Tag: langsa

Pedagang Musiman Sesaki Jalan Pusat Kota Langsa

Pedagang Musiman Sesaki Jalan Pusat Kota Langsa

LANGSA – Hari meugang, pedagang musiman sesaki sejumlah ruas jalan di seputaran pusat kota Langsa. Di antaranya, jalan pasar ikan, dan jalan pasar baru, Rabu, 23 September 2015

Pantauan wartawan, jalan tersebut biasanya tidak macet ketika warga melintasi menuju ke pusat kota. Namun hari meugang atau sehari menjelang lebaran Idul Adha,  pedagang musiman memadati jalan tersebut hingga terjadi kemacetan.

Pagi tadi sampai pukul 11.00 WIB warga terlihat bersesakan untuk membeli keperluan meugang dan lebaran. Seperti daging, bumbu, kue lebaran dan kebutuhan lainnya yang dijual di sepanjang jalan tersebut.

 Salah seorang pedagang daging, Mukhtar kepada portalsatu.com, mengatakan pihaknya berjualan di kawasan itu karena izin dari Disperindagkop Langsa dengan menyiapkan tempat supaya lebih tertib dan tidak terjadi kemacetan. “Soal kebersihan juga dipertimbangkan, apalagi jual daging tentu memengaruhi lingkungan,” katanya.[]

Pedagang Buah Unjuk Rasa di DPRK dan Kantor Wali Kota Langsa

Pedagang Buah Unjuk Rasa di DPRK dan Kantor Wali Kota Langsa

LANGSA – Belasan pedagang buah-buahan berunjuk rasa minta Pemerintah Kota Langsa menyediakan tempat/lapak jualan yang layak di pasar Langsa. Aksi demo tersebut digelar di gedung DPRK dan kantor Wali Kota Langsa, Senin, 21 September 2015 sekira pukul 10.30 WIB.

Belasan pedagang mulanya berkumpul di pasar buah sekira pukul 09.00 WIB. Mereka kemudian bergerak ke DPRK Langsa yang dikawal pihak kepolisian, dan langsung berunjuk rasa menyampaikan tuntutannya.

Dalam orasinya, Khaidir koordinator aksi, menyebut para pedagang buah terkesan didiskriminasi ketika ditertiban oleh Satpol PP. Pasalnya, kata dia, saat penggusuran para pedagang digiring paksa dan semua barang disita, sehingga terjadi adu fisik antara pedagang dan Satpol PP. “Tentu hal ini tidak kita inginkan terjadi berulang kali,” katanya.

Itu sebabnya, kata Khaidir, pihaknya berunjuk rasa di DPRK untuk mencari keadilan. “Dan mencari solusi bagaimana nasib kami pedagang buah agar bisa berjualan dengan layak tanpa penggusuran,” ujar Khaidir.

Pengunjuk rasa kemudian menyampaikan beberapa tuntutan. Di antaranya, segera relokasi tempat jualan buah-buahan yang layak, bongkar lapak grosir sayur yang ada di pasar sayur Langsa, copot kepala Disperindagkop Langsa sebab dinilai telah menelantarkan pedagang.

“Kami pedagang buah meminta relokasi lapak jualan buah di samping pajak sayur,” ujar Khaidir di hadapan anggota DPRK Langsa.

Perwakilan pengunjuk rasa lantas diterima Ketua Komisi C DPRK Langsa Pangian Widodo Siregar untuk beraudensi terkait tuntutan pedagang buah. Pangian berjanji akan memfasilitasi dan menyampaikan hal ini kepada pimpinan dewan untuk ditindaklanjuti.

Seusai audiensi dengan Komisi C DPRK, para pedagang mendatangi kantor Wali Kota Langsa untuk menyampaikan tuntutan yang sama kepada Wali Kota Usman Abdulllah. Setelah berorasi beberapa menit, mereka diterima untuk beraudensi dengan pihak Pemko Langsa.[]

Puluhan Hektar Sawah Terbengkalai di Langsa

Puluhan Hektar Sawah Terbengkalai di Langsa

LANGSA – Puluhan hektar sawah terbengkalai di Gampong Paya Bujok Beuramo, Kecamatan Langsa Barat, akibat tidak adanya irigasi. Petani mengaku tidak bisa memanfaatkan secara maksimal karena sawah tersebut masih memakai sistem tadah hujan, Jumat, 18 September 2015.

“Usaha kami yang memanfaatkan hujan sepenuhnya sebagai sumber air bukan pengairan air dari irigasi. Maka membuat kami petani kesulitan untuk menggarap sawah hingga pada akhirnya terbengkalai areal sawah kami,” ujar Faisal, salah satu petani Gampong Paya Bujok Beuramo.

Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengoptimalkan produksi padi lantaran harus menunggu hujan walau setahun sekali. Padahal pertanian bisa menjadi mata pencaharian mereka jika pemerintah mau memperhatikannya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Gampong Paya Bujok Beuramo, Musliadi Hanafiah. Dia mengatakan pemerintah setempat pernah memberikan bantuan melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian bersumber Dana Alokasi Khusus pada 2009 lalu. Bantuan yang diberikan tersebut berupa mesin pompa air serta membuka tiga titik sumur bor untuk pengairan.

“Akan tetapi tidak maksimal juga karena ketika air disedot, satu jam saja sudah habis. Jadi tidak mencukupi dengan luas areal sawah sekitar 70 hektar,” ujar Musliadi.

Dia berharap pemerintah bisa benar-benar mengoptimalkan lahan persawahan di gampong tersebut sebagai penunjang program swasembada pangan. Dia juga menyetujui jika pemerintah hanya mampu menggali sumur bor sebagai sumber mata air untuk sawah petani.

“Tapi jangan satu atau tiga titik karena arealnya luas. Namun, coba membuka sumur bor sifatnya berkelompok. Misal satu sumur bor terdapat 15 petak sawah dalam satu kelompok,” ujarnya.

Dia mengatakan sistem pengairan menggunakan sumur bor sudah dipraktekkan oleh petani di Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

“Sehingga petani di sana dalam setahun bisa menggarap sawah tiga kali, tentu di Langsa bisa juga dilakukan seperti itu supaya lahan sawah tidak terbengkalai seperti sekarang,” katanya.[](bna)

Pengungsi Rohingya Diminta Tidak Terpengaruh Ajakan Agen

Pengungsi Rohingya Diminta Tidak Terpengaruh Ajakan Agen

LANGSA – Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, meminta pengungsi Rohingya untuk tidak terpengaruh dengan ajakan-ajakan agen untuk dibawa keluar dari kamp pengungsian. Hal ini disampaikan Wali Kota Langsa saat mengunjungi kamp pengungsi Rohingya di Panti Gepeng Lhokbani, Selasa, 15 September 2015.

“Karena kalian akan dibawa ke tempat yang tidak jelas, katakanlah dijadikan budak seks oleh orang tidak bertanggungjawab sehingga merugikan bagi kalian sendiri,” ujarnya.

Dia turut menyampaikan agar pengungsi Rohingya di Langsa untuk bersabar menunggu kebijakan pemerintah Pusat. Usman Abdullah mengatakan pemerintahannya akan selalu membantu para pengungsi dan berupaya memberikan yang terbaik untuk mereka.

“Kalau kebijakan ada di tangan saya, maka hari ini akan saya keluarkan KTP Langsa bagi warga Rohingya,” ujar pria yang kerap disapa Toke Su’um tersebut.

Toke Su’um sempat berdiskusi dengan beberapa pengungsi di Rumah Gepeng Lhokbani. Salah satunya adalah dengan Rukiyah, warga Rohingya asal Myanmar. Wali Kota Langsa tersebut turut menanyakan kesediaan mereka jika nantinya dipulangkan ke negara asal. Hal ini mendapat reaksi dari para pengungsi, termasuk Rukiyah.

No Myanmar. Kami tidak mau lagi kembali ke Myanmar karena kami takut perempuan Rohingya diambil paksa oleh laki-laki Budhis di tengah malam di rumah. Jadi kami tidak mau kembali lagi ke sana,” ujar Rukiyah.

Dia mengatakan akan memilih menetap di kamp pengungsian jika pemerintah memberikan izin untuk menetap di Aceh.

“Begitu juga misal dikasih ke Malaysia, maka kami akan ke sana. Tapi kami jangan dipulangkan ke Myanmar dan kami tidak mau,” ujar Rukiyah.[](bna)

Anggota DPR Minta Pelabuhan Langsa Dioptimalkan

Anggota DPR Minta Pelabuhan Langsa Dioptimalkan

LANGSA – Anggota DPR RI H Firmandez minta kepada Pemko Langsa agar Pelabuhan Laut Kuala Langsa dioptimalkan agar perekonomian di daerah itu bisa lebih meningkat.

“Saya yakin Kota Langsa ke depan akan menjadi daerah yang maju. Indikatornya, jasa transportasi laut yang ada seperti pelabuhan Kuala Langsa harus dioptimalkan fungsinya,” kata anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar itu saat kunjungan kerja ke Kota Langsa, Minggu.

Ketua Kadin Aceh itu menyatakan, Pemko Langsa harus menyadari bahwa kota ini tidak memiliki sumber daya alam berlimpah.

Makanya, lanjut Firmandes, digalakkan sektor jasa sebagai denyut perekonomian dan masyarakat di Kota Langsa ini harus mendukung agar bisa terealisasi dan membawa kesejahteraan.

Selain itu, dia menilai potensi wisata juga bisa dikembangkan seperi wisata alam di hutan lindung atau ruang terbuka hijau, hutan mangrove Kuala Langsa, wisata sejarah dan kuliner.

Firmandez berkomitmen mendukung program Pemerintah Kota Langsa untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya siap mendukung. Kedatanagn ini adalah untuk menyerap aspirasi dari rakyat, karena itu merupakan tugas anggota DPR,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat setempat untuk mendukung program pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Wali Kota Usman Abdullah.

Wali Kota Langsa Usman Abdullah juga memaparkan sejumlah rencana pembangunan di daerah itu. Walikota meminta Firmandez untuk mendukung pembangunan di Kota Langsa.

“Saya berharap Firmandez bisa membantu laju pembangunan yang sedang dilaksanakan Pemerintah Kota Langsa,” pintanya.

Wali Kota Usman pada kesempatan itu juga mengajak Firmandez berkeliling hutan lindung guna melihat sejumlah fasilitas yang tersedia seperti kolam buatan, kandang rusa dan pengerjaan jembatan gantung.

Usman Abdullah juga memberitahu kepada Firmandez dan rombongan bahwa di hutan kota tersedia air yang bisa langsung di minum karena telah melalui proses higienis. | sumber: antara

Raih Juara Pertama di Cabang Fahmil Quran Putra, Ini Kata Ketua Kafilah Langsa

Raih Juara Pertama di Cabang Fahmil Quran Putra, Ini Kata Ketua Kafilah Langsa

LANGSA – Ketua Kafilah Kota Langsa, Teungku H.Kamarullah, mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga yang telah memberi dukungan dan doa sehingga pihaknya bisa meraih juara pertama di cabang Fahmil Quran Putra.

“Dukungan lewat doa dan bangga kepada ketiga anak-anak yang begitu gigih belajar serta guru pembimbingnya yang sabar dalam mengajari mereka, sehingga memperoleh hasil yang terbaik di cabang ini,” kata Teungku H.Kamarullah.

Dikatakannya, meskipun baru cabang fahmil quran memperoleh juara satu, ada beberapa cabang lainnya seperti hafids quran 30 juzs putra yakni Fhadil Ramadhan yang sudah masuk final bersaing dengan kafilah dari Banda Aceh dan Aceh Besar.

Sedangkan, untuk cabang tafsir bahasa Indonesia dari kafilah Kota Langsa, yakni Nur Balqis, sudah mengikuti pada babak final dengan saingannya dari kafilah Aceh Timur dan Bireun.

“Namun, bila kita lihat perolehan penilainnya pada babak final itu untuk juara satu dan dua masih kita tunggu pengumuman dari dewan hakim pada Rabu  malam nanti. Selain itu, pada cabang khad kontemporer (kaligrafi) putra (Munadianur Husni)-putri (Nisfah Juwita) untuk kafilah Kota Langsa juga berhasil masuk final dan akan diperlombakan pada Selasa yang berlangsung di Gedung SKB Nagan Raya,” katanya.

Sebagaimana yang diketahui, cabang fahmil Quran putra dari Langsa terdiri dari Al-Haikal Habibi, Aulia Rizki dan Nuzul Fitriansyah, dibawah bimbingan Ustadz Khalis Hasan, S.Pd.I, berhasil memperoleh juara satu MTQ tingkat provinsi di Nagan Raya. [] (mal)

Gedung SKB Aceh Timur Jadi “Kandang Sapi”

Gedung SKB Aceh Timur Jadi “Kandang Sapi”

LANGSA – Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) milik Aceh Timur yang terletak di Jalan Prof A Majid Ibrahim, Matang Seulimeng, Kota Langsa, kini berubah menjadi kandang sapi, Senin, 24 Agustus 2015. Pasalnya di tempat ini banyak warga menggembalakan sapi-sapinya usai ditinggal pergi oleh Pemkab Aceh Timur setahun lalu.

Informasi yang dikumpulkan portalsatu.com, gedung ini sering dipakai dan dipergunakan untuk setiap kegiatan oleh pemerintah saat masih difungsikan. Selain itu, gedung tersebut juga kerap dimanfaatkan oleh OKP dan Ormas untuk menggelar acara-acara lembaga. Di gedung ini terdapat fasilitas seperti kamar penginapan, mushala, bahkan aula.

Salah satu warga setempat, Erwanto, mengatakan gedung ini tidak terawat sejak seluruh barang diboyong ke pusat pemerintahan baru Kabupaten Aceh Timur di Idi. Akibatnya rumput tumbuh subur di sekitar gedung.

“Kaca jendela dan loteng banyak yang hancur, pintu kamar sudah terbongkar sehingga tempat ini kelihatan kotor bagaikan kandang sapi akibat tidak dihuni dan diurus lagi,” ujar Erwanto, yang ditemui portalsatu.com saat sedang menggembalakan ternaknya di lokasi.[](bna)skb4 skb3 skb2 skb1

Pramuka Harus Jadi Garda Terdepan Pembentukan Karakter Generasi Muda

Pramuka Harus Jadi Garda Terdepan Pembentukan Karakter Generasi Muda

LANGSA – Wakil Wali Kota Langsa, Marzuki Hamid, mengajak para anggota Pramuka menjadi garda terdepan pelaku perubahan dalam pembentukan karakter kaum muda. Hal itu disampaikan Marzuki Hamid di peringatan HUT ke-54 Pramuka di Lapangan Merdeka Langsa, Senin, 24 Agustus 2015.

Marzuki Hamid selaku pemimpin upacara membacakan amanat Ketua Kwartil Nasional Gerakan Pramuka.

“Kaum muda diharapkan mampu bebas dari narkoba, pergaulan bebas, kekerasan dan kriminalitas yang melibatkan kaum muda,” kata Marzuki.
Ia juga menjelaskan terkait persoalan kebangsaan seperti renggangnya solidaritas sosial semangat berkebangsaan, sehingga berdampak pada rendahnya semangat bela negara dan ancaman disintegrasi bangsa.
Upacara tersebut dihadiri seluruh pengurus dan pembina Kwarcab Pramuka Kota Langsa, pihak dari Polres Langsa, Wakil Rektor III IAIN Zawiyah Cot Kala dan anggota OKP dan Ormas di Langsa.[] (ihn)
Foto: ilustrasi anggota Pramuka @tribunnews
Langsa Ekspor Perdana Kerapu ke Hongkong

Langsa Ekspor Perdana Kerapu ke Hongkong

LANGSA – Pemerintah Kota Langsa bersama pihak swasta melakukan ekspor perdana ikan kerapu sebanyak 9 ton hasil budidaya petani tambak daerah itu ke Hongkong.

Ekspor perdana sebanyak 9 ton kerapu ke Hongkong dilaksanakan melalui Pelabuhan Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Rabu (19/8), kata Wali Kota Langsa Usman Abdullah di Langsa, Kamis, 20 Agustus 2015.

Ekspor tersebut, lanjutnya, dilakukan oleh Perusahaan Dagang (PD) Evanindo, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang budidaya ikan kerapu di kawasan Kuala Langsa yang difasilitasi oleh Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Kota Langsa bekerjasama dengan Aceh Business Comunity (Abicom) yang berpusat di Kota Medan, Sumatera Utara.

Dikatakan, tambak di Langsa maupun daerah lainnya di Aceh dapat digali sebagai tempat membudiayakan ikan kerapu. “Ke depan Langsa bisa menjadi pusat budidaya kerapu berskala nasional,” ujarnya.

Saat ini, sambung, Usman Abdullah, Kota Langsa memiliki areal tambak seluas 5.180 hektare. Khusus untuk budidaya keramba jaring apung sekitar 230 hektare. Jika digabungkan dengan Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur, mungkin ada sekitar 30.000 hektare lahan tambak tersebut.

Disampaikan Usman, selama ini banyak areal tambak di Aceh terlantar semenjak konflik berkepenjangan. Keterbatasan bahan baku juga menjadi kendala para petambak dalam membudidayakan peternakan ikan maupun lainnya.

Selain itu, tuturnya, selama ini harga pasar untuk ikan juga sering mengalami turun naik, sehingga petani tambak kesulitan mengembangkan kembali usahanya itu, bahkan hasil panen ikan mereka tidak sebanding dengan modal yang telah dikeluarkan.

“Dengan adanya kegiatan ekspor ikan ke Hongkong ini telah membuka celah bagi pembudidaya ikan khususnya Kota Langsa untuk dapat mengembangkan kembali usaha budidaya ikan di tambak-tambaknya tersebut,” jelas Wali Kota.

Ia juga mengatakan bahwa dahulu kegiatan ekspor perikanan melalui Pelabuhan Kuala Langsa termasuk sangat diperhitungkan.

Tapi sejak konflik berkecamuk di Aceh, semuanya kembali redup. Bahkan di Langsa ada dua pabrik udang, tapi sejak konflik pabrik tersebut tutup, karena selain itu juga bahan baku tidak ada.

“Kami sangat mendukung kegiatan ekspor ikan ini, karena akan membawa efek sangat baik bagi Kota Langsa, dan secara tidak langsung akan membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat daerah ini,” katanya.

Usman Abdullah berjanji pihaknya akan terus menjalin kerjasama dengan petani tambak.

Ia juga berharap ekspor bisa terus berlanjut karena dengan adanya ekspor ikan ini sangat memberikan kuntungan bagi masyarakat dan Pemko Langsa.

Dia juga akan mengupayakan agar kegiatan ekspor melalui pelabuhan Kuala Langsa terus berlangsung. Pemerintah Kota Langsa, kata dia, akan memperjuangkan regulasi yang dibutuhkan demi keberlanjutan kegiatan ekspor dimaksud.

“Tanpa dorongan dan dukungan masyarakat, pelabuhan kita ini tidak akan berkembang. Ini semua demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, bukan buat saya,” kata Wali Kota Usman Abdullah.[] sumber: antara aceh

Karnaval Digelar Sebelum 17 Agustus, Hari Ini Langsa Sepi

Karnaval Digelar Sebelum 17 Agustus, Hari Ini Langsa Sepi

LANGSA – Usai peringatan hari kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2015 kemarin, Kota Langsa hari ini terlihat sepi. Pasalnya karnaval dan sejumlah kegiatan lainnya sudah digelar pada Sabtu, 15 Agustus 2015.

Salah seorang warga, Muksalmina, mengatakan peringatan HUT RI tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Biasanya pawai dan kegiatan yang identik dengan perayaan HUT RI lainnya digelar setelah upacara bendera Merah Putih.

“Kami warga lebih senang kalau usai upacara kemudian ditampilkan kendaraan hias, pawai karnaval dan perlombaan yang diselenggaran oleh muspida untuk memeriahkan kemerdekaan RI. Jadi tidak sepi seperti ini, masyarakatpun lebih senang begitu,” katanya.

Hal senada disampaikan siswi MAN 2 Langsa, Tika Adilla, menurutnya hari ini mereka sudah belajar seperti biasanya karena tidak libur.

“Juga tidak ada kegiatan yang diikuti untuk HUT ke-70 RI karena semua kegiatan sudah digelar pada 15 Agustus, sehingga hari ini tidak ada lagi yang harus kami ikuti dan di sekolahpun tidak ada perlombaan,” katanya.[] (ihn)

Foto: ilustrasi pawai karnaval HUT RI @portalsatu.com/Datuk Haris Molana