Tag: PAN

Disambut Seni Gayo, Begini Respon Ketua Umum PAN

Disambut Seni Gayo, Begini Respon Ketua Umum PAN

BANDA ACEH – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) Zulkifli Hasan memuji kesenian Gayo, terutama tari guel dan tari saman yang selalu memukau.

“Tarian (guel) diluar tadi sangat luar biasa, motif busananya pun bagus,” kata Ketua DPP PAN ketika membuka Korwil PAN Aceh di Gedung Anjung Mon Mata, Banda Aceh, Minggu 27 September 2015. Zulkifli Hasan terkesima dan menyampaikan terima kasih kepada pelaku tarinya.

“Gayo itu daerah penghasil kopi kan?” tanya Ketua MPR-RI itu.

Saat menyampaikan pujian soal Gayo, Zulkifli Hasan didampingi para tokoh partai yang dinobatkan memukul Rapai bersama tanda permbukaan Muswil PAN ke-4 dimulai. Mereka adalah Dr. Ir Azwar Abubakar, Dr Farhan Hamid, Imam Sudja, Muslim Ayub, Ketua DPW PAN, Sekjen DPP PAN, Bendahara Umum DPP PAN, Pimpinan DPW PAN Sumatera Utara dan sejumlah kader Partai lainnya.

Zulkifli Hasan menjelaskan, di Gayo juga ada kesenian yang paling terkenal. Namanya tari Saman.

“Kami sekeluarga mengenal tarian Saman karena anak saya seorang penari,” ujarnya.

Tari Guel ditampilkan pada saat menyambut kehadiran ketua Umum PAN bersama rombongan, juga turut disematkan kain berukir kerawang (ulen-ulen). Gerak sekitar 5 meter sampai ke pintu gedung, Zulkifli Hasan langsung disambut dua putra-putra seraya memberi kupiah meuketop sebagai lambang kebesaran dan keberagam. Hingga, Zulkifli Hasan berlalu  menuju kursi Undangan paling depan panggung Anjong Mon Mata. [] (mal)

Di Muswil PAN, Mualem Mengaku Calon Wagub dari Parnas

Di Muswil PAN, Mualem Mengaku Calon Wagub dari Parnas

BANDA ACEH – Akhirnya siapa pasangan yang akan mendampingi Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf pada Pemilihan Gubernur 2017 mendatang, terjawab sudah.

“Untuk memperkuat pembangunan Aceh, Partai Aceh akan mencari calon wakil Gubernur Aceh dari partai nasional,” kata Mualem ketika menyampaikan pidato mewakili pemerintah Aceh pada pembukaan Musyawarah Wilayah ke-4 DPW Partai Amanat Nasional Provinsi Aceh, Minggu 17 September 2015 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.

Mualem menyebutkan, pasangan wakil gubernur dipilih dari sosok partai nasional semata-semata untuk mensinergikan pembangunan Aceh yang lebih baik.

“Kami sadar betul pentingnya partai nasional dalam mewujudkan Aceh Sejahtera,” lanjut Mualem.

Mualem menyampaikan itu langsung di hadapan pimpinan partai Amanat Nasional pusat dan Aceh, pimpinan Partai Gerindra, pimpinan Partai Persatuan Pembangunan, dan Pimpinan Partai Demokrat Aceh.

[Foto]: Zulkifli Hasan Disambut Tarian Gayo di Aceh

[Foto]: Zulkifli Hasan Disambut Tarian Gayo di Aceh

KETUA Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan rombongan disambut Tarian Guel Gayo di halaman Gedung Anjong Mon Mata, Minggu 27 September 2015.

Rombongan didampingi Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Ketua DPW Pan Aceh, Ketua Gerindra Aceh, dan sejumlah Petinggi PAN Aceh lainnya.

Zulkifli Hasan dan rombongan tiba di Bandara Sim sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung dijamu untuk sarapan pagi.

Berikut foto-foto yang diabadikan portalsatu.com:

pan 3

pan 4

pan 2

Muswil PAN Aceh Dijadwalkan Dihadiri Petinggi Partai

Muswil PAN Aceh Dijadwalkan Dihadiri Petinggi Partai

BANDA ACEH – Musyawarah Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh bakal dihadiri oleh sejumlah petinggi partai dari Pusat. Salah satunya adalah Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.

“Ini kali pertama dalam sejarah Muswil PAN yang dihadiri sejumlah petinggi partai,” kata Anggota DPR RI, Muslim Ayub, kepada portalsatu.com di Banda Aceh, Sabtu, 16 September 2015.

Selain Zulkifli Hasan, turut hadir sejumlah petinggi PAN lainnya seperti Sekjen DPP PAN Edi Suparno, Bendahara Umum DPP Nasrullah, dan Ketua Fraksi PAN DPR-RI Mulfachri Harahap.

Ketua Panitia Pelaksana Muswil PAN Aceh, Hj Ismaniar, SE, ketika dihubungi mengatakan, rombongan Ketua Umum PAN akan tiba di Banda Aceh besok pagi, Minggu, 17 September 2015. Mereka datang menggunakan pesawat yang mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda dan langsung menuju lokasi kegiatan di Anjong Mon Mata.

“Persiapan sudah 90 persen, dan diharapkan besok semua berjalan lancar,” ujar Ismaniar.[](bna)

PAN Akui Bidik Posisi Menteri

PAN Akui Bidik Posisi Menteri

JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menjadi bagian dari koalisi partai yang mendukung pemerintahan Jokowi-JK.

Ketua Mahkamah PAN Muhamad Yasin Kara mengatakan, merapatnya PAN ke kubu pemerintah bukan tanpa alasan dan secara tiba-tiba. Katanya, keputusan tersebut telah lama didiskusikan di internal partai.

“Berpolitik itu artinya mengambil peran, mewujudkan ide dan gagasan bagi bangsa. Jadi enggak boleh malu-malu, karena itu lucu, politik kok enggak mau berperan,” kata Yasin di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2015).

Ia menambahkan, dalam kondisi paceklik ekonomi di Indonesia saat ini, PAN ingin mengambil peran dari dalam tubuh pemerintah untuk mendorong percepatan ekonomi.

“Kalau dia (kader PAN) berprestasi, tentu masyarakat akan merasakan kehadiran partai. Kalau tidak berperan apanya yang mau dinilai?,” lanjut dia.

Ia dengan tegas mengakui, posisi yang kini dipilih PAN memang bertujuan untuk mendapatkan jatah menteri. “Koalisi itu pasti mengincar partisipasi, harus itu, kalau tidak akan jadi naif. Bagaimana mengambil peran sehingga pemikiran-pemikiran kepartaian bisa terwujud,” sambung dia.

Komunikasi politik yang dilakukan PAN kepada Presiden Joko Widodo, kata Yasin, menjadi semakin intens sesudah pemilihan Ketua DPR/MPR tahun 2014 silam, dan hari-hari ini baru diputuskan secara final.

Mengenai restu dari pendiri PAN, Amien Rais yang dikabarkan tak turun, Yasin mengatakan ini adalah kosekuensi dari berpolitik. Ia berharap lebih banyak pihak yang bergabung sehingga pemerintah akan semakin kuat.

“Jangan hanya PAN yang terlibat. Kalau hanya PAN kekuatan Pak Jokowi belum kuat untuk memperbaiki bangsa ini. Bangsa ini membutuhkan konsolidasi menyeluruh,” kata Yasin.

“Persoalan bangsa kita mendesak. Dan kita lihat enggak ada yang bergerak. Ini langkah strategis kami,” pungkas dia.[] sumber: okezone.com

Publik Diminta Tidak Reaktif PAN Gabung ke Pemerintah

Publik Diminta Tidak Reaktif PAN Gabung ke Pemerintah

BANDA ACEH – Ketua Komite PAN Muda (PANDU) Indonesia Provinsi Aceh, Rahmad Saputra, S.IP meminta kepada publik agar tidak terlalu cepat menyalahkan bergabungnya PAN ke pemerintahan. Dia mengatakan bergabungnya PAN ke pemerintah adalah sebuah ikhtiar untuk mengatasi persoalan kebangsaan yang sedang dihadapi sekarang.

“Saya pikir bangsa Indonesia saat ini membutuhkan persatuan semua pihak, termasuk partai politik untuk bersatu mencarikan solusi atas berbagai permasalahan yang ada. Negara ini sedang melalui masa-masa yang sangat mengkhawatirkan, ekonomi kita sedang morat-marit, kondisi politik kita juga sedang tidak kondusif, makanya PAN bergabung ke pemerintah karena ingin menciptakan kondisi politik yang kondusif dan ingin memberi masukan kepada pemerintah dengan lebih intens,” ujar Rahmad Saputra melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Jumat, 4 September 2015.

Dia mengatakan bergabungnya PAN ke pemerintah juga bukan persoalan power sharing dan keinginan mendapat kuota menteri. Namun menurut Rahmad, sikap ini diambil lantaran terkait persoalan tanggung jawab anak bangsa dan tanggung jawab PAN sebagai salah satu instrumen demokrasi untuk menyelamatkan negara ini.

“Karena terlalu dini kalau kemudian publik menilai bahwa PAN bergabung ke pemerintah karena hanya ingin kursi menteri dan berpikir pragmatisme semata,” katanya.

Rahmad mengajak kepada publik agar melihat sisi positif bergabungnya PAN ke pemerintah. Menurutnya saat ini Indonesia membutuhkan semua masukan dari anak negeri dan bukan hanya sekedar kritikan.

“Bangsa kita butuh persatuan semua elemen, dengan itu saya kira persoalan yang dihadapi bangsa akan terselesaikan,” ujarnya.[](bna)

Ini Tanggapan Prabowo Soal PAN Gabung Koalisi Indonesia Hebat

Ini Tanggapan Prabowo Soal PAN Gabung Koalisi Indonesia Hebat

JAKARTA – Pimpinan Koalisi Merah Putih, Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan petinggi koalisi di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan. Prabowo yang mengenakan kemeja putih hanya menebar senyum kepada awak media.

Bahkan, saat disinggung berkumpulnya koalisi ini untuk membahas membelotnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH), Prabowo hanya tersenyum. Namun, ada yang menarik disampaikan mantan calon Presiden 2014 ini saat ditanya apakah Gerindra akan menyusul PAN.

“Wah mancing-mancing nih,” celetuk Prabowo yang disambut tawa wartawan di Bakrie Tower, Jakarta, Kamis (3/9).

Tak banyak yang disampaikan Prabowo, dia bergegas masuk ke dalam lift untuk menemui para petinggi partai yang tergabung dalam KMP.

Sebelum Prabowo, telah hadir terlebih dahulu Sekjen Golkar kubu Aburizal Bakrie, Idrus Marham, petinggi PKS yaitu Fahri Hamzah dan Anies Matta. Selain itu hadir pula Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen PAN Eddy Suparno.[] sumber: merdeka.com

JK: Belum Ada Pembicaraan Jatah untuk PAN

JK: Belum Ada Pembicaraan Jatah untuk PAN

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan, belum ada pembicaraan di internal pemerintah mengenai “jatah” posisi bagi Partai Amanat Nasional yang baru menyatakan dukungannya kepada pemerintah. PAN sebelumnya berada di luar pemerintahan sebagai bagian dari Koalisi Merah Putih.

“Belum sampai ke tahap itu, belum, belum,” kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis, 3¬†September¬†2015.

Mengenai kemungkinan pemerintah menyediakan kursi di kabinet untuk PAN, Kalla menyampaikan bahwa pemerintah akan melihat perkembangan situasi ke depan.

“Nanti kita lihat pertimbangannya. Belum dibicarakan sampai sana,” ucap Kalla.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengumumkan bahwa PAN secara resmi bergabung ke KIH, dalam sebuah jumpa pers di Istana Merdeka, Rabu (2/9/2015) siang. Zulkifli mengatakan, keputusan PAN bergabung ke koalisi pendukung pemerintahan sudah dikonsultasikan dengan Majelis Pertimbangan Partai dan juga seluruh jajaran internal partai itu.

Zulkifli mengatakan, tantangan ekonomi dunia saat ini menjadi momentum yang tepat untuk bersama-sama membantu pemerintah. Dengan demikian, dia menganggap saat ini bukan lagi saatnya berpikir masing-masing kelompok.[] sumber: kompas.com

KMP: Sanksi untuk PAN Kita Serahkan kepada Rakyat Indonesia

KMP: Sanksi untuk PAN Kita Serahkan kepada Rakyat Indonesia

Jakarta – Sekretaris Harian KMP Fahri Hamzah membeberkan komitmen parpol-parpol yang tergabung dalam KMP untuk membentuk koalisi permanen. Lalu bagaimana dengan PAN yang kini menyatakan mendukung pemerintah? Ada sanksi?

“Modalnya (koalisi) adalah kesadaran bersama dari partai yang tergabung dan tentu di situ ada etika, komitmen bersama. Sehingga apakah ada sanksinya? Saya kira semua serahkan kepada rakyat Indonesia,” ucap Ketua Harian KMP Idrus Marham dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Idrus mengatakan, parpol yang tergabung dalam KMP yaitu Gerindra, Golkar, PAN, PPP, dan PKS sudah berkomitmen akan tetap solid dan memiliki garis perjuangan di luar pemerintahan.

Hal itu bermula dari komitmen yang diteken pada Senin 14 Juli 2014 lalu, atau lima hari pasca pencoblosan Pilpres bahwa 6 parpol di atas sepakat membentuk koalisi permanen yang akan berada di luar pemerintahan.

“Berjuang untuk kepentingan rakyat di luar pemerintah sama mulianya dengan di dalam pemerintahan. Itu kata kuncinya,” ujarnya.

“Dan peran-peran sebagai kekuatan penyeimbang untuk check and balances, mengkritisi jalannya pemerintahan sehingga akan produktif itu arah perjuangan KMP,” tegas Idrus.

“Saya kira kita pahami perubahan sikap politik DPP yang bergabung dengan pemerintah, dan tentu itu tidak membuat KMP tidak solid. Bahkan kita semakin solid,” tambahnya lagi.| sumber: detik.com

Gerindra: Sudah Ada Tanda PAN Merapat ke Pemerintah 7 Bulan Lalu

Gerindra: Sudah Ada Tanda PAN Merapat ke Pemerintah 7 Bulan Lalu

Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan bergabung dengan koalisi pemerintahan Jokowi-JK. Ketua DPP Gerindra Desmond Mahesa menilai hal tersebut biasa saja karena sudah diprediksi sejak lama.

“Kalau bicara solid, kapan PAN solid? Dari dulu sudah ada tanda-tanda ke sana, 6-7 bulan lalu sama saja,” kata Desmond di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Desmond memang sudah lama bicara bahwa tak ada koalisi yang permanen. Bahkan, Desmond memprediksi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) tak akan ada lagi di pertengahan 2017.

“Saya sudah bilang, KMP itu bukan koalisi yang permanen. Itu kesepakatan yang berani di luar pemerintahan. Partai yang semangat di luar pemerintahan. Pertengahan 2017, KMP-KIH tidak ada lagi, semua berkoalisi untuk 2019,” tutur Wakil Ketua Komisi III itu.

Apakah PAN sudah berkomunikasi dengan meminta izin kepada KMP seperti Prabowo Subianto?

“Ngapain harus izin? Prabowo kan bukan pimpinan PAN,” tuturnya. | Sumber: detik.com