Tag: pdip

Delegitimasi dan Keteladanan

Delegitimasi dan Keteladanan

BEBERAPA hari lalu kita melihat bagaimana Presiden Jokowi dan Wapres dilegitimasi oleh PDIP (Megawati). Hadir di kongres partai pengusung, tapi tidak diberi kesempatan berpidato. Yang ada Megawati dengan congkaknya menghujat pemerintah Jokowi-JK.
‎Bayangkan apa jadinya pemerintah yang baru seumur jagung itu didelegitimisi oleh partai pengusung utama. Ini menunjukkan bahwa PDIP yang identik dengan Megawati lebih mementingkan partai dan keinginannya.

Andai dia berpikir untuk bangsa ini, maka seburuk apapun Jokowi-JK takkan diumbar di depan umum. Sebab bila mereka saja sudah tidak lagi mempercayai pemerintah ini bagaimana orang atau partai lain. Pemerintah yang ‎kehilangan kepercayaan gerbong sendiri apa mungkin dipercaya orang lain?

Bila sudah begini dunia usaha tidak percaya stabilitas politik, maka mereka akan takut berinvestasi. Bila sudah begitu anda sambung-sambung saja kesimpulannya.

Aceh hal itu lebih kurang terjadi. Pemerintah Aceh hasil Pilkada 2012 sepertinya berbeda platfon dengan partai pengusung utama. Yang membedakan keduanya adalah di Aceh, pemerintah yang meninggalkan pengusungnya. Kasat mata ini terlihat bagaimana keduanya saling berbeda. Lihat saja saat pembahasan APBA 2015.

Sebenarnya kenapa hal ini bisa terjadi? Karena masing-masing pihak merasa benar. Lebih mementingkan diri sendiri dan kroninya, tidak mau saling mengalah, tidak lagi melihat tujuan.

Kehilangan atau memang tidak punya sikap keteladan. Pemimpin itu panutan. Pemimpin adalah patron. Perbuatan baik akan efektif bila dimulai dengan keteladan. Keteladan ini dimulai dari atas (pemimpin). Di Indonesia dan di Aceh, kita krisis keteladanan. Pemilik otoritas tidak menunjukkan sikap yang patut diteladani. Ego dan rasa berkuasa memupuskan kearifan. Rasa malu hilang karena ditutupi nafsu. Sepertinya mereka pemilik kebenaran. Dan para pengikut dan penjilatnya membuat pembenaran. Jadilah para pemilik otoritas itu di menara gading. Merasa benar sendiri. Merasa paling paham.

Aceh saat ini dalam banyak statistik serba wah. Pengangguran tertinggi, pendidikan buruk, gizi buruk, pelayanan kesehatan buruk. Namun lihatlah ada yang mengaku bersalah? Ada yang mengakui gagal? Atau adakah evaluasi yang melahirkan reward dan punishmant?

Yang ada banyak pihak mencari pembenaran, mencari alasan, membuat analogi. Yang paling lucu di media ada yang mengaku heran, miris, sedih atau mengecam. Mereka yang mengatakan ini berada dalam sistem. Namun setelah itu apakah mereka bergegas mencari sebab dan pemecahannya? Semua menguap seperti kabut pagi.

Kita rindu ada pemimpin yang menunjukkan keteladanan, bila gagal atau tak memenuhi target kemudian menghukum dirinya. Misalnya dengan mengurangi fasilitas untuk dirinya. Tiap tahun Silpa begitu besar, tapi fasilitas untuk para pemimpin tetap saja maksimal.

Para pemimpin malah mencari celah untuk mencari lebih walaupun dengan jalan haram. ‎Kita mengaku muslim dan pengikut Rasulullah, tapi Rasulullah menunjukkan keteladannya. Beliau orang pertama kelaparan dan orang terakhir kenyang sepanjang kepemimpinan beliau. Pemimpin kita bagaimana?[]

Golkar Siap Bekerjasama dengan PDIP

Golkar Siap Bekerjasama dengan PDIP

MEDAN – Ketua Umum Partai Golkar kubu Munas Ancol Agung Laksono menyatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam membangun bangsa.

“Mari bersama membangun negara,” kata Agung usai menghadiri rapat konsolidasi di Medan, Sabtu, 11 April 2015.

Secara pribadi, Agung mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui kongres di Bali.

Pihaknya berkeyakinan PDIP yang kembali dipimpin Megawati Soekarnoputri akan terus mendukung pemerintahan.

Untuk kepentingan bangsa, pihaknya juga siap mendukung PDIP yang telah mendeklarasikan diri sebagai parpol pendukung pemerintahan guna mewujudkan kemajuan bangsa.

“Kami siap bekerja sama (dengan PDIP),” kata mantan Ketua DPR RI tersebut.

Selain, pihaknya juga berkeyakinan Megawati Soekarnoputri juga akan mendukung pemerintah untuk menciptakan suhu politik nasional yang kondusif.

“Saya yakin dengan kepemimpinan Megawati,” ujar Agung Laksono.[] sumber: antaranews.com

Kader PDIP Ditangkap KPK: Itu Memalukan, Menjijikkan

Kader PDIP Ditangkap KPK: Itu Memalukan, Menjijikkan

DENPASAR – Anggota Fraksi PDIP TB Hasanuddin mengatakan adanya kader PDIP yang ditangkap tangan oleh KPK sangat memalukan.

Sebab, penangkapan itu terjadi bersamaan saat PDIP melangsungkan Kongres IV di Denpasar, Bali. “Itu memalukan dan sangat sangat menjijikkan,” kata TB Hasanuddin, kala ditemui di sela Kongres PDIP di Inna Grand Beach Hotel, Jumat pagi, 10 April 2015.

Namun TB Hasanuddin belum mengetahui siapa kader PDIP yang ditangkap tangan oleh KPK. “Ada yang menyebut anggota DPR RI, ada juga katanya DPRD Maluku,” katanya.

TB Hasanuddin, yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI, mengatakan perilaku korup kader PDIP sangat bertentangan dengan sikap politik seperti yang disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pembukaan Kongres, Kamis kemarin. Peringatan agar kader tidak korupsi juga sering dilontarkan oleh Megawati.

Namun TB Hasanuddin, tidak ingin berburuk sangka pada KPK yang menangkap kader PDIP saat Kongres. Dia yakin operasi tangkap tangan biasanya telah disertai bukti-bukti valid. Seperti adanya rekaman suara. “Pasti ada data-data yang sudah masuk terlebih dulu,” kata Ketua DPD Jawa Barat ini.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha menyatakan KPK telah menangkap beberapa orang di Bali. Namun Priharsa belum menyampaikan secara rinci siapa orang yang ditangkap maupun dugaan kasus yang menjerat orang tersebut.

Mereka yang tertangkap tangan kemudian dibawa ke gedung KPK di Jakarta. Petugas membawa terduga koruptor itu menggunakan Toyota Innova B-1283-JU. | sumber : tempo

Kader PDIP Kena Serangan Jantung Saat Dengar Megawati Pidato

Kader PDIP Kena Serangan Jantung Saat Dengar Megawati Pidato

JAKARTA – Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pidato politik pada pembukaan Kongres IV PDIP di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Kamis 9 April 2015.

Dalam pidato politiknya, Megawati menyoroti banyak hal. Mulai dari Konferensi Asia Afrika, revolusi mental, kontrak migas dan BUMN hingga hubungan politik antara PDIP dan Presiden Joko Widodo.

Namun, saat tengah asyik berpidato, tiba-tiba seorang kader PDIP tumbang. Ia pingsan. Kader tersebut terkena serangan jantung.

Kader itu adalah Cornelis Lay. Cornelis merupakan salah satu penulis pidato politik Joko Widodo yang disampaikan di DPR RI di awal terpilih sebagai Presiden RI ketujuh.

“Tadi waktu menyaksikan pidato politik Ibu Megawati, Cornelis jatuh,” kata staf Humas Panitia Lokal Kongres IV PDIP, I Gede Jhony Suhartawan, saat berbincang dengan VIVA.co.id.

Menurut Jhony, dari informasi yang diterimanya, Cornelis terkena serangan jantung. “Tadi saya lihat waktu digotong dia berkeringat dan wajahnya membiru. Informasinya terkena serangan jantung,” jelas dia.

Cornelis kemudian dievakuasi ke tim kesehatan yang sudah disediakan panitia. “Tadi langsung dibawa ke ambulans untuk diberi pertolongan pertama. Selanjutnya saya belum dapat informasi dia dirujuk ke rumah sakit mana,” ujar Jhony.[] sumber: viva.co.id