Tag: lebaran

Jelang Lebaran, Banyak Warga Lunasi Barang di Pegadaian

Jelang Lebaran, Banyak Warga Lunasi Barang di Pegadaian

BANDA ACEH – Menjelang lebaran Idul Adha banyak masyarakat yang melunasi barang di pegadaian seperti sepeda motor, mobil, dan emas.

“Seminggu menjelang lebaran ini, sekitar 40 persen masyarakat mengambil pinjaman dan 60 persen melunaskan,” ujar Samsul Rizal, selaku kepala salah satu kantor Pegadaian Syariah di Banda Aceh saat ditemui oleh portalsatu.com, Selasa, 22 September 2015.

Dia mengatakan hal tersebut sama seperti tahun sebelumnya. Dimana perbandingan pengambilan pinjaman dan melunaskan barang adalah 40 dan 60 persen.

“Sebenarnya yang menggadaikan barang itu berasal dari berbagai kalangan dan untuk berbagai macam keperluan. Namun 80 persen penggadai adalah ibu rumah tangga,” kata Samsul.[](bna)

Laporan: M Fajarli Iqbal

Video: Mualem Bagi Uang Meugang di Pendopo

Video: Mualem Bagi Uang Meugang di Pendopo

BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf memberikan uang meugang kepada 600 fakir miskin di rumah dinasnya, Selasa, 22 September 2015. Kegiatan bersifat sosial ini kerap dilakukan oleh pria yang akrab disapa Mualem tersebut setiap menjelang lebaran sejak terpilih dalam Pilkada 2012 lalu.

Lihat video proses pembagian uang meugang seperti didokumentasikan oleh Humas Pemerintah Aceh berikut ini:

Nanda Mariska, Duta Wisata Aceh Besar yang Kini Sibuk Bikin Kue Lebaran

Nanda Mariska, Duta Wisata Aceh Besar yang Kini Sibuk Bikin Kue Lebaran

JANTHO – Duta Wisata Aceh Besar 2015, Nanda Mariska, mengaku mulai disibukkan dengan pesanan kue menyambut Idul Adha.

“Iya sekarang sudah mulai sibuk buat kue untuk lebaran karena sudah ada beberapa pesanan,” ujar Nanda yang mengaku senang membuat kue-kue tradisional Aceh ini kepada portalsatu.com, Senin, 21 September 2015.

Gadis kelahiran Aceh Besar, 29 November 1990 ini mengatakan hal tersebut menjadi sebuah penghargaan baginya. Pasalnya saat ini jarang sekali ditemui anak muda yang bisa membuat kue tradisional.

Pencinta traveling ini juga mengaku bisa membuat beberapa kue tradisional Aceh seperti kue pret, samaloyang, sagoen dan halua agar-agar atau meuseukat lingkong. Mahasiswi yang bekerja di Geothermal WWF ini sekarang juga sedang prepare menuju provinsi dalam ajang pemilihan Duta Wisata Provinsi Aceh.

“Selama ini lagi baca-baca bahan untuk bekal pengetahuan wisata. Kalau persiapan lebaran sama seperti lebaran sebelumnya, cuma buat kue pesanan dan sekaligus untuk sendiri,” kata Magister Studi Pembangunan, Universitas Sumatera Utara Medan tersebut.

Selama ini, Nanda juga sering menghabiskan waktu di toko kue miliknya, yang beralamat di Lampisang, Peukan Bada, Aceh Besar.

Bagi Nanda, Idul Adha merupakan ajang mengingatkan manusia tentang pengorbanan untuk iman. Nabi Ibrahim mengorbankan anaknya Ismail demi imannya kepada Allah.

“Idul Adha juga dikenal dengan hari raya kurban. Kurban ini nantinya dibagikan kepada orang yang tidak mampu. Idul Adha juga mengingatkan kita untuk selalu berbagi dengan sesama,” kata Nanda.[](bna)

Cara Niken Siasati Kerinduan ke Kampung Halaman Kala Lebaran

Cara Niken Siasati Kerinduan ke Kampung Halaman Kala Lebaran

BANDA ACEH – Artis Indonesia asal Aceh, Nong Niken, mengaku jarang pulang ke Aceh di hari-hari besar keagamaan termasuk Lebaran Idul Adha. Namun hal tersebut tidak menjadi kendala bagi pembawa tembang Prang Sabi ini.

“Alasan tidak mudik karena memang sudah beberapa tahun terakhir untuk Idul Adha jarang banget mudik, karena kerjaan sih mepet banget,” kata Niken saat dihubungi portalsatu.com, Sabtu, 19 September 2015.

Di Jakarta, Niken juga tinggal bersama adiknya yang masih kuliah dan tidak ada libur panjang. “Jadi kasihan kalau pun saya pulang, dia sendiri dan alhamdulillah orangtua sangat mengerti dan support, jadi nggak masalah,” ujar Cut Niken.

Lagipula Niken kini memiliki segudang pekerjaan di bidang entertain di Jakarta. Selama ini ia rutin menjadi host Generasi Emas TVRI, shooting beberapa FTV di Indosiar, host Hijab and Me di MNC muslim dan show di luar kota.

“Sekarang juga lagi prepare show di luar negeri, di Dubay pada November mendatang serta lagi prepare mini album dan kompilasi album,” kata Niken.

Meskipun berjauhan dengan orangtua dia tidak mempermasalahkan kondisi tersebut. Pasalnya, dia mengandalkan alat komunikasi sebagai tempat berbagi ruang rindu di media baru seperti line dan bbm-an.

“Tips kalau tinggal berjauhan dengan keluarga adalah komunikasi. Saya tidak pernah merasa jauh sama keluarga meski jarak Jakarta dengan Aceh itu, na’uzubillah jauh banget. Hampir setiap hari teleponan sama ummi dan ayah. BBM keluarga jadi sama sekali tidak merasa jauh,” kata pemilik suara merdu itu.

“Kalau pas lebaran memang jauh, tetapi iya memanfaatkan aplikasi komunikasi. Jadi tetap bisa heboh-hebohan melalui line call video sama ummi, ayah, dan adek bontot. Di rumah keluarga yang di Jakarta, masak-masak untuk lebaran juga tetap dilakukan. Jadi meski fisiknya nggak dekat, hatinya selalu dekat,” ujar Niken.[](bna)

Harga Sejumlah Bahan Pokok Kembali Mendekati Normal di Aceh Timur

Harga Sejumlah Bahan Pokok Kembali Mendekati Normal di Aceh Timur

IDI RAYEUK – Harga sejumlah bahan pokok di Aceh Timur paska lebaran kembali mendekati normal, Sabtu, 25 Juli 2015. Hal ini disampaikan oleh Zikki, salah satu pedagang sembako di Desa Lhok Nibong Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur kepada portalsatu.com sekitar pukul 15.00 WIB tadi.

Beberapa harga dapur yang kembali normal adalah gula dan telur. Menurutnya harga gula selama puasa meningkat sekitar Rp 14 ribu perkilogram dan harga telur sekitar Rp36 ribu per papan.

“Sedangkan beberapa hari ini, harga gula Rp13 ribu per kilogram dan telur Rp 33 ribu per papan,” katanya.

Zikki mengatakan ada beberapa barang seperti gula, teh dan kopi habis terjual saat lebaran H+2 hingga H+5.

“Iya faktornya kan karena lebaran. Banyak orang saat berlebaran membawa sedikit isi bawaannya,” ujar Zikki.[](bna)

Kadis Pendidikan Bener Meriah Minta Siswa Tak Perpanjang Masa Libur

Kadis Pendidikan Bener Meriah Minta Siswa Tak Perpanjang Masa Libur

REDELONG – Aktivitas belajar siswa mulai aktif pada Senin besok, 27 Juli 2015. Para siswa juga diharapkan tidak ada yang menambah masa liburnya.

“Di seluruh instansi di Bener Meriah sudah mulai aktivitas masuk kantor pada Rabu, 22 Juli 2015 lalu. Khusus bagi sekolah malah diperpanjnag hingga Senin besok. Jadi kita harapkan jangan ada lagi yang tambah masa liburnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bener Meriah, Darwin, SE, kepada portalsatu.com.

Darwin mengatakan sudah mengisntruksikan kepada seluruh tenaga pengajar untuk memberlakukan absen di hari perdana dan memberikan sanski kepada peserta didik yang tidak hadir. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya libur tambahan bagi siswa.

Menurutnya tindakan ini dinilai penting guna menerapkan kedisiplinan terhadap murid.

Dia juga berharap PNS yang berprofesi sebagai tenaga pengajar agar dapat memberi nilai tambah bagi PNS non guru lainnya. Karena, kata dia, guru harus memberi contoh positif bagi PNS-PNS di lingkungan lain.

Darwin juga mengatakan bagi PNS yang absen akan diberikan sanksi tegas hingga pemberhentian tunjangan khusus. Sanksi ini dinilai penting agar anak didik menjadi lebih disiplin dan taat aturan.

Darwin mengatakan ada dua tenaga honorer yang absen di hari perdana masuk kantor di lingkungan Dinas Pendidikan Bener Meriah pada Rabu, 22 Juli 2015 lalu.

“Tenaga honor yang tidak masuk pada Rabu lalu sudah ada izin. Mereka sedang balik mudik dan alamat mereka juga jauh. Ada yang dari Medan, Sumatera Utara juga,” katanya.[](bna)

Libur Terakhir, Lokasi Wisata di Aceh Besar dan Banda Aceh Banjir Pengunjung

Libur Terakhir, Lokasi Wisata di Aceh Besar dan Banda Aceh Banjir Pengunjung

Hari terakhir liburan Idul Fitri kemarin, sejumlah objek wisata yang ada di Aceh Besar dan Banda Aceh ramai dikunjungi warga. Lalu lintas di jalan Banda Aceh-Aceh Jaya sejak pagi hingga petang kemarin terlihat sangat padat.

Amatan portalsatu.com, sejumlah lokasi wisata yang ramai dikunjungi warga adalah lokasi pemandian Sarah, Brayeun, Kafe Ujong Glee Lhokseudu Leupung dan pantai Lhoknga di Aceh Besar. Sementara di Banda Aceh warga memadati lokasi wisata Ulee Lheue.

Membeludaknya pengunjung menjadi berkah bagi para pedagang dan pengelola kafe di lokasi wisata.

“Hari ini pengunjung Kafe Ujong Glee luar biasa ramai sekali. Pondok penuh, ikan bakar kehabisan stok, Indomie juga kehabisan stok,” kata Muhammad, salah satu karyawan Kafe Ujong Glee kepada portalsatu.com, Selasa malam, 21 Juli 2015.

Puncak Geurutee yang berada di kawasan Aceh Jaya pun seolah menjadi lokasi yang sayang jika tak dikunjungi. Suguhan pemandangan yang indah dari puncak gunung ini memang sangat indah.

Salah seorang warga yang melintas di kawasan itu mengatakan badan jalan yang sempit sempat membuat arus lalu lintas macet. Ia juga mengatakan pondok-pondok di sepanjang jalan dipenuhi pengunjung.

“Kemarin juga sangat ramai masyarakat yang liburan ke Geurutee, kami sempat tertahan macet saat pergi ke Banda Aceh karena banyaknya kendaraan yang parkir di samping badan jalan, tetapi macetnya tidak lama,” kata Yusnidar kepada portalsatu.com pagi tadi.

Hal serupa juga terlihat di sepanjang jalan Ulee Lheue Banda Aceh. Banyak masyarakat menghabiskan hari libur terakhir mereka di pantai bersama teman maupun keluarganya. Pengunjung yang membawa anak biasanya memilih lokasi pemandian yang menyediakan jasa sewa perahu bebek. Sementara para pengunjung dewasa khususnya pria tak sedikit juga yang memancing di laut.

Tak hanya di Aceh Besar dan Banda Aceh, Kota Sabang dikabarkan juga kebanjiran wisatawan saat libur Idul Fitri.

“Di Sabang lumayan ramai pengunjung yang pergi liburan. Terlebih di pelabuhan juga sangat terasa ramainya pengunjung,” kata Rahmat Aulia, salah seorang wisatawan kepada portalsatu.com hari ini, Rabu, 22 Juli 2015.[] (ihn)

foto: Sejumlah perahu bebek sewaan di pantai Ulee Lheue Banda Aceh @portalsatu.com/Zahratil Ainiah

Taman Ramadan Meriahkan Suasana Lebaran di Air Sialang

Taman Ramadan Meriahkan Suasana Lebaran di Air Sialang

TAPAK TUAN – Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Air Sialang (HIPMAS) mengadakan perlombaan Taman Ramadan untuk memeriahkan momen lebaran 1436 Hijriyah. Kegiatan ini digelar pada Selasa, 21 Juli 2015 di Gampong Air Sialang, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan.

Ketua HIPMAS, Yosa Afrizal, mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan tiap tahunnya. Acara Taman Ramadan dilakukan pada hari kelima lebaran yang diwarnai dengan berbagai perlombaan. Para peserta kegiatan ini adalah anak-anak yang menjadi peserta Taman Ramadan yang dibuat selama bulan puasa. Untuk tahun ini tema yang diangkat adalah “Lebaran Senang, Taman Ramdhan Asyik”.

“Kegiatan ini merupakan sebuah bentuk pengabdian mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam HIPMAS kepada masyarakat Air Sialang. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan perlombaan Taman Ramadan,” kata Yosa kepada portalsatu.com melalui surat elektronik.

Lebih lanjut Yosa menjelaskan, jenis perlombaan yang diadakan ada dua katagori yaitu wajib dan hiburan. Perlombaan wajib terdiri dari lomba salat berjamaah, azan, tahfiz, puisi, hafalan doa pendek, shalawat dan peragaan busana muslim.

Sedangkan perlombaan hiburan berupa tarik tambang, mengambil koin di dalam tepung, bermain sepak bola menggunakan kain sarung, perang badar dan memakan kerupuk.

“Kegiatan ini banyak mendapat dukungan dari masyarakat Air Sialang. Hal ini terlihat dari banyaknya para peserta yang mengikuti lomba, dan antusiasme masyarakat untuk datang menyaksikan berbagai lomba yang daiadakan. Perlombaan ini membuat anak-anak merasa senang, dan suasana lebaranpun semakin meriah,” kata alumnus UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu.

Untuk pendanaan acara ini, diperoleh dari uang zakat dan sumbangan para pedagang Air Sialang.[] (ihn)

[FOTO]: Jembatan Kuning Pelabuhan Langsa Dipadati Pengunjung

[FOTO]: Jembatan Kuning Pelabuhan Langsa Dipadati Pengunjung

LANGSA – Jembatan Kuning di Pelabuhan Langsa menjadi primadona warga saat lebaran. Pengunjung biasanya datang di sore hari untuk menikmati senja bersama teman maupun keluarganya.

Tak hanya warga Langsa saja, pengunjung juga berasal dari daerah tetangga seperti Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Berikut foto-foto yang memperlihatkan suasana keramaian di pelabuhan Langsa yang didokumentasikan portalsatu.com pada Selasa, 21 Juli 2015:

pelabuhan langsa-2 @fatur

 

pelabuhan langsa-1 @fatur

 

pelabuhan langsa-3 @fatur

 

pelabuhan langsa-4 @fatur

 

pelabuhan langsa-6 @fatur

 

Laporan Fathorrahman di Langsa | Foto: portalsatu.com/Fathorrahman

Jembatan Kuning Pelabuhan Langsa Jadi Primadona Warga saat Lebaran

Jembatan Kuning Pelabuhan Langsa Jadi Primadona Warga saat Lebaran

LANGSA – Menghabiskan momen lebaran bersama keluarga tak harus bepergian ke tempat-tempat mahal. Yang penting kebersamaannya, tempat biasa pun menjadi istimewa.

Seperti halnya keberadaan jembatan kuning atau dermaga pelabuhan di Kota Langsa ini. Saban sore selama lebaran, sejak pukul 16:30 WIB jembatan ini selalu ramai dikunjungi warga. Mereka tak hanya berasal dari Langsa saja, tapi juga dari Aceh Tamiang dan Aceh Timur.

Pelabuhan Langsa merupakan salah satu objek wisata yang digandrungi masyarakat Langsa. Tak hanya di hari lebaran saja, pada hari-hari biasa lokasi ini juga ramai dikunjungi warga. Berada di pelabuhan ini suguhan pemandangan yang bisa dinikmati berupa hutan bakau dan sungai.

“Melihat hutan bakau dan sungai yang terbentang terhubung langsung dengan laut ke daerah Pusong, di mana  warga juga tinggal di sana tentu sesuatu amazing hal ini berdasarkan dari pandangan saya, ” kata wisatawan asal Terengganu, Malaysia, Waliuddin, yang datang untuk menikmati dermaga Kota Langsa sore kemarin, Selasa, 21 Juli 2015.

Waliuddin mengatakan ia datang ke Langsa bersama teman-temannya dari Dayah Lam Ateuk Banda Aceh, untuk melihat imigran Rohingya dan Banglades. Sampai di Langsa ia dan teman-temannya lantas menyempatkan diri ke dermaga.

“Setiba saya di sini ternyata ada pemandangan yang indah dan ini tentu terkesan bagi saya, sebenarnya dari dulu saya mendengar tempat wisata yang ada di sekitar Langsa pasalnya saya sudah tiga tahun di Aceh,” kata Waliuddin yang tercatat sebagai murid Dayah Lam Ateuk itu.

Hal senada diungkapkan warga Tuang Cut Aceh Tamiang, Yanti. Keindahan alam di sekitar pelabuhan membuatnya terpikat.

“Saya sudah sering ke mari. Tempatnya nyaman, santai dan tentu menyenangkan apalagi suasana lebaran penuh dengan pengunjung, pasti lebih menarik lagi,” kata perempuan berusia 35 tahun itu.

Pantauan portalsatu.com, pengunjung yang datang ke lokasi ini hanya perlu membayar seribu rupiah untuk uang parkir. Baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Uang tersebut untuk pihak pelabuhan dan pemuda setempat.[] (ihn)

Laporan Fathorrahman di Langsa