Tag: pakistan

Gelombang Panas, Ulama Keluarkan Fatwa Warga Boleh Tak Puasa

Gelombang Panas, Ulama Keluarkan Fatwa Warga Boleh Tak Puasa

Ulama tekemuka Pakistan mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan sebagian umat Islam di Karachi tidak berpuasa Ramadan karena gelombang hawa panas. Fatwa itu dikeluarkan setelah ratusan warga Karachi tewas akibat gelombang hawa panas.

“Jika dokter ahli mengatakan bahwa hidupmu terancam karena hawa panas, atau beberapa kondisi yang membuat Anda menjadi lebih buruk karena berpuasa, maka Anda bisa meninggalkan puasa setiap hari,” kata Naeem sebagaimana dikutip Dream dari laman NBC News, Kamis 25 Juni 2015.

Suhu di Karachi memang cukup panas. Mencapai 113 Fahrenheit atau 45 derajat Celcius. Suhu yang sedemikian panas membuat kondisi warga Karachi memburuk.

Ditambah lagi matinya tenaga listrik menyebabkan kipas angin dan air conditioner tidak bisa dipakai. Sejauh ini, lebih dari 800 orang dilaporkan tewas.

“Kondisi ini tergantung kondisi kesehtan dan bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap panas, tidak berlaku untuk semua orang,” kata Naeem.

Tak semua dokter bisa mengeluarkan keputusan seseorang bisa meninggalkan puasa atau idak. “Tapi hanya dokter religius dan kualifait yang dapat melihat kondisi Anda.”

Naeem yakin fatwa yang dia keluarkan itu tidak akan mengundang kontroversi. Sebab, fatwa itu dia keluarkan dengan mempertimbangkan nyawa manusia yang terancam oleh gelombang hawa panas yang melanda Karachi.

“Ketika hidup terancam , saat tuhuh kita butuh asupan, kemudian syariat pun mengizinkan kita makan babi. Demikian pula jika Anda mengidap diabetes atau secara medis mengalami dehidrasi, Anda tidak harus berpuasa,” ujar Naeem. | sumber: dream.co.id

Cobaan Muslim di Pakistan, Puasa dan Gelombang Panas

Cobaan Muslim di Pakistan, Puasa dan Gelombang Panas

KARACHI — Dengan suhu mencapai 112 derajat, 748 orang meninggal akibat gelombang panas di Pakistan.

Korban tewas diperkirakan akan meningkat dari warga yang berjalan saat panas, selama sepekan terakhir. Suhu dari gelombang panas ini mencapai yang tertinggi selama 15 tahun terakhir.

Sebanyak 8.000 orang telah dirawat karena dehidrasi dan serangan panas, di Jinnah Post Graduate Medical Center, di Karachi. Tempat itu sendiri sudah penuh. Untuk membantu mengobati semua pasien, banyak karyawan yang dipekerjakan dan melarang untuk mengambil libur.

Pihak berwenang menetapkan sepuluh pusat bantuan di seluruh Karachi, untuk mendistribusikan air. Banyak orang yang berpuasa selama Ramadhan, yang memang pantang dari makanan dan air, sejak matahari terbit hingga matahari terbenam. Puasa dibebaskan bagi orang tua dan orang yang sakit.

Pemadaman listrik membuat situasi yang buruk menjadi semakin buruk. Banyak dari mereka yang jatuh sakit karena tidak memiliki akses listrik terlalu lama. Pemadaman juga berpengaruh ke kamar mayat kota, yang mulai berbau busuk.

Kamar mayat tertua di sana tersebut saat ini menampung sekitar 650 mayat, dan telah ditutup untuk ditambahkan lagi, sehingga, banyak orang yang meninggalkan jenazah di pintu depan kamar mayat. Bulan lalu, lebih dari 2.000 orang tewas di India selama gelombang panas. | sumber: republika.co.id

Foto warga Pakistan beristirahat di masjid untuk menghindari gelombang panas yang mencapai 44 derajat Celsius, Senin (22/6).

Tewas Kecelakaan Helikopter di Pakistan, Istri Dubes RI Dosen UGM

Tewas Kecelakaan Helikopter di Pakistan, Istri Dubes RI Dosen UGM

YOGYAKARTA – Sosok istri Duta Besar Indonesia untuk Pakistan, Heri Listyawati di mata keluarga dan kerabatnya merupakan intelektual yang sederhana. Sigit Heri Setia Budi, adik kandung Lilis, panggilan Heri Listyowati, menuturkan kakaknya bukan orang yang suka pamer kemewahan meskipun secara ekonomi ia mampu.

“Setiap berangkat mengajar, dia selalu memilih pakai motor lamanya, hampir tak pernah pakai mobil meskipun ada,” ujar Sigit saat ditemui pada Sabtu 9 Mei 2015. Padahal jarak rumah Lilis ke kampus Universitas Gadjah Mada terbilang lumayan jauh dan butuh waktu sekitar 20-25 menit.

“Tapi beliau selalu ngotot pakai motor tuanya itu kalau memang cuaca pas tidak hujan, praktis katanya,” ujar Sigit sembari menunjukkan sebuah motor Astrea Honda Grand keluaran tahun 1995 warna hitam yang terparkir di teras rumah Lilis.

Lilis merupakan dosen Hukum Agraria Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta selama sepuluh tahun terakhir. Namun sejak tiga tahun ini Lilis sering bolak-balik Indonesia-Pakistan untuk mendampingi tugas suaminya serta anak bungsunya, Yoga Sulistyo Burhan yang sekolah di satu SMA di Pakistan.

Lilis merupakan anak ke enam dari delapan bersaudara. Keluarga Lilis besar di lingkungan ayah dan ibu seorang guru SMA . Namun dari delapan bersaudara itu, hanya Lilis yang memiliki tekad tinggi menjadi pengajar. “Dia memilih jadi dosen, saudara lain mentok guru SMA,” ujar Sigit.

Hal yang paling diingat Sigit dari kakak kandungnya tentang obsesinya menjadi pengajar karena mengajar bagi Lilis bukanlah sebuah pekerjaan. “Hal paling membahagiakan dalam hidup ketika bisa mengajar, bisa berbagi pengetahuan,” ujar Sigit menirukan kata-kata yang sering diucapkan kakaknya.

Sigit sendiri terakhir berkomunikasi dengan Lilis saat mengantar bungsunya mendaftar tes masuk UGM sepekan lalu. Sehari sebelum kecelakaan nahas itu, melalui pesan jejaring social Whats Up, Lilis juga sempat woro-woro kepada kerabatnya bahwa ia baru saja memenangi sebuah kompetisi ping-pong di Pakistan. Namun hanya memperoleh juara dua.

“Saya godain dia, ‘Wah kurang latihan itu, di sini (Indonesia) saja sering juara satu’,” ujar Sigit mengenang. Bakat bermain ping-pong memang menonjol dalam diri Lilis sejak ia duduk di bangku Sekolah menengah Atas Negeri 1 Yogyakarta. Dalam ruangan tengah rumah Burhan pun terpampang sejumlah piala kejuaraan ping-pong baik tingkat regional atau lokal. “Dia juga aktif dalam kegiatan ibu-ibu kalau sudah di rumah, tidak hanya terus berkutat dengan kegiatan di kampus, supel,” ujar dia.

Kepala Kantor Administrasi Fakultas Hukum UGM Urip Sudiyono mengakui sifat sederhana Lilis. Di mata Urip, Lilis digambarkan sebagai dosen yang merakyat tak hanya pada mahasiswa tapi juga pegawai lainnya. “Dia seperti bukan istri pejabat, sederhana sekali,” ujar Urip.

Sedangkan menurut Fitra Amrullah, 19 tahun, putra sulung Burhan dan Lilis, ibunya itu sosok yang perhatian meskipun sedang berjauhan jaraknya. “Hampir setiap hari menulis pesan di Facebook saya, tanya kabar, sehat nggak, makan apa, tidur di mana,” ujar Fitra.

Burhan Muhammad dan istrinya, Heri Listyawati menjadi korban kecelakaan helikopter di wilayah Pakistan utara pada Jumat siang, 8 Mei 2015 waktu setempat. Burhan dikabarkan terluka parah dan istrinya, Lilis, meninggal. | sumber : tempo

foto: Dubes Indonesia untuk Pakistan Burhan Muhammad dan istri, Hery Listyawati. Tempo/Maria Rita Hasugian

Wapres JK: Jenazah Istri Dubes di Pakistan Tiba Hari Ini

Wapres JK: Jenazah Istri Dubes di Pakistan Tiba Hari Ini

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa jenazah Heri Listyawaty, istri Dubes Indonesia di Pakistan akan tiba di Indonesia hari ini. “Informasi terbaru, hari ini tiba dari Pakitsan. Kita lihat nanti,” ujar Jusuf Kalla di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu, 9 Mei 2015.

Diberitakan sebelumnya, helikopter militer Pakistan mengalami kecelakaan saat mencoba melakukan pendaratan darurat di bagian utara Pakistan kemarin, 8 Mei 2015.. Saat itu, helikopter tersebut sedang menuju daerah Gilgit-Baltistan di area sengketa Kashmir.

Media lokal Pakistan mengatakan ada 11 warga asung dan enam warga Pakistan di dalam helikopter yang gagal mendarat darurat. Beberapa di antaranya adalah istri Dubes Malyasia, Dubes Filipina, Dubes Norwegia. Mereka yang menjadi korban selain istri Dubes Indonesia adalah Dubes Norwegia Leif H Larsen dan Dubes Filipina Domingo D. Lucenario.

Taliban Pakistan mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penembakan itu dengan dalih mengincar Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif. Namun, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaj Asif segera menepisnya dengan mengatakan helikopter itu mengalami kerusakan teknis.

Jusuf Kalla tidak menyebutkan jenzah istri Dubes Indonesia itu akan disemayamkan di mana dan akan tiba di mana. Jk pun mengatakan bahwa belum ada langkah apapun yang akan diambil terkait insiden nahas itu.

“Kecelakaan ya kita berdoa. Mau bagaimana lagi, itu kecelakaan. Berdoa saja,”ujar Jusuf Kalla lebih lanjut.[] sumber: tempo.co

Ini Dia Masjid Pertama di Venesia

Ini Dia Masjid Pertama di Venesia

VENESIA – Selama tujuh bulan ke depan, publik di Venesia, Italia, akan dihadapkan dengan perdebatan mengenai berdirinya sebuah masjid sementara di kawasan pusat bersejarah kota tersebut.

Jumat (8/5), sebuah bekas gereja Katolik di kawasan Cannaregio yang merupakan bagian dari lokasi ekshibisi seni dua tahunan, Venice Bienalle, akan disulap menjadi masjid.

Seperti dilansir The New York Times, Kamis (7/5), dinding gereja akan dihiasi kaligrafi Arab. Lantainya akan ditutupi sajadah atau karpet yang mengarah ke kiblat, Makkah. Mosaik salib yang berada di gereja tersebut disembunyikan di balik mihrab.

Transformasi ini merupakan karya seorang seniman Swiss-Islandia, Christoph Buchel. Masjid nantinya akan menjadi bagian dari paviliun nasional Islandia selama ekshibisi Biennale. Masjid merupakan simbol kultural Islam yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

Buchel mengaku sempat kesulitan memulai proyeknya tersebut. Ia akhirnya menyewa sebuah gereja Katolik kecil, Santa Maria della Misericodia, untuk proyek yang diberinya judul Masjid Pertama di Kota Bersejarah Venesia.

Venesia merupakan kota bersejarah yang di dalamnya didominasi situs Katolik, termasuk Gereja St Mark Basilica.

Venesia menjadi di antara sejumlah kota di Eropa tanpa masjid di dekat pusat bersejarah mereka kendati pengaruh budaya Islam cukup kental pada sisi arsitektur. Muslim setempat atau turis banyak memilih shalat di gudang atau pertokoan.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin Venesia, polisi dan pejabat Biennale, Buchel, tak diizinkan membuat perubahan eksterior gereja. Padahal, awalnya ia berencana membuat kaligrafi Arab Allahu Akbar di depan pintu masuk.

Proyek ini nyaris runtuh pertengahan April saat para pejabat Venice mengirim surat ke Pusat Seni Islandia yang memperingatkan bahaya ancaman keamanan.

Presiden Komunitas Islam Venesia yang mewakili Muslim dari 30 negara di Venesia, Mohamed Amin al-Ahdab, mengaku telah melihat proposal pembuatan masjid sementara tersebut.

Menurutnya, itu cara sempurna untuk mengomunikasikan keinginan Muslim setempat untuk berpartisipasi lebih menyeluruh dalam kehidupan di kota tersebut.

Selama ini, pusat Islam yang berfungsi sebagai masjid berada di Maghera, sebuah kota tempat banyak Muslim tinggal. Ahdab mengatakan, telah menjadi impian semua Muslim untuk memiliki masjid di pusat bersejarah Venesia.

“Banyak Muslim yang bepergian untuk bekerja, mereka tak memiliki tempat yang baik untuk berdoa. Ada puluhan ribu turis Muslim datang ke Venesia setiap bulan, mereka bertanya mengapa tak ada masjid di mana Anda melihat sejarah Islam di depan amta Anda,” katanya.

Padahal, di sepanjang Kanal Besar di Venesia pada abad ke-17 dan 18, terdapat permukiman penduduk era Turki Usmani. Venesia juga diyakini sebagai tempat pertama yang mencetak Alquran dengan mesin.

Rabu (6/5), seorang pekerja memasang lampu gantung masjid sedangkan pelukis menambahkan sentuhan akhir marmer feux ke mihrab. Seorang imam setempat, Hamad Mahamed, tiba Rabu sore, memimpin shalat bagi sebagian kecil Muslim yang berada di sana untuk membantu.

“Sangat penting bagi kami melakukan hal ini untuk menunjukkan bagaimana orang Islam dan tak seperti yang digambarkan media,” kata Mahamed. [] sumber: republika.co.id

Kecelakaan Helikopter, Istri Dubes RI di Pakistan Tewas

Kecelakaan Helikopter, Istri Dubes RI di Pakistan Tewas

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi kecelakaan helikopter di Pakistan menewaskan istri Duta Besar Indonesia untuk Pakistan, Jakarta, Jumat, 8 Mei 2015. Kecelakaan tersebut terjadi di utara Pakistan dan menewaskan enam orang termasuk Duta Besar Norwegia dan Filipina di Pakistan.

”Betul, istri Dubes kita menjadi korban dari jatuhnya helikopter di Pakistan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, kepada Republika Online.

Ia menambahkan Dubes Indonesia, H.E.M. Burhan Muhammad, dalam keadaan luka-luka. ”Kita masih terus kontak dengan pihak Islamabad dan masih mencari informasi lebih lanjut,” tambah Arrmanatha.

Menurutnya, Kemlu terus menjalin hubungan untuk menentukan langkah selanjutnya.

”Ini kan baru kejadian, jadi kita masih terus pantau,” kata dia. Arrmanatha mengaku belum mengetahui jelas baik kronologis mau pun penyebab kecelakaan tersebut.

Dikutip Daily Star, helikopter yang mengalami kecelakaan merupakan salah satu dari tiga helikopter yang membawa delegasi pejabat untuk memeriksa proyek di wilayah Gilgit Baltistan. Menurut militer Pakistan, mereka dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif di sana.

Menurut daftar, penumpang helikopter MI-17 yang kecelakaan yaitu delegasi dari Indonesia, Lebanon, Malaysia, Belanda, Rumania, Norwegia, Afrika Selatan, Filipina dan Polandia.

Korban tewas yaitu Dubes Norwegia, Leif H. Larsen, Dubes dari Filipina Domingo D. Lucenario Jr, istri Dubes Indonesia, istri Dubes Malaysia dan dua pilot helikopter. Sisa penumpang dilaporkan terluka. | sumber : republika