saja suasana Ramadan di Aceh,” kata terkait bulan puasa yang sedang berlangsung saat ini.[] sumber: cnn indonesia

Ini 17 Poin Instruksi Wali Kota Banda Aceh Soal Penertiban Cafe dan Internet

Ini 17 Poin Instruksi Wali Kota Banda Aceh Soal Penertiban Cafe dan Internet

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, mengeluarkan instruksi tentang pengawasan dan penertiban pelayanan tempat wisata/rekreasi/hiburan, penyedia layanan internet, cafe/sejenisnya, dan sarana olahraga.

Instruksi Wali Kota Banda Aceh Nomor 2 tahun 2015 tersebut, sejatinya merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Aceh Nomor 02/INSTR/2014 tentang Penertiban Cafe dana Layanan Internet se-Aceh.

Berikut ke-17 poin yang tertuang dalam Instruksi Wali Kota Banda Aceh yang ditujukan kepada Kepala SKPD terkait, para Camat, Imum Mukim, Keuchik, pelakau usaha dan seluruh warga Kota Banda Aceh:

1. Mengendalikan/memblokir jaringan server internet yang menyediakan konten-konten yang bertentangan dengan syariat Islam dan peraturan perundang-undangan.

2. Melaksanakan sosialisasi dan pembinaan penggunaan layanan internet positif bagi pelaku usaha dan pelaku dunia pendidikan.

3. Melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan umat Islam pada tempat wisata/rekreasi/hiburan, penyedia layanan internet, cafe/sejenisnya dan sarana olahraga.

4. Mengawasi operasional tempat wisata/rekreasi/hiburan, penyedia layanan internet, cafe/sejenisnya dan sarana olahraga agar tidak bertentangan dengan yariat Islam dan peraturan perundang-undangan.

5. Mengawasi dan memastikan operasional sarana dan proses belajar mengajar siswa berlangsung tertib dan terbebas dari penyalahgunaan layanan internet.

6. Mengawasi dan mengendalikan aktivitas peserta didik di luar lingkungan pada jam belajar sekolah.

7. Melakukan pedampingan dan pengawasan kepada orangtua peserta didik agar mengendalikan aktivitas peserta didik pada malam hari.

8. Memastikan operasional tempat-tempat wisata/rekreasi/hiburan, penyedia layanan internet, cafe/sejenisnya dan sarana olahraga sesuai dengan izin yang diberikan oleh wali kota

9. Menghentikan operasional tempat-tempat wisata/rekreasi/hiburan, penyedia layanan internet, cafe/sejenisnya dan sarana olahraga yang bertentangan operasionalnya dengan izin yang diberikan oleh wali kota.

10. Mengevaluasi dan mencabut izin tempat-tempat wisata/rekreasi/hiburan, penyedia layanan internet, cafe/sejenisnya dan sarana olahraga yang bertentangan operasionalnya dengan izin yang diberikan oleh wali kota.

11. Para Camat mendata, mengawasi, dan melaporkan aktivitas tempat-tempat wisata/ rekreasi/ hiburan, penyedia layanan internet, cafe/sejenisnya dan sarana olahraga yang ada di wilayah kecamatan masing-masing kepada wali kota melalui sekretaris daerah kota.

12. Para Imum Mukim dan Keuchik mengawasi, dan melaporkan aktivitas tempat-tempat wisata/ rekreasi/ hiburan, penyedia layanan internet, cafe/sejenisnya dan sarana olahraga yang ada di wilayah mukim dan gampong masing-masing kepada camat.

13. Mengawasi pemabatasan jam kerja hingga pukul 23.00 WIB bagi karyawati pada tempat wisata/ rekreasi/hiburan, penyedia layanan internet, cafe/sejenisnya dan sarana olahraga.

14. Mengawasi ketentuan pakaian karyawan dan karyawati tempat wisata/rekreasi/hiburan, penyedia layanan internet, cafe/sejenisnya dan sarana olahraga agar sesuai dengan syariat islam.

15. Mengawasi pembatasan pelayanan tempat wisata/ rekreasi/ hiburan, penyedia layanan internet, cafe/sejenisnya dan sarana olahraga bagi anak di bawah umur pada malam hari hingga pukul 22.00 WIB, kecuali bersama orangtua/keluarga.

16. Mengawasi pengaturan/ setting/ dekorasi/ penerangan/ pencahayaan pada tempat wisata/ rekreasi/ hiburan, penyedia layanan internet, cafe/ sejenisnya dan sarana olahraga agar tidak dapat dipergunakan untuk tindakan pelanggaran Syariat Islam dan peraturan perundang-undangan.

17. Memastikan pengelola tempat wisata/rekreasi/hiburan, penyedia layanan internet, cafe/sejenisnya dan sarana olahragamenyediakan tempat shalat bagi pelanggan.[]

Ini Sebenarnya Isi Instruksi Wali Kota Illiza Soal “Jam Malam”

Ini Sebenarnya Isi Instruksi Wali Kota Illiza Soal “Jam Malam”

BANDA ACEH – Instruksi Wali Kota Banda Aceh yang didalamnya mengatur jam kerja perempuan di tempat wisata, rekreasi, hiburan dan cafe menjadi pemberitaan hangat belakangan ini. Bahkan intruksi ini menjadi trending topic di kalangan netizen yang kemudian dikenal menjadi ‘jam malam’.

Bagaimana isi sebenarnya Instruksi Wali Kota Banda Aceh tersebut?

Dalam intruksi Wali Kota Nomor 2 tahun 2015 tentang pengawasan dan penertiban pelayanan tempat wisata/rekresai/hiburan, penyedia layanan internet, cafe/sejenisnya dan sarana olahraga di Banda Aceh, sebenarnya tidak pernah disebutkan istilah ‘jam malam’.

Menurut Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE, dalam instruksi ini tidak disebutkan pelarangan bagi kaum perempuan ke luar rumah pada malam hari.

“Yang ada hanya mengatur mengawasi pembatasan jam kerja hingga pukul 23.00 WIB bagi karyawati (pekeja perempuan) di tempat wisata, rekreasi, hiburan, penyedia layanan internet, cafe sejenisnya dan sarana olahraga,” ujar Wali Kota Illiza, seperti siaran pers yang dikirim Humas Pemko Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2015.

Sementara poin yang mengatur jam kerja perempuan tersebut berada di nomor 13 dalam instruksi ini. Illiza mengatakan instruksi ini sebenarnya berawal dari instruksi Gubernur Aceh nomor 02/INSTR/2014 tentang Penertiban Cafe dan Layanan Internet se-Aceh. Dalam instruksi yang ditujukan untuk Wali Kota/Bupati se Aceh ini, pada nomor tiga poin f, menyebutkan dilarang melayani pelanggan wanita di atas pukul 21.00 WIB kecuali bersama mahramnya.

Illiza mengatakan menindaklanjuti hal tersebut Pemko Banda Aceh melakukan kajian lebih dalam. Akhirnya dia menuangkan dalam Instruksi Wali Kota bahwa para pekerja dari kalangan perempuan yang bekerja di Banda Aceh hanya boleh hingga pukul 23.00 WIB.

“Kebijakan ini kita ambil mengingat Banda Aceh sebagai Ibukota Provinsi memiliki tingkat kesibukan tinggi pada warganya. Sementara bagi yang berprofesi seperti dokter dan perawat tetap boleh beraktivitas seperti biasa,” kata Illiza.

Ia mengatakan dalam instruksi ini juga diatur pelayanan terhadap anak di bawah umur, dimana hanya dibolehkan hingga pukul 22.00 WIB. “Namun kalau mereka keluar didampingi orang tuanya, kita tidak akan melarang,” ujarnya.

Terkait dengan tudingan diskriminatif terhadap perempuan, Illiza mengaku bingung. Pasalnya, kata dia, selama ini pihaknya justru sangat mendorong peningkatan kapasitas perempuan.

“Banda Aceh adalah kota yang ramah gender yang sangat menghargai keberadaan perempuan. Kita melibatkan perempuan dalam pembangunan kota melalui Musyawarah Aksi Perempuan (Musrena). Perempuan Banda Aceh juga memiliki Balee Inong, WDC. PUEM juga, dana ini 80 persen kita serahkan untuk perempuan,” katanya.

Illiza mengaku selama ini termasuk salah satu orang yang sangat memperjuangkan hak-hak perempuan. “Saya pejuang perempuan, gak mungkinlah saya korbankan hak-hak perempuan,” ujarnya.[](bna)