Tag: koni

KONI Aceh Kembali Evaluasi Pelatda Porwil dan Pra PON

KONI Aceh Kembali Evaluasi Pelatda Porwil dan Pra PON

BANDA ACEH – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh kembali mengadakan evaluasi pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) IX 2015 dan Prakualifikasi Pekan OlahRaga Nasional (Pra PON) XIX Jawa Barat 2016, di Gedung KONI Aceh, Banda Aceh, Jumat 14 Agustus 2015.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak yang didampingi oleh Sekretaris Umum (Sekum) KONI Aceh M. Nasir, M.PA ini juga membicarakan persiapan keberangkatan atlet menuju Porwil dan Pra PON.

Turut hadir pada evaluasi yang ketiga sejak dimulainya Pelatda Aceh tahun 2015 ini antaralain, Ketua Panitia Pelatda Aceh, Bachtiar Hasan yang juga, Bendahara Umum (Bendum) KONI Aceh, Kennedy Husein, Wakil Ketua I, Musa Bintang, serta tim Monitoring Dan Evaluasi (Monev) dari masing-masing cabang olahraga.

Ketua Panitia Pelatda, Bahctiar Hasan dalam laporannya menyebutkan sejauh ini baru empat cabang yang telah melalui Pra PON, dengan perolehan dua medali emas, dua perak dan dua perunggu. “Di cabang golf tiga atlet kita lolos PON,” kata Bachtiar.

Sedangkan di cabang menembak, baru-baru ini para atlet berhasil mendapatkan 14 ticket menuju PON XIX Jawa Barat 2016, usai mengikuti ajang Pra PON 2015 di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Menembak Awang Farouk Cup IV 2015 Kalimantan Timur. “Dan masih ada kesempatan untuk mendapatkan emas di katagori beregu. Ada satu lagi even yaitu Kejurnas Anniversary Jakarta, September mendatang,” lapor Bachtiar.

Selain itu, Bachtiar juga melaporkan, akhir Agustus ini ada lima cabang yang akan melakukan try out ke luar Aceh, yaitu cabang tarung derajat ke Bandung, anggar karate, dan atletik ke Jakarta, dan angkat besi. Sedangkan cabang terjun payung akan segera mengikuti Pra PON pada 15-20 Agustus di Bandung.

Khusus untuk atlet, pelatih dan panitia Pelatda yang selama ini fokus mempersiapkan diri untuk Porwil IX dan Pra PON, Bachtiar mengusulkan dilaksanakannya refreshing untuk menghilangkan jenuh dan menambah semangat latihan yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Pelatda, T. Rayuan Sukma melaporkan, sejauh ini pelaksanaan Pelatda secara umum berjalan lancar, hampir tidak ada kendala berarti. “Hambatan-hambatan kecil yang ada akan segara kita tangani,” kata Rayuan.

Menanggapi laporan Panitia Pelatda, Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak mengatakan, sejauh ini beberapa cabang sudah menunjukkan hasil yang memuaskan, dan beberapa cabang lainnya belum mencapai target yang diinginkan KONI Aceh, namun hal itu kata Abu Razak belum merupakan hasil akhir. Ia menekankan kepada atlet, pelatih dan Pengprov yang bersangkutan untuk terus berusaha meningkatkan prestasi.

“Prestasi kita (di Porwil dan PON XIX) harus meningkat, itu komitmen kita dari KONI. Tolak ukur berhasil atau tidak itu pada Porwil dan PON nanti. Dari sekarang harus bekerja keras, (untuk Porwil) waktu dua bulan lagi,” kata Abu Razak.

Terkait hambatan-hambatan kecil yang ada selama ini, Abu Razak memerintahkan untuk segera diperbaiki. “Kalau ada mekanisme yang perlu diperbaiki, dan itu diperbolehkan secara aturan, bagi saya itu tidak ada masalah. Yang penting jangan sampai salah prosedur,” kata Abu Razak.

Selain evaluasi teknis pelaksanaan Pelatda, rapat tersebut juga membahas beberapa poin lainnya terkait kesiapan keberangkatan atlet menuju Porwil IX Sumatera di Bangka Belitung. Diantaranya, sesegera mungkin mengirimkan tim ke lokasi pelaksanaan Porwil untuk mempersiapkan segala kebutuhan atlet, pelatih dan official.

Di akhir rapat, Sekum KONI Aceh, M. Nasir M.PA menyampaikan poin-poin yang mesti dilaksanakan ke depan. “Diantaranya, panitia Pelatda agar terus melaporkan hasil evaluasi tiap-tiap cabang,” kata Nasir.[] (mal)

Cabang Menembak Aceh Pastikan 14 Tiket ke PON 2016

Cabang Menembak Aceh Pastikan 14 Tiket ke PON 2016

BANDA ACEH – Cabang olah raga menembak Aceh memastikan diri meloloskan 14 atletnya menuju Pekan Olah Nasional (PON) XIX Jawa Barat tahun 2016 mendatang. Kepastian itu diperoleh setelah para atlet menenambak Aceh di bawah binaan Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Aceh dan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin Aceh mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Menembak Awang Farouk Cup IV 2015, di Lapangan Menembak Perbakin di Manggar, Balikpapan Kalimantan Timur, dari tanggal 29 Juli sampai 4 Agustus 2015.

Dari kejuaraan ini squad menembak Aceh di bawah binaan pelatih Amar Makruf berhasil membawa pulang tiga medali; satu medali emas, satu perak dan satu perunggu. Total atlet yang dikirim pada kejuaraan ini berjumlah 14 orang, sembilan diantaranya merupakan atlet yang mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Porwil dan Pra PON oleh KONI Aceh, satu orang atlet yang di-Pelatda mandiri oleh Perbakin Aceh dan empat atlet yang di-Pelatda secara khusus oleh KONI Aceh di Jakarta

“Dan yang paling menggembirakan adalah, selain membawa pulang tiga medali, ke 14 atlet yang kita kirim lolos PON XIX 2016 di Jawa Barat,” kata Ketua Harian Pengprov Perbakin Aceh, Syafriel Antony di sela-sela acara penyambutan atlet menembak Aceh di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kamis, 5 Agustus 2015.

Setiba di bandara, sejumlah atlet menembak Aceh langsung mendapat kalungan bunga dan ucapan selamat dari pengurus Pengprov Perbakin Aceh dan pengurus KONI Aceh. Rona bahagia terlihat dari wajah para atlet, pelatih dan official tim.

Turut Hadir pada acara penyambutan tersebut antara lain, Ketua Pelatda Porwil dan Pra PON Aceh yang juga Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Aceh Bachtiar Hasan, Bendahara KONI Aceh Kennedy Husein, Wakil Ketua Bidang Litbang KONI Aceh T. Rayuan Sukma, dan sejumlah pengurus KONI Aceh lainnya serta pengurus Pengprov Perbakin Aceh.

Adapun atlet yang memperoleh medali pada Kejurnas Menembak Awang Farouk Cup IV 2015 adalah, satu medali emas di kelas Air Pistol Junior Putri Beregu oleh Derli Amalia Putri, Noer Oktaviana Maliza, dan Cut Eka Maulidia. Kemudian satu perak di Kelas Center Fire Putra Beregu oleh Lantik, Usman, dan Iman S. Lubis. Serta satu perunggu di Kelas Air Pistol Junior Putri Perseorangan oleh Derli Amalia Putri. Selain itu juga didapat hasil bahwa ke 14 atlet menembak Aceh tersebut melewati Minimum Quality Score (MQS) yang merupakan syarat wajib untuk lolos ke PON.

Syafriel mengatakan atlet menembak Aceh masih punya kesempatan untuk menambah koleksi tiket lolos PON XIX 2016 Jawa Barat pada Kejurnas Anniversary Jakarta, yang rencananya akan berlangsung dari 17 hingga 21 September 2015.

“Perbakin Aceh tetap bertekad ingin menyumbang lagi medali, seperti di PON XVIII Riau 2012 lalu yang meraih tiga perunggu,” kata Syafriel. Kepada KONI Aceh, Syafriel mengatakan, Pengprov Perbakin mengucapkan terimakasih atas pelaksanaan Pelatda, khususnya untuk cabang menembak yang sejauh ini telah menunjukkan prestasi yang cukup baik.

Sementara itu Ketua Panitia Pelatda Porwil dan Pra PON Aceh, Bachtiar Hasan mengapresiasi prestasi yang telah diraih cabang menembak. “Kita berharap prestasi ini dapat diikuti oleh cabang-cabang olah raga lainnya,” ujar Bachtiar.

Para atlet dan pelatih menembak ini nantinya direncakan akan bertemu langsung Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak dan Ketua Umum KONI Aceh H. Muzakir Manaf atau Mualem. Sesuai yang dijanjikan oleh Ketua Umum KONI Aceh, setiap atlet yang memperoleh medali emas di ajang Pra PON akan mendapatkan bonus uang tunai.[](bna)

Abu Razak Ajak Warga KONI Perbaiki Prestasi di PON Jawa Barat

Abu Razak Ajak Warga KONI Perbaiki Prestasi di PON Jawa Barat

IDI RAYEUK – Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Kamaruddin Abubakar atau dikenal Abu Razak, mengajak untuk berkomitmen dan fokus dalam meningkatkan olahraga secara berkelanjutan.

“KONI memiliki arti dan peran penting dalam meningkatkan prestasi olahraga seluruh Aceh,” ujar Abu Razak dalam sambutannya di Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Aceh Timur tahun 2015 di Gedung Aula Serba Guna, Idi, Aceh Timur, Kamis, 9 Juli 2015.

Abu Razak mengatakan proses musyawarah ini harus mampu memberikan arti penting dalam upaya peningkatan prestasi olahraga di Aceh Timur, sehingga KONI Aceh Timur melalui ketua terpilih nantinya bisa lebih mempertegas komitmen bagi pembinaan atlit di masa mendatang, juga terhadap para atlit berprestasi.

“Kita semua harus mampu menekankan arah peningkatan perbaikan prestasi, terutama untuk perolehan medali pada PON Ke-19 Tahun 2006 di Bandung, Jawa Barat,” ujarnya.

Musorkab Aceh Timur ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari 58 peserta dari 29 cabang olahraga yang ada di Aceh Timur dan perwakilan Perwasi 2 orang peserta. Turut hadir dalam Musorkab kali ini seperti Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Aceh Ir. Musa Bintang dan Humas KONI Aceh Suadi Sulaiman alias Adi Laweung, Sekda Aceh Timur M. Ikhsan Ahyat, Kapolres, Dandim, dan Kajari Aceh Timur.

Ketua Panitia Musorkab, Ashadi, SE, MM, mengatakan kegiatan ini merupakan hal terbesar yang pernah dilakukan oleh KONI Aceh Timur. Menurutnya Musorkab digelar bertujuan untuk menyusun dan memantapkan program kerja dan memilih Ketua KONI Periode 2015-2019.

Sekda M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, dalam kegiatan ini mengatakan Pemkab Aceh Timur telah menyerahkan sepenuhnya seluruh kegiatan untuk dilaksanakan oleh KONI.

“Alhamdulillah dunia olahraga di Aceh Timur saat ini sangat sinergis. Kita mengharapkan prestasi yang dimiliki tetap bertahan,” ujar Sekda Aceh Timur.

Sekda berharap semoga musyawarah berjalan baik dan lancar sesuai mekanisme yang ada. Dia juga meminta kepada para peserta untuk dapat menyusun program kerja yang baik ke depannya.[](bna)

Abu Razak Terima Penghargaan Pendidikan Olahraga

Abu Razak Terima Penghargaan Pendidikan Olahraga

JAKARTA – Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Kamaruddin Abubakar, menerima penghargaan dari Lembaga Anugerah Prestasi Insani Jakarta. Penghargaan ini diberikan di Ballroom, Grand Cempaka Hotel, Cempaka Putih, Jakarta, pada Sabtu, 27 Juni 2015.

Adapun anugerah yang dipersembahkan kepada putra putri negara yang terbaik diberikan dalam kategori “Indonesian Best Executive & Professional Award, Indonesia Figure Of Goverment Award, Indonesian Women In Development Award”.

Selain itu juga, anugerah yang ikut diserahkan adalah “The Prominent Figure Of The Indonesian Development Awards, Indonesian Awards Of Education dan Anugerah Citra Kartini Award”.

Pemilihan penyerahan anugerah ini berdasarkan hasil penilaian oleh lembaga Anugerah Prestasi Insani. Untuk tahun 2015, lembaga ini menyeleksi 61 tokoh di Indonesia. Seleksi tahapan pertama terpilih sebanyak 43 calon penerima, dan penyeleksian terakhir bisa diberikan penghargaan untuk 34 penerima.

Penyerahan anugerah kepada Abu Razak, sapaan Kamaruddin Abubakar, merupakan atas konstribusi dan perhatiannya yang lebih besar kepada pendidikan olahraga belakangan ini. Selama menjabat Ketua Harian KONI Aceh selama hampir setahun ini, Abu Razak dinilai telah bekerja keras untuk meningkatkan mutu dan prestasi olahraga di Aceh dalam berbagai cabang olahraga dan beretos kerja yang tinggi.

Konon lagi, menjelang dilaksanakan Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-19 Tahun 2016 di Bandung, Jawa Barat. Kamaruddin sangat bertekad supaya Aceh bisa meraih prestasi maksimal di ajang nasional itu. Lagi pula seluruh atlit di berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan nanti sudah memasuki pemusatan latihan di Banda Aceh sejak awal bulan suci Ramadan ini.

“Kita sangat berharap tentunya para atlit senantiasa sehat selalu baik dalam mengikuti latihan maupun saat ajang pertandingan. Pemusatan pelatihan ini kita persiapkan untuk bisa mendapatkan tiket lolosnya ke arena nasional di PON Ke-19,” ujar Abu Razak seperti rilis yang dikirim KONI Aceh kepada portalsatu.com.

Dalam acara penyerahan anugerah ini, ikut didampingi oleh Wakil Ketua II KONI Aceh T. Rayuan Sukma, Wakil Bidang Humas KONI Aceh, Suadi Sulaiman alias Adi Laweung, dan Zakaria M. Yacob.[](bna)

Pelatda Pra PON XIX dan Porwil IX 2015 Resmi Digelar

Pelatda Pra PON XIX dan Porwil IX 2015 Resmi Digelar

BANDA ACEH – Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Aceh secara resmi menggelar tahapan Pemusatan Latihan daerah (Pelatda) Pra Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX Jawa Barat dan Pekan Olah Raga Wilayah (Porwil) IX Sumatera, Senin pagi 15 Juni 2015. Seremonial pembukaan yang dipimpin langsung oleh Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak diikuti ratusan atlet, pelatih dan official yang terlibat dalam Pelatda.

Hadir juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk Muharuddin yang juga Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Adam Mukhlis yang juga Ketua Forki Aceh, perwakilan Polda Aceh, Kodam Iskandar Muda, para Ketua Pengprov olah raga Aceh dan jajaran pengurus KONI Aceh.

Ketua Panitia Pelatda Aceh 2015, Bahtiar Hasan mengatakan, keseluruhan atlet dan pelatih yang mengikuti Pelatda kali ini berjumlah 378 orang, dari 40 cabang olah raga yang keseluruhan biayanya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2015.

“12 cabang olah raga prioritas satu dan dua. Serta 28 cabang olah raga prioritas tiga dan empat,” kata Bachtiar.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak dalam sambutan arahannya mengatakan, pelaksanaan Pelatda adalah tahapan penting dalam usaha mempersiapkan para atlet untuk peningkatan prestasi olah raga Aceh. Pelatda 2015 ini juga menjadi indikasi bahwa KONI Aceh bersama Pemerintah Aceh menaruh perhatian tinggi untuk peningkatan prestasi olah raga.

“Kita telah mengupayakan (pelaksanaan Pelatda) seoptimal mungkin. Semata-mata agar proses latihan (para atlet) dapat berjalan dengan baik, sehingga target-target peraihan medali baik pada Pra PON, Porwil dan PON 2016 nanti dapat tercapai,” kata Abu Razak. Dengan begitu diharapkan peringkat Aceh pada PON 2016 mendatang akan meningkat dari PON sebelumnya.

“Lebih dari itu, sesuai visi misi KONI Aceh Periode ini, peningkatan prestasi olah raga juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan harkat dan martabat Aceh melalui olah raga,” kata Abu Razak.

Kepada atlet dan pelatih, Abu Razak menekankan agar mereka dapat berlatih sungguh-sungguh. Begitu juga kepada Panitia Pelatda, agar fokus melakukan tugas-tugas sesuai bidang masing-masing.

Penekanan tersebut menurut Abu Razak bukan berarti membebankan para atlet dan pelatih serta panitia untuk mencapai hasil di luar kemampuan yang dimiliki, namun untuk mengingatkan agar latihan dan kerja-kerja pada masa Pelatda dapat dilakukan dengan sungguh-sungguh.

“Ingat, masyarakat Aceh adalah pecinta olah raga. Mata mereka sedang tertuju ke kita (KONI Aceh). Ada amanah besar yang disandangkan kepada kita. Amanah yang jika dipenuhi, bukan hanya membanggakan bagi atlet dan pelatih, tapi juga kebanggaan  seluruh masyarakat Aceh,” kata Abu Razak.

Abu Razak menyakini, jika para atlet berlatih sungguh-sungguh, patuh pada instruksi pelatih, disiplin dalam menjaga waktu, dan pantang menyerah saat pertandingan nantinya, maka target yang telah ditetapkan akan terpenuhi.

“Bahkan boleh jadi akan melebihi target. Amin ya rabbal ‘alamanin.”

Harapan dan tanggung jawab yang disampaikan tersebut, kata Abu Razak bukan hanya menjadi beban atlet dan pelatih semata, namun menjadi tanggungjawab seluruh pihak yang menaruh harapan pada peningkatan prestasi olah raga Aceh.

Ia juga mengakui, dalam pelaksanaan Pelatda 2015 ada berbagai hambatan yang dihadapi. Namun Abu Razak mengingatkan, apapun hambatan itu, baik hambatan kecil maupun besar jangan dijadikan alasan untuk mencapai prestasi puncak. Orang-orang yang terlibat Pelatda 2015 diyakini adalah tenaga-tenaga profesional yang telah melalui seleksi ketat.

“Kekompak mutlak harus dijaga!” tegas Abu Razak. Karena menurutnya, seprofesional apapun orang-orang yang terlibat dalam Pelatda, hanya akan sia-sia tanpa membangun kerjasama yang baik.

Usai seremoni pembukaan Pelatda 2015, Abu Razak memberikan bonus uang tunai untuk atlet Drum Band Aceh yang baru saja membawa pulang medali dari ajang Pra PON di Medan, Sumatera utara. Medali yang diraih adalah satu emas, dua perak dan satu perunggu.

Pada acara pembukaan Pelatda tersebut juga ditampilkan atraksi dua cabang olah yaitu Pencak Silat yang menampilkan atraksi jurus-jurus tangan kosong, golok dan toya. Sedangkan Kempo memperagakan pertarungan tanga kosong dengan jurus-jurus pukulan, tendangan, kuncian dan bantingan.[]

Foto Pemusatan Latihan daerah (Pelatda) Pra Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX Jawa Barat dan Pekan Olah Raga Wilayah (Porwil) IX Sumatera, Senin pagi 15 Juni 2015.@Qahar Muzakar/KONI Aceh

Mualem: KONI Harus Fokus Kembangkan Olahraga di Aceh

Mualem: KONI Harus Fokus Kembangkan Olahraga di Aceh

BANDA ACEH – Ketua Umum KONI Aceh, H. Muzakir Manaf atau Mualem, meminta seluruh jajaran KONI di kabupaten kota untuk benar-benar focus dalam pengembangan olahraga di Aceh. Tujuannya, agar atlet Aceh bisa meraih prestasi gemilang di tingkat nasional dan internasional.

Hal ini disampaikan Mualem dalam sambutannya pada acara pelantikan KONI Aceh Tenggara, Kamis 4 Juni 2015.

“Kita juga berharap di PON Jawa Barat tahun mendatang, atlet Aceh bisa meraih emas sebanyak-banyak,” kata Mualem.

Kata Mualem, hal ini bukanlah harapan kosong belaka. Dimana, pembinaan yang bagus akan melahirkan atlet-atlet berprestasi nantinya.

“Termasuk di Aceh Tenggara. Ke depan kita harapkan lebih berprestasi lagi,” ujarnya.

Sebelumnya diberikan, Ketua Umum KONI Aceh, H. Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, melantik pengurus KONIAceh Tenggara di Gedung Olah Raga (GOR) Aceh Tenggara, Kamis 4 Juni 2015.

Surat keputusan pelantikan KONI Aceh Tenggara periode 2014-2018 dibacakan oleh Muhammad Nasir, MAP.

Adapun yang dilantik sebagai Ketua KONI Aceh Tenggara adalah H. Hasanuddin, B, serta H. Ali Basrah sebagai ketua harian.

Sedangkan Syahrizal, M.Si dan Drs. Jamaluddin, M.Pd sebagai Sekretaris dan Bendahara.

Hadir dalam pelantikan tersebut Kadispora Aceh Iskandar Zulkarnain, PhD, Sekretaris Umum KONI Aceh Muhammad Nasir, MAP, Wakil Ketua I KONI Aceh Ir. Musa Bintang, Wakil Ketua Bidang Humas KONI Aceh Suadi Sulaiman, unsur Muspida, DPRK dan SKPK beserta unsur Komite Peralihan Aceh (KPA) dan DPW PA Aceh Tenggara. []

Mualem Lantik Pengurus KONI Aceh Tenggara

Mualem Lantik Pengurus KONI Aceh Tenggara

KUTACANE – Ketua Umum KONI Aceh, H. Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, melantik pengurus KONIAceh Tenggara di Gedung Olah Raga (GOR) Aceh Tenggara, Kamis 4 Juni 2015.

Surat keputusan pelantikan KONI Aceh Tenggara periode 2014-2018 dibacakan oleh Muhammad Nasir, MAP.

Adapun yang dilantik sebagai    Ketua KONI Aceh Tenggara adalah H. Hasanuddin, B, serta H. Ali Basrah sebagai ketua harian.

Sedangkan Syahrizal, M.Si dan Drs. Jamaluddin, M.Pd sebagai Sekretaris dan Bendahara.

Hadir dalam pelantikan tersebut Kadispora Aceh Iskandar Zulkarnain, PhD, Sekretaris Umum KONI Aceh Muhammad Nasir, MAP, Wakil Ketua I KONI Aceh Ir. Musa Bintang, Wakil Ketua Bidang Humas KONI Aceh Suadi Sulaiman, unsur Muspida, DPRK dan SKPK beserta unsur Komite Peralihan Aceh (KPA) dan DPW PA Aceh Tenggara.

Muzakkir Zulkifli Dilantik Sebagai Ketum KONI Bireuen

Muzakkir Zulkifli Dilantik Sebagai Ketum KONI Bireuen

BIREUEN –  Muzakkir Zulkifli resmi dilantik sebagai Ketua Umum (Ketum) Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bireuen periode 2015-2019, di Aula Sekdakab Bireuen, Rabu, 21 Mei 2015.

Bersama sejumlah pengurus KONI Kabupaten Bireuen lainnya, pengukuhan Muzakkir dilakukan langsung oleh Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak. Hadir pada acara pelantikan tersebut antaralain, Bupati Bireuen Ruslan dan Rektor Universitas Al Muslim Bireuen, Dr. Saifullah Sag, Mpd.

Muzakkir dalam sambutannya usai seremoni pelantikan mengatakan, saat ini KONI Kabupaten Bireuen menaungi dan membina 30 cabang olah raga prestasi. Salah satu yang akan dilakukan kepengerusan KONI Kabupaten yang baru adalah menyusun blue print olah raga sehingga target-target peningkatan prestasi olah raga ke depan dapat dicapai. “Pembinaan olah raga harus didukung dengan manajemen yang baik,” kata Muzakkir.

Selain itu, untuk dapat mencapai target peningkatan prestasi olah raga, Muzakkir mengatakan pihaknya sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak, terutama dari Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Sementara itu Bupati Bireuen Ruslan Abdul Gani mengatakan bahwa saat ini, seiring berkembangnya zaman, olah raga juga telah digunakan sebagai alat untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Karena itu, dengan kata lain, KONI Kabupaten Bireueun harus berperan dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa, khususnya untuk Kabupaten Bireuen.

“Sesegera mungkin KONI (harus) dapat menyusun program kerjanya,” kata Ruslan.

Ruslan juga meminta kepada KONI Bireuen untuk menginformasikan segala kegiatan yang dilakukan, sehingga pemerintah  dan masyarakat dapat memantau kinerja KONI Bireuen. “Kepada seluruh atlet, pelatih dan pengurus KONI harus melakukan evaluasi kelemahan-kelemahan yang ada, dan membangun komunikasi yang baik dengan Pengcab-pengcab di seluruh Kabupaten Bireuen.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak. Ia mengharapkan agar pengurus KONI Bireuen yang baru dapat bekera kompak dan membangun kerjasama yang baik dengan cabang-cabang olah raga yang ada di Bireuen. “Hal ini harus menjadi prioritas KONI Bireuen ke depan,” kata Abu Razak.

Tanggung jawab yang paling besar yang dihadapi KONI Aceh ke depan adalah menghadapi PON XIX 2016 mendatang. Itu artinya juga menjadi tanggung jawab besar KONI Kabupaten Bireuen untuk meningkatkan prestasi Aceh.

Dalam pembinaan prestasi olah raga, kata Abu Razak, sejak dini perlu dilakukan langkah-langkah strategis, dan semua itu harus didukung oleh pendanaan yang baik. Karena itu, secara khusus kepada bupati dan DPRK Bireuen, Abu Razak menegaskan agar memberikan dukungan yang serius terhadap pembinaan olah raga yang nantinya akan dilakukan KONI Bireuen, dengan menjamin ketersediaan anggaran yang mencukupi dengan tetap memperhatikan aturan yang ada. “Kecukupan anggaran itu akan menjamin seluruh proses pembinaan (olah raga).” [] (mal)

 

KONI Aceh Evaluasi Pelaksanaan Pelatda Porwil dan Pra PON

KONI Aceh Evaluasi Pelaksanaan Pelatda Porwil dan Pra PON

BANDA ACEH – Ketua Harian Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Aceh melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Pekan Olah Raga Wilayah (Porwil) Sumatera dan Pra Pekan Olah Nasional (PON) yang telah berjalan selama sebulan terakhir ini.

Rapat evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak. Ia dampingi Sekretaris Umum (Sekum) KONI Aceh M. Nasir dan sejumlah pengurus KONI Aceh lainnya. Hadir juga T Rayuan Sukma, Wakil Ketua Panitia Pelatda yang juga Wakil Ketua Bidang Litbang KONI Aceh.

Ketua Panitia Pelatda Porwil dan Pra PON Bachtiar Hasan, yang juga Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Aceh dalam laporannya menyebutkan, berdasarkan hasil kajian ada, beberapa cabang olah raga (cabor) yang telah memasuki Pelatda mengalami peningkatan prestasi, terutama di cabang terukur seperti angkat besi.

“Untuk cabang beladiri belum bisa diukur secara akurat, namun sampai saat ini atlet berada dalam kondisi sangat baik,” lapor Bachtiar.

Sedangkan untuk cabang anggar, karate dan menembak, kata Bahctiar, masih dalam persiapan umum, karena baru saja memulai tahapan Pelatda. Selanjutnya cabang kempo dan tarung derajat juga akan segera memasuki tahapan Pelatda.

Untuk mengukur kemampuan atlet, kata Bachtiar, nantinya Panitia Pelatda juga akan melakukan tes atau ujian semeseter bagi atlet yang ikut Pelatda, baik atlet persiapan Porwil dan Pra PON. Beberapa pengurus KONI Aceh dalam pertemuan itu juga menyarankan agar tes atau ujian semester harus sering-sering dilakukan, sehingga naik turunnya prestasi atlet dapat tercatat dengan baik.

Menanggapi beberapa laporan yang disampaikan Ketua Panitia Pelatda, Sekum KONI Aceh M Nasir menyebutkan, secara umum Pelatda berjalan lancar, namun ada beberapa kendala-kendala teknis yang masih terjadi.

Sementara itu Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak mengatakan, agar suksesnya pelaksanaan Pelatda, panitia dan para pengurus KONI Aceh harus sering melakukan pertemuan-pertemuan baik itu evaluasi maupun hal-hal lain yang mesti dibicarakan.

“Kalau kita dengar laporan (yang disampaikan) tadi, lancar-lancar saja. Namun ada juga (laporan) kendala-kendala kecil yang harus segera dicarikan solusi,” kata Abu Razak dalam arahannya. Masalah kecil itu menurut Abu Razak, jika tidak segera di tangani akan menjadi masalah besar yang akan sulit dicarikan jalan keluarnya.

“Yang penting setiap ada masalah harus segera dibicarakan,” kata Abu Razak. [] (mal)

KONI Aceh Utara Pilih Ketua Baru

KONI Aceh Utara Pilih Ketua Baru

LHOKSUKON – Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Utara mengadakan Musyawarah Olah Raga Kabupaten (Mosorkab) yang ke XI untuk memilih Ketua Umum dan kemudian menyusun kepengurusan baru KONI Aceh Utara periode 2015-2019. Acara yang direncanakan berlangsung selama dua hari, tanggal 10 hingga 11 Mei 2015 ini dibuka oleh Asisten I Pemkab Aceh Utara, Anwa Adlin.

Musorkab kali ini diikuti oleh 27 Pengurus Cabang (Pencab) olah raga yang ada di Aceh Utara. Turut hadir pada acara pembukaan antaralain, Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak, Sekretaris Umum KONI Aceh M Nasir, Kepala Humas KONI Aceh Suaidi Sulaiman atau Adi Laweung, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Aceh Iskandar Zulkarnain, Ketua Umum KONI Aceh Utara demisioner Misbahul Munir, dan Ketua DPRK Aceh Utara  Ismail A Jalil alias Ayah Wa.

Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak mengatakan bahwa KONI Aceh masa bakti 2014-2018 saat ini sedang melaksanakan tugas-tugas sebagaimana yang diamanahkan saat Musorprov KONI Aceh, diantaranya adalah perbaikan peningkatakan perolehan medali Aceh pada PON XIX 2016 mendatang di Jawa Barat.

“Untuk itu saat ini kita sedang melaksanakan pemusatan latihan sejak 9 April lalu yang diikuti oleh 378 orang, terdiri atas atlet dan pelatih,” kata Abu Razak. Keseluruhan atlet dan pelatih tersebut dipersiapkan untuk mengikuti 10 cabang olah raga Porwil dan 27 cabang olah raga untuk Pra PON.

Karena itu Abu Razak mengingatkan agar KONI kabupate/kota untuk terlibat langsung dalam pembinaan prestasi atlet dan pelatih. “Banyak atlet-atlet yang menyumbang medali untuk Aceh berasal dari Aceh Utara,” kata Abu Razak.

Sementara itu Kadispora Aceh Iskandar Zulkarnain dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Aceh tengah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah PON pada 2024 mendatang. Dari pantauan pihaknya, sarana dan prasarana olah raga di Aceh Utara saat ini masih sangat kurang. Disisi lain, Aceh Utara memiliki banya potensi atlet berprestasi.

“Ini artinya perlu dipersiapkan strategi untuk mendongkrak prestasi atlet. Untuk mencapai hasil maksimal strategi tersebut harus berbarengan antara kabupaten/kota dengan provinsi,” kata Iskandar.

“Pemkab Aceh Utara mengantungkan harapan besar kepada pengurus KONI Aceh Utara yang nantinya terpilih,” kata Asisten I Aceh Utara Anwar Adlin. Ia menambahkan, capaian olah raga Aceh Utara saat ini belum bisa berbicara banyak. “Musorkab kali ini dianggap berhasil bila pengurus berhasil menyusun strategi  program kerja yang baik.

Menurut Adlin, setidaknya ada tiga tantangan pembangunan olah raga di Aceh Utara saat ini. Pertama tingginya tuntutan masyarakat terhadap peningkatan prestasi olah raga, kedua menjadikan olah raga sebagai instrumen pembangunan. “Dan ketiga desentralisasi pembangunan olah raga,” kata Adlin.

“Terimakasih kepada Ketua Umum KONI Aceh masa bakti yang lalu bersera pengurus, yang telah membina, mengabdi untuk prestasi olah raga di Aceh Utara,” kata Abu Razak.[] (mal)

Laporan Qahar Muzakar