Tag: komeng

Soal Din Minimi, Komeng:  Cukup Sudah Kita di Hutan

Soal Din Minimi, Komeng: Cukup Sudah Kita di Hutan

LHOKSEUMAWE-  Faisal A. Rani alias Komeng, meminta kepada Din Minimi beserta anggotanya yang masih di hutan untuk segera menyerahkan diri kepada pihak berwajib.

Hal ini dia sampaikan saat digelar konferensi pers oleh Polres Lhokseumawe dengan menghadirkan anggota Din Minimi, yakni Jalfanir alias Teungku Plang,  Musliadi alias Teungku Mus, Faisal A. Rani alias Komeng yang ditangkap pihak kepolisian  serta Zulkarnaini alias Glok yang menyerahkan diri beberapa waktu lalu, di Mapolres setempat, Minggu 30 Agustus 2015.

Kepada awak media, Komeng bercerita awalnya dia berjumpa dengan Azhar alias Sihar,  adiknya Din Minimi, ketika masih satu pekerjaan dengannya yakni menderes getah di daerah Paya Bakong.

“Dia (Azhar-red) bekerja sekitar enam bulan, namun setelah itu dia menghilang hampir satu tahun,” kata Komeng.

“Selanjutnya Sihar datang lagi menemui saya di rumah. Dia bercerita tentang keadilan yang terjadi saat ini di Aceh dan juga tentang perjuangan semasa dalam konflik dulu. Melihat rumah saya yang tak layak huni, diapun mengajak saya untuk bergabung dengan komplotan Din Minimi dan dengan bujukan tersebut akhirnya terpengaruh yang kemudian bergabung dengan mereka,” Kata Komeng yang menjabat sebagai panglima operasi kelompok Din Minimi.

Komeng juga menyebutkan sejumlah nama. “Cukup sudah kita di hutan. Sebaiknya Din minimi, Rambo, Sihar, Alun, Siteh, Adi Abon, Robin, Abu Aziz dan lainnya segera turun gunung dan menyerahkan diri. Sudah banyak yang meninggal secara sia-sia. Jikapun kita ingin mencari keadilan ada cara lain yang lebih baik untuk ditempuh,” katanya. [] (mal)

Direskrim Polda Aceh: Menurut Komeng, Eksekutor Dua Intel TNI adalah DM

Direskrim Polda Aceh: Menurut Komeng, Eksekutor Dua Intel TNI adalah DM

BANDA ACEH – Pelaku pembunuhan dua intel Kodim Aceh Utara pada akhir Maret 2015, mulai terungkap. Kedua prajurit TNI itu diduga dieksekusi oleh Nurdin Ismail alias Din Minimi (DM), pimpinan kelompok bersenjata paling dicari aparat saat ini.

Hal itu diketahui dari pengakuan anggota kelompok itu yang sudah ditangkap, diantaranya Amiruddin alias Si Pong, juru masak Din Minimi, dan Faisal Rani alias Komeng (35) menjabat Kepala Operasional kelompok Din Minimi.

“Menurut Komeng, eksekutor utama adalah DM. Jajaran reserse Polda Aceh dan Bareskrim Polri akan terus kejar DM sampai kapan pun,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, Kombes Nurfallah kepada wartawan, Sabtu, 11 Juli 2015.

Seperti diketahui dua intel Kodim Aceh Utara, Sertu Hendrianto dan Serda Indra Irawan ditemukan tewas di pedalaman Nisam Antara, Aceh Utara, pada pada 24 Maret lalu. Keduanya diculik pria bersenjata sebelum ditemukan jadi mayat.

Amiruddin alias Si Pong yang ditangkap di Keurto, Lapang, Aceh Utara 26 Juni lalu, juga mengaku ikut menyaksikan eksekusi terhadap kedua TNI. Menurutnya eksekusi pertama dilakukan Din Minimi dengan menggunakan pistol milik korban.

Setelah dia menembak dalam jarak dekat, kata dia, anggota lainnya ikut melepaskan tembakan kearah dua prajurit hingga tak berkutik dan bersimbah darah. Pong mengaku dirinya tak ikut menembak.

Sejak kasus itu aparat polisi dibantu TNI terus memburu kelompok Din Minimi, dan sempat beberapa kali terjadi penyergapan diwarnai kontak senjata.

Nurfallah mengatakan pihaknya terus memburu Din Minimi cs, kelompok yang diduga terlibat sejumlah aksi kejahatan dan kriminal di Aceh. Polda Aceh mencatat masih ada 23 orang lagi yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“DPO yang belum menyerahkan diri, alangkah baiknya segera menyerahkan diri. Dengan tangan terbuka akan menerima yang bersangkutan dan memperlakukan mereka dengan baik,” ujarnya.[] sumber: okezone.com

AK 56 Milik Komeng Ditemukan di Lambaro

AK 56 Milik Komeng Ditemukan di Lambaro

BANDA ACEH – Kepolisian Daerah Aceh mengklaim telah menemukan senjata jenis AK-56 yang digunakan Faisal Rani alias Komeng. Senjata itu dititipkan pada seseorang di Lambaro, Aceh Besar.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Aceh, Kombes Pol Nurfalah mengatakan, pihaknya menemukan senjata itu setelah Komeng buka suara, mengakui senjata yang digunakannya dititipkan pada Saiful alias Pon (40).

“Setelah Komeng mengaku langsung bergerak ke Lambaro dan menyita senjata serta amunisinya di bawah tempat tidur Pon. Pon sedang tidak ada di rumah saat polisi gerebek rumahnya,” kata Nurfalah kepada wartawan di Mapolda Aceh, Sabtu, 11 Juli 2015 siang.

Sebelumnya, Tim gabungang Polda Aceh, Bareskrim Mabes Polri dan Polres Aceh Utara menangkap Faisal Rani alias Komeng di rumahnya di Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. Komeng diduga anak buah dari kelompok bersenjata Din Minimi.

Faisal Rani alias Komeng sebelumnya juga pernah ditangkap polisi dalam sebuah penyergapan di Desa Limpok, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, awal Mei lalu. Dalam penyergapan itu, Komeng berhasil lolos dari kepungan polisi waktu itu dan mengalami luka tembak.

Komeng lari ke arah Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Di sana, Komeng menitipkan senjata jenis AK-56 dan ratusan amunisi kepada seseorang yang bernama Saiful alias Pon. Kemudian Komeng melarikan diri ke kawasan Aceh Utara, hingga tertangkap Sabtu dinihari tadi.

“Polisi saat ini sedang mengejar Pon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.”[] sumber: viva.co.id

Komeng Ditangkap, Geuchik Seunebok Aceh: Suara Tembakan Terdengar Sekitar Empat Kali

Komeng Ditangkap, Geuchik Seunebok Aceh: Suara Tembakan Terdengar Sekitar Empat Kali

LHOKSUKON – Geuchik Desa Seunebok Aceh, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, Muhammad Ali, membenarkan sempat mendengar letusan senjata saat penangkapan Faisal Arani alias Komeng, dini hari Sabtu, 11 Juli 2015. Namun demikian dia mengatakan tidak mengetahui persis kejadian tersebut.

“Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi sempat terdengar suara tembakan. Itu pun saya tahu karena dibangunkan istri. Kata istri saya suara tembakan terdengar sekitar empat kali,” kata Muhammad Ali kepada portalsatu.com, via telepon seluler.

Dia mengatakan baru mengetahui adanya penangkapan Komeng di pagi hari, saat diberitahukan warga. Menurut keterangan istri Komeng, saat petugas kepolisian datang, Komeng sedang tidur di kamar. Kala itu Komeng sempat bersembunyi sebelum akhirnya tertangkap.

“Dulunya sebelum ikut-ikut begitu, Komeng bekerja di perkebunan sawit PT Bapco. Kalau sekarang saya tidak tahu lagi. Di desa ia selalu berkelakuan baik dan tidak pernah membuat onar. Komeng sudah menikah dan memiliki tiga anak,” ujar Muhammad Ali.

Terkait penangkapan Komeng, Geuchik Seunebok Aceh mengaku tidak mendapat pemberitahuan apapun dari pihak kepolisian.[](bna)

Tukang Bangunan Temukan Granat Aktif yang Diduga Milik Komeng

Tukang Bangunan Temukan Granat Aktif yang Diduga Milik Komeng

BANDA ACEH – Tukang bangunan yang sedang membangun rumah di desa Limpok, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar menemukan granat manggis aktif di lokasi proyek rumah sedang dibangun. Granat itu ditemukan Senin (11/5) sekitar pukul 00.15 WIB.

Rumah itu diketahui merupakan tempat pelarian Komeng, salah anggota kelompok bersenjata pimpinan Din Minimi di Aceh. Komeng berhasil meloloskan diri saat operasi penyergapan beberapa waktu lalu. Dugaan sementara, granat itu adalah milik Komeng tertinggal di rumah kosong itu.

Granat itu ditemukan di antara tumpukan kayu berada di dalam rumah kosong itu. Saat ditemukan, granat itu sudah berkarat tapi masih aktif dan siap meledak. Karena pin granat sudah terlepas dari sumbunya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli mengatakan, granat manggis ini ditemukan oleh tukang bangunan di rumah tersebut. Kemudian, dia langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian. Malam itu juga polisi mengamankan lokasi penemuan itu.

“Karena malam tidak memungkinkan kita evakuasi granat tersebut. Saat ditemukan, pin sudah terlepas,” kata Kombes Pol Zulkifli di lokasi penemuan granat.

Pihak Polresta Banda Aceh langsung berkoordinasi dengan Unit Penjinak Bom Satuan Gegana Sat Brimob Polda Aceh guna melakukan evakuasi. Unit Jibom dengan menggunakan pakaian khusus anti ledakan berhasil memindahkan granat tersebut ke tempat aman.

Menurut Kombes Pol Zulkifli, granat manggis itu biasa digunakan oleh tentara dan memiliki daya ledak mencapai radius 150 meter. “Daya ledak besar itu granat, mencapai 150 meter. Kita perkirakan memang milik K yang sedang kita buru,” ujar Zulkifli.

Zulkifli mengimbau Komeng segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Sebab, pihak kepolisian akan terus memburunya sampai tertangkap.

“Kita minta segera menyerahkan diri, kalau serahkan diri kita akan perlakukan yang baik,” tutup Zulkifli.[] sumber: merdeka.com

Kapolresta Banda Aceh Minta Komeng Menyerahkan Diri

Kapolresta Banda Aceh Minta Komeng Menyerahkan Diri

BANDA ACEH – Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli meminta kepada tersangka pembunuh dua pembunuh anggota TNI di Nisam, Komeng, untuk menyerahkan diri.

Hal itu dikatakannya saat memantau kebakaran Simbun Sibreh, Banda Aceh, 10 Mei 2015 tadi.

“Kami menghimbau untuk tersangka Komeng lebih baik menyerahkan diri ke aparat keamanan. Kalau menyerahkan diri, kami akan perlakukan dengan baik,” ujar Kombes Pol Zulkifli.

Dikatakannya lagi, saat ini pihaknya sudah melakukan pengepungan dan penyisiran. Selain itu, pihaknya juga sudah mengerahkan Bintara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas).

“Kita sudah mengerahkan Babinkamtibmas untuk berkoordinasi dengan TNI untuk menggerakankan Babinsa untuk bisa masuk ke daerah-daerah dan berkoordinasi dengan masyarakat kemudian menyebarkan foto Komeng,” ujarnya lagi.

Ia juga meminta kapada masyarakat apabila masyarakat melihatnya bisa segera menginformasikan ke aparat pos yang terdekat.

“Masyarakat tentunya akan kita berikan penghargaan, masyarakat silahkan beri informasi pada kami tentang ketepatan posisi Komeng saat ini,” ujarnya lagi.

Selain itu, pihaknya menyakini tersangka Komeng masih ada di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. “Kita perkirakan masih ada di wilayah kami. Kami akan terus berkoordinasi dengan Polres-Polres lain manakala sudah keluar dari wilayah kami,” katanya.

Sebagai informasi, tersangka Komeng berhasil melarikan diri saat pengepungan oleh kepolisian di kawasan Limpok, Aceh Besar beberapa hari lalu. [] (mal)

Foto: ilustrasi/viva.co.id