Tag: kodam iskandar muda

Kodim Sosialisasi Atasi Dampak Kekeringan

Kodim Sosialisasi Atasi Dampak Kekeringan

Banda Aceh – Kodim 0101/BS Kodam Iskandar Muda menggelar sosialisasi upaya mengatasi kekeringan kepada perwira staf, para Danramil, Danposramil dan jajarannya, di Aula Yudha Makodim 0101/BS, Senin (21/09/15). Sosialisasi tersebut disampaikan Kaur Komsos Kodim 0101/BS Kapten Inf  Nanang Junaedi dalam rangka mendukung suksesnya Ketahanan Pangan, sehingga para Danramil/Danposramil dapat memberikan pemahaman kepada seluruh prajurit bawahannya.
Pada kesempatan tersebut Kapten Inf Nanang Junaedi menyampaikan “Latar belakang dampak El Nino yang perlu mendapat perhatian adalah kekeringan”. Adapun upaya mengantisipasi melalui perbaikan kondisi fisik seperti pembangunan jaringan iringasi, Dam, waduk, embung, long storage, sumur air Tanah dalam dan sumur air Tanah dangkal.
“Pengelolaan upaya kekeringan diwujudkan melalui parsitipatif antara TNI, Dinas Pertanian dan masyarakat untuk membuat data serta peta sebagai bahan dan sarana bantuan kepada Dinas Pertanian”.
Para Danramil diharapkan dapat menyampaikan kepada para Babinsa di wilayahnya masing-masing, sehingga apabila dibutuhkan dalam rangka pendataan maupun pemetaan bisa melaksanakan tugas.
Selanjutnya para Babinsa bisa mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan dengan Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) di lapangan. Mengetahui segala kebutuhan, sarana dan prasarana yang diperlukan para petani agar dapat meningkatkan hasil swasembada pangan berupa padi, jagung, kedelai dan lainnya, sehingga ke depan bisa lebih meningkat lagi hasilnya.[] (Rilis Kodam Iskandar Muda)
Tokoh Aceh Penggagas Angkatan Perang Indonesia

Tokoh Aceh Penggagas Angkatan Perang Indonesia

Saya menamakan barisan kami ini API, kependekan dari Angkatan Pemuda Indonesia, tetapi yang secara akronimnya juga bisa berarti Angkatan Perang Indonesia. Saya ingat, waktu itu sudah pukul 04.00 dinihari. Teuku Hamid Azwar dan saya bekerja keras, tidak kenal lelah. Secara mendetail, ia membuat analisa mengenai kemampuan personil yang ada. Hasil analisa kami malam itu menghasilkan formasi sementara. Said Ali punya pengetahuan cukup banyak mengenai senjata, ia dicalonkan untuk memegang bidang persenjataan.”

Demikian salah satu penggalan kalimat Sjamaun Gaharu dalam buku “Sjamaun Gaharu; Cuplikan Perjuangan di Daerah Modal” yang ditulis oleh Ramadhan KH. Sjamaun merupakan salah satu tokoh Aceh yang terlibat langsung dalam perang memperebutkan kemerdekaan Indonesia. Dia juga kemudian menjadi salah satu pejabat militer berpengaruh di Aceh.

Sjamaun Gaharu yang awalnya adalah seorang guru di Taman Siswa kemudian berperan aktif dalam mewujudkan Angkatan Perang Indonesia. Hal ini dicatat dengan baik oleh Ramadhan KH dalam autobiografi Sjamaun Gaharu yang diterbitkan pada 1995 lalu.

Dalam buku tersebut, Sjamaun Gaharu turut menemui Teuku Nyak Arief bersama dengan rekan-rekannya Teuku Hamid dan Azwar pada 26 Agustus 1945. Mereka ingin agar tokoh Aceh tersebut memberikan restu pembentukan angkatan perang di Aceh.

“Teuku Nyak Arif berkata, ‘..saya sangat setuju dengan dibentuknya pasukan tentara. Tidak mungkin ada pemerintahan tanpa tentara. Karena itu saya akan meresmikan API, sebagai barisan resmi pemerintahan daerah Aceh.”

“Tapi Teuku Nyak Arif memperingatkan supaya perkataan tentara jangan dipergunakan dulu, karena kita belum mempunyai senjata. Di samping mengatur serta menyusun pembentukan tentara, beliau menganjurkan untuk berusaha dengan sekuat tenaga dengan kebijaksanaan dan keberanian merebut senjata Jepang sebanyak mungkin. Beliau juga menyarankan agar bekas tentara KNIL (Tentara Hindia Belanda) diikutsertakan,” ujar Sjamaun Gaharu.

Dia mengatakan alasan Teuku Nyak Arif agar API turut merekrut bekas tentara KNIL dalam API didasari atas beberapa pertimbangan. Pertama karena bekas tentara KNIL pada umumnya terdiri dari bangsa Indonesia yang umumnya berasal dari suku Jawa, Ambon dan Manado. Selain itu, bekas tentara KNIL juga diketahui telah ahli mempergunakan senjata.

“Di samping itu, dengan merangkul mereka, kemungkinan Belanda memperalat mereka lagi bisa dicegah. Teuku Nyak Arif merencanakan penempatan bekas anggota KNIL ini sebagai anggota “Polisi Istimewa” (semacam Brigade Mobil) yang langsung di bawah komando Residen,” ujar Sjamaun Gaharu.

Rencana pembentukan angkatan perang tersebut mendapat sambutan baik dari Teuku Nyak Arief. Hal ini membuat Sjamaun Gaharu dan teman-temannya menyambut gembira. Hasil konsultasi dengan Teuku Nyak Arif segera disampaikan kepada para pejuang kemerdekaan Indonesia di Aceh.

“Mereka sudah tidak sabar lagi menunggu. Merdeka! Mereka menyambut dengan pekik yang gemuruh. Ya, hari-hari itu pekik merdeka telah diinstruksikan kepada masyarakat. Di mana-mana terdengar kata itu diserukan dengan bersemangat sambil mengacungkan tangan dan mengepal tinju. Dan sepanjang hari itu kami semua sibuk mempersiapkan acara peresmian dan susunan personil yang lebih lengkap untuk API,” kata Sjamaun Gaharu.[]

Jasdam IM Gelar MTT Bela Diri Militer Yongmoodo

Jasdam IM Gelar MTT Bela Diri Militer Yongmoodo

BANDA ACEH – Jasmani Kodam (Jasdam) IM menggelar Mobile Training Tim (MTT) yang diikuti  18 Satuan segarnizun Banda Aceh dan dua Korem, sejak Senin, 4 Mai 2015 hingga Rabu, 6 Mai 2015. Kegiatan ini juga mrlibatkan 51 pelatih dari satuan yang dipimpin langsung oleh Serka Wardoyo dari satuan Jasdam IM dan Sertu Andi Rahmat dari satuan Rindam IM.

“Kegiatan tersebut dilaksanakan guna menyamakan persepsi tentang ilmu Bela Diri Militer Yangmoodo, agar dalam pelaksanaan kegiatan dapat dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku, sehingga peserta latihan tidak mengalami cidera yang fatal,” ujar Serka Wardoyo.

Latihan ini dilaksanakan secara bersama-sama dimulai dari gerakan Kuda-Kuda (Kibon Shogi), Pukulan (Jumok), Tendangan (Balchagi), Kuncian (Son Kisul), Jatuhan (Nakbob), Bantingan (Mom Kisul) dan Tekhnik Perwasitan serta Bertarung dalam pertandingan.

Menurut Serka Wardoyo, Yongmoodo merupakan seni beladiri asal Korea Selatan. Yongmoodo telah menyemarakkan keragaman seni beladiri Indonesia sejak 2012 lalu. Sejalan dengan falsafah militer yang menjunjung sportivitas dan patriotisme, beladiri tangan kosong ini telah menjadi seni beladiri wajib di TNI Angkatan Darat sejak 2008.

Yongmoodo sendiri memiliki tujuan positif melatih keberanian serta patriotisme kepada para prajurit sebagai garda terdepan pengamanan terhadap NKRI. Spesifiknya adalah olahraga gabungan dari beladiri perkelahian jarak dekat.

“Memiliki kemampuan bela diri Yongmoodo merupakan suatu keharusan bagi prajurit yang merupakan sarana olahraga untuk menjaga stamina dan kesehatan, sekaligus untuk meningkatkan rasa percaya diri, pengendalian diri dan mental yang kuat sebagai prajurit TNI AD,” ujar Serka Wardoyo.[]

Kodam Iskandar Muda Buka Media Center

Kodam Iskandar Muda Buka Media Center

BANDA ACEH – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto meresmikan Media Center Kodam Iskandar Muda, di Neusu, Banda Aceh, Senin, 27 April 2015.

“Kita sangat membutuhkan media, karena berita atau media sangat berperan sekali dalam pembangunan, khususnya di Aceh ini, sehingga saya ingin bersama-sama dengan rekan-rekan insan media untuk bisa bekerjasama dan membangun dalam rangka pembangunan Aceh,” ujar Mayjen TNI Agus Kriswanto kepada portalsatu.com.

Mayjen TNI Agus Kriswanto mengatakan Media Center Kodam IM juga disiapkan dengan beberapa fasilitas agar wartawan tidak jenuh. “Saya siapkan tempat ini dengan fasilitas yang ada, dalam rangka rapat, maupun mengolah data atau informasi,” ujarnya.

Menurutnya wartawan boleh mengakses informasi di Media Center Kodam IM. “Di sini website sudah siap, TV juga sudah disiapkan dengan 15 channel, ruangan istirahat juga ada, ruangan rekreasi sambil nunggu biar nggak jenuh,” kata Mayjen TNI Agus Kriswanto.[](bna)

Paminto Bambang Pamungkas Jabat Danlanud Sultan Iskandar Muda

Paminto Bambang Pamungkas Jabat Danlanud Sultan Iskandar Muda

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, yang diwakili Asisten III Sekda Aceh, Dr Muzakkar A Gani, menghadiri acara lepas sambut Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, di Hotel Hermes Pelace, Banda Aceh, Sabtu 11 April 2015 malam.

Lepas sambut yang dirangkai dengan makan malam bersama ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Dr.Muzakkar turut memberikan kenang-kenangan berupa cinderamata kepada Kolonel PNB Basuki Rochmad, yang telah mengakhiri masa tugasnya sebagai Danlanud Sultan Iskandar Muda.

Tampak hadir, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto, Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi, Wali Kota Banda Aceh Illiza Saa’duddin Djamal, Pimpinan PT Angkasa Pura II, para pejabat pemerintah dan TNI/Polri, ulama, akademisi, tokoh adat, perwakilan organisasi masyarakat dan sejumlah undangan lainnya.

Basuki Rochmad digantikan Kolonel PNB Paminto Bambang Pamungkas. Paminto adalah alumni AAU Angkatan 1990, yang sebelumnya juga pernah menjabat Kadisops Sekkau.[]