Tag: pdam

Komisi B DPRK Banda Aceh: Warga Mengeluh Soal PDAM

Komisi B DPRK Banda Aceh: Warga Mengeluh Soal PDAM

BANDA ACEH – Sejumlah warga di Kota Banda Aceh mengeluh belum bisa menikmati pelayanan air PDAM secara maksimal. Hal ini merupakan hasil Sidak Komisi B DPRK Banda Aceh di sejumlah gampong di Kota Banda Aceh.

“Hasil tinjauan Komisi B dan Dirut PDAM Tirta Daroy, saat ini masih banyak warga yang kecewa dengan tidak lancarnya air PDAM. Bahkan ada juga warga yang sama sekali tidak bisa menikmati air PDAM,” kata Sabri Badrudin kepada wartawan, Kamis, 28 Mei 2015.

Sabri mengatakan saat ini sejumlah gampong di Banda Aceh seperti Gampong Jawa, Lampulo, Lingke, dan Ie Masen Kaye Adang, masih banyak warga mengeluhkan pendistribusian air yang terjadi tengah malam. Menurutnya, saat ini distribusi air PDAM sering terjadi tengah malam sehingga membuat masyarakat tidak nyaman.

“Ini baru empat gampong yang kami tinjau. Saya pikir masih banyak warga di gampong lain mengalami hal yang serupa,” ujarnya.

Katanya, keluhan ini harusnya menjadi prioritas pihak PDAM untuk segera memperbaiki pelayanan air bersih di Banda Aceh. Hal ini mengingat air bersih adalah kebutuhan dasar bagi setiap warga.

“Dan hal ini menjadi kewajiban dari Pemko Banda Aceh untuk memenuhi itu semua,” katanya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Keuchik Gampong Jawa, Ridwan AR. Ridwan mengatakan sejauh ini warganya masih sering mengeluh karena tidak ada air. Bahkan menurutnya, kalaupun ada pengaliran air PDAM itu sering terjadi ditengah malam.

“Warga disini banyak mengeluhkan sering macetnya air, bahkan ada sebagian dari mereka sama sekali tidak pernah merasakan pelayanan air bersih sudah setahun lamanya,” kata Ridwan.

Ridwan juga menambahkan saat ini kebanyakan dari warga Gampong Jawa sering membeli air tangki PDAM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena kalau menggunakan air sumur tiak memungkinkan yang disebabkan air sumur mereka asin.

“Air sumur disini asin, jadi tidak mungkin kami pakai air sumur untuk memenuhi keseharian kami, solusinya ya kami beli air,” ujarnya. [] (mal)

Terkait PDAM, Komisi B Tinjau Perkampungan Banda Aceh

Terkait PDAM, Komisi B Tinjau Perkampungan Banda Aceh

BANDA ACEH – Komisi B DPRK Banda Aceh meninjau sejumlah gampong terkait persoalan air bersih yang selama ini dikeluhkan warga, Kamis, 28 Mei 2015.

“Sore ini kami akan terjun ke lapangan terkait permasalahan PDAM, ini juga bagian dari jawaban kami terkait surat yang disampaikan oleh warga,” kata Ketua Komisi B DPRK Banda Aceh Sabri Badrudin, Kamis, 28 Mei 2015.

Dirut PDAM Tirta Daroy, Teuku Novrizal Aiyub, juga ikut serta meninjau untuk melihat kondisi lapangan.

“Kami ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, dan mendengarkan secara langsung keluhan dari masyarakat,” ujar Sabri.

Sabri mengatakan salah satu kendala selama ini adalah saat pemadaman listrik turut menyebabkan hilangnya tekanan air.

“Rute hari ini adalah Gampong Jawa, Lampulo, dan Lingke,” katanya.[](bna)

Wali Kota: Kerjasama dengan Berbagai Pihak Harus Ditingkatkan

Wali Kota: Kerjasama dengan Berbagai Pihak Harus Ditingkatkan

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh berpesan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Daroy agar terus memperbaiki manajemen internal dan membenahi kedisiplinan pegawai.

Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan yang harus diperbaiki oleh Dirut PDAM saat ini adalah memperbaiki pelayanan dan membuat rencana aksi serta target kinerja yang akan dilakukan nantinya.

“Semaksimal mungkin menurunkan angka kebocoran yang adadan manajemen internal harus dibenahi sehingga kinerja dari pegawai bisa tepat sasaran agar,” kata Illiza usai melantik Dirut PDAM yang baru, Selasa, 12 Mei 2015.

Selanjutnya, Illiza menambahkan agar ke depannya Dirut PDAM dapat bekerjasama dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen yang ada dan turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan warga.

“Kami akan mengevaluasi setiap 6 bulan, apakah ada perubahan terhadap pelayanan,” ujarnya.

Illiza juga meminta agar Dirut PDAM untuk lebih sering terjun ke lapangan dan wilayah yang air PDAM-nya belum terdistribusi dengan lancar serta mencari akar persoalan dengan masyarakat.

“Mungkin akan lebih mempercepat, tinggal sambungan ke rumah yang belum lancar, kerja sama dengan seluruh masyarakat. Dan yang paling penting untuk meningkatkan kinerja sebuah perusahaan harus diterapkan secara profesional dan tetap sasaran,” ujarnya. [] (mal)

Teuku Novizal Aiyub Jabat Dirut PDAM Tirta Daroy

Teuku Novizal Aiyub Jabat Dirut PDAM Tirta Daroy

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melantik Teuku Novizal Aiyub, SE, Ak, sebagai Direktur Utama (Dirut) Tirta Daroy Periode 2015-2019 di Aula Balai Kota Banda Aceh, Selasa, 12 Mei 2015. Ia menggantikan posisi Junaidi yang kini memasuki masa pensiun.

Illiza dalam sambutannya mengatakan persoalan utama yang sedang dihadapi oleh Kota Banda Aceh masih terkait dengan pelayanan PDAM. Ia mengatakan pelayanan air bersih di Kota Banda Aceh masih belum sempurna dan baru mencapai 83 persen.

“Terkait persoalan PDAM, hampir setiap harinya ada keluhan yang disampaikan oleh masyarakat, dan ini merupakan tugas berat bagi Dirut yang baru,” kata Illiza.

Ia mengatakan Pemko Banda Aceh sudah membentuk tim penyehatan PDAM Tirta Daroy. Selain itu, kata Illiza, Banda Aceh juga telah memiliki 37 SOP untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat sehingga ke depannya pelayanan air di Banda Aceh bisa selesai.

“Jika permasalahan air PDAM tidak bisa diselesaikan, ini adalah kesalahan terbesar, karena air adalah kebutuhan pokok warga,” ujarnya.

Pihak Pemko Banda Aceh sangat yakin dengan dilantiknya Teuku Novizal Aiyub sebagai Dirut PDAM yang baru dapat mengatasi semua persoalan yang ada. Illiza berharap agar Dirut yang baru dapat memperbaiki hal tersebut termasuk membenahi internal di PDAM.

“Apalagi beliau sudah berpengalaman di PDAM Aceh Besar. Jadi setidaknya beliau bisa membangun semangat kerja yang lebih baik,” kata Illiza.

Sementara itu, Teuku Novizal Aiyub, mengatakan pekerjaan rumah yang pertama sekali dilakukan olehnya adalah dengan menyahuti semua permasalahan yang ada.

“Yang paling utama adalah merespon setiap persoalan dan memaksimalkan pelayanan,” ujarnya.[](bna)

Ketua DPRK Banda Aceh: Jangan Sampai Masyarakat Tidak Menikmati Air Bersih

Ketua DPRK Banda Aceh: Jangan Sampai Masyarakat Tidak Menikmati Air Bersih

BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh mengharapkan permasalahan pelayanan publik dapat segera ditangani dan diselesaikan oleh eksekutif. Hal ini demi terciptanya kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya.

“Permasalahan klasik yang terjadi hari ini adalah persoalan air bersih, di umur yang sudah tidak muda lagi jangan sampai ada masyarakat kota yang masih tidak dapat menikmati air bersih,”  kata Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadhilah, kepada portalsatu.com di sela-sela peringatan HUT Kota Banda Aceh, Rabu, 22 April 2015.

Ia mengatakan pemerintah juga harus memerhatikan program peningkatan ekonomi masyarakat. Pasalnya, kata Arif, kota Banda Aceh termasuk daerah yang pertumbuhan ekonominya cukup signifikan dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Aceh.

“Selain pertumbuhan ekonomi yang sudah membaik, saat ini Banda Aceh juga masih banyak memiliki permasalahan kota yang harus segera ditangani karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita kerjakan ke depan,” ujarnya.[](bna)

[SURAT TERBUKA UNTUK ILLIZA]: Jangan Matikan Usaha Kami, Bu Wali Kota

[SURAT TERBUKA UNTUK ILLIZA]: Jangan Matikan Usaha Kami, Bu Wali Kota

Kepada Yth

Ibu Wali Kota Banda Aceh

Illiza Saadudin Djamal

Ibu Wali Kota yang kami hormati,

Sungguh kami sangat bangga kepada ibu yang peduli terhadap keimanan warganya. Ini setidaknya terlihat dari acara-acara keagamaan yang dilakukan Pemko Banda Aceh.

Namun Ibu, sesungguhnya masih ada hal mendasar yang perlu perhatian besar dari Ibu. Sekali lagi, ini hal yang sangat mendasar Ibu: kebutuhan air warga Kota Banda Aceh.

Buruknya pelayanan PDAM akhir-akhir ini benar-benar telah menyiksa kami yang mencoba usaha mandiri lewat usaha kecil. Usaha saya yang bergerak di bidang laundry sangat-sangat terpukul dengan buruknya layanan distribusi air oleh PDAM. Padahal, di lain sisi, ibu Illiza selalu mendorong agar usaha kecil terus dihidupkan.

Saat saya menulis surat ini, sudah dua minggu air PDAM mati di tempat kami di Jalan Darma Kampung Laksana, Kecamatan Kuta Alam. Ibu tahu akibatnya? Selain tidak ada air untuk berwudhu dan mandi junub, pelanggan kami marah-marah karena pakaiannya tidak selesai dicuci tepat waktu. Mereka tidak terima alasan ketiadaan suplay air dari PDAM, Bu!

Memang, kami bisa membeli air dari mobil tangki yang mengambil air dari kantor PDAM di Lampineueng. Tapi harganya tidak sebanding dengan penghasilan kami yang mengumpulkan uang recehan ribuan dari pelanggan, Bu.

Bayangkan saja. Untuk air 1.500 liter, kami harus mengeluarkan uang Rp130 ribu per hari.  Selama dua minggu, kami menghabiskan Rp1,8 juta untuk membeli air saja. Tentu saja ini tidak sebanding dengan penghasilan kami.  Jika ini terus berlanjut, maka dipastikan usaha kami akan mati, Bu!

Oh ya, ini adalah kondisi terparah sejak kami memulai usaha pada 2008. Sebelumnya, pasokan air paling lama terputus hanya 3 hari. Mudah-mudahan ini tidak ada hubungannya dengan pergantian wali kota setelah Pak Mawardy Nurdin almarhum.

Saya juga sudah melaporkan ke kantor PDAM di Lampineueng dan dijanjikan pasokan air akan kembali normal. Tapi ini sudah dua minggu, air tak kunjung muncrat.

Oleh karena itu, kami sangat memohon perhatian dari Ibu Wali Kota agar memperhatikan pasokan air ke pelanggan.

Sesuai ajaran agama, saya sudah berdoa dan memohon kepada Allah agar air lancar, Bu. Namun, tetap saja airnya tak mengalir jika Ibu Wali Kota tidak bertindak. Sekarang, setelah kepada Allah, hanya kepada Ibu-lah tempat kami berlindung dan memohon pertolongan.

Demikian, semoga ibu dan keluarga diberi kesehatan oleh  Allah agar dapat memikirkan nasib kami rakyat kecil ini.

Hormat saya,

Yuswardi

Kampung Laksana

Banda Aceh

Pelayanan Air Bersih Jadi Persoalan Serius di Banda Aceh

Pelayanan Air Bersih Jadi Persoalan Serius di Banda Aceh

BANDA ACEH – Ketua Fraksi PKS-Gerindra Kota Banda Aceh, Irwansyah, mengatakan layanan air bersih merupakan persoalan serius. Hal ini harus menjadi prioritas utama untuk menjaga kesehatan masyarakat.

“Masalah air bersih sepertinya tidak kunjung tuntas. Karena itu, perlu penanganan serius dari pemerintah daerah menyelesaiakannya, dan saya pikir ini harus menjadi isu yang mendapatkan perhatian serius,” ujar Irwansyah kepada wartawan di Banda Aceh, Sabtu, 18 April 2015.

Menurutnya permasalahan air bersih harus tuntas dilakukan oleh Dirut PDAM yang baru. Dirut PDAM yang baru juga diminta untuk mampu menyelesaikan semua keluhan masyarakat terkait dengan pelayanan air bersih.

“Makanya dalam diskusi tadi kami mengundang wali kota agar mendengar masukan-masukan dan jangan sampai salah memilih orang,” ujar politisi PKS tersebut.

Irwansyah juga menambahkan pihaknya berkomitmen dan memberikan dukungan moral kepada eksekutif, agar proses seleksi pemilihan Dirut PDAM bisa menjawab persoalan air bersih selama ini.

“Persoalan air bersih bukan hanya sekedar memilih direktur yang baru tapi juga memperbaiki manajemen dan sistem dari internal PDAM itu sendiri,” kata Irwansyah.

Selama ini pihaknya juga menemukan ada kelebihan staff di PDAM. Menurutnya hal itu juga harus direvitalisasi oleh Dirut PDAM. “Kebanyakan staff tapi kerja tidak ada, ini tidak bisa dibiarkan,” katanya.

Permasalahan teknis menurut irwansyah sebenarnya mudah diselesaikan jika adanya semangat memperbaiki. Dirinya juga memberikan apresiasi kepada Komisi B terutama dari Fraksi PKS-Gerindra agar terus mengawasi dan menuntaskan perjuangan penyelesaian masalah air bersih ini.[](bna)

Komisi B DPRK: Kritikan Harus Jadi Motivasi Membenahi Kinerja

Komisi B DPRK: Kritikan Harus Jadi Motivasi Membenahi Kinerja

BANDA ACEH – Ketua Komisi B Dewan Perwakilan rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Sabri Badruddin, berkomitmen untuk terus mengawasi dan mengatasi permasalahan air bersih yang selama ini terjadi di Banda Aceh.

Sabri mengatakan, dalam menjalankan tugasnya, Komisi B berkomitmen untuk membenahi persoalan yang sedang dialami oleh PDAM, terutama dalam bidang pengaduan dan pelayanan.

“Ketika ada warga yang mengeluh atau memberikan kritikan tidak boleh ada yang marah, dan kritikan itu harus menjadi motivasi untuk membenahi kinerja,” kata Sabri, di Banda Aceh, Sabtu, 18 April 2015.

Ia berharap semua pihak bisa menerima masukan dan keluhan yang dilaporkan oleh warga untuk memperbaiki pelayanan publik di bidang air bersih.

“Sejauh warga Banda Aceh mengeluh ya harus ditanggapi, tidak boleh terus menerus mencari alasan menghindar dan makanya harus segera dicari solusi secara bersama-sama,” ujar Sabri.[](bna)

Dirut PDAM: Banyak Warga yang Mencuri Air

Dirut PDAM: Banyak Warga yang Mencuri Air

BANDA ACEH – Dirut PDAM Tirta Daroy, Junaidi, S.Sos, mengatakan saat ini banyak warga menyambung pipa secara ilegal (by pass) dengan berbagai cara. Kecurangan tersebut banyak dilakukan oleh warga di saat pasokan air bersih sedang bermasalah.

“Selama ini masyarakat dan berbagai pihak menuntut agar PDAM Tirta Daroy memberikan pelayanan secara maksimal, namun di lain sisi justru banyak pencurian dilakukan oleh masyarakat,” kata Junaidi, Sabtu, 18 April 2015.

Junaidi menjelaskan kebocoran ini menjadi salah satu kerugian bagi PDAM Tirta Daroy. Ia mengatakan PDAM banyak menemukan adanya pemasangan pipa lain di samping H2O meter tanpa melalui water meter yang dilakukan oleh warga.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza, juga mengatakan masih banyak warga dan pengusaha yang menggunakan air PDAM secara illegal.

“Pencurian air yang terjadi di tengah masyarakat serta bocornya pipa mejadi persoalan yang klasik, yang terjadi di Banda Aceh,” ujar Illiza.[](bna)

Illiza Ungkap Alasan Investor Enggan Masuk ke Banda Aceh

Illiza Ungkap Alasan Investor Enggan Masuk ke Banda Aceh

BANDA ACEH – Wali Kota Illiza Saaduddin Djamal, mengungkapkan alasan tidak adanya investor yang mau menanamkan modalnya di Banda Aceh.

“Tidak hanya air bersih semata, tapi juga aliran listrik yang tidak memadai membuat para investor tidak datang ke Banda Aceh,” kata Illiza saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) di 3 in 1 Cafe Lampineung, Sabtu, 18 April 2015.

Ia mengatakan Kota Banda Aceh sebenarnya sangat berpotensi untuk mendatangkan para investor. Hal ini mengingat Banda Aceh memiliki objek wisata islami dan sejarah serta dekat dengan Aceh Besar, yang memiliki potensi alam yang sangat menjanjikan.

“Saat ini pasokan listrik di Kota Banda Aceh juga mengalami gangguan sehingga menjadikan para pemodal sedikit sulit untuk membangun usahanya,” ujarnya.[](bna)