Tag: pa

Catatan Ajudan Mualem di Rumah Raja Linge

Catatan Ajudan Mualem di Rumah Raja Linge

SEBAGAI ajudan saya selalu mendampingi Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam setiap kesempatan. Walaupun terkadang saya keteter juga mengikuti Mualem yang amat mobile. Kali ini saya mendampinginya ke rumah Almarhum Iklil Ilyas Leube, Gayo, pada Selasa, 3 Agustus 2015. Kami tiba di Lampahan, Aceh Tengah, sore hari dan disambut oleh keluarga besar almarhum.

Sebelumnya di perjalanan saya diceritakan tentang keluarga almarhum. Saya rada kuper dengan mantan pejuang Aceh walaupun sudah dua tahun bersama Mualem. Berdasarkan cerita Mualem saya jadi memahami siapa sebenarnya keluarga sang pejuang DI/TII dan GAM Ilyas Leube, Hj Salamah, Ilham dan Iklil. Mereka adalah darah biru kaum pejuang.

Hj Salamah, ibu almarhum, menyambut kedatangan kami saat itu. Dari penampilannya dia terlihat begitu tegar. Padahal guratan wajahnya jelas sekali dia sudah uzur. Namun semangat dan cara beliau berbicara seakan-akan saya melihat wajah seorang pejuang.

Hj Salamah menatap langsung lawan bicaranya. Termasuk Mualem. Meskipun Hj Salamah berbicara dengan Mualem dalam tempo yang lama, saya hanya bisa menangkap beberapa patah kata saja. Ibunda Iklil Ilyas Leubee menyampaikan harapannya. Harapan ini konon kerap disampaikan ke semua petinggi yang mengunjunginya. Saban persis seperti apa yang saya baca di media ini.

Meskipun dalam rentang setahun ini telah kehilangan dua putranya, Ilham dan Iklil, tapi intonasi suara dan sikap Hj Salamah tetap terlihat tegar. Dia tidak pernah mengeluh ditinggal pergi oleh orang-orang yang dicintainya.

Dalam pembicaraannya dengan Hj Salamah, Mualem bersedia menjadi wali bagi anak almarhum. Dia lantas menunjuk Jubir Partai Aceh, Suadi Sulaiman atau kerap disapa Adi Laweung menjadi penghubung antara dirinya dengan keluarga almarhum. Apa yang disampaikan Mualem ini turut disaksikan oleh tokoh masyarakat di sana.

Dalam sambutannya, Wagub juga menyampaikan bahwa cita-cita keluarga pejuang ini akan tetap diteruskan. Mualem mengatakan apa yang sedang terjadi saat ini adalah proses menuju ke arah cita-cita itu. Cita-cita membawa kesejahteraan untuk Aceh. Membuat Aceh menjadi negeri yang maju.

Wagub mengatakan bahwa sebenarnya dari segi kesejahteraan, masyarakat Gayo lebih sejahtera daripada masyarakat pesisir.

Almarhum Teungku Iklil Ilyas Leube sempat mengundang Mualem untuk menghadiri halal bi halal di Aceh dengan tokoh-tokoh Partai Aceh Kabupaten Aceh Tengah dan berbagai elemen partai sebelum dia meninggal. Raja Linge ini juga berhasil mempersatukan kembali semua elit partai dan organisasi kemasyarakatan yang ada di Aceh Tengah sebelum meninggal. Peran beliau telah mempersatukan semua pihak yang selama ini berseberangan. Setidaknya begitulah yang disampaikan oleh Ketua KPA Aceh Tengah Suwardi.

“Kami tetap ikut komando, jadi kami sudah bersatu,” ujar Suwardi yang diamini oleh Ketua PA Aceh Tengah, Renggali.

Mualem bertandang ke rumah almarhum Iklil Ilyas Leubee didampingi oleh Wakil Ketua PA/KPA Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak, Sekjen PA Mukhlis A Basyah atau dikenal Adun Mukhlis, Teungku Darwis Jeunieb, Ketua Gerindra Aceh TA Khalid, Ketua Fraksi PA Kautsar M Yus, Jubir PA Adi Laweung dan beberapa petinggi KPA/PA serta tokoh masyarakat lainnya.

Usai bertemu dengan keluarga almarhum, Mualem turut bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Gayo di warung kopi ARB. Dalam perbicangannya mereka turut membahas mengenai pengembangan kopi Gayo agar lebih maju karena daerah ini akan mengikuti kontes kopi di Arab Saudi.[]

Note: Gamal Abdul Nasser adalah ajudan Wakil Gubernur Aceh

Kader Muda PA: Perjuangan Bukan Untuk Rebut Jabatan Gubernur

Kader Muda PA: Perjuangan Bukan Untuk Rebut Jabatan Gubernur

BANDA ACEH – Kader muda Partai Aceh (PA) asal Pase, Barmawi mengaku sedih melihat perpecahan di kalangan petinggi PA. “Seharusnya para orang tua kita memberi contoh kepada kami yang muda-muda. Kalaupun ada perbedaan pendapat jangan diumbar ke publik”.

“Karena itikat awal membangun perjuangan untuk rakyat bukan perebutan gubernur,” kata Barmawi saat diminta tanggapannya via telpon seluler, Sabtu, 1 Agustus 2015.

Ia menegaskan, jangan sampai gara-gara perebutan kekuasaan para elite juga ikut ‘menggadaikan’ idiologi. “Kita sepakat Aceh dalam NKRI, kita mengakui merah putih, kita tidak anti-Indonesia,” ujar Barmawi.

Barmawi yang aktif sebagai tim sukses PA di setiap event demokrasi Aceh mengaku tidak habis pikir dengan ide Apa Karia ingin mengibarkan merah putih di Gunong Halimon.

“Pengibaran bendera di Gunong Halimon (deklarasi GAM) telah menewaskan ribuan rakyat Aceh yang sampai hari ini belum ada yang bertanggung jawab. Jangan lukai perasaan mereka yang korban, hanya karena kita punya keinginan pribadi,” kritik pria yang biasa dipanggil Awi ini.

Barmawi menambahkan, “Kita yang menyampaikan bahwa apa yang kita lakukan perjuangan, sehingga begitu banyak rakyat Aceh rela mati. Ken jak mita (jabatan) gubernur, bupati, wali kota”. []

Foto ilustrasi.

Ketua PA/KPA Aceh Timur: Iklil Ilyas Leube Sosok yang Baik

Ketua PA/KPA Aceh Timur: Iklil Ilyas Leube Sosok yang Baik

IDI RAYEUK – Keluarga besar Partai Aceh dan KPA Aceh Timur menyebutkan almarhum Iklil Ilyas Leube merupakan sosok sahabat yang baik. Hal ini disampaikan oleh Ketua PA DPW Aceh Timur, Syahrul Samaun, saat dikonfirmasi oleh portalsatu.com sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat, 31 Juli 2015.

“Ya, beliau kawan kami dan sosok beliau itu baik,” ujar Syahrul Samaun.

Dia mengatakan baru tahu kabar meninggalnya Ilyas Leube tadi pukul 04.00 WIB dari rekan-rekannya. “Ada beberapa anggota KPA kita sudah ke sana. KPA dan PA Aceh Timur tentu sangat kehilangan. Kita berharap almarhum ditempatkan di tempat yang layak di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan harus tetap tabah,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk daerah Gayo, yang juga tokoh Aceh, Iklil Ilyas Leube, dilaporkan meninggal dunia di IGD RSUZA, Kamis malam 30 Juli 2015, pukul 22.00 WIB.

Almarhum dilaporkan meninggal dunia akibat sakit pada pernafasan. “Baru dimasukkan magrib tadi. Ini masih di IGD,” lapor Jauhari Samalanga, wartawan portalsatu.com dari IGD RSUZA.[](bna)

Mantan Kombatan: Beri Kami Pelatihan Kerja

Mantan Kombatan: Beri Kami Pelatihan Kerja

BANDA ACEH- Pemerintah Aceh diminta memberi pelatihan kerja yang rutin kepada para eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Hal ini dinilai penting agar eks kombatan dapat terberdayakan ekonomi keluarganya.

“Beri kami pelatihan kerja. Ada banyak Unit Latihan Kerja (ULK) yang tidak difungsikan selama ini. Gedung-gedung pelatihan kerja kosong dan tak terurus. Seharusnya ini digunakan untuk memberikan pelatihan bagi mantan kombatan,” kata mantan kombatan asal Seuneudon, Kabupaten Aceh Utara, Ali Ulee Reubek, kepada portalsatu.com, Minggu 12 Juli 2015.

Menurutnya, pelatihan kerja penting bagi mantan kombatan GAM. Ini karena seusai perdamaian, tentara GAM sudah menjadi sipil.

“Artinya, banyak dari kami kembali ke masyarakat tanpa keahlian. Ini seharusnya ditangani oleh pemerintah. Latihan kami sehingga bisa hidup mandiri, bukan dengan menciptakan ketergantungan,” kata Ali.

“Kalau sudah ada keahlian dan pekerjaan yang baik, tak mungkin akan kembali memegang senjata. Perbaiki dulu ekonomi mantan kombatan, tapi melalui pelatihan skill,” ujarnya lagi.

Saat ini, kata Ali, ketergantungan mantan kombatan terhadap pemerintah sangat tinggi. Sedangkan balai pelatihan kerja tidak difungsikan.

“Inilah kesalahan kita. Mantan kombatan itu bisa jika dilatih skill,” katanya. [] (mal)

Foto: Ali Ulee Reubek

Irwandi Yusuf Minta Kontestan Pilkada 2017 Bisa Fairplay

Irwandi Yusuf Minta Kontestan Pilkada 2017 Bisa Fairplay

BANDA ACEH – Politisi Partai Nasional Aceh (PNA) Irwandi Yusuf meminta agar di Pilkada 2017 mendatang para kontestan bisa fairplay. Hal tersebut disampaikan Irwandi Yusuf menyikapi menurunnya jumlah suara PNA di pemilihan legislatif beberapa waktu lalu dan persiapannya di 2017 mendatang.

“Harus ada fairplay dan harus ada penegakan hukum. Ini zaman Jokowi, bukan zaman SBY,” ujar Irwandi Yusuf kepada portalsatu.com, Senin, 6 Juli 2015.

Seperti diketahui, mantan Gubernur Aceh ini berniat mencalonkan diri pada pemilihan kepala daerah 2017 mendatang. Dalam wawancara sebelumnya, Irwandi mengatakan hingga kini belum ada partai nasional yang meminangnya untuk melaju sebagai calon Gubernur Aceh mendatang.

Beberapa pihak sempat menyebut-nyebut ada dua nama politisi Partai NasDem yang diduga akan berpasangan dengan Irwandi Yusuf. Kedua nama tersebut adalah Teuku Irwan Djohan dan Zaini Djalil. “Irwan Djohan, ok, walau belum pengalaman. Zaini Djalil tidak mungkin karena sekampung.” (Baca Ditanya Soal 2017, Irwandi Yusuf: Insya Allah Nyalon)

Belakangan hari, Irwandi juga santer dikabarkan sedang melakukan pendekatan politik dengan Ridwan Abubakar alias Nek Tu yang kini menjabat sebagai Anggota DPR Aceh. Namun untuk kabar ini, Irwandi memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan portalsatu.com hingga berita ini ditayangkan.

Seperti diketahui, selain Irwandi Yusuf, Ketua DPA Partai Aceh Muzakir Manaf atau kerap disapa Mualem juga sudah mendeklarasikan akan mencalonkan diri di pemilihan kepala daerah mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Mualem dalam rapat bersama jajaran KPA Pase di Lhokseumawe beberapa waktu lalu.

Mualem dan Irwandi Yusuf dikenal sebagai mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang akhirnya mengambil jalur politik berbeda saat Pilkada 2012 lalu. Mualem yang berasal dari militer GAM memilih tetap eksis di Partai Aceh dan berduet dengan dr Zaini Abdullah sebagai calon gubernur dan wakil gubernur pada masa itu. Sementara Irwandi Yusuf memilih maju melalui jalur independen dan berpasangan dengan Muhyan Yunan.

Selain Mualem dan Irwandi, ada beberapa sosok lain yang disebut-sebut bakal melaju sebagai calon kepala daerah pada 2017 mendatang. Sosok tersebut diduga juga berasal dari elit Gerakan Aceh Merdeka. []

Sekretaris PA Simeulue Meninggal Dunia, Mualem Sampaikan Belasungkawa

Sekretaris PA Simeulue Meninggal Dunia, Mualem Sampaikan Belasungkawa

BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Sekretaris Partai Aceh Simeulue, Teungku Mudaris, di IGD Rumah Sakit Nagan Raya, Selasa 19 Mei 2015, pukul 11.00 WIB. Almarhum dilaporkan meninggal dalam perjalanan menuju ke RSUZA Banda Aceh. Namun di tengah perjalanan, kondisi almarhum semakin parah sehingga dilarikan ke RS Nagan Raya.

“Kita merasa kehilangan atas meninggalnya Teuku Mudaris. Beliau merupakan ujung tombak Partai Aceh di Simeulue dan juga kader terbaik kami di Simeulue,” ujar Ketua DPA Partai Aceh Muzakir Manaf melalui Juru Bicara Suadi Sulaiman kepada portalsatu.com, Selasa,19 Mei 2015.

Ia mengatakan jajaran pimpinan Partai Aceh Pusat akan segera melayat ke tempat almarhum Teuku Mudaris. Namun, sayangnya hingga kini jenazah almarhum masih berada di Nagan Raya dan tidak bisa diboyong ke Simeulue.

“Saat ini jenazah masih berada di Nagan Raya. Kami berharap rekan-rekan yang ada di Nagan Raya mencari solusi untuk membawa jenazah ke rumah duka,” katanya.

Sebelumnya dilaporkan, Sekretaris DPW Partai Aceh Simeulue, Teungku Mudaris, meninggal dunia, di IGD Rumah Sakit Nagan Raya, Selasa 19 Mei 2015, pukul 11.00 WIB.

Almarhum dilaporkan meninggal dalam perjalanan menuju ke RSUZA Banda Aceh. Namun di tengah perjalanan, kondisi almarhum semakin parah sehingga dilarikan ke RS Nagan Raya.

“Iya, meninggal dunia di IGD Nagan Raya. Kami sangat berduka,” ujar Teungku Din Sina, Ketua KPA dan PA Simeulue, kepada portalsatu.com, Selasa 19 Mei 2015.

“Penyakit donya, apa istilahnya dalam bahasa Indonesia,” katanya lagi.

Rencananya, kata Teungku Din, jenazah almarhum akan diterbangkan melalui pesawat Susi Air dari Bandara Cut Nyak Dhien ke Simeulue, Rabu 20 Mei 2015.

“Namun biaya pesawatnya sangat mahal. Untuk ini sudah dilaporkan ke Mualem (Ketua DPA PA-red). Sedangkan kapal feri baru tiba Kamis nanti,” ujarnya lagi.

“Saat ini ada anggota kita yang menjaga di RS Nagan Raya. Kami sendiri menunggu di Simeulue,” ujarnya. []

PA-KPA Gelar Rapat Koordinasi Seluruh Aceh

PA-KPA Gelar Rapat Koordinasi Seluruh Aceh

BANDA ACEH – Partai Aceh menggelar rapat koordinasi dengan seluruh jajaran PA/KPA se-Aceh di Kantor DPA PA Pusat, Banda Aceh, Senin malam, 20 April 2015.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPA PA/KPA Pusat H Muzakir Manaf atau kerap disapa Mualem. Selain itu, hadir Sekjen Partai Aceh Mukhlis Basyah, Wakil Ketua DPA PA/KPA Pusat Kamaruddin Abubakar dan Juru Bicara KPA Pusat Mukhlis Abee.

Ikut hadir dalam kegiatan ini Juru Bicara DPA Partai Aceh Suadi Sulaiman atau Adi Laweung, Tengku Ni, Darwis Jeunieb, dan perwakilan KPA-PA dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Aceh.[]kpa pa4 kpa pa3 kpa pa2 kpa pa1 kpa pa