Tag: masjidil haram

150 Jemaah Haji Terluka di Mina

150 Jemaah Haji Terluka di Mina

Insiden kembali mewarnai pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Hari ini, Kamis (24/9/2015), setidaknya 150 jemaah dilaporkan wafat di Mina, yang terletak sekitar 5 km dari Mekah.

Kabar tersebut diungkapkan pihak pertahanan sipil atau Saudi Civil Defense Directorate dalam akun Twitternya. Laporan itu  juga mengabarkan, 400 jemaah mengalami luka-luka akibatnya.

Seperti dikutip dari The Guardian, insiden terjadi pada akhir pelaksaan ritual haji yang bertujuan membersihkan jiwa dan memperkuat persaudaraan sesama muslim.

Insiden sebelumnya juga pernah terjadi di Mina. Yang terparah pada tahun 1990, lebih dari 1.400 jemaah wafat akibat berdesakan di terowongan yang kala itu mengalami mati listrik.

Sementara, pada 2006, setidaknya 345 jemaah haji wafat dan 1.000 lainnya luka-luka dalam insiden di Mina.

mnya, juga pada tahun ini, angin kencang menjatuhkan crane di area Masjidil Haram, Mekah. Akibatnya, lebih dari 100 orang meninggal dunia, dan 200 lainnya luka-luka.

Hingga saat ini, penyelidikan untuk mengungkap kejadian tersebut masih dilakukan.

Kecelakaan lain terjadi di sebuah penginapan di Mekah. Sekitar 1.000 jemaah harus dievakuasi setelah kebakaran melanda.[] sumber: Liputan6.com

Raja Arab Saudi Gelontorkan Dana Pribadi Santuni Korban Crane Jatuh

Raja Arab Saudi Gelontorkan Dana Pribadi Santuni Korban Crane Jatuh

JAKARTA – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al-Saud menggelontorkan uang miliaran riyal sebagai santunan kepada keluarga korban tragedi crane rubuh di Masjidil Haram beberapa waktu lalu. Bantuan itu nantinya akan disalurkan melalui perwakilan negara masing-masing korban, termasuk yang berasal dari Indonesia.

“Untuk masalah ini akan disalurkan melakui Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Riyadh dan Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) di Jeddah,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa Ibrahim Al Mubarak dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (18/9).

Seperti diketahui, Saudi akan memberikan bantuan sebesar 1 juta Riyal atau sekitar Rp 3,8 miliar kepada keluarga korban meninggal dunia dan yang mengalami cedera permanen. Sementara untuk korban yang mengalami cedera ringan, mendapat bantuan sebesar 500 ribu Riyal atau sekitar Rp 1,7 miliar.

Lebih lanjut Mustafa menuturkan, pemberian bantuan ini bukan lah ketentuan pemerintah Saudi. Adalah Raja Salman bin Abdulazis Al-Saud sendiri yang berinisiatif menyantuni keluarga korban.

“Ini adalah inisiatif langsung dari Raja Salman, uang itu berasal dari Raja,” pungkasnya.

Tragedi crane roboh di Masjidil Haram, Makkah pekan lalu menelan ratusan orang korban jamaah haji dari berbagai negara. Dari Indonesia sendiri sejauh ini diketahui ada 11 orang yang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.[] sumber: JPNN.com

Jamaah Haji Indonesia Korban Crane Dirawat di Lima Rumah Sakit Berbeda

Jamaah Haji Indonesia Korban Crane Dirawat di Lima Rumah Sakit Berbeda

JAKARTA – Kepala Sub Bagian Informasi Haji, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama, Affan Rangkuty mengatakan para jemaah haji Indonesia korban kecelakaan jatuhnya crane di Masjidil Haram dirawat di lima rumah sakit berbeda di Mekah. “24 orang korban masih dalam perawatan di lima rumah sakit di Mekah,” katanya di kantornya, Senin, 14 September 2015.

Dari jumlah itu, enam orang dirawat di Rumah Sakit Zaher, tujuh orang dirawat di Rumah Sakit Al Noor, tiga orang sisanya ditangani di Rumah Sakit King Abdullah, satu ada di Rumah Sakit Tentara Askari. Sedangkan tujuh orang lain ada di Rumah Sakit King Faisal Syisyah.

Affan mengatakan, jemaah haji Indonesia yang menjadi korban jatuhnya alat berat crane ada 52 orang. 10 di antaranya meninggal dunia, 24 orang tersebar di lima rumah sakit di Mekah. Sedangkan sisanya, “18 orang lainnya sudah tidak dirawat di rumah sakit dan diperbolehkan kembali ke kloter masing-masing,” katanya.

Awalnya, jumlah yang meninggal diinformasikan mencapai 7 orang. Namun dalam perkembangannya terdapat 3 korban lagi yang meninggal. Mereka adalah Sriyana Marjo Sihono dengan nomor paspor B1188078 dari kloter SOC 27, kemudian Masadi Saiman Tarimin dengan nomor paspor V222619 dari kloter SUB 38, dan Siti Rukayah Abdus Somad dengan nomor paspor A2714350 dari kloter SUB 39.

Affan mengatakan kemungkinan mereka akan dimakamkan hari ini di pemakaman Syara’ya Mekah. Syara’ya berada sekitar 7-8 kilometer dari Masajidil Haram. “Bila administrasinya, surat keterangan kematiannya sudah beres, ketiganya segera dikebumikan,” katanya.[] sumber: tempo.co

Ini Nama-nama Korban Crane Jatuh di Masjidil Haram Asal Indonesia

Ini Nama-nama Korban Crane Jatuh di Masjidil Haram Asal Indonesia

Makkah – Pemerintah Indonesia sudah mengonfirmasi jemaah haji tambahan yang menjadi korban crane terjungkal di Masjidil Haram. Total jemaah haji Indonesia yang wafat menjadi 7 orang.

Berikut 5 nama tambahan jemaah haji Indonesia wafat yang disampaikan Kepala Daker Makkah, Arsyad Hidayat, dalam jumpa pers di kantornya, Minggu (13/9/2015):

1. Painem Dalio Abdullah No Paspor B 1258831 Kloter MES 8
2. Saparini Baharuddin Abdullah No Paspor B 1258832 Kloter MES 8
3. Nurhayati Rasad Usman No Paspor B 0393770 Kloter PDG 4
4. Ferry Mauludin Arifin No Paspor A 9464489 Kloter JKS 12
5. Adang Joppy Lili No. Paspor B 1197332 Kloter JKS 16

Adapun 2 jenazah yang sudah diidentifikasi terlebih dahulu adalah:

1. Iti Rasmi Darmini (JKS 23)
2. Masnauli Sijuadil Hasibuan (MES 09)

| sumber: detik.com

Korban Crane Jatuh di Mekkah: Ini Kuasa Allah Bukan Salah Siapa-siapa

Korban Crane Jatuh di Mekkah: Ini Kuasa Allah Bukan Salah Siapa-siapa

MEKAH – Setelah diutus oleh Presiden Jokowi, Menteri Agama (Menag) yang juga Amirul Haj Lukman Hakim Saifuddin langsung menyambangi pasien luka-luka korban crane jatuh di Masjidil Haram, Mekah. Ia bergegas mengunjungi RS Al-Noor.

Di sana, Menag Lukman berdialog dengan beberapa korban luka. Salah satunya Nuruddin, yang langsung memeluknya saat didatangi.

“Terima kasih pak sudah datang. Mohon doakan kami. Jangan putus doanya ya Pak,” tutur Nuruddin sambil menangis, Jumat, 11 September 2015 waktu setempat.

Nuruddin mengaku tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Menurutnya, hal ini sudah takdir. “Kuasa Allah ini bukan salah siapa-siapa. Mungkin saya introspeksi juga,” ujarnya pasrah.

Pada kesempatan itu, Menag Lukman juga mengatakan pihaknya akan memberikan santunan bagi jemaah haji yang meniggal dan yang luka-luka. Ia juga menyatakan bergerak cepat memberikan instruksi kepada Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat agar membuat hotline telepon yang bisa di hubungi oleh masyarakat di tanah air.

Berikut nomor Hotline resmi Kemenag terkait musibah crane jatuh di Masjidil Haram, Mekah: +966 543603154.

Lukman menyatakan, Presiden Joko Widodo awalnya hendak mengunjungi langsung jemaah yang menjadi korban. Tapi karena faktor keamanan, dia akhirnya mengutus Menteri Agama untuk mengunjungi para korban asal Indonesia di berbagai rumah sakit di Saudi.

“Presiden mengutus saya secara resmi untuk mengunjungi sejumlah korban yang masih ada di rumah sakit,” kata Menag Lukman Hakim di Mekah, Jumat 11 September 2015 waktu setempat.

Lukman menegaskan, anggota jemaah haji Indonesia yang menjadi korban crane jatuh di Masjidil Haram, baik 2 orang yang meninggal dunia maupun luka-luka mendapat santunan sesuai ketentuan.

“Kami juga bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi segera melakukan pengobatan dengan tenaga medis profesional,” kata Lukman usai mengunjungi jemaah calon haji yang menjadi korban crane jatuh di RS Al Noor.

2 Korban meninggal asal Indonesia itu adalah jemaah haji perempuan dari Medan dan Jawa Barat. Mereka yakni Masnauli Hasibuan dari Medan dan Siti Rasmina dari embarkasi Jakarta Bekasi 03.

Sejauh ini, jumlah korban jatuhnya crane di Masjidil Haram, Mekah dilaporkan terus bertambah. Dari jumlah sebelumnya, 87 tewas, Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi menyebut korban meninggal mencapai 107 orang. Sedangkan 230 lainnya luka.

“Kejadiannya Jumat sekitar pukul 17.23 (waktu setempat),” ujar Direktur Umum Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi Sulayman Bin-Abdullah al-Amr.

Sesaat sebelum kejadian, kata Sulayman, Mekah dihajar hujan deras dan angin kencang yang tidak biasa. [] sumber: Liputan6.com

Wapres JK Sampaikan Belasungkawa Terkait Insiden Crane di Masjidil Haram

Wapres JK Sampaikan Belasungkawa Terkait Insiden Crane di Masjidil Haram

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan belasungkawa pada korban terjungkalnya crane di Makkah, Arab Saudi. JK mendoakan korban yang tewas masuk dalam kategori syahid.

“Menyampaikan turut berduka cita atas musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram, bersamaan dengan badai pasir dan mendoakan korban sebagai syahid tamu Allah,” ujar juru bicara JK Husain Abdullah, Minggu (12/9/2015).

JK menyampaikan kepada umat Islam setiap musibah ada hikmahnya, dan bisa sebagai ujian.

“Cobaan atau peringatan agar umat kembali hidup damai sebagai saudara,” kata Husain.

Sementara itu, Presiden Jokowi sendiri masih berada di Jeddah dalam lawatannya ke 3 negara di Timur Tengah. Jokowi mengaku akan membahas hal tersebut dengan pemerintah Arab Saudi.

Sebelumnya, sejumlah petinggi negara juga menyampaikan belasungkawa terhadap peristiwa tersebut. Seperti Ketua MPR Zulkifli Hasan yang menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa para jemaah yang akan menunaikan ibadah haji. Kemudian dua ormas Islam Muhammadiyah dan NU juga sudah membuat pernyataan soal musibah crane jatuh itu. Muhammadiyah meyakini korban yang meninggal saat sedang beribadah dalam kondisi syahid, NU menyerukan salat ghaib.[] sumber: detik.com

Dua Jamaah Haji yang Wafat dari Indonesia Belum Teridentifikasi

Dua Jamaah Haji yang Wafat dari Indonesia Belum Teridentifikasi

MAKKAH – Kementerian Agama (Kemenag) memperbarui data korban crane terjungkal di Masjidil Haral. Total korban mencapai 44 orang

Dari 44 orang itu disebutkan 2 orang di antaranya sudah kembali ke kloternya karena kondisinya sudah membaik. Dua orang itu atas nama Suji Syarbaini Irono (kloter 14 BTH) dan Nuruddin (kloter 21 SUB).

Berikut nama-nama korban luka dan wafat yang disampaikan langsung oleh Kepala Daker Makkah, Sabtu (12/9/2015), dalam jumpa pers di kantornya.

Jemaah haji Indonesia yang wafat:
1. ITI RASTI DARMINI (JKS 23)
2. MASNAULI SIJUADIL HASIBUAN (MES 09)

Jemaah haji Indonesia yang luka:
1. SUJI SYARBAINI IRONO ( BTH 14) —> Kondisinya baik sudah kembali ke kloter
2. ERNAWATI MUHAMMAD SAAD (BTH 01)
3. KURSIA NANTING LEMBONG (BTH 17)
4. NASRIAH BINTI MUHAMMAD ABDURRAHMAN (BTJ 01)
5. ARDIAN SUKARNO EFFIEN (JKG 07)
6. TETI HERAWATI MAD SALEH (JKS 05)
7. APIP SAHRONI ROHMAN (JKS 05)
8. EMMIWATY JANAHAR SALEH (MES 008)
9. NUR BAIK NASUTION (MES 09)
10. SOPIAH TAIZIR NASUTION (MES 09)
11. TRI MURTI ALI (PDG 03)
12. ZULFITRI ZAINI HAJI (PDG 03)
13. ZALNIWARTI MUNAF UMMA (PDG 04)
14. ALI SABRI SELAMUN (PDG 07)
15. UMI DALIJAH AMAT RAIS (SOC 24)
16. ENDANG KASWINARNI POERWOMARTON (SOC 46)
17. DJUMALI JAMARI SETRO WIJOYO (SOC 52)
18. MURODI YAHYA KASANI (SUB 01)
19. HASAN MANSUR AHMAD (SUB 10)
20. SAINTEN SAID TARUB (SUB 15)
21. NURUDDIN BAASITH SUJIYONO (SUB 21) —> Kondisinya baik sudah kembali ke kloter
22. ISNAINY FADJARIJAH ABDUL DJUMALI (SUB 21)
23. SAHARMI UMAR PASSIRE (UPG 2)
24. NORMA LATANG KULASSE (UPG 05)
25. ROSNALLANG CACO BABA (UPG 005)
26. HADIAH SYAMSUDDIN SAKO (UPG 15)
27. MUHAMMAD HARUN ABDUL HAMID (UPG 16)
28. FATMAWATI ABDUL JALIL (UPG 18)
29. ABDUL JALIL CONCI LETA (UPG 18)
30. ROSDIANA MUDU TOHENG (UPG 18)
31. ERNI SAMPE DOSEN (UPG 18)
32. MAMAN RAHMAN RAHMAT (JKG 04)
33. ENIWATY MUHAMMAD SYARIF (BTH 01)
34. RUBIAH MUHAMMAD ZAILANI (BTH 13)
35. DEWI LAILA MUFIDA (MES 08)
36. IRIANI WIDIA NINGSIH (MES 08)
37. SURACHMAN KARSUN HASAN (JKG 03)
38. KAMSANAH SARI KAMSIN (JKG 17)
39. YANTO SUGIANTO SUBANDI (JKG 22)
40. KARIADI ABDUL MUIN MAHMUD (BTH 13)
41. BACHTIAR TARA SARIDANO (BTH 16)
42. MUDJIANINGSIH MATKIRAN HUBAIT (SUB 17)

Disebutkan dalam daftar tersebut bahwa 2 orang jemaah meninggal dunia. Namun sebelumnya telah disampaikan bahwa jemaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia ada 6 orang tetapi belum semuanya diketahui identitasnya.

Selain Iti Rasti Darmini dan Masnauli Sijuadil Hasibuan, ada 2 korban jiwa lainnya yang diketahui menjadi korban meninggal dunia yaitu Painam Dalio dan Saparini Baharuddin Abdullah, keduanya asal Medan. Sementara untuk 2 korban jiwa lainnya belum diketahui identitasnya.[] sumber: detik.com

Jamaah di Makkah Minta Keluarga Tak Panik

Jamaah di Makkah Minta Keluarga Tak Panik

MAKKAH — Jamaah haji yang sedang berada di Makkah meminta para keluarga dan kerabat di Tanah Air tidak panik. Kecuali jamaah yang menjadi korban musibah ambruknya crane, semua jamaah tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

“Tolong, Mas. Beri tahu semua orang di Tanah Air kalau kami baik-baik saja dan bisa tetap ibadah di Masjidil Haram,” kata ketua rombongan KBIH Nurul Haramain Harmen Her kepada MCH di pelataran Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (12/9) siang.

Harmen membawa 157 jamaah haji asal Provinsi Jambi yang berniat melakukan umrah. Saat kejadian, jamaah asal Jambi yang tergabung dalam kelompok penerbangan (kloter) BTH 18 baru tiba di Bandara Internasional King Abdul Azis (KAA) Jeddah.

Harmen yang mendapakan kabar musibah crane sengaja tidak memberitahukan peristiwa tersebut kepada jamaah. “Sebagian sudah ada yang tahu sendiri, sebagain jamaah lain tidak kami beri tahu,” ujarnya.

Harmen ingin jamaah tidak terganggu dengan pikiran yang macam-macam yang bisa membuat konsentrasi ibadah mereka terganggu. Apalagi, pada Sabtu (12/9) pagi, Harmen mendapatkan kabar lokasi kecelakaan sudah bersih dan kini tengah diperbaiki.

“Saya ingin jamaah bisa tenang melakukan umrah. Musibah harus disikapi sebagai ujian dari Allah SWT dan jamaah kami minta tetap bersabar, ikhlas, serta fokus,” ujar Harmen.

Kendati mencoba menenangkan jamaah, Harmen memutuskan untuk mengubah rencana kegiatan rombongan KBIH Nurul Haramain selama di Makkah. Dia akan mengurangi kegiatan umrah sunah yang sebelumnya telah direncakana. Jamaah diminta lebih banyak istirahat di pemondokan sampai waktu puncak haji atau wukuf tiba.

“Cuaca masih panas, tapi bisa cepat berubah. Badai pasir dan hujan angin bisa saja terjadi lagi, makanya kurangi kegiatan ibadah sunah jamaah,” katanya.

Suparto bin Samuji Musmusia, jamaah asal Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara menyatakan, dia tidak khawatir atas kecelakaan crane yang terjadi di Masjidil Haram. Dia dan sang istri, Misanah binti Mansyur, akan tetap beribadah di masjid terbesar di dunia tersebut dan berdoa di hadapan kabah.

“Musibah itu bisa terjadi di mana saja terhadap siapa saja. Insya Allah kami tetap akan beribadah seperti biasa. Normal lah,” kata Suparto.[] Sumber: kemenag.go.id

Jokowi Bakal Bicarakan Musibah Crane dengan Pemerintah Arab Saudi

Jokowi Bakal Bicarakan Musibah Crane dengan Pemerintah Arab Saudi

JEDDAH – Sedikitnya 33 jemaah haji asal Indonesia menjadi korban atas terjungkalnya alat konstruksi derek (crane) di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Untuk itu Presiden Joko Widodo ingin membicarakan hal tersebut dengan pemerintah Arab Saudi.

“Nanti dalam pertemuan dengan menteri terkait akan disampaikan hal tersebut,” ujar Seskab Pramono Anung di Istana Raja Faisal, Jeddah, Sabtu (12/9/2015).

Jokowi akan ditemui oleh sejumlah menteri, termasuk kepala intelijen Arab Saudi di Istana Raja Faisal. Tentunya akan ada beragam isu yang dibahas, termasuk pula peristiwa terjungkalnya crane tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (11/9) pukul 17.30 waktu setempat. Alat berat yang digunakan untuk pembangunan dan pelebaran Masjidil Haram itu juga disebut tersambar petir sebelum akhirnya terjungkal dan jatuh mengenai ratusan jamaah haji.

Pada saat itu memang di Makkah tengah terjadi hujan deras disertai es, sementara di Jeddah dilanda angin kencang disertai pasir. Presiden Jokowi yang baru tiba di Jeddah sedianya akan langsung menengok para korban, tetapi pihak Kerajaan Arab Saudi tak mengizinkan dengan alasan keamanan.

Mengenai keberadaan 15 crane besar di Masjidil Haram sendiri juga membuat Arab Saudi dikritik. Salah satunya adalah Irfan Al-Alawi dari yayasan riset Islamic Heritage Reasearch Foundation.

“Arab Saudi harus memikirkan kembali strategi keselamatan dan kesehatannya,” kata Alawi.[] sumber: detik.com

Siapa Pemilik Crane yang Menimpa Masjidil Haram?

Siapa Pemilik Crane yang Menimpa Masjidil Haram?

JEDDAH – Pemerintah Arab Saudi telah merancang beberapa proyek pembangunan negaranya. Salah satunya adalah proyek besar perluasan kawasan Masjidil Haram. Beberapa bangunan mewah dan pusat perbelanjaan akan dibangun di kawasan ini.

Seperti dikutip dari NationalPost, Sabtu, 12 September 2015, proyek besar yang nantinya menjadi sebuah kompleks bernama Abraj al-Bait ini dipimpin oleh perusahaan konstruksi raksasa bernama Saudi Binladin Group.

Perusahaan ini merupakan perusahaan milik keluarga Binladen, yang salah satu anggota keluarganya adalah pemimpin al-Qaida, Osama bin Laden. Keluarga Binladen ini memang terkenal dekar dengan keluarga penguasa Arab, Al Saud dan telah mengambil alih beberapa proyek besar di negara itu.

Diketahui pula bahwa Binladen Group selaku kontraktor utama mengajak beberapa perusahaan konstruksi lain untuk menjadi subkontraktor dalam proyek pengembangan Masjidil Haram ini. Salah satunya, perusahaan asal Indonesia PT Waskita Karya.

Sampai saat ini belum jelas dan belum ada penyataan resmi apakah pemilik crane maut tersebut milik Binladen Group selaku kontraktor utama atau perusahaan lain yang ikut bergabung dalam pembangunan megaproyek Abraj al-Bait di sekitar Masjidil Haram itu.

Hanya saja, informasi yang didapat dari PT Waskita Karya, crane tersebut bukanlah miliknya karena proyek yang dikerjakan perusahaan pelat merah itu berada sekitar 10 km dari lokasi musibah jatuhnya crane. Pihak Waskita pun melansir tidak ada korban jiwa dari pihaknya.[] sumber: dream.co.id