Tag: ospek

PR III Unsyiah: Ospek Tetap Ada

PR III Unsyiah: Ospek Tetap Ada

BANDA ACEH – Pengenalan kehidupan kampus atau sering disebut orientasi pengenalan kampus (Ospek) tetap akan dilaksanakan oleh Universitas Syiah Kuala tapi dikemas dengan warna baru.

“Pengenalan kampus terhadap mahasiswa baru tetap ada namun tidak sama seperti dulu lagi yang sifatnya perploncoan,” kata Alfiansyah Yulianur, Pembantu Rektor III (PR) Bidang Kemahasiswaan Unsyiah saat ditemui portalsatu.com di kantornya, Jumat, 31 Juli 2015.

Alfian juga menyerahkan surat edaran dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi terkait tatacara pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

“Itu point kedua jelas mengatakan bahwa pengenalan kampus langsung dilaksanakan oleh institusi bukan oleh mahasiswa, nanti mahasiswa kita libatkan sebagai panitia,” kata Alfian.

Ia mengatakan Ospek yang selama ini dilakukan sangat sedikit mempunyai nilai pendidikan.

“Pengenalan kampus seharusnya melakukan hal-hal yang bermanfaat, tidak disuruh pakai ini itu yang tidak ada gunanya, jadi intinya pengenalan kampus tetap ada namun tatacaranya ditertibkan,” katanya. [](bna)

Laporan: M Fajarli Iqbal

Aktivis: Jangan Hapus Ospek Kampus

Aktivis: Jangan Hapus Ospek Kampus

BANDA ACEH – Pelarangan menyelenggarakan orientasi pengenalan kampus menimbulkan beragam komentar. Adalah Ariful Azmi Usman, aktivis sekaligus penulis ini memiliki pandangan tersendiri terkait pelarangan Ospek di kampus Unsyiah.

“Pengenalan kampus dan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru seharusnya jangan dilarang,” kata mahasiswa FISIP Unsyiah ini saat ditemui portalsatu.com, Kamis, 30 Juli 2015.

Ia mengatakan kehidupan saat di sekolah berbeda dengan saat kuliah sehingga pengenalan kampus untuk mahasiswa baru itu penting.

“Mahasiswa baru seharusnya tahu bagaimana kehidupan kampus dan organisasi apa saja yang ada, sehingga dia bisa beradaptasi dengan cepat dan tidak menjadi mahasiswa yang apatis,” ujarnya.

pamplet larangan ospekMenurutnya kebijakan kampus terkait pelarangan ospek atau kegiatan lain yang melibatkan mahasiswa baru dan mahasiswa lama harus dikaji kembali dan jangan langsung dilarang.

“Seharusnya jika ada yang tidak beres maka harus dibenahi bukan dihancurkan, ibarat sebuah dapur, jika ada kotoran kucing maka tidak perlu menghacurkan dapurnya tapi cukup dibersihkan saja dapurnya,” ujarnya.

Ariful mengatakan orientasi pengenalan kampus itu ada manfaatnya dan jika ada penyalahgunaan oleh oknum tertentu maka oknum tersebut yang harus ditindak. “Jika kesalahannya ada pada sistem maka sistemlah yang harus diperbaiki,” katanya.[](bna)

Laporan: M. Fajarli Iqbal

Foto: Ilustrasi Ospek di salah satu perguruan tinggi swasta di Aceh. @Zahratil Ainiah/portalsatu.com

Ada Perpeloncoan Siswa Baru di Sekolah, Laporkan ke Sini

Ada Perpeloncoan Siswa Baru di Sekolah, Laporkan ke Sini

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meminta sekolah tidak membiarkan siswa baru mengenakan atribut aneh-aneh selama Masa Orientasi Siswa (MOS) yang disebutnya dapat mengarah kepada perpeloncoan.

“Apa maksudnya mengenakan atribut aneh-aneh seperti ini? Ini seperti mengarah ke perpeloncoan,” kata Anies saat inspeksi mendadak di SMKN 4 Tangerang, Rabu.

Siswa-siswa baru di sekolah ini didapati mengenakan tas karung goni, tali sepatu dari rafia, kaos kaki warna-warni, hingga papan nama dari kardus.

Anies meminta sekolah tidak membiarkan siswa baru mengenakan atribut aneh-aneh seperti itu, sekaligus meminta siswa baru tidak mendiamkan kekerasan atau praktik janggal saat MOS.

“Laporkan jika memang terjadi kekerasan di sekolah pada saat MOS,” titah Anies.

Dia menyayangkan banyak orang tua dan siswa korban kekerasan yang diam dan mendiamkan praktik kekerasan ini.

“Jadi harus dihentikan dan harus dilaporkan. Silakan laporkan kekerasan melalui laman www.mopd.kemdikbud.go.id,” cetus dia.

Dia menambahkan MOS haruslah diisi dengan hal-hal yang mendidik, bukan dengan praktik-praktik menyimpang.

“Kami akan mengawasi praktik MOS yang terjadi di sekolah,” demikian Anies. | sumber : antara

Foto: Kegiatan Masa Orientasi Siswa atau MOS di SMK Kesehatan Cut Meutia Banda Aceh @Portalsatu.com/Zahratil Ainiah

Hashtag #hapuskanOSPEKsampah Jadi Trending Topic

Hashtag #hapuskanOSPEKsampah Jadi Trending Topic

Hashtag #hapuskanOSPEKsampah menjadi trending topic di Twitter, Minggu siang, 26 Juli 2015. Para netizen banyak mengomentari hashtag ini karena mulai Senin, 27 Juli 2015 kegiatan masa orientasi siswa di sekolah akan dimulai.

Sebagian besar komentar mendukung hashtag itu. Mereka berpendapat bahwa MOS yang dilaksanakan sudah keluar dari maksudnya sebagai ajang orientasi dan perkenalan siswa baru.

Akun @ubaybee berkomentar, “lagi jadi TT dan saya sepakat #hapuskanospeksampah, contoh saja sekolah negara2 maju itu u/ menyambut PDB, jangan contoh LP !!!”. Akun lainnya @SariR_22 mengatakan bahwa ospek lebih cenderung merepotkan siswa atau mahasiswa baru. “MOS sih gpp. tapi bawaan nya ituloh yg aneh2 dah kek gembel. apalagi ntar senior2 nya pda sok2an”, ujarnya.

Sebagian tweeps tak mendukung penghapusan ospek atau MOS. Menurut mereka, bukan kegiatannya yang dihapus, tapi cara pelaksanaannya yang harus diubah. Seperti kata akun @ZainuddinHS1, “Ospek harus ada, tapi cara pelaksanaannya yang harus di rubah…., jangan terlalu kejam…, itu ospek bukan tahanan.” Akun lainnya @aldasalsa991 berkomentar “Gak perlu dihapus, cukup diubah aja cara mengOSPEKnya, khususnya untuk para senior. Stop Bullying and Stop Senioritas!!”

Pelaksanaan ospek atau MOS seringkali menjadi momok yang menakutkan bagi siswa dan mahasiswa baru. Sebab, dalam ajang tersebut biasanya mereka diminta untuk membawa barang dan melaksanakan tugas tertentu. Bahkan, beberapa kali sempat terjadi kekerasan di ajang tahunan tersebut.

Seorang mahasiswa baru Jurusan Planologi ITN Malang Fikri Dolasmantya Surya meninggal dunia saat mengikuti kegiatan ospek pada Oktober 2013. Pada 2011 pun pernah ada kejadian serupa di Universitas Hasanuddin. Mahasiswa baru bernama Awaludin tewas. | sumber : tempo

Foto: Ospek siswa tahun baru di SMK Cut Meutia Banda Aceh @portalsatu.com/Zahratil Ainiah

Akademisi: Pelaksanaan Ospek dan MOS Harus Dipantau

Akademisi: Pelaksanaan Ospek dan MOS Harus Dipantau

IDI RAYEUK – Tokoh akademisi Aceh Timur meminta para pihak untuk memantau pelaksanaan ospek atau Masa Orientasi Siswa (MOS) di tiap sekolah.

“Pasalnya, penerimaan peserta didik baru telah selesai dilaksanakan oleh sekolah-sekolah, dan sudah menjadi sebuah tradisi dalam dunia pendidikan kita seluruh siswa baru pada tahun ajaran 2015-2016 wajib mengikuti MOS sebagai proses awal pembelajaran pada sekolah tersebut,” ujar Muhammad Dar, akademisi  di Aceh Timur kepada portalsatu, Minggu 24 Juli 2015, sekitar pukul 11.00 WIB.

Katanya, MOS merupakan bagian dari proses pembelajaran, karena salah satu program kegiatan tersebut juga termasuk memperkenalkan tata tertib sekolah kepada para siswa yang akan mengikuti proses pembelajaran selama beberapa tahun ke depan.

Menurutnya, MOS merupakan pembelajaran awal  dalam membentuk karakter siswa.”Dikarenakan MOS merupakan sebuah kegiatan pembelajaran. Jadikanlah kegiatan itu sebagai pembelajaran awal untuk membentuk karakter siswa yang bermoral,” kata M. Dar.

Namun sangat disayangkan jika masih ada pelaksanaan kegiatan MOS sebagai ajang balas dendam siswa senior kepada junior dengan berbagai macam bentuk tindakan kekerasan, cacian dan perilaku menyimpang lainnya. Terlebih mengingat usia belia dan remaja para siswa dalam kondisi kejiwaan yang masih sangat labil,” ujarnya.

Menurut M. Dar, dalam kamus besar bahasa Indonesia arti dari orientasi itu sendiri adalah peninjauan untuk menentukan sikap dan arah yang benar.

Dia berharap kegiatan MOS yang dilaksanakan, baik di tingkat sekolah dan kampus, dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa bahwa pilihan sekolah yang telah ditentukan itu tepat, serta merasa nyaman saat mengikuti proses pembelajaran sehingga guna melahirkan output yang berkualitas dan mempunyai daya saing yang tinggi.

“Bukan malah menjadi sebuah kegiatan yang terkesan sangat mengerikan bagi siswa sehingga mengancam kondisi kejiwaan mereka,” katanya.

Sementara itu, katanya lagi, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan MOS, para pihak harus melakukan pemantauan secara totalitas dalam pelaksanaan kegiatan MOS di setiap sekolah.

“Tentunya kita semua tidak ingin dampak negatif mempengaruhi kondisi kejiwaan generasi kita ke depannya, sehingga melahirkan generasi -generasi tidak bermoral yang mencintai kekerasan,” kata  alumni pasca sarjana UIN Medan ini. [] (mal)

GP NasDem Aceh Minta Stop Perploncoan di Lembaga Pendidikan

GP NasDem Aceh Minta Stop Perploncoan di Lembaga Pendidikan

BANDA ACEH – Pengurus Garda Pemuda NasDem Aceh, Rahmat Hasbi, mengimbau seluruh lembaga pendidikan agar menghentikan praktik perploncoan. Pasalnya, kata dia, kegiatan tersebut cenderung membully dan dekat dengan kekerasan.

“Saya minta kepada pihak sekolah dan kampus, terutama kepada senior-senior yang ada di OSIS dan BEM yang selama ini menjadi panitia dan mentor Ospek, untuk lebih kreatif mengemas metode orientasi penyambutan siswa/mahasiswa baru,” kata Rahmat Hasbi kepada portalsatu.com, Sabtu, 25 Juli 2015.

Menurutnya kegiatan ospek yang identik dengan kekerasan mental dan fisik tidak lagi relevan sekarang. Dia menganjurkan agar orientasi pengenalan siswa dan mahasiswa dengan metode penyiksaan fisik dan mental bisa diganti dengan metode yang lebih kreatif dan humanis.

“Pemakaian pakaian dan atribut badut kepada siswa dan mahasiswa baru sudah bisa dihilangkan,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan tersebut bisa lebih berorientasi secara subtansial dan visioner dengan tantangan pendidikan ke depan. Contohnya, kata dia, seperti memberi pembekalan wawasan keilmuan, kepemimpinan, entrepreneurship dan teknologi kepada siswa dan mahasiswa baru.

“Paradigma Ospek sebagai ajang balas dendam senior kepada junior harus diubah, karena peserta didik adalah tunas harapan bangsa ke depan. Mereka harus disiapkan dengan identitas, mental dan karakter dengan yang baik pula, dan itu harus mulai dari saat mereka memasuki gerbang sekolah dan kampus,” kata Rahmat.[](bna)