Tag: ospek

“Ada Tiga Pelanggaran yang Dilakukan Rektor Unsyiah”

“Ada Tiga Pelanggaran yang Dilakukan Rektor Unsyiah”

BANDA ACEH – Ketua Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMKASI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Iwan Sunaria, mengatakan rektorat telah melakukan tiga pelanggaran terkait pemberlakuan skorsing terhadap mahasiswa Unsyiah.

“Pertama, rektor seharusnya duduk bersama dengan mahasiswa terkait dengan hukuman skorsing tersebut,” kata Iwan yang juga menjadi korban skorsing kepada portalsatu.com.

Iwan mengatakan dalam memberikan hukuman tertentu harus melewati beberapa fase hukum dan tak langsung melakukan skorsing.

“Kedua sosialisasi, katakanlah hukuman tersebut telah diberlakukan dan untuk direalisasi tentu harus ada sosialisai secara merata. Dan yang ketiga itu tentu setiap pelanggaran ada fase hukumya jika dalam hal ini tak langsung skors dan ada tahap-tahap pemanggilan,” kata Iwan.

Ia mengatakan kepurusan tersebut telah merugikan mahasiswa karena tak bisa melanjutkan proses perkuliahan sebagaimana mestinya.

“Terus terang saya sangat dirugikan atas keputusan ini apalagi saya sudah semester akhir dan kawan-kawan yang lain pun ikut dirugikan,” kata Iwan.[](bna)

Mahasiswa FSH Ar-Raniry Tandatangani Petisi Tolak Perpeloncoan

Mahasiswa FSH Ar-Raniry Tandatangani Petisi Tolak Perpeloncoan

BANDA ACEH – Sebanyak 960 mahasiswa baru UIN Ar-Raniry Banda Aceh menandatangani petisi penolakan perpeloncoan dalam kegiatan orientasi dan pengenalan akademik kampus.

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Dewan Mahasoswa Fakultas Syariah dan Hukum (DEMA FAH) UIN Ar-Raniry berbarengan dengan agenda orientasi mahasiswa baru di kampus itu pada Selasa, 1 September 2015.

Penandatanganan petisi diawali oleh Dekan Fakultas Syariah & Hukum Dr. Khairuddin, diikuti seluruh wakil dekan di FSH.

Khairuddin menjelaskan, perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan untuk membentuk karakter dan moral mahasiswa.

“Sudah saatnya kampus meninggalkan sistem perpeloncoan yang tidak mendidik, mengintimidasi, melakukan kekerasan mental dan fisik,” ujar Khairuddin di sela-sela kegiatan.

Ia juga mengapresiasi kegiatan orientasi yang dilakukan DEMA FSH tahun ini yang menurutnya amat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya apa yang dilakukan oleh DEMA FSH sesuai dengan instruksi pemerintah melalui Mendikbud beberapa waktu yang melarang memberlakukan sistem perpeloncoan di kampus.

Sementara itu, ketua panitia Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) FSH, Saifunnur, menjelaskan jika konsep pengenalan kampus yang dilakukan pihaknya memang jauh dari budaya kekerasan dan intimadasi.

Penandatanganan petisi ini menurutnya dimaksudkan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa di UIN Ar-Raniry sistem perpeloncoan sudah ditinggalkan khususnya Fakultas Syariah dan Hukum.

Selain itu, penandatanganan hal tersebut juga bertujuan untuk mengkampanyekan kepada dunia bahwasanya Aceh telah meninggalkan contoh tidak baik ini.

“Kita ingin menjadi orang pertama yang meninggalkan budaya tidak baik yang membudaya di dunia kampus. Tugas mahasiswa adalah membawa perubahan dan menunjukkan jalan yang baik bagi seluruh masyarakat,” kata mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga ini.

Hal yang sama disampaikan Pjs Ketua DEMA FSH, Imran Zulfitri. Menurutnya mahasiswa generasi baru ini harus diberikan contoh yang baik dari sejak awal mereka memasuki dunia kampus. Lebih lanjut ia menuturkan apa yang dilakukan oleh pihaknya yakni ingin mengembalikan fungsi utama lembaga pendidikan yakni melahirkan agen penerus dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Zaman ini bukan lagi saatnya mahasiswa dibodoh-bodohi, dilucutkan moralnya. Jika kita mau maju, maka kita harus meninggalkan budaya tidak baik terutama di perguruan tinggi tempat dimana para intelektual dilahirkan,” kata Imran.[] (ihn)

Foto: Pameran Militer di Perkenalan Kampus Unsyiah

Foto: Pameran Militer di Perkenalan Kampus Unsyiah

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melaksanakan pengenalan kampus atau disebut Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (Pakarmaru) di gedung AAC Dayan Dawoed, Sabtu, 29 Agustus 2015.

Namun berbeda dengan Pakarmaru tahun-tahun sebelumnya, kali ini Unsyiah mengundang pihak militer dari Kodam Iskandar Muda. Tak hanya memberi kuliah umum, pihak Kodam juga menampilkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan memamerkannya pada mahasiswa baru. (Baca: Pengenalan Kampus Unsyiah Diiringi Kendaraan Tempur).[] Laporan: M Fajarli Iqbal

militer di ospek unsyiah militer di ospek unsyiah1 militer di ospek unsyiah2 militer di ospek unsyiah4

Universitas Samudra Langsa Gelar Orientasi Mahasiswa Baru

Universitas Samudra Langsa Gelar Orientasi Mahasiswa Baru

LANGSA – Sebanyak 1560 mahasiswa baru di Universitas Samudra Langsa (Unsam) dari berbagai fakultas mengikuti Orientasi Perkenalan Akademik (OPAK) Tahun Ajaran 2015-2016 yang digelar selama tiga hari sejak Selasa-Kamis, 25-27 Agustus 2015.

Kegiatan yang digelar oleh Pemerintahan Mahasiswa ini dibantu oleh kampus di bawah Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan.

Pejabat Presiden Mahasiswa Unsam, Khairullah, mengatakan OPAK ini merupakan bagian dari kegiatan akademik untuk memperkenalkan hal-hal berkaitan dengan akademik, dan organisasi intra kampus di Unsam.

“Orientasi ini diisi dengan materi-materi akademik serta materi tambahan seperti tentang wawasan kebangsaan yang disampaikan langsung oleh Dandim 0104 Aceh Timur,” kata Khairullah, Selasa, 25 Agustus 2015.

Menurutnya orientasi akademik perlu dilakukan bagi mahasiswa baru, melalui kegiatan seperti ini mahasiswa baru dituntun untuk memahami dunia perkuliahan yang jauh berbeda dengan dunia sekolah. Mereka juga menjadi tahu apa yang menjadi tanggung jawab mahasiswa terhadap pendidikan.

Pada kesempatan itu, Rektor Unsam, Bachtiar Akob, dalam sambutannya saat pembukaan OPAK kemarin mengatakan mahasiswa baru tersebut merupakan para intelektual muda sebagai generasi bangsa di masa mendatang.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, pendidikan adalah bagian dari tujuan pada kehidupan, agar lahir sarjana muda untuk perubahan bagi negara dan bangsa,” katanya.[] (ihn)

Ketua Komisi X DPR RI Minta MOS dan Ospek Dihapus

Ketua Komisi X DPR RI Minta MOS dan Ospek Dihapus

BANDA ACEH – Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Teuku Riefky Hasya, MT meminta masa orientasi siswa (MOS) dan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) pada tahun ajaran baru harus dihapuskan.

“Selama ini, MOS dan OSPEK banyak memberi efek negatif yang kita lihat, jadi pelaksanaan MOS ataupun OSPEK tidak ada gunanya  untuk para siswa dan mahasiswa baru,” ujar Riefky di depan seratusan siswa dan mahasiswa di acara sosialisasi empat pilar kebangsaan di Aula LSM Inspirasi Pemuda Aceh di Banda Aceh, Minggu, 23 Agustus 2015.

Salah satu efek negatifnya kata Riefky, akan terjadinya balas dendam dan berujung menjadi ajang kekerasan antara senior ke junior saat tahun ajaran baru selanjutnya.

“Ironisnya lagi, ada yang meninggal dunia, akibat MOS dan OSPEK ini, tentu hal ini sangat melukai dunia pendidikan,” kata politisi Demokrat ini.

Selain itu, tambah Riefky, bukan saja adanya korban jiwa, masa orientasi yang sudah berlangsung tiga dekade sejak 1970-an dan terbukti tidak ada manfaat untuk wawasan siswa dan mahasiswa baru, sehingga hal tersebut perlu ditinjau kembali.

“Seharusnya, OSPEK itu bisa menjadi kegiatan yang mengenalkan mahasiswa baru tentang kampus dan kebutuhan kampus. Jika perlu OSPEK ini diisi dengan materi pengenalan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air, tentu ini jauh lebih bermanfaat,” ujar Wasekjend DPP Demokrat ini.

Menurutnya, menanam empat pilar sejak dini, tentu salah satu cara untuk memberi semangat dan motivasi untuk mencintai tanah air dan bisa memiliki rasa bela negara, karena Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal merupakan sebagai landasan berdirinya dan tegaknya bangsa Indonesia.

“Jika masa orientasi diisi dengan hal-hal tidak baik, terlebih diserahkan sepenuhnya kepada para senior tanpa pengawasan, maka akan terjadi perpeloncoan dan hukuman kepada junior,” kata politisi asal Aceh ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua LSM IPA, Aidil Mahendra. Menurutnya, jika MOS dan OSPEK tetap diberlakukan, maka harus diisi dengan hal-hal yang positif dan mendidik para junior.

“Memberi pengatahuan ilmu kewarganegaraan, ilmu sosial dan menanam tentang jiwa kepemimpinan, dampaknya pasti akan melahirkan generasi muda yang cerdas, santun, peduli sesama dan cinta tanah air, dan begitu juga sebaliknya,” ujar mantan aktivis ini.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, perpeloncoan itu dilakukan dengan beragam cara. Mulai dari keharusan datang ke sekolah lebih pagi dari jam masuk sekolah, berjalan kaki ratusan meter ke sekolah, juga pemberian hukuman oleh senior karena siswa baru dianggap salah serta bentakan untuk berbagai kegiatan.[] (ihn)

Foto: Teuku Riefky Harsya @voiceofjakarta.co.id

Ketua DEMA UIN: Tak Ada Ospek Bersifat Perpeloncoan

Ketua DEMA UIN: Tak Ada Ospek Bersifat Perpeloncoan

BANDA ACEH – Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negri Ar-Raniry mengatakan tidak akan ada orientasi kampus yang bersifat perpeloncoan di kampus UIN Ar-Raniry. Hal ini disampaikannya menanggapi surat edaran menteri yang melarang Ospek bersifat perpeloncoan.

“Tidak akan ada Ospek yang bersifat perpeloncoan tanggal 31 Agustus nanti di kampus UIN,” ujar Ketua DEMA UIN Ar-Raniry, Sayed Fuadi, saat dihubungi portalsatu.com, Selasa, 4 Agustus 2015.

Orientasi kampus tahun ini diwanti-wanti oleh banyak pihak agar tidak dilaksanakan dengan sistem perpeloncoan yang menzalimi peserta. Hal itu juga selaras dengan peritah Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristek) untuk menyelenggarakan orientasi pengenalan kehidupan kampus secara sehat dan mengedepankan moral.

Sayed berharap orientasi kampus yang akan dilaksanakan UIN Ar-Raniry nantinya akan berjalan dengan baik dan tidak terjadi hal yang tak diinginkan. “Kita berharap Ospek nantinya akan berjalan sesuai prosedur, lancar dan tertib,” katanya.[](bna)

Laporan: M. Fajarli Iqbal

BEM Unimal Siap Gelar Ospek Mahasiswa Sesuai Instruksi Kemenristek

BEM Unimal Siap Gelar Ospek Mahasiswa Sesuai Instruksi Kemenristek

LHOKSEUMAWE – Badan Eksekutif Mahsiswa (BEM) Universitas Malikussaleh dan organisasi mahasiswa lainnya di universitas itu siap menyelenggarakan ospek mahasiswa sesuai dengan pedoman Kemenristek dan Dikti.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden Mahasiswa Unimal, Zahri Abdullah, melalui siaran persnya yang diterima portalsatu.com, Minggu, 02 Agustus 2015 terkait Orientasi Pengenalan Mahasiswa baru di Unimal.

Zahri menyebutkan, pada prinsipnya dalam pelaksanaan ospek tahun ini,  mereka tetap berpedoman sesuai  arahan Kemenristek dan Dikti.

“Kalau mahasiswa sudah siap sekarang tergantung pimpinan Perguruan Tinggi dalam menyikapi perihal tentang ospek,” kata Zahri.

Lebih jelas ia mengatakan, pada intinya yang dilarang oleh Kemenristek dan Dikti  yakni kegiatan perpeloncoan atau tindakan kekerasan dalam pelaksanaannya. BEM Unimal dan Ormawa sudah berkomitmen perpeloconcoan dan tindakan kekerasan menjadi musuh bersama dan haram dilakukan.

“Kami menilai kegiatan ospek sangat penting bagi mahasiswa baru khususnya mahasiswa Unimal, karena di dalam ospek yang kita ajarkan sesuai dengan aturan yang berlaku seperti tentang pembinaan akademik, kemahasiswaan, organisasi dan kearifan lokal Aceh,” katanya.

Mahasiswa baru kata Zahri, harus mengetahui  bagaimana sistem belajar di Unimal dan prosedur akademik yang berlaku, dan peranan mahasiswa dalam Perguruan Tinggi serta fungsi organisasi yang ada di kampus.

“Saat ini, sangat minim mahasiswa mengetahui organisasi kampus apalagi jika tidak ada ospek, pengenalan kearifan  lokal atau local wisdom juga sangat penting bagi mahasiswa baru.”

BEM Unimal dan seluruh ormawa Unimal menyatakan siap melaksanakan ospek dengan segala konsekuensi untuk menjalankannya. Hal ini kata Zahri membutuhkan persaman persepsi antara mahasiswa dan pihak rektor.

“Kalau sudah sepakat tinggal kami bahas teknis dan mekanisme seperti apa untuk dijalankan, semuanya kembali kepada mahasiswa dan rektor dalam menyikapi permasalan ospek di tingkat perguruan tinggi karena kedua-duanya menjadi objek jika terjadi pelanggaran,” katanya.[] (ihn)

Foto : Zahri Abdullah, Wakil Presiden Mahasiswa Unimal.

Usai MOS, Pelajar Ini Sakit Lalu Meninggal Dunia

Usai MOS, Pelajar Ini Sakit Lalu Meninggal Dunia

Bekasi – Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama Flora, di Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Evan Christoper Situmorang, 12 tahun, meninggal dunia. Diduga, penyebabnya korban mengalami gangguan kesehatan usai mengikuti kegiatan masa orientasi siswa di sekolah tersebut yang dianggap cukup berat.

“Usai mengikuti MOS, dia (Evan) mengeluh sakit,” kata orang tua Evan, Jossey Situmorang, 42 tahun di rumahnya Perumahan Pondok Ungu Permai, RT 04 RW 30, Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Ahad, 2 Agustus 2015. Ia mengatakan, Evan mengalami pembengkakan di bagian kaki, bahkan sampai membiru.

Menurut dia, kaki Evan bengkak usai berjalan kaki sekitar empat kilometer dari sekolahnya hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang ditentukan sekolah pada Kamis, 9 Juli lalu. “Dalihnya untuk memperdalam ilmu cinta lingkungan,” kata Jossey. Melihat kondisi kesehatan anaknya kurang baik, istrinya, Ratna memijat betis dan kakinya.

Pada esok harinya, Evan kembali masuk ke sekolah. Di sekolahnya itu, Evan ikut bermain futsal, karena olahraga tersebut ialah kegemarannya. Namun, karena kondisinya kurang sehat, Evan terjatuh. “Waktu pulang dibawa ke pengobatan tradisional,” kata dia.

Sayangnya, kondisi kesehatannya kian menurun, hingga akhirnya dibawa ke Puskemas di Kecamatan Medansatria. Di Puskesmas, dokter menyatakan, kalau Evan mengalami dehidrasi dan keletihan, sehingga butuh banyak istirahat. “Dokter juga memberi obat dan vitamin untuk Evan,” ujar Jossey.

Selang dua pekan kemudian, kondisi kesehatan Evan belum juga ada perubahan. Meski demikian, Evan tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) pada hari pertama masuk sekolah, Senin 27 Juli. Lantaran kesehatannya masih belum membaik, pada hari ke dua Evan kembali terjatuh di sekolah. “Kami menjemputnya ke sekolah,” kata Jossey.

Ia pun mengaku kaget, karena dokter menyatakan kalau Evan menderita penyakit asam urat. Padahal, sejak kecil anak pertamanya itu tak mempunyai riwayat penyakit. Hingga Kamis siang, kondisi kesehatan Evan kian menurun, bahkan mengalami kejang. Evan pun dilarikan ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Sayang Bunda.

Lantara peralatan di rumah sakit tersebut tak lengkap. Evan dirujuk ke RS Cipta Harapan Indah. Sayangnya, setiba di rumah sakit itu, nyawa Evan tak tertolong. Dokter menyatakan Evan meninggal dalam perjalanan. Jenazah Evan sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Perwira pada Sabtu, 1 Agustus 2015.

Jossey meyakini bahwa meninggalnya Evan bermula dari kegiatan di sekolah, meskipun ada indikasi lain. Keluarga yakin, karena Evan sakit usai berjalan sekitar empat kilometer. Meski begitu, kata dia, keluarga tak menuntut pihak sekolah. “Kami hanya ingin Kementerian Pendidikan menghilangkan kegiatan MOS,” kata Jossey. | sumber: tempo.co

"Menristek Larang Ospek Tak Mendidik"

"Menristek Larang Ospek Tak Mendidik"

BANDA ACEH – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek) mengeluarkan suarat edaran terkait orientasi pengenalan kampus atau Ospek. Surat edaran tersebut ditujukan kepada pimpinan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Isi salah satu poin surat edaran tersebut adalah pelarangan melakukan orientasi pengenalan kampus yang bersifat tidak mendidik.

“Poin ke tiga menjelaskan bahwa PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) itu berorientasi pada proses pendewasaan dan pembelajaran,” kata Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Syiah Kuala Alfiansyah Yulianur kepada portalsatu.com, Jumat, 31 Juli 2015.

Alfian mengatakan selama ini proses pengenalan kampus cenderung tidak sehat dan bahkan tidak mendidik. Unsyiah, kata dia, sudah lama melarang Ospek yang tidak mendidik tersebut dilakukan di lingkungan kampus yang dijuluki si Jantong Hatee Rakyat Aceh ini.

“Sudah lama kita melarang ospek yang tidak medidik jauh sebelum surat edaran ini muncul,” kata Alfian.[]

Laporan: M. Fajarli Iqbal

Ketua BEM Unsyiah; Ospek yang Kita Buat Kedepankan Etika

Ketua BEM Unsyiah; Ospek yang Kita Buat Kedepankan Etika

BANDA ACEH – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah, Muhammad Hamzah, mengatakan orientasi pengenalan kampus di Unsyiah tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurut, ospek tahun ini akan jauh dari aspek pembulian atau pelecehan, namun lebih mengedepankan etika dan moral. “Ospek yang kita adakan mengedepankan etika dan moral,” ucap Hamzah saat ditemui portalsatu.com, Jumat, 31 Juli 2015.

Hamzah mengatakan, ada perubahan sistem dalam pengenalan kampus tahun ini, menurut dia ospek tidak lagi dikomandoi oleh senior di kampus namun langsung berada di bawah tanggung jawab kampus. “Jadi Ospek bukan program yang dibuat oleh mahasiswa tapi program yang dibuat oleh institusi,” ujar Hamzah.

Menurut Hamzah pendidikan karater tidak harus dengan cara penekanan atau pembulian namun dengan mengajarkan etika dan moral dengan cara yang baik.

“Jadi pendidikan karakter itu dilakukan dengan cara yang baik bukan malah ‘ditekan’ dan dilecehkan,” katanya.[] (ihn)

Laporan M Fajarli Ikbal