Tag: kebakaran

Dua Unit Rumah Dilalap Si Jago Merah di Bener Meriah

Dua Unit Rumah Dilalap Si Jago Merah di Bener Meriah

REDELONG – Dua unit rumah warga Buntul Petri, Kecamatan Permata, Bener Meriah terbakar pada Kamis, 8 Oktober 2015 sekitar pukul 12:00 WIB. Rumah kopel tersebut salah satunya berkontruksi beton dan lainnya terbuat dari kayu merupakan milik Siti Rahmah dan Rabinah.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Korban kebakaran juga mengaku kehilangan surat berharga seperti ijazah, akte kelahiran dan surat tanah serta perabotan rumah tangga dalam musibah ini.

Kejadian tersebut awalnya diketahui oleh Rabinah, salah satu pemilik rumah. Saat itu dia berada tidak jauh dari rumah. Rabinah terkejut ketika melihat lidah api mulai menjilat atap rumah orang tuanya, Siti Rahmah. Api kemudian dengan cepat menjalar ke bagian rumah Rabinah yang posisinya berdempetan.

Melihat kondisi itu dia langsung teriak minta tolong kepada warga. Dengan perlengkapan seadanya, warga berusaha memadamkan api sebelum pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Api berhasil dipadamkan selang 30 menit kemudian setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dari posko Kecamatan Bandar dikerahkan.

“Pakaian (tersisa) cuma yang ada di badan. Yang lain sudah jadi abu,” kata Siti Rahmah kepada portalsatu.com saat ditemui di lokasi.

Ia mengatakan saat kejadian rumahnya sedang kosong. Siti Rahmah saat itu sedang pergi ke kebun. Sementara suami dan anaknya beraktivitas di luar rumah. Ia juga memastikan tidak ada api yang menyala sebelum rumah ditinggalkan.

“Prediksi saya karena konsleting arus listrik. Kalau dari gas tidak mungkin, saya sudah dua hari tidak masak pakai kompor gas, karena gasnya kosong,” ujar Siti Rahmah.

Camat Permata, Adli Salim, SE, mengaku sedang mendata total kerugian yang dialami korban untuk diusulkan ke Pemkab Bener Meriah guna mendapatkan bantuan.

“Bantuan masa panik sudah kita salurkan. Untuk penginapan kita usahakan tenda dulu. Sementara pembangunannya nanti kita usulkan ke pemkab,” katanya.

Camat Adli Salim juga meminta kepada pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, agar dapat memasukkan budget anggaran untuk mendirikan satu unit posko pemadam kebakaran di kecamatan perbatasan antara Bener Meriah-Aceh Utara itu. Dia berharap permintaan ini dapat segera direspon pada anggaran tahun 2016 mendatang.

Permintaan itu tentu memiliki alasan yang cukup. Saat ini, kata Adli Salim, untuk menanggulangi musibah kebakaran di Kecamatan Permata terpaksa harus meminta bantuan dari posko pemadam kebakaran dari Kecamatan Bandar. Padahal jaraknya mencapai 10 kilometer dengan waktu tempuh 30 menit.

“Itu kalau pemadamnya datang dari Kecamatan Bandar. Tapi kalau dari pusat kabupaten tentu sangat jauh,” katanya.

Ia mengaku banyak bangunan yang tidak dapat diselamatkan setiap musibah kebakaran terjadi di Kecamatan Permata. Hal ini disebabkan bantuan mobil pemadam kebakaran datang terlambat ke lokasi.

“Jumlah penduduk di Kecamatan Permata ini 20.734 jiwa yang tergabung dalam 5.749 KK. Saya rasa dengan jumlah penduduk itu sudah cukup alasan bagi Kecamatan Permata untuk memiliki satu unit posko pemadam kebakaran,” katanya.[](bna)

[Foto]: Rumah di Ie Masen Kayee Adang Terbakar

[Foto]: Rumah di Ie Masen Kayee Adang Terbakar

BANDA ACEH – Petugas akhirnya bisa ‘menjinakan’ api di rumah lantai 2 di Desa Ie Masen Kaye Adang, pukul 13.45 WIB. Sedangkan tiga anak kecil yang sebelumnya dilaporkan terperangkap juga berhasil diselamatkan.

Anak yang sempat terperangkap tersebut masih duduk di bangku sekolah TK.

“Mereka sudah berhasil diamankan. Mereka main di dalam. Bundanya yang selamatkan,” kata Dila, 19 tahun, tetangga korban kepada portalsatu.com, Rabu siang 7 Oktober 2015.

Sebelumnya diberikan, tiga anak kecil dilaporkan terperangkap dalam rumah lantai 3 yang terbakar di Desa Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Rabu siang 7 Oktober 2015.

Berikut foto-foto kebakaran yang diabadikan portalsatu.com:

kebakaran kayee adan

kebakaran di ie masen

ie masen 3

 

 

Anak yang Terperangkap di Rumah Terbakar Berhasil Diselamatkan

Anak yang Terperangkap di Rumah Terbakar Berhasil Diselamatkan

BANDA ACEH – Petugas akhirnya bisa ‘menjinakan’ api di rumah lantai 2 di Desa Ie Masen Kaye Adang, pukul 13.45 WIB. Sedangkan tiga anak kecil yang sebelumnya dilaporkan terperangkap juga berhasil diselamatkan.

Anak yang sempat terperangkap tersebut masih duduk di bangku sekolah TK.

“Mereka sudah berhasil diamankan. Mereka main di dalam. Bundanya yang selamatkan,” kata Dila, 19 tahun, tetangga korban kepada portalsatu.com, Rabu siang 7 Oktober 2015.

Sebelumnya diberikan, tiga anak kecil dilaporkan terperangkap dalam rumah lantai 3 yang terbakar di Desa Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Rabu siang 7 Oktober 2015.

“Ada suara anak kecil minta tolong. Infonya ada 3 orang,” kata seorang petugas.

Pemiliknya diketahui bernama Abdullah. Saat kejadian sedang tidak berada di rumah. Sedangkan isterinya, Yuli, sedangkan melaksanakan ibadah haji.

Pantauan portalsatu.com, sejumlah mobil pemadam kebakaran tampak sibuk memadamkan api.

Setidaknya ada 3 unit mobil pemadam yang sedang berada di lokasi. Para petugas mengaku mengalami kesulitan karena jalur masuk relative sempit.

Petugas menduga sumber api berasal dari lantai 1 yang merembes ke lantai 2. [] (mal)

Rumah Terbakar di Ie Masen, Tiga Anak Kecil Terperangkap

Rumah Terbakar di Ie Masen, Tiga Anak Kecil Terperangkap

BANDA ACEH – Tiga anak kecil dilaporkan terperangkap dalam rumah lantai 2 yang terbakar di Desa Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Rabu siang 7 Oktober 2015.

“Ada suara anak kecil minta tolong. Infonya ada 3 orang,” kata seorang petugas.

Pemiliknya diketahui bernama Abdullah. Saat kejadian sedang tidak berada di rumah. Sedangkan isterinya, Yuli, sedangkan melaksanakan ibadah haji.

Pantauan portalsatu.com, sejumlah mobil pemadam kebakaran tampak sibuk memadamkan api.

Setidaknya ada 3 unit mobil pemadam yang sedang berada di lokasi. Para petugas mengaku mengalami kesulitan karena jalur masuk relative sempit.

Petugas menduga sumber api berasal dari lantai 1 yang merembes ke lantai 2.

“Kita tidak tahu apa ada penghuni saat kejadian. Si Bapak katanya tak di rumah. Sedangkan Si Ibu sedang menunaikan ibadah haji,” kata Muntahir. [] (mal)

Rumah Warga Ie Masen Kayee Adang Terbakar

Rumah Warga Ie Masen Kayee Adang Terbakar

BANDA ACEH – Sebuah rumah berlantai 3 di Desa Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, dilalap Si Jago Merah, Rabu siang 7 Oktober 2015.

Pantauan portalsatu.com, sejumlah mobil pemadam kebakaran tampak sibuk memadamkan api.

Setidaknya ada 3 unit mobil pemadam yang sedang berada di lokasi. Para petugas mengaku mengalami kesulitan karena jalur masuk relative sempit.

Petugas menduga sumber api berasal dari lantai 1 yang merembes ke lantai 2.

Kepala Dusun Ujong Krueng, Muntahir, mengatakan mereka belum mengetahui apakah ada penghuni rumah saat kejadian.

“Kita tidak tahu apa ada penghuni saat kejadian. Si Bapak katanya tak di rumah. Sedangkan Si Ibu sedang menunaikan ibadah haji,” kata Muntahir.

Rumah Warga Bambi Terbakar

Rumah Warga Bambi Terbakar

SIGLI – Satu unit rumah permanen sekilgus tempat penjualan milik Amiruddin, 50 tahun, warga Jurong Masjid Bambi Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie terbakar, Minggu 24 Oktober 2015, sekitar pukul 18.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Sementara api mengahanguskan 50 persen bangunan.

Api tidak sempat menghanguskan semuanya karena 4 armada Pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kabupaten Pidie dalam 10 menit saat kejadian tiba di lokasi dan api berhasil dipadamkan.  Dalam kejadian itu kerugian ditaksir mencapai seratusan juta rupiah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi S.Sos mengatakan, kebakaran diduga akibat dari bensin. Karena rumah itu selain sebagai tempat tinggal keluarga juga dijadikan sebagai tempat penjualan bensin eceran dan gas elpiji oleh pemiliknya.

“Begitu saya terima informasi, langsung kami kerahkan 4 unit mobil damkar guna melakukan pemadam agar api tidak sempat menjalar lebih luas lagi. Kebakaran diduga dari sumber api dalam rumah dan cepat menyambar karena bensin ,“ kata Apriadi.

Api cepat bias dipadamkan menurutnya lantaran jalur akses mudah dan berada di pinggir jalan sehingga tidak menghambat proses kerja personil pemadam siap-siaga meski hari libur.

“Alhamdulillah dalam waktu singkat dan dibantu warga api berhasil dipadamkan. Kita perkirakan tingkat kebakaran sekitar setengah bangunan dan tidak ada korban jiwa,” ujar Apriadi.

Foto: Warga sedang mencoba medamkan api dengan cara manual. @Ist

Wali Kota Serahkan Bantuan Masa Panik Untuk Korban Kebakaran Gampong Mulia

Wali Kota Serahkan Bantuan Masa Panik Untuk Korban Kebakaran Gampong Mulia

BANDA ACEH– Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE, mengunjungi korban kebakaran di Gampong Mulia Kecamatan Kuta Alam, tepatnya di lorong Kuala Bate, Minggu 4 Oktober 2015.

Kedatangan Illiza yang didampingi Kadinsosnaker Kota Drs Tarmizi Yahya dan Camat Kuta Alam Ria Jelmanita S Sos adalah untuk menyerahkan bantuan masa panik bagi korban kebakaran tersebut.

“Ada 4 unit rumah yang terbakar, 1 hangus, 2 rusak berat dan 1 rusak ringan,” ujar Illiza.

Korban kebakaran mencapai 5 KK dengan jumlah jiwa 16 orang. Namun tidak ada korban jiwa dari musibah ini. Bantuan masa panik yang diberikan Walikota untuk membantu korban melewati masa sulit pasca terjadinya kebakaran.

“ada 33 item bantuan yang kita berikan berupa sembako, pakaian, kebutuhan bayi, alat-alat masak, peralatan sekolah dan kebutuhan primer lainnya,” ungkap Illiza.

Data dari pihak Kecamatan, saat ini ada 16 jiwa yang menjadi korban kebakaran. Korban saat ini ada yang mengungsi ke tempat saudara dan ada yang mengungsi ke posko yang di bangun pemuda Gampong Mulia.[] (mal)

Illiza: Anak-anak Korban Kebakaran Jangan Sampai Berhenti Sekolah

Illiza: Anak-anak Korban Kebakaran Jangan Sampai Berhenti Sekolah

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE, mengunjungi korban kebakaran Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Minggu 4 Oktober 2015. Sebanyak 5 KK dengan jumlah 16 jiwa menjadi korban dari dampak musibah tersebut. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian harta di alami para korban, seperti peralatan perabot, peralatan elektronik, peralatan dapur, pakaian hingga perlengkapan sekolah anak-anak dari korban.

Selain menyerahkan bantuan masa panik, seperti kebutuhan pokok, peralatan masak, pakaian dan kebutuhan lainnya, Illiza juga menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah kepada korban kebakaran yang masih usia sekolah.

“Anak-anak tidak boleh terhenti sekolahnya, semua perlengkapan sekolah yang hangus terbakar kita ganti dengan yang baru, seperti tas, baju, buku dan lainnya,” ujar Illiza.

Menurut Illiza, kejadian ini membuat anak-anak mengalami depresi dan terlihat sedih. Solusinya mereka harus tetap bersekolah, karena di sekolah mereka akan ceria kembali, bisa belajar dan bermain dengan kawan-kawannya.

“Tadi saya suruh Camat data kembali apa-apa yang masih kurang terkait kebutuhan anak-anak. Kalau ada nanti kita tambah lagi,” ujar Illiza.

Dari data pihak Kecamatan Kuta Alam dan Dinsosnaker Kota, 4 rumah di lorong Kuala Batee, Gampong Mulia Kecamatan Baiturrahman terbakar pada Minggu pagi (4/10/2015). Musibah ini menghanguskan 1 rumah, 2 rusak berat dan 1 rusak ringan. 16 jiwa dari 5 KK terpaksa mengungsi akibat musibah ini, sebagian ada yang mengungsi ke rumah saudara dan sebagian mengungsi di posko yang di bangun pemuda gampong setempat. [](mal)

Satu Rumah Terbakar di Kuta Makmur

Satu Rumah Terbakar di Kuta Makmur

LHOKSUKON –  Satu  unit rumah  berdinding papan dengan atap daun rumbia milik Husaini, 38 tahun, warga Desa Krueng Seunong, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan hangus terbakar.

Informasi yang diterima portalsatu.com, kebakaran tersebut terjadi, Sabtu malam 26 September 2015, sekitar pukul 20.30 WIB.

Ridwan, petugas pemadam kebakaran Lhokseumawe kepada portalsatu.com, Minggu, 27 September 2015, mengatakan pihaknya tidak berhasil memadamkan rumah milik Husaini tersebut.

Menurut Ridwan, rumah tersebut lumayan jauh serta jalan menuju kesana pun terlalu sempit sehingga menyulitkan mobil masuk ke lokasi.

Terkait akibat dari kebakaran tersebut, hingga kini belum diketahui penyebabnya. Namun informasi yang diterima portalsatu.com disebabkan oleh arus pendek. [] (MAL)

Ruko Warga Bebesen Terbakar

Ruko Warga Bebesen Terbakar

TAKENGON – Satu rumah toko (Ruko) milik Mayang Murni, warga Desa Simpang Empat, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, terbakar, Selasa, 22 September 2015, sekitar pukul 09.00 WIB.

Informasi dihimpun portalsatu.com di lokasi kejadian, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, namun kerugian diperkirakan jutaan rupiah.

Api berhasil dipadamkan setelah enam mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Sejauh ini belum diketahui penyebab kebakaran itu, dugaan sementara sumber api dari hubungan arus pendek listrik.

Ruko itu dua lantai. Lantai dasar dulunya digunakan untuk bengkel dan lantai dua tempat tinggal pemilik Ruko. Mulanya, kebakaran itu diketahui anak pemilik Ruko yang berada dalam bangunan itu. Sementara Mayang Murni dan suaminya tengah beraktivitas di luar.

“Saya pergi sekolah. Suami saya pergi ke kebun, hanya anak saya tinggal di rumah, dialah yang mengetahui dasar api dan langsung meminta tolong pada warga sekitar. Saat saya tinggalin rumah pagi tadi, saya pastikan seluruh kompor dan coloan listrik sudah saya matikan,” kata Mayang Murdi ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Mayang, lantai satu Ruko sudah lama tidak difungsikan untuk penjualan peralatan perbengkelan. “Hanya terbakar beberapa sisa bengkel saja, seperti stiker dan beberapa jenis alat bengkel lainnya,” ujarnya.

Di lokasi kebakaran itu sudah dipasang garis polisi.[](idg)

Foto lokasi kebakaran Ruko di Kecamatan Bebesen. @Nusi/portalsatu.com