Tag: mualem

Mualem Minta YUTI Bantu Bina Atlet Taekwondo Aceh

Mualem Minta YUTI Bantu Bina Atlet Taekwondo Aceh

JAKARTA – Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, meminta Yayasan Universal Taekwondo Indonesia Profesional (YUTI) untuk membantu membina para atlet di Aceh.

Harapan ini disampaikan Mualem saat diundang ke tempat Grand Master Lioe Nam Khiong,  pendiri dan pembina  YUTI, Rabu 7 Oktober 2015.

yuti lom
“Kita berharap Taekwondo Aceh bisa lebih berkembang di masa-masa yang akan datang,” kata Mualem.

Mualem juga mengaspresiasi kelengkapan sarana yang dimiliki oleh Yayasan Universal Taekwondo Indonesia.

Mualem Minta Bantuan Kerajaan Belanda untuk Bangun Aceh?

Mualem Minta Bantuan Kerajaan Belanda untuk Bangun Aceh?

JAKARTA – Wakil Gubernur Aceh, H. Muzakkir Manaf, bertemu Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Ferdinand Lahnstein, di Kantor Kedubes Belanda di Jalan H.R. Rasuna Said Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2015. Dalam pertemuan tersebut, pria yang karib disapa Mualem ini membahas isu-isu pembangunan di Aceh yang perlu mendapat perhatian khusus dari negara-negara Uni Eropa, dalam hal ini Kerajaan Belanda.

Kedatangan Mualem mendapat sambutan positif dari Wakil Duta Besar Belanda, Ferdinand Lahnstein.

Mualem kepada Ferdinand mengatakan Aceh membutuhkan pembangunan jalan lintas tengah. Termasuk meminimalisir resiko lingkungan terhadap rencana pembangunan jalan tersebut. Menurut Mualem jalan ini sangat dibutuhkan sebagai jalur transportasi masyarakat dan mendorong perekonomian antarkabupaten. Namun pembanungan ini sama sekali tidak berniat untuk merusak hutan ekosistem Leuser.

“Untuk itu maka saya datang ke sini untuk meminta bantuan teknis yang bisa diberikan oleh Pemerintah Belanda, untuk memastikan bagaimana untuk meminimalisir dampaknya terhadap ekosistem Leuser,” ujar Wagub Aceh.

Wakil Dubes Belanda mengaku akan menyampaikan perspektif dari Pemerintah Belanda kepada Komisi Uni Eropa, mengingat mayoritas jalan lintas tengah Aceh tersebut sudah terbangun sedemikian rupa. Wakil Dubes Belanda juga menyatakan akan berkoordinasi dengan negara-negara donor lainnya, terutama Amerika Serikat, agar dapat bersinergi untuk menyesuaikan antara kebutuhan pembangunan di Aceh dan dukungan yang dapat diberikan negara-negara donor.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Aceh juga menyinggung tentang perlu adanya dukungan investasi dan teknologi dari Belanda untuk pembangunan infrastruktur pelabuhan laut. Menurutnya hal ini dapat mendorong daerah ini sebagai pusat perdagangan dunia seperti masa kejayaan Aceh dulu.

Mualem turut mengundang Wakil Dubes Belanda berkunjung ke Aceh untuk bisa melihat langsung kondisi pembangunan jalan lintas tengah. Selain itu, Ferdinand juga diajak melihat kondisi infrastruktur pelabuhan-pelabuhan yang ada di Aceh saat ini.

Wakil Dubes Belanda sangat senang menerima undangan tersebut dan akan mengatur kesempatan yang baik untuk mengunjungi Aceh.

Sebelum menutup pertemuan tersebut, Wakil Dubes Belanda kembali menegaskan akan segera menindaklanjuti pertemuan ini dengan para koleganya, baik di internal Komisi Uni Eropa maupun dari negara-negara donor lainnya terutama Amerika Serikat.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Aceh didampingi tim Greenomics Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia, Vanda Mutia Dewi, pertemuan tersebut berlangsung sangat produktif. Hal itu, kata dia, menunjukkan keseriusan Pemerintah Aceh agar pembangunan jalan lintas tengah yang telah terbangun sedemikian rupa dapat meminimalisir dampak bagi keutuhan ekosistem Leuser.

“Keseriusan tersebut tampak dari upaya Wagub Aceh yang mengajak negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk terlibat aktif, terutama dalam hal bantuan teknologinya. Sejalan dengan itu, Wagub Aceh juga sudah menyampaikan hal yang sama kepada Duta Besar Amerika Serikat, Robert O. Blake, dalam sebuah forum pertemuan di Jakarta pada dua minggu lalu,” ujar Vanda Mutia Dewi.[](bna)

Mualem Bahas Pengembangan Energi dengan PAG dan PLN

Mualem Bahas Pengembangan Energi dengan PAG dan PLN

JAKARTA – Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menggelar pertemuan dengan Presiden Direktur PT Perta Arun Gas (PAG) Teuku Khaidir dan General Manajer PLN Wilayah Aceh Bob Saril, di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2015.

Dalam pertemuan itu, Mualem didampingi Sulaiman Bombay, Sayed Mustafa, Nazaruddin staf khusus Wagub Aceh bidang pengembangan energi, dan kalangan lainnya.

Sedangkan Teuku Khaidir dan Bob Saril didampingi unsur managemen PT PAG dan PT PLN Wilayah Aceh. Di antaranya, manajer bidang perencanaan, manager bidang SDM dan manager bidang hukum dan humas PLN Aceh.

Informasi diperoleh, pertemuan di Hotel Grand Sahid Jaya itu  membahas beberapa hal tentang pengembangan energi di Aceh. Kepada Mualem, Bob Saril menyatakan PLN siap membantu Pemerintah Aceh terkait listrik untuk kebutuhan industri.[]

Foto: Wagub Aceh Mualem bersama Presdir PT PAG Teuku Khaidir, GM PT PLN Wilayah Aceh Bob Saril dan jajarannya.@Adi Gondrong

“Seluruh Mantan GAM Bakal Bersatu Jika Mualem-Sofyan Dawood Berpasangan”

“Seluruh Mantan GAM Bakal Bersatu Jika Mualem-Sofyan Dawood Berpasangan”

BANDA ACEH – Mantan tahanan politik, Muhammad MTA, menilai Muzakir Manaf layak disandingkan dengan Sofyan Dawood di pemilihan kepala daerah 2017 mendatang. Hal ini menyikapi realitas politik Aceh kekinian dan demi mempersatukan GAM, terutama eks-kombantan.

“Sepuluh tahun kepemimpinan GAM, dua periode, tidak mampu dalam menjaga ritme politik dan konsolidasi GAM demi memberikan kenyamanan bagi Aceh. Saya yakin Muzakkir Manaf dan Sofyan Dawod sangat representatif untuk membawa kembali GAM kepada orientasi awal berlandaskan kepada cita-cita perdamaian. Hanya para panglima yang bisa menyatukan tentara-tentaranya, kita dorong untuk bersatu, untuk kebaikan,” ujar Muhammad MTA melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Senin, 5 Oktober 2015.

Menurutnya secara politik, Muzakir Manaf dan Sofyan Dawood sangat mengental di pihak bersebrangan. Dia menilai jika keduanya bersatu maka akan bisa lebih mudah dalam mewujudkan cita-cita mensejahterakan rakyat Aceh.

“Karena semua eks-kombatan akan terkonsolidasi dengan baik dalam menopang cita-cita pembangunan di Aceh,” ujarnya.

“Saya berkeyakinan, dua mantan panglima besar GAM ini akan mampu melakukan komunikasi yang baik dengan semua pihak, baik di Aceh maupun di Jakarta,” katanya lagi.

Muhammad MTA menilai dengan kepemimpinan Aceh yang ada pada ke dua orang ini, tentunya mereka akan melakukan kondolidasi secara menyeluruh, termasuk dengan semua komponen sipil dan mahasiswa.

“Dengan demikian, maka saya berkeyakinan seluruh eks-kombantan akan bersatu untuk mendukung pasangan Mualem-Sofyan Dawod ini, karena mereka adalah panglima tertinggi saat perang berkecamuk. Ini pandangan saya, yang terpenting eks-kombantan bersatu untuk mewujudkan cita-cita perdamaian yang selama ini jauh dari harapan,” katanya.[](bna)

Foto: Mualem Saksikan Pameran Alutsista TNI

Foto: Mualem Saksikan Pameran Alutsista TNI

BANTEN – Tentara Nasional Indonesia memamerkan alat utama sistem persenjataan atau alutsista di perayaan hari ulang tahun ke-70 TNI di Banten, Senin, 5 Oktober 2015. TNI juga melakukan defile pasukan yang disaksikan oleh Presiden RI, Joko Widodo dan sejumlah pejabat negara tersebut. Turut hadir dalam peringatan HUT ke-70 TNI, Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau kerap disapa Mualem.[]

Suasana sebelum HUT TNI Dimulai 3
@Adi Gondrong
alutsistaTNI1
@Adi Gondrong
alutsistaTNI2
@Adi Gondrong
alutsistaTNI3
@Adi Gondrong
alutsistaTNI4
@Adi Gondrong
Mualem: Bersatu Saja Susah Membangun Aceh, Apalagi…

Mualem: Bersatu Saja Susah Membangun Aceh, Apalagi…

JAKARTA – Ketua Umum DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, mengatakan bersatunya seluruh elemen di Aceh merupakan harapan besar dirinya. Untuk permulaan, persatuan diharapkan dapat dimulai dari ekskombatan GAM.

“Ini harapan saya dan kita semua. Ini semua untuk Aceh,” kata Mualem kepada portalsatu.com.

“Bersatu saja susah membangun Aceh, apalagi jika bercerai berai. Seperti yang pernah saya katakan, sama Pusat saja kita bisa berdamai, apalagi dengan kawan sendiri,” ujar Mualem lagi.

Dirinya berharap rekonsiliasi ekskombatan dapat segera terwujudkan. Demikian juga dengan kelompok lainnya di Aceh.

“Ada banyak persoalan yang butuh (pemikiran) kita semua,” kata Mualem.

Sebelumnya, Kamis malam 1 Oktober 2015, Mualem juga bertemu dengan Sofyan Dawood. Keduanya juga sepakat untuk rekonsiliasi.

Foto: Adi Gondrong

Sekjen Garda NasDem Aceh Utara Apresiasi Pertemuan Mualem-Sofyan Dawood

Sekjen Garda NasDem Aceh Utara Apresiasi Pertemuan Mualem-Sofyan Dawood

BANDA ACEH – Sekjen DPD Garda NasDem Aceh Utara, Mahadir Buloh, mengapresiasi pertemuan antara Sofyan Dawood dengan Muzakir Manaf atau Mualem pada 1 Oktober 2015 lalu. Kedua sosok tersebut merupakan mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang sebelumnya pernah berseberangan jalur politik dalam Pilkada 2012 dan pemilihan legislatif 2014.

Mahadir melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Sabtu, 3 Oktober 2015, menilai pertemuan ini menggambarkan komitmen Mualem untuk kembali mempersatukan para mantan kombatan yang sebelumnya pernah berseberangan.

“Pertemuan ini diharapkan menjadi spirit dan semangat untuk melihat Aceh ke depan dalam sebuah kesatuan politik dan cita-cita pembangunan Aceh ke depan. Kita harus objektif melihat bahwa stabilitas politik dan jalannya pembangunan di Aceh sangat ditentukan oleh keberadaan mantan kombatan, karena itu adalah kekuatan sipil terbesar di Aceh hari ini,” ujarnya.

Dia juga mengharapkan adanya niat tulus dari Ketua KPA Muzakir Manaf agar bisa mewujudkan pilkada damai di 2017 mendatang. “Dan (semoga) kondisi stabilitas politik di Aceh semakin baik,” katanya.[](bna)

Demokrat Aceh dan Mualem Bahas Sembilan Poin Penting, Apa Itu?

Demokrat Aceh dan Mualem Bahas Sembilan Poin Penting, Apa Itu?

BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Aceh bersilaturahmi dengan pimpinan Koalisi Aceh Bermartabat yang juga Ketua Umum DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf, di rumah dinasnya di Banda Aceh, Sabtu, 3 Oktober 2015 sekitar pukul 10.00 WIB.

Hadir dalam silaturahmi tersebut Ir. Nova Iriansyah, MT sebagai Plt. Ketua Demokrat Aceh, Ir. Miryadi Amir sebagai Sekretaris Demokrat Aceh, dan T. Ibrahim, ST. MM yang kini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh.

Selain itu hadir pula Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh Jamidin Hamdani, S.Sos, Ketua Komisi VI DPRA T. Iskandar Daod, SE. Ak. M. Si, Wakil Sekretaris PD Aceh Yusrizal Ibrahim, S. Sn, Fungsionaris Demokrat Aceh Iqbal Faraby, SH, dan Ir. Yusmaizal.

Dalam pertemuan tersebut, Mualem, sapaan akrab Muzakir Manaf, didampingi oleh Direktur Eksekutif KAB Tgk. Wien Rimba Raya.

Dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak turut prihatin dengan kondisi ekonomi nasional, termasuk Aceh saat ini. “Sehingga perlu kolaborasi atau kerjasama semua pihak agar agar bisa memperbaiki keadaan ini,” ujar Nova Iriansyah kepada portalsatu.com petang tadi.

Selain itu, kedua pihak juga membicarakan tentang perlunya peranan semua pihak mewujudkan kesejahteraan rakyat Aceh dengan pendekatan yang spesifik dan manusiawi. Hal ini tentu saja dilakukan dengan tetap memperhatikan kearifan lokal yang ada di Aceh.

Menurut Nova, Koalisi Aceh Bermartabat adalah aset rakyat Aceh yang merupakan wadah bagi perwujudan program-program Pemerintah Aceh yang konkrit, cepat, tepat sasaran dan pro rakyat. Selain itu, kata dia, KAB akan diberdayakan semata-mata untuk membantu percepatan pembangunan yang pro rakyat.

Kedua belah pihak juga membahas paradigma pembangunan/pemerintahan Aceh ke depan harus menganut asas good governance yang profesional, akuntabel, transparan dan aspiratif.

“Pemilukada Aceh tahun 2017 harus terselenggara dengan baik, sehingga menghasilkan pemerintah yang mampu membawa perubahan untuk kesejahteraan rakyat Aceh,” katanya.

Nova mengatakan Partai Demokrat dan segenap konstituennya turut mendukung niat baik dan percaya kepada ketulusan Mualem untuk mencalonkan diri sebagai Cagub dalam Pemilukada Aceh 2017. Mereka juga siap membantu, bermitra dan mengawal Pemerintah Aceh nantinya di bawah kepemimpinan Mualem.

Sementara dalam hal pasangan (Cawagub), PD menyambut baik konsep Mualem yang ingin bermitra dengan Parnas. Hal ini merupakan sikap yang simpatik, cerdas dan revolusioner demi menerobos komunikasi yang mungkin masih tersendat dengan Pemerintah Pusat.

“PD sangat mendukung sikap Mualem dalam memilih Balon Wagub-nya, dengan catatan bahwa pasangan tersebut adalah figur yang cakap, punya jaringan luas, berdedikasi tinggi dan yang terpenting adalah setia dan punya loyalitas penuh,” katanya.[]

Foto: Mualem Melayat ke Rumah Pimpinan PNA

Foto: Mualem Melayat ke Rumah Pimpinan PNA

BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf melayat ke rumah Ketua Partai Nasional Aceh (PNA) Muksalmina di Ulee Kareng, Banda Aceh, Sabtu, 3 Oktober 2015. Seperti diketahui, Desiyanti binti Razali, istri Muksalmina, meninggal dunia akhir September 2015 lalu.

Pimpinan Partai Aceh tersebut mendapat sambutan dari Muksalmina. Mereka terlihat akrab antara satu sama lain. Hadir di lokasi tersebut beberapa politisi PNA yang juga mantan kombatan GAM seperti Muharam, Abrar Muda, Olo, dan anggota PNA lainnya.

Berikut beberapa foto yang diabadikan Ady Gondrong di rumah duka:

mualem-muksalmina mualem-muksalmina1 mualem-muksalmina2 mualem-muksalmina3 mualem-muksalmina6 mualem-muksalmina7

[Foto]: Mantan Presma Nyatakan Dukungan untuk Mualem

[Foto]: Mantan Presma Nyatakan Dukungan untuk Mualem

BANDA ACEH – Sejumlah mantan Presiden Mahasiswa (Presma) mengunjungi Pendopo Wagub, Jumat malam 2 Oktober 2015. Mereka mengatasnamakan Rekan Muda Mualem.

Faisal mewakili rombongan, mengatakan kunjungan mereka dalam rangka silaturahmi Idul Adha dengan Mualem. Rombongan juga menitipkan sejumlah harapan kepada Mualem selaku kandidat gubernur Aceh.

“Kita memiliki harapan lebih kepada Mualem,” kata Faisal.

Saat menerima kunjungan ini, Mualem didampingi Ketua Gerindra Aceh, TA Khalid. Berikut foto-foto yang diabadikan portalsatu.com selama kunjungan:

mantan presma 1

mantan presma 2

mantan presma 3