Tag: menristekdikti

Pangkas Sejumlah Beasiswa, Demokrat: Menkeu Ciptakan “Bom Waktu”

Pangkas Sejumlah Beasiswa, Demokrat: Menkeu Ciptakan “Bom Waktu”

JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI, T Riefky Harsya, menyebutkan pagu sementara Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2016 untuk Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengalami penurunan sebesar Rp 5,6 triliun bila dibandingkan dengan APBN Perubahan 2015 yang berjumlah Rp 43,6 triliun.

Penurunan ini akan berdampak luas. Di antaranya adalah pengurangan alokasi anggaran prioritas pendidikan nasional, seperti beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), beasiswa Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (SM3T), Biaya Operasional kepada Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), beasiswa dosen S2/S3, pendirian perguruan tinggi (PT) baru dan akademi komunitas.

“Pemotongan pagu anggaran 2016 ini menunjukkan bahwa Pemerintah tidak paham prioritas program pendidikan tinggi, sekaligus menunjukkan program Nawa Cita yang dicanangkan Presiden Jokowi di bidang riset dan pendidikan tinggi ternyata tidak didukung kabinetnya,” kata Teuku Riefky Harsya melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Senin, 28 September 2015.

Dalam rangkaian rapat pembahasan RKAK/L 2016 di Komisi X DPR dengan Kemenristek Dikti terungkap bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memotong pagu sementara RAPBN Kemenristek Dikti secara sepihak, tidak berkoordinasi dengan Kemenristekdikti.

“Koordinasi Menkeu dengan menteri teknis dalam proses pemotongan angaran sangat buruk. Hal ini tidak hanya akan sangat membebani mahasiswa, dosen, PTN dan PTS tetapi berpotensi menjadi ‘bom waktu’ bagi pemerintahan Jokowi,” ujarnya.

Dia menyebutkan pada 2015, pemerintah menyediakan beasiswa untuk 20.700 dosen, sedangkan 2016 turun menjadi 7.500 dosen. Beasiswa SM3T tahun 2015 diberikan kepada 10.400 sarjana, di 2016 ini juga turun hanya 7.000 sarjana saja. Beasiswa PPA paling drastis, dari 121.000 siswa (2015), tinggal 50.000 siswa (2016).

“Kenaikan biaya hidup akhir-akhir ini tentu juga dirasakan oleh mahasiswa, orang tua murid dan para dosen. Semestinya pemerintahan saat ini justru menambah dukungan kepada mereka, bukannya malah memotong program yang sudah baik berjalan sejak pemerintahan SBY,” kata Riefky Harsya.

Lebih jauh, Wasekjen DPP PD ini juga mengatakan Fraksi Partai Demokrat telah mendesak Kemenristek Dikti untuk berkoordinasi kembali secara langsung ke Presiden untuk memperbaiki pagu anggaran sebelum ditetapkan pada 2 minggu ke depan. “Keberlangsungan program pro rakyat yang membantu nasib mahasiwa, dosen, dan kualitas pendidikan tinggi harus kita pertahankan bersama,” katanya.

Selain hal tersebut, kata dia, banyak lagi program penting lainnya yang diabaikan dan belum mendapat alokasi sama sekali alias nol, antara lain Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaan program pembinaan perguruan tinggi swasta (PTS), pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan di PTN, politeknik dan Kopertis.[](bna)