Tag: penembakan

Foto: Rekonstruksi Pembunuhan Dua Anggota TNI di Pedalaman Aceh Utara

Foto: Rekonstruksi Pembunuhan Dua Anggota TNI di Pedalaman Aceh Utara

LHOKSEUMAWE – Penyidik Kepolisian Resort Lhokseumawe menggelar rekonstruksi kasus penculikan disertai pembunuhan terhadap Sertu Indra Irawan (41) dan Serda Hendrianto (36) di Mapolres Lhokseumawe, Selasa, 6 Oktober 2015. Kedua korban merupakan anggota TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0103 Aceh Utara.

Rekonstruksi tersebut digelar dengan disaksikan oleh tim dari Kejaksaan Negeri Lhoksukon. Polisi turut menghadirkan tersangka Faisal Rani alias Komeng yang bertindak sebagai komandan operasional kelompok tersebut.

Dalam rekonstruksi itu, personil penyidik memeragakan enam adegan mulai dari penculikan hingga proses eksekusi tewasnya dua anggota TNI tersebut.[] (Baca selengkapnya: Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Dua Anggota TNI di Pedalaman Aceh Utara)

rekonstruksi pembunuhan intel1
@Datuk Haris Molana
rekonstruksi pembunuhan intel3
@Datuk Haris Molana
rekonstruksi pembunuhan intel5
@Datuk Haris Molana
rekonstruksi pembunuhan intel
@Datuk Haris Molana
rekonstruksi pembunuhan intel4
@Datuk Haris Molana
Kapolda Sebut Ada Pihak yang Ingin Mengintervensi ESDM

Kapolda Sebut Ada Pihak yang Ingin Mengintervensi ESDM

JAKARTA – Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan kasus penembakan di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalisrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (10/9) pekan lalu.

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Tito Karnavian, pihaknya masih mendalami kasus penembakan tersebut, mulai dari tempat kejadian perkara (TKP), jenis senjata, proyektil dan CCTV (Closed Circuit Television, red). Selain itu, menurut Tito, pihaknya akan menambahkan Tim Ahli Informasi Teknologi (IT) yang kompeten untuk mendalami CCTV itu.

“Polda juga mencurigai adanya oknum atau pihak yang ingin memberikan intervensi kepada ESDM (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, red,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian di kantornya, Kamis (17/9).

Toto menduga ada kemungkinan penembakan yang terjadi di Kantor Ditjen Kelistrikan Kementerian ESDM terkait kebijakan yang dikeluarkan.

“Motif mungkin ada yang berkaitan dengan kementerian seperti kebijakan yang dikeluarkan. Akan kita maping (pemetaan, red) siapa saja yang merasa tidak nyaman dengan kebijakan-kebijakan itu dan kita lakukan pendalaman kepada mereka,” tegas Tito.[] sumber: JPNN.com

Pangdam Instruksikan Larangan Membawa Senjata

Pangdam Instruksikan Larangan Membawa Senjata

TIMIKA – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen (TNI) Hinsa Siburian langsung mengeluarkan perintah kepada jajarannya pascapenembakan oleh oknum anggota TNI yang menewaskan dua warga sipil di Timika, Papua beberapa waktu lalu. Perintah dia adalah tidak lagi ada prajurit TNI yang menyandang senjata di kawasan Kota Timika, maupun tempat umum selain untuk kepentingan tugas.

“Berdasarkan perintah Pangdam, dengan adanya kejadian ini bahwa tidak ada lagi anggota TNI yang menyandang senjata ketika berada di dalam kota,” kata Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol (Inf) Andi Kusworo, saat melakukan briefing dengan para perwiranya di halaman Gereja St Fransiskus Asisi Koperapoka, Sabtu (29/8).

Adanya tindakan tak terpuji yang telah melukai hati rakyat dilakukan oknum anggota TNI tersebut, Dandim pun memerintahkan para perwiranya untuk melakukan pengawasan ekstra dengan mengontrol pergerakan semua personel di lingkup Kodim 1710/Mimika.

“Intinya dengan kejadian ini, tingkatkan pemantauan kepada anggota kita satu per satu, kalau memang sudah pernah dikasih tahu bahwa si A kelakuannya begini, si B kelakuannya jelek begitu, kan dikasih tahu, jangan diam-diam saja,” ujar Dandim.

Pasalnya, lanjut Dandim, apabila terjadi perbuatan yang menyimpang dari salah seorang prajurit TNI, maka hal itu akan menjadi masalah besar bagi institusi. Apalagi jika tindakan itu merugikan masyarakat.

“Satu orang saja buat masalah, masalahnya akan menjadi besar. Tolong ini disampaikan ke anggota, cek betul perbidang masing-masing kemudian jabarkan,” paparnya. Peristiwa penembakan terhadap warga oleh prajurit TNI di Koperapoka, katanya, telah mencoreng citra TNI lebih khusus TNI-AD.

Karena itu, peristiwa tersebut dapat menjadi pengalaman berharga, agar dikemudian hari tidak terulang kembali. Terutama tindakan brutal oknum TNI yang secara membabi buta menembak warga Suku Kamoro, merupakan perbuatan yang sangat disayangkan.

Sebab, warga Suku Kamoro dikenal sangat menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan bukan separatis yang semestinya dihadapkan dengan moncong senjata. “Dari pihak keluarga besar Kamoro itu sudah banyak pernyataan bahwa mereka merupakan suku merah putih, jadi itu keluarga kita semua,” katanya.

Sementara itu, Dandim juga memerintahkan para jajarannya agar menindak lanjuti persoalan Minuman Keras (Miras), yang telah menjadi sorotan, dan merupakan salah satu penyebab terjadinya insiden penembakan warga lantaran oknum anggota TNI diduga dalam pengaruh Miras sehingga kehilangan kontrol melakukan tindakan kekerasan.

Dandim menambahkan, Pangdam Cenderawasih juga telah memerintahkan bahwa pos pengamanan di Gorong-gorong, Timika, tidak lagi menjadi urusan Kodim 1710/Mimika karena merupakan kewenangan Satgas Amole, Pengamanan Obyek Vital Nasional PT Freeport Indonesia (PTFI). [] sumber: JPNN.com

Polres Temukan Senjata Beureujuk dan Tangkap Is

Polres Temukan Senjata Beureujuk dan Tangkap Is

LHOKSEUMAWE – Tim gabungan berhasil menemukan sepucuk senjata laras panjang yang diduga milik Junaidi alias Beureujuk. Junaidi adalah terduga kelompok Din Minimi yang tewas ditembak oleh tim Polda Aceh bersama Polres Lhokseumawe, Kamis 27 Agustus 2015.

Informasi yang dihimpun portalsatu.com dari berbagai sumber menyebutkan saat kejadian pengepungan tersebut, tim langsung melanjutkan pengembangan hingga berhasil menangkap rekan korban inisial IS, warga Kecamatan Muara satu, Lhokseumawe dan berhasil menemukan senjata api.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Anang Triarsono melalui via SMS kepada Portalsatu.com, membenarkan adanya temuan sepucuk AK 47 dengan 1 magasen serta puluhan amunisi aktif

Kapolres menambahkan pihaknya saat ini sedang melakukan pengembangan terhadap kelompok yang menjadi DPO diwilayah hukum Polres Lhokseumawe. [] (mal)

Foto: ilustrasi

[Foto]: Jenazah Ridwan Anggota Din Minimi di Rumah Duka

[Foto]: Jenazah Ridwan Anggota Din Minimi di Rumah Duka

LHOKSUKON – Jenazah Ridwan akhirnya tiba di rumah duka, Dusun Blang Ngom, Desa Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pasee, Aceh Utara, Jumat 21 Agustus 2015, pukul 11.00 WIB.

Jenazah Ridwan diantar dengan menggunakan ambulance milik RS Cut Meutia. Pemulangan jenazah juga dikawal satu unit panser beserta personil polisi yang bersenjata lengkap.

Di rumah duka, jenazah Ridwan disambut oleh warga yang memang sudah menunggu sejak pagi. Sebuah teratak juga sudah terpasang di halaman rumah untuk para pelayat.

Rencananya, jenazah Ridwan akan dikebumikan di desa Blang Seupeng, tetangga Desa Pulo Meuria.

Berikut foto-foto yang diabadikan portalsatu.com di rumah duka:

jenazah ridwan anggota DM 2

jenazah ridwan anggota DM 3

jenazah ridwan anggota DM 4

jenazah ridwan anggota DM 5

Berita terkait:

Suasana di Rumah Almarhum Ridwan di Geureudong Pase

 

Dua Orang Lepaskan Tembakan di Lokasi Wisata Populer Turki

Dua Orang Lepaskan Tembakan di Lokasi Wisata Populer Turki

ISTANBUL – Suara tembakan terdengar di sekitar Istana Dolmabahce, Istanbul yang merupakan tempat wisata populer di Turki, kata sejumlah laporan.

Seorang saksi mata mengatakan dirinya mendengar ledakan dan tembakan.

Dua orang bersenjata ditangkap terkait dengan serangan itu.

Sebuah laporan menyebutkan mereka ditangkap di tempat kejadian.

Ambulans dikirim ke tempat tersebut dan jalan-jalan ditutup polisi, lapor beberapa media.

Sampai sejauh ini belum didapat laporan korban.

Istana Dolmabahce adalah pusat pemerintahan utama Kekaisaran Ottoman selama beberapa tahun pada abad ke-19 dan permulaan abad ke-20.

Pendiri Turki modern, Mustapha Kemal Ataturk, meninggal disana pada tahun 1938.[] sumber: bbc.co.uk

Kapolres Lhokseumawe: Identitas Penembak Truk Colt Diesel Sudah Kita Kantongi

Kapolres Lhokseumawe: Identitas Penembak Truk Colt Diesel Sudah Kita Kantongi

LHOKSEUMAWE – Polisi telah mengumpulkan keterangan saksi terkait penembakan dan penembakan truk colt diesel BL 8554 HB milik Saiful Bahri alias Pon Yahya, pengusaha kebun sawit di Aceh Utara. Hal ini disampaikan oleh Kapolresta Lhokseumawe, AKBP Anang Triarsono kepada portalsatu.com, Senin, 27 Juli 2015.

Dia mengatakan dari keterangan saksi mata diketahui pelaku penembakan dan pembakaran ini berjumlah empat orang. “Identitas mereka yang dicurigai sudah kita kantongi dari hasil pengembangan sementara. Kita tetap akan melakukan pengembangan lanjutan sehingga terungkap siapa pelaku dan motif dari kejadian tersebut,” ujar Kapolres Lhokseumawe.

Menurut Anang, berdasarkan alibi dari saksi di tempat kejadian perkara, diduga pelaku merupakan komplotan Din Minimi yang sedang dicari-cari oleh pihak kepolisian. “Tetapi kita tetap lakukan penyelidikan lanjutan seperti keterangan yang diberikan oleh para saksi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pria bersenjata laras panjang dilaporkan melepaskan tembakan ke arah truk yang sedang mengangkut kelapa sawit di daerah Dusun Simpang Empat, Desa Pasee Sentosa, Kecamatan Simpang Keramat, Kabupaten Aceh Utara, Minggu 26 Juli 2015, sekitar pukul 12.30 tadi.

Informasi yang dihimpun portalsatu.com, kejadian tersebut dilakukan pada saat para pekerja di salah satu perkebunan yang ada di kawasan tersebut sedang mengangkut kelapa sawit.

“Namun tiba-tiba datang beberapa pria menyetop truk tersebut,” kata salah seorang warga sekitar saat dihubungi portalsatu.com siang tadi, yang tak mau namanya dipublis.

Dia menambahkan, kawanan pria tersebut ada sekitar 4 orang. “Empat dari mereka menggunakan laras panjang jenis AK,” kata pria tersebut yang juga eks kombatan wilayah tersebut.

Menurutnya, sesudah distop, kawanan itu langsung melepaskan tembakan. “Sang sopir tersebut ketika itu langsung lari ketakutan dan mobil truck tersebut juga dibakar,” katanya.[](bna)

Truk Pengangkut Sawit yang Dibakar OTK Ternyata Milik Pang Sagoe KPA

Truk Pengangkut Sawit yang Dibakar OTK Ternyata Milik Pang Sagoe KPA

ACEH UTARA – Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono, mengatakan mobil truck colt diesel BL 8554 HB ‎yang ditembak serta dibakar sejumlah pria bersenjata merupakan  milik Saiful Bahri alias Pon Yahya selaku pengusaha kebun sawit yang juga Panglima Sagoe Komite Peralihan Aceh (KPA‎) Teungku Dibuloh. [Baca: Sejumlah Pria Bersenjata Diduga Tembak Truk Pengangkut Sawit]

Adapun kronologisnya, mobil tersebut disopiri oleh Harbani, 30 tahun, tahun warga Pusong, kecamatan Banda Sakti dan seorang temannya  Khaidir, 23 tahun, yang warga Simpang 3 Pasar Minggu, Desa sidomulyo, Kecamatan Kuta Makmur. Saat kejadian, keduanya hendak menuju lokasi tumpukan sawit yang ada di perkebunan milik Pon Yahya.

“Ketika itu mereka mau memuat kelapa sawit, tiba-tiba dihadang oleh 4
orang yang tidak dikenalnya lengkap dengan senjata laras panjang jenis
AK 47 dua pucuk, serta M- 16 satu pucuk,” kata Kapolres melalui Kapolsek Kecamatan Simpang Keuramat, Iptu Ramli, kepada portalsatu.com, Minggu malam.

“Salah seorang dari mereka menanyakan mobil siapa ini? Harbani menjawab ini milik orang lain. Lantas pria tersebut langsung menembak ban depan mobil tersebut dan kemudian juga tanki bahan bakarnya,” ujarnya lagi.

Kata Iptu Ramli, melihat hal tersebut, Harbani dan Khaidir langsung lari. Mereka sempat melihat dari arah truck tersebut mengeluarkan asap serta habis terbakar.

Hingga saat ini, kata Iptu Ramli, pihaknya sedang melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkapkan siapa pelaku dan motifnya.

“Terkait penemuan di lokasi, kita telah temukan 2 selonsong serta 1 peluru aktif dan kini telah diamankan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Sejumlah pria bersenjata laras panjang dilaporkan melepaskan tembakan ke arah truk yang sedang mengangkut kelapa sawit di daerah Dusun Simpang Empat, Desa Pasee Sentosa, Kecamatan Simpang Keramat, Kabupaten Aceh Utara, Minggu 26 Juli 2015, sekitar pukul 12.30 tadi.

Informasi yang dihimpun portalsatu.com, kejadian tersebut dilakukan pada saat para pekerja di salah satu perkebunan yang ada di kawasan tersebut sedang mengangkut kelapa sawit.

“Namun tiba-tiba datang beberapa pria menyetop truk tersebut,” kata salah seorang warga sekitar saat dihubungi portalsatu.com siang tadi, yang tak mau namanya dipublis.

Dia menambahkan, kawanan pria tersebut ada sekitar 4 orang. “Empat dari mereka menggunakan laras panjang jenis AK,” kata pria tersebut yang juga eks kombatan wilayah tersebut.

Menurutnya, sesudah distop, kawanan itu langsung melepaskan tembakan. “Sang sopir tersebut ketika itu langsung lari ketakutan dan mobil truck tersebut juga dibakar,” katanya.

Dia juga menambahkan, dari salah seorang kawanan tersebut ada diantaranya  disebut-sebut bernama panggilan Beurijuek  dan diduga berat mereka kelompok anggota Din Minimi.

Korban Penembakan Perampok Dirawat di RSUD Langsa

Korban Penembakan Perampok Dirawat di RSUD Langsa

LANGSA – Mujiburhan, 43 tahun, warga Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, yang ditembak oleh dua perampok di rumah toke (tauke) sawit di desa itu hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa.

“Luka (tembak) di bagian perut sebelah kanan, kondisinya masih kritis, belum bisa berbicara,” ujar Abdul Mukti, abang ipar Mujiburhan saat ditemui portalsatu.com di RSUD Langsa, Kamis, 28 Mei 2015 sekitar pukul 16.20 WIB.

Pantauan portalsatu.com, Mujiburhan dirawat di salah satu ruangan VIP rumah sakit pelat merah itu. Di lokasi itu tidak tampak personil polisi. Pihak keluarga belum mengizinkan wartawan melihat kondisi korban. “Mohon maaf, mohon sabar ya,” kata Abdul Mukti sembari menyatakan ia belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

Sementara petugas medis di ruangan Instalasi Rawat Darurat RSUD Langsa menolak menjelaskan kondisi Mujiburhan, termasuk posisi luka yang dialami korban penembakan itu. Petugas medis itu beralasan baru masuk piket usai siang, sedangkan Mujiburhan sebelumnya ditangani tim medis piket pagi hingga siang tadi.

Diberitakan sebelumnya, Mijiburhan, 43 tahun, pekerja atau anak buah toke (tauke) sawit di Aceh Tamiang dilaporkan ditembak oleh dua perampok. Insiden tersebut terjadi di rumah toke sawit, Edti Yani alias Kak, di Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, saat Mujiburhan arab disapa Burhan mengantar uang untuk “bosnya” itu, Kamis, 28 Mei 2015, sekitar pukul 13.15 WIB. (Baca: Perampok Tembak Anak Buah Toke Sawit di Aceh Tamiang).[] Laporan Fathurrahman.

Foto ilustrasi.

Kodim Usul Kenaikan Pangkat Dua Intelijen Korban Penembakan

Kodim Usul Kenaikan Pangkat Dua Intelijen Korban Penembakan

LHOKSEUMAWE – Kodim Aceh Utara telah mengusulkan kenaikan pangkat dua intelijen TNI yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata api di Nisam Antara.

“Sudah kita usulkan dan sudah diterima oleh TNI AD, tapi belum turun (keputusan tentang kenaikan pangkat),” ujar Dandim Aceh Utara Letnan Kolonel Inf. Iwan Rosandriyanto kepada portalsatu.com lewat telpon seluler, Kamis, 9 April 2015, sekitar pukul 13.40 WIB.

Dandim Iwan menyebut pihaknya mengusulkan kenaikan pangkat lantaran kedua korban tewas saat menjalankan tugas sebagai personel Kodim Aceh Utara. “Jika (usulan) itu disetujui maka keduanya naik pangkat satu tingkat,” katanya.

Dua intelijen TNI itu diculik kelompok bersenjata api hingga ditemukan tewas dengan kondisi luka tembak, di Nisam Atara, Aceh Utara, 23 Maret lalu. Kedua korban adalah Sertu Indra Irawan dan Serda Hendrianto.

Dalam keterangan tertulis dikirim kepada para wartawan, Rabu malam tadi, Dandim Iwan mengatakan pihak kepolisian masih terus melakukan upaya pencarian terhadap kelompok bersenjata yang menculik dan menembak dua personel Kodim Aceh Utara itu.

“Dan Kodim 0103 (Aceh Utara, red) akan siap untuk memback-upnya. Beberapa pendalaman dan pengembangan masih terus dilakukan,” tulis Dandim Iwan.

Iwan menambahkan, pihak istri dari kedua almarhum tetap menjadi keluarga besar Kodim Aceh Utara. Sebagai wujud kepedulian sosial dan hubungan emosional yang kuat, keluarga besar Kodim telah memberikan santunan yang salah satunya dalam bentuk uang. “Demikian juga pimpinan kami (telah memberikan santunan, red),” tulis Dandim.

Dalam waktu dekat juga akan diberikan santuan asuransinya. Demikian juga istri almarhum akan selalu kita libatkan dalam kegiatan Persit dan kebersamaan soliditas Kodim,” tulis Dandim Iwan lagi. (Baca: Cerita Istri Intel TNI Buka Facebook Hingga Pecah Gelas).

“Terpenting semuanya adalah hukum harus ditegakkan dan keamanan, kedamaian di Aceh harus terus terjaga demi iklim pembangunan yang kondusif,” kata Dandim.[]