Tag: medan

Oknum Polisi Bireuen Tembak Nasabah BRI di Deliserdang

Oknum Polisi Bireuen Tembak Nasabah BRI di Deliserdang

MEDAN – Oknum anggota Polres Bireuen Briptu DC diamankan setelah menembak seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kedaidurian, Jalan Brigjen Zein Hamid, Delitua, Deliserdang, Selasa (15/9/2015) sore.

Korban Darwin Shah Berutu (50) warga Jalan Purwo, Gang Sahabat, Delitua, Deliserdang terkena tembakan di rusuk kiri hingga tembus ke pundak.

Insiden penembakan ini berawal dari kedatangan Briptu DC bersama seorang temannya dengan berboncengan sepeda motor sekira pukul 15.10 WIB.

Keduanya langsung masuk ke dalam bank, meski di bagian pintu sudah dipasang tanda tutup. Tak lama kemudian keduanya terlibat keributan dengan petugas bank. Briptu DC bahkan baku hantam dengan sekuriti, Immanuel Adinata Saragih (26) hingga kemudian melepaskan tembakan.

Muncul dua dugaan yang menjadi pemicu keributan ini. Beberapa saksi menyatakan ketika itu pelaku datang ke bank untuk melakukan transaksi transfer melalui teller.

Namun karena operasional bank sudah tutup, pelaku diminta kembali keesokan harinya.

Tak senang atas penjelasan itu, pelaku marah hingga kemudian terlibat baku hantam dengan satpam yang berujung pada penembakan. Saksi lainnya menegaskan pelaku memang berniat merampok.[] sumber: serambi indonesia

KSAU Umumkan Penyebab Hercules Jatuh

KSAU Umumkan Penyebab Hercules Jatuh

MEDAN – TNI Angkatan Udara mengumumkan hasil penyelidikan sementara atas penyebab kecelakaan pesawat Hercules C-130 B bernomor lambung A-1310, yang jatuh pada Selasa, 30 Juni 2015, di Medan, Sumatera Utara. Pesawat itu diduga jatuh karena menabrak antena radio yang berjarak 3.200 meter dari landasan pacu.

Kesimpulan sementara itu diambil dari beberapa bukti yang ditemukan. Bukti pertama, kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna, pilot Kapten Shandy Permana meminta izin kembali ke pangkalan. Ini berarti Shandy sudah merasakan ada masalah pada pesawatnya. “Ada malfunction,” ujar Agus kepada wartawan, Kamis, 2 Juli 2015.

Bukti kedua, sejumlah saksi melihat pesawat sempat oleng ke kanan. Hal ini ada kemungkinan terjadi karena pesawat tidak bisa naik secara normal. Penyebabnya, mesin yang bermasalah. “Baling-baling pesawat juga ada yang mati,” kata Agus.

Matinya mesin pesawat inilah yang kemudian membuat pesawat turun dengan cepat. Saat turun itulah pesawat menghantam antena radio Joy FM yang berada di kompleks sekolah Bethany di Jalan Jamin Ginting atau simpang Perumahan Nasional Simalingkar, Medan.

Karena itu, ujar Agus, pihaknya menyimpulkan penyebab kecelakaan itu yakni pesawat menabrak antena. “Pilot sudah mengerti apa yang harus dilakukan jika terjadi malfunction seandainya tidak menabrak antena. Misalnya pilot harus menaikkan ketinggian dan mencari tempat mendarat. Namun karena pesawat miring ke kanan karena menabrak antena, pesawat sulit naik,” ujar Agus.

Menurut penelusuran Tempo, antena radio Joy FM yang dipasang di lantai 3 gedung Bethany roboh. Satu pelat besi berukuran panjang 50 sentimeter bercat hijau bertuliskan “battery” tercecer di sekitar gedung tersebut. Lokasi antena ini berjarak sekitar 300 meter dari lokasi jatuhnya pesawat.

Agus menambahkan, meski sudah ada kesimpulan sementara itu, tim investigasi TNI AU terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab matinya mesin pesawat Hercules itu. “Bisa saja ada malfunction yang lain, misalnya hidrolik atau elektrik,” ujar Agus.[] sumber: tempo.co

TNI AU Koreksi Jumlah Korban Kecelakaan Pesawat Hercules C-130

TNI AU Koreksi Jumlah Korban Kecelakaan Pesawat Hercules C-130

JAKARTA – TNI AU merilis kepastian mengenai jumlah korban kecelakaan pesawat Hercules C-130 di Medan, Sumatera Utara. Jumlah korban kecelakaan adalah 122 penumpang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Dwi Badarmanto di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (1/7/2015) malam. “Jadi, jumlah korban yang ada di pesawat adalah 122 orang,” kata Dwi.

Dwi melanjutkan, jumlah penumpang Hercules itu terdiri dari 12 kru atau awak pesawat dan 110 penumpang. Hal ini untuk meluruskan informasi mengenai 142 kantong mayat.

“Yang 91 itu adalah jenazah yang utuh, kemudian sisanya, yang 50, adalah kumpulan potongan dari korban sehingga korban tetap 122 orang,” ujar Dwi.

Selain korban penumpang pesawat, pihak TNI AU tengah menelusuri informasi mengenai korban di darat. Menurut hasil pendataan, ada tujuh orang di lokasi jatuhnya pesawat yang belum ditemukan.

“Ada tujuh orang yang di darat, salah satunya mungkin teman-teman media melihat ada yang selamat, tetapi itu bukan dari pesawat terbang, itu korban ada yang di tanah,” ujar Dwi.[] sumber: kompas.com

Jenazah Lettu Rahmat Shamdany Dikebumikan di Langkat

Jenazah Lettu Rahmat Shamdany Dikebumikan di Langkat

MEDAN – Seorang korban Hercules yang jatuh di Medan sudah dikebumikan. Jenazah Lettu (Tek) Rahmat Shamdany (27) dikebumikan di Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Proses pemakaman secara militer itu berlangsung pada Rabu (1/7/2015) sore. Sejumlah pelayat ikut mengantar ke lokasi permakaman di Kompleks Masjid Azizi, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat.

Korban merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Lulusan AAU tahun 2009 ini meninggalkan istri Yevi Triwahyuni dan seorang anak Jihan Letica Putri yang menetap di Bandung, Jawa Barat.

Pemakaman dilaksanakan di Langkat atas permintaan keluarga. Di mata keluarga, korban merupakan sosok yang baik.

“Dia orangnya baik, dan menjadi panutan di keluarga,” kata Ifrah, adik korban seusai pengebumian.

Lettu (Tek) Rahmat Shamdany yang bertugas Depo Pemeliharaan (Depohar) 70 Lanud Sulaiman, Bandung, naik pesawat Hercules C-130 nomor A-1310 itu dari Lanud Halim Perdana Kusuma. Dia seharusnya turun di Lanud Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Nahas, pesawat itu jatuh sesaat setelah lepas landas dari Lanud Soewondo pada Selasa (30/6) siang.[] sumber: detik.com

Jadi Korban Hercules, Begini Sosok Lettu Rahmad di Mata Tetangga

Jadi Korban Hercules, Begini Sosok Lettu Rahmad di Mata Tetangga

LHOKSEUMAWE – Almarhum Lettu Rahmad Syamdhani dikenal sebagai sosok yang baik di lingkungan Kompleks Perumahan PT Arun, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Salah satu korban pesawat Hercules C-130 ini juga dikenal sopan dan baik sejak masih duduk di bangku SMA.

Hal ini disampaikan oleh Nurma, salah satu tetangga keluarga korban di Kompleks Perumahan PT Arun kepada portalsatu.com, Rabu, 1 Juli 2015. Dia mengatakan Lettu Rahmad merupakan anak kedua dari lima bersaudara.

“Ke semua anak-anak pak Anwan Hasyem (ayah almarhum) itu baik, sopan, ramah dan pada pandai semua,” kata Nurma.

Nurma mengatakan keluarga Lettu Rahmad memang sudah dididik dengan baik dari kecil oleh orang tuanya. Apalagi, kata dia, ayah almarhum Anwan Hasyem adalah seorang guru agama di SD Kompleks PT Arun.

“Tak hanya anak-anaknya, pak Anwan beserta istrinya pun sangat ramah. Sudah kurang lebih 10 tahun tinggal di sini tidak ada masalah apa-apa dengan para tetangga,” katanya.

Nurma mengatakan saat ini Anwan tingga bersama istrinya, Nur, dan salah satu anak perempuannya, Lela. Sementara abang kandung Lettu Rahmad, Zili, dan dua adik korban Isa serta Wani berada di Banda Aceh.

Sebelumnya dilaporkan, salah satu korban jatuhnya pesawat Hercules milik Angkatan Udara adalah warga Lhokseumawe, Lettu Rahmad Syamdhani. Korban yang tinggal di kompleks Arun tersebut masuk dalam daftar manifest penumpang pesawat nahas tersebut.

“Sebenarnya saat terjadi kecelakaan pesawat Hercules tersebut, bukan jatah Lettu Rahmad Syamdhani piket. Namun beliau menggantikan temannya yg berhalangan hadir,” ujar Risky Julianda, SIP, ajudan Wali Kota Langsa Usman Abdullah, kepada portalsatu.com, Selasa malam, 30 Juni 2015.

Lettu Rahmad Syamdhani merupakan teman sekelas Risky Julianda sejak SD hingga SMA. Dia mengatakan setamat SMA, Rahmad memilih masuk Akademi Angkatan Udara (AAU) sementara Risky mendaftarkan diri di IPDN pada tahun 2006. Lettu Rahmad berhasil lulus di jurusan Teknik Penerbangan pada 2009 lalu.

“Rahmad Syamdhani di penerbangan, beliau sebagai teknisi,” katanya. (Baca: Dua Putra Aceh Diduga Jadi Korban Kecelakaan Pesawat Hercules).[](bna)

Begini Kondisi Rumah Lettu Rahmad Korban Tragedi Hercules Jatuh

Begini Kondisi Rumah Lettu Rahmad Korban Tragedi Hercules Jatuh

LHOKSEUMAWE – Rumah keluarga Lettu Rahmad di komplek PT. Arun, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, terlihat sepi, Rabu 1 Juli 2015.

Lettu Rahmad Syamdhani adalah salah seorang korban jatuhnya pesawat Hercules di Medan, 30 Juni 2015.

Menurut informasi yang didapat portalsatu.com di rumah duka, ketika kabar kecelakaan pesawat yang terjadi di Medan, Sumut,  pihak keluarga yang tinggal di Komplek Arun langsung terbang menuju Tanjung Pura, Medan. Sebab disana merupakan kampung asli orang tua Lettu Rahmad.

Dari pantauan portalsatu.com, rumah yang beralamat Jalan Bontang nomor 15 Komplek Arun tersebut, terlihat sudah  ditinggal oleh pemiliknya. Tak terlihat satu orangpun di rumah tersebut.

Salah satu tetangga, Syaifuddin,  mengatakan dirinya sempat melihat orang tua Lettu Rahmad, Anwan.

“Pak Anwan pada Selasa pukul 13.00 WIB, masih berada di sini. Namun sekitar jam 14 lewat Beliau bersama keluarganya ketika mengetahui kabar Lettu Rahmad menjadi salah seorang korban Pesawat Hercules, pak Anwan langsung ke Medan,” kata Syaifuddin.

Kabar terakhir yang diketahuinya, kata Syaifuddin, jenazah Lettu Rahmad akan dibawa pulang ke Tanjung Pura yang merupakan kampung asal orang tua korban. [] (mal)

Baca juga:

Tragedi Hercules Jatuh, Orang Tua Lettu Rahmad dari Aceh ke Tanjung Pura

Dua Putra Aceh Diduga Jadi Korban Kecelakaan Pesawat Hercules

Foto: rumah keluarga Lettu Rahmad Syamdani di Komplek Arun. @ Datok Haris Maulana/portalsatu.com

Tragedi Hercules Jatuh, Orang Tua Lettu Rahmad dari Aceh ke Tanjung Pura

Tragedi Hercules Jatuh, Orang Tua Lettu Rahmad dari Aceh ke Tanjung Pura

LHOKSEUMAWE – Orang tua dari Lettu Rahmad Syamdhani, Anwan Hasyem, dikabarkan sudah berangkat ke Tanjung Pura, Medan, sejak Selasa 30 Juni 2015, pukul 14.00 WIB.

Lettu Rahmad Syamdhani adalah salah seorang korban jatuhnya pesawat Hercules di Medan, 30 Juni 2015. Anwan Hasyem merupakan warga komplek PT. Arun, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

Syaifuddin Hasan, salah seorang tetangga korban mengatakan bahwa dari kemarin pasca kejadian tersebut, orang tua Lettu rahmad yakni Anwan hasyem sudah bertolak ke Tanjung Pura, Medan.

Menurutnya, orang tua dari Lettu Rahmad merupakan salah seorang guru di SD Yapena Arun yang sudah mengajar puluhan tahun.

“Bapak Anwan kemarin sekitar jam 2 lebih bersama keluarganya bertolak ke Medan. Orang tua dari lettu Rahmad  merupakan orang Tanjung Pura,” kata Syaifuddin.

Menurut informasi di lapangan, jenazah Lettu Rahmad saat ini masih berada di rumah sakit Adam Malik Medan untuk dilakukan identifikasi lanjutan.

Sebelumnya diberitakan, salah satu korban jatuhnya pesawat Hercules milik Angkatan Udara adalah warga Lhokseumawe, Lettu Rahmad Syamdhani. Korban yang tinggal di kompleks Arun tersebut masuk dalam daftar manifest penumpang pesawat nahas tersebut. [Baca: Dua Putra Aceh Diduga Jadi Korban Kecelakaan Pesawat Hercules].

“Sebenarnya saat terjadi kecelakaan pesawat Hercules tersebut, bukan jatah Lettu Rahmad Syamdhani piket. Namun beliau menggantikan temannya yg berhalangan hadir,” ujar Risky Julianda, SIP, ajudan Wali Kota Langsa Usman Abdullah, kepada portalsatu.com, Selasa malam, 30 Juni 2015.

Lettu Rahmad Syamdhani merupakan teman sekelas Risky Julianda sejak SD hingga SMA. Dia mengatakan setamat SMA, Rahmad memilih masuk Akademi Angkatan Udara (AAU) sementara Risky mendaftarkan diri di IPDN pada tahun 2006. Lettu Rahmad berhasil lulus di jurusan Teknik Penerbangan pada 2009 lalu.

“Rahmad Syamdhani di penerbangan, beliau sebagai teknisi,” katanya. [] (mal)

Foto: Lettu Rahmad Syamdani bersama keluarga (kiri) dan Lettu Heri bersama temannya (kanan). Keduanya diduga ikut menjadi korban kecelakaan pesawat Hercules di Medan, Sumatera Utara, Selasa, 30 Juni 2015. @Dok

Kasau Bakal Pecat Komandan Jika Pesawat Hercules Dikomersilkan

Kasau Bakal Pecat Komandan Jika Pesawat Hercules Dikomersilkan

JAKARTA – Hercules milik TNI AU jatuh di Medan. Diketahui, dalam pesawat tak cuma ada personel TNI AU. Sejumlah warga sipil juga ikut dalam penerbangan tersebut.

Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna akan menginvestigasi kenapa sampai ada warga sipil dalam pesawat. Jangan sampai penerbangan militer dikomersialisasi.

“Nggak ada pesawat untuk angkut sipil kecuali ada perintah dari atas. Misalnya untuk bantuan bencana. Kalau keluarga iya bisa. Nggak ada dikomersilkan, kalau ada kita pecat komandannya,” tegas Marsekal Agus saat dihubungi lewat telepon, Selasa (30/6).

Agus memastikan tak ada korban selamat dalam pesawat Hercules itu. Untuk sementara, tercatat ada 113 orang yang berada dalam pesawat.

“Semua nggak ada yang selamat. Kalau investigasi kita ingin secepatnya. Tapi tidak semudah itu. Masalahnya nggak ada semuanya, jadi nggak ada yg bisa ditanyai,” katanya.

Sebelumnya, Pesawat TNI AU jenis C-130 Hercules dengan tail number A-1310 mengalami kecelakaan jatuh di Jalan Jamin Ginting Medan, Selasa (30/6).

Pesawat yang dipiloti oleh Kapten Pnb Shandy Permana (AAU 2005) itu melaksanakan take off dari Lanud Suwondo Medan, pada pukul 11.48 wib menuju Lanud Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dengan misi melaksanakan PAUM (Penerbangan Angkutan Udara Militer).[] sumber: merdeka.com

Dua Putra Aceh Diduga Jadi Korban Kecelakaan Pesawat Hercules

Dua Putra Aceh Diduga Jadi Korban Kecelakaan Pesawat Hercules

LANGSA – Salah satu korban jatuhnya pesawat Hercules milik Angkatan Udara adalah warga Lhokseumawe, Lettu Rahmad Syamdhani. Korban yang tinggal di kompleks Arun tersebut masuk dalam daftar manifest penumpang pesawat nahas tersebut.

“Sebenarnya saat terjadi kecelakaan pesawat Hercules tersebut, bukan jatah Lettu Rahmad Syamdhani piket. Namun beliau menggantikan temannya yg berhalangan hadir,” ujar Risky Julianda, SIP, ajudan Wali Kota Langsa Usman Abdullah, kepada portalsatu.com, Selasa malam, 30 Juni 2015.

Lettu Rahmad Syamdhani merupakan teman sekelas Risky Julianda sejak SD hingga SMA. Dia mengatakan setamat SMA, Rahmad memilih masuk Akademi Angkatan Udara (AAU) sementara Risky mendaftarkan diri di IPDN pada tahun 2006. Lettu Rahmad berhasil lulus di jurusan Teknik Penerbangan pada 2009 lalu.

“Rahmad Syamdhani di penerbangan, beliau sebagai teknisi,” katanya.

Risky awalnya tidak mengetahui salah satu sahabatnya tersebut turut menjadi korban jatuhnya pesawat Hercules. Dia mendapat telepon dari temannya, Vedi, yang menangis sembari menanyakan tanggal lahir Lettu Rahmad Syamdani kepada dirinya.

Saat itu, Vedi mengatakan, Rahmad Syamdani yang lahir pada 4 April 1987, masuk dalam manifest penumpang berdasarkan keterangan pihak AAU.

“Saya ikut nangis terakhir, sambil teleponan karena tidak menyangka sahabat dekat saya itu bisa secepat itu dipanggil Allah karena kecelakaan pesawat,” katanya.

Informasi yang dikumpulkan portalsatu.com, selain Lettu Rahmad Syamdani, putra Aceh lainnya yang ikut menjadi korban dalam kecelakaan pesawat Hercules adalah Lettu Heri. Dia merupakan warga Aceh Tamiang yang juga abang kandung dari salah satu anggota KIP Aceh Tamiang, Andi Sartika.

Hingga berita ini diturunkan, portalsatu.com belum berhasil menghubungi kerabat korban mengenai kebenaran informasi ini.[](bna)

Laporan: Fathoerrahman

Foto: Lettu Rahmad Syamdani bersama keluarga (kiri) dan Lettu Heri bersama temannya (kanan). Keduanya diduga ikut menjadi korban kecelakaan pesawat Hercules di Medan, Sumatera Utara, Selasa, 30 Juni 2015. @Dok

67 Jenazah Korban Hercules Diboyong ke RSUP Adam Malik

67 Jenazah Korban Hercules Diboyong ke RSUP Adam Malik

JAKARTA – Jumlah jenazah korban tragedi Hercules yang dibawa ke RSUP Haji Adam Malik terus bertambah. Pada pukul 20.00 WIB, RS itu telah menerima 67 jenazah.

“Saat ini sudah 67 jenazah,” kata seorang petugas di instalasi jenazah, Selasa (30/6/2015).

Jumlah ini akan terus bertambah mengingat KSAU telah menyatakan bahwa jumlah penumpang dan kru di pesawat angkut andalan TNI itu berjumlah 113 orang.

Proses evakuasi terhadap korban jatuhnya pesawat itu masih terus dilakukan di lokasi kejadian, Jalan Djamin Ginting Km 10,5 Medan. Alat berat bekerja di bawa sinar lampu.

Para korban semakin banyak yang ditemukan seiring dengan disingkirkannya puing-puing pesawat dan puing bangunan yang tertimpa pesawat.[] sumber: detik.com