Tag: mina

Surati Menteri Haji Saudi, Menag Minta Dua Hal Ini

Surati Menteri Haji Saudi, Menag Minta Dua Hal Ini

Jeddah –  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyurati Menteri Haji Arab Saudi agar Pemerintah Saudi segera memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan di Arafah dan Mina.

“Ada dua atau tiga hal yang akan kita ikhtiarkan secara serius. Pertama adalah kondisi arafah,” terang Menag usai meninjau penimbangan barang bagasi jamaah haji Indonesia di Madinatul Hujjaj, Jeddah, Kamis (01/10), sebagaimana dilansir laman resmi Kemenag, Jumat/hari ini.

Menag mengaku sedih  ketika pada malam hari tanggal 8 Dzulhijjah dirinya mendapati sejumlah  tenda jemaah yang roboh karena diterpa angin. Padahal, menurutnya, angin tersebut  tidak sekuat angin yang merobohkan crane di Masjidil Haram, sehingga tidak bisa dibayangkan kalau kekuatan angin itu sama.

Kejadian itu tidak hanya menyebabkan tenda roboh, tetapi juga listrik padam, sehingga selain penerangan juga menyebabkan water cooler di tenda Arafah tidak berfungsi.  Hal ini juga mengganggu pos kesehatan Arafah karena tidak bisa mengoperasionalkan alat yang membutuhkan listrik dan akhirnya berdampak kepada jemaah yang sakit.

“Saya sudah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Haji agar konsidi Arafah bisa diperbaiki dengan cara membuat tenda-tenda yang permanen di Arafah. Kalau di Mina bisa tenda permanen, di Arafah seharusnya juga bisa,” ujar Menag.

“Juga dibangun pembangkit listrik berkekuatan besar sehingga tidak hanya mengandalkan generator yang terbatas, tapi pembangkit listrik permanen yang betul-betul bisa mensuplai berapapun kebutuhan listrik di Arafah,” katanya.

Hal kedua yang diusulkan Menag adalah terkait perbaikan Mina. Menag menyoroti jarak Mina Jadid yang terlalu jauh dan keberadaanya yang  dari sisi syari juga masih problematik, apakah sah sebagai tempat menginap atau tidak.

“Saya sudah bersurat ke Menteri Haji agar tenda-tenda di Mina bisa ditingkatkan. Kalau Jamarat saja bisa ditingkat, semestinya tenda di Mina juga bisa ditingkat sehingga seluruhnya bisa berada di Mina dan jarak ke Jamarat juga tidak terlalu jauh. Waktu melontar jumrah juga bisa diatur lebih ketat,” ujar Menag.

Selain dua hal yang diajukan kepada Menteri Haji Arab Saudi, Menag juga berinisiatif untuk memberlakukan penggunaan chip yang ditempel pada gelang idenitas jamaah. Chip yang nantinya bisa dideteksi melalui GPRS ini penting untuk mengantisipasi persoalan jemaah hilang yang tidak diketahui keberadaannya.

“Ide ini sebenarnya sudah muncul sejak kemarin, tapi tidak cukup waktu untuk merealisasikan gagasan ini. Karenanya sejak sekarang kita akan coba pikirkan sehingga pengalaman yang cukup pahit bahwa sampai saat ini masih ada jamaah yang belum diketahui keberadaannya di mana itu bisa diatasi dengan hal itu,” kata Menag.

Sampai saat ini, sedikitnya masih ada 74 jemaah haji Indonesia yang belum kembali ke hotelnya untuk bergabung bersama anggota Kloter lainnya. Banyak alasan tentu kenapa orang belum kembali, dan itu tidak selalu berarti telah mati. Nyatanya, ada juga jamaah haji Indonesia yang setelah lima hari  hilang tanpa kabar akhirnya bisa kembali.

“Kita akan terus mencari. Kalaulah sampai melewati tanggal 26 Oktober kita tentu akan terus melakukan pencarian itu. Karena menjadi kewajiban pemerintah terhadap warganya di luar negeri untuk diketahui keberadaanya,” kata Menag.[]

Foto: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Soal Jumlah Korban Mina, Panitia: Jangan Percaya Sumber Sesat

Soal Jumlah Korban Mina, Panitia: Jangan Percaya Sumber Sesat

MEKKAH – Seorang jemaah asal Indonesia menjadi korban kejadian di Jalan 204, Mina, Arab Saudi, Kamis (24/09). Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sedang melakukan identifikasi terhadap korban.

“Kami sampaikan ada seorang korban yang sedang kami identifikasi. Kami akan informasikan nama dan kloternya kalau sudah teridentifikasi,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat, Kamis (24/09)

Arsyad mengatakan PPIH sudah menurunkan tim ke rumah sakit dan lokasi kejadian. Peristiwa terjadi di Jalan 204 sekitar pukul 07.30 waktu Arab Saudi. Kala itu,  jemaah hendak melontar jumrah.

Dalam perjalanan, ada rombongan jamaah yang terhenti sehingga membuat jemaah yang berada di belakang mendorong ke depan. ‎”Akibatnya, banyak perempuan dan orang tua yang menjadi korban,” ujar Arsyad.

Hingga siang ini, jumlah korban mencapai 310 orang meninggal dan 450 mengalami luka-luka. “Semua korban dibawa ke RS Mina Al Jasir,” ujar Arsyad.

Selain itu, Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat juga memastikan bahwa informasi yang berkembang melalui pesan berantai yang menyebutkan angka korban mencapai 32 orang berikut daftar namanya adalah tidak benar (hoax). Arsyad minta informasi terkait pemberitaan tersebut segera ditarik dan tidak disebarluaskan.

Ada juga informasi yang menyebutkan korban sampai mencapai angka 39 orang. Itupun dipastikan Arsyad sebagai informasi yang tidak benar dan menyesatkan. Mohon kerjasama seluruh media untuk tidak memberitakan hal tersebut.  Update  informasi terkait Peristiwa Mina, silahkan komunikasikan dengan Media Center Haji. [] sumber: kemenag

12 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Insiden Mina

12 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Insiden Mina

Sebanyak 12 jemaah Indonesia meninggal di Arafah akibat dehidrasi dan heatstroke, menyusul udara yang sangat terik pada puncuk wukuf sekitar pukul 12.00 Waktu Arab Saudi.

Koordinator Balai Pengobatan Haji Indonesi (BPHI) Arafah, dr Agus Hidayat di Arafah, Arab Saudi, Rabu mengatakan sampai pukul 15.00 WAS jumlah jemaah yang meninggal mencapai 12 orang.

“Sebanyak empat jemaah meninggal di BPHI, sedangkan delapan jemaah meninggal di (tenda) Maktab,” ujarnya.

Sebagian jemaah yang meninggal berusia lanjut dan berisiko tinggi. Mereka kelelahan, dehidrasi, dan terkena heatstroke.

BPHI Arafah yang berlokasi di tenda Misi Haji Indonesia yang terletak antara Maktab 7 dan 18, penuh oleh jemaah yang sakit. Bahkan tenda petugas pun digunakan untuk merawat jemaah yang terkena dehidrasi dan heatstroke.

“Total jemaah yang menjalani perawatan di BPHI mencapai 130 jemaah,” kata Agus.

Sebagian sudah kembali ke kelompok terbang (kloter) masing-masing dan hanya 20 orang yang dirujuk ke RS Arafah.

Data sementara jamaah yang meninggal adalah Muhammad Sodik Palil, (61) dari SUB037, Djani (67) dari SUB033, Nurhayati (62) dari BTJ 06, dan Hamid (65) dari BTH 04.[] sumber: kompas.com

150 Jemaah Haji Terluka di Mina

150 Jemaah Haji Terluka di Mina

Insiden kembali mewarnai pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Hari ini, Kamis (24/9/2015), setidaknya 150 jemaah dilaporkan wafat di Mina, yang terletak sekitar 5 km dari Mekah.

Kabar tersebut diungkapkan pihak pertahanan sipil atau Saudi Civil Defense Directorate dalam akun Twitternya. Laporan itu  juga mengabarkan, 400 jemaah mengalami luka-luka akibatnya.

Seperti dikutip dari The Guardian, insiden terjadi pada akhir pelaksaan ritual haji yang bertujuan membersihkan jiwa dan memperkuat persaudaraan sesama muslim.

Insiden sebelumnya juga pernah terjadi di Mina. Yang terparah pada tahun 1990, lebih dari 1.400 jemaah wafat akibat berdesakan di terowongan yang kala itu mengalami mati listrik.

Sementara, pada 2006, setidaknya 345 jemaah haji wafat dan 1.000 lainnya luka-luka dalam insiden di Mina.

mnya, juga pada tahun ini, angin kencang menjatuhkan crane di area Masjidil Haram, Mekah. Akibatnya, lebih dari 100 orang meninggal dunia, dan 200 lainnya luka-luka.

Hingga saat ini, penyelidikan untuk mengungkap kejadian tersebut masih dilakukan.

Kecelakaan lain terjadi di sebuah penginapan di Mekah. Sekitar 1.000 jemaah harus dievakuasi setelah kebakaran melanda.[] sumber: Liputan6.com