Tag: karnaval

‘Mematikan’ Karnaval di Aceh

‘Mematikan’ Karnaval di Aceh

Oleh: Muhammad Saifullah

SUNGGUH suatu hiburan gratis yang sangat luar biasa di Aceh dan di Kota Banda Aceh khususnya. Sebuah kegiatan yang banyak menghabiskan anggaran ini tertuang hanya untuk hiburan semata berupa karnaval. Kegiatan hiburan yang hanya untuk dinikmati oleh masyarakat umum secara gratis. Kegiatan yang hanya menyisakan puisng-puing sampah dan kelelahan bagi para peserta dan petugas.

Bulan Juli kemarin, kita telah dihibur dengan kegiatan karnaval yang diadakan pada saat malam menjelang Raya Idul Fitri. Kegiatan ini menjadi lebih istimewa karena dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo. Oleh karena itu, ini merupakan suatu kebanggaan bagi Aceh dan khususnya masyarakat Kota Banda Aceh. Karena jarang sekali kegiatan karnaval seperti ini dihadiri oleh seorang Presiden.

Sebulan kemudian, tepat pada tanggal 18 Agustus kemarin. Masyarakat Aceh dan khususnya Kota Banda Aceh juga baru dihibur dengan kegiatan serupa. Kegiatan yang dibuat dalam memperingati Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia telah banyak meninggalkan euforia dan duka di dalamnya. Sama seperti kegiatan yang telah dilaksanakan pada bulan kemarin, tetapi yang membedakan adalah kegiatan ini diselenggarakan pada siang hari.

Sungguh kegiatan yang luar biasa diselenggarakan oleh Dispora Provinsi Aceh ini. Dengan menampilkan beberapa atraksi yang membuat kita kagum dari para peserta yang telah dihias dengan beberapa pakaian, mulai dari pakaian adat, para pejuang sampai pakaian yang didesain sedemikian rupa. Kegiatan yang diikuti oleh beberapa peserta dari berbagai lembaga dan organisasi masyarakat ini terbilang sukses. Dengan melibatkan peserta dengan tingkatan usia yang berbeda-beda, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Antusias peserta dan masyarakat juga sangat luarbiasa. Terlihat peserta dengan semangat berjalan melenggak-lenggok sambil memakai hiasan yang super ribet dan masyarakat dengan senang hati mengabadikan gambar serta video meski cuaca saat itu tergolong cukup panas.

Di balik semua kegiatan itu, ada beberapa buah bibir yang sangat kurang enak didengar oleh telinga ini. Di mana, pada saat acara karnaval kemarin banyak peserta yang lemas terutama anak-anak karena telah lama menunggu dimulainya acara. Selain itu, waktu yang dipergunakan juga sangat menyita kegiatan untuk melaksanakan ibadah. Karena kegiatan baru dimulai lewat pukul 14.00 WIB sampai hampir tiba waktu maghrib dan waktu salat Ashar terlewati begitu saja. Secara tidak langsung, kegiatan karnaval ini juga telah menjelekkan nama Aceh sebagai daerah Serambi Mekkah atau yang sedang menegakkan syariat Islam.

Kegiatan karnaval bukanlah suatu hiburan semata. Melihat permasalahan yang ada, ini menjadi sebuah tantangan bagi pemerintah Aceh dan pihak penyelenggara. Di mana pemerintah ditantang untuk “Mematikan Kegiatan Karnaval” yang ada di Aceh?

Sudah sepantasnya pemerintah mengambil kebijakan akan hal ini. Mematikan kegiatan karnaval yang penulis maksudkan bukanlah menghentikan. Mematikan yang dimaksud adalah empat aspek dan dampak dari kegiatan tersebut. Keempat aspek tersebut adalah Melestarikan Budaya dan Menjaga Adat, Tingkatkan Ilmu Pengetahuan, Agama, dan Nasionalisme (Mematikan).

Kegiatan karnaval itu harus menjadi alat untuk melestarikan budaya, serta menjaga adat Aceh. Dengan menampilkan kebudayaan-kebudayaan serta adat istiadat Aceh. Mengingat pengaruh globalisasi serta budaya luar yang begitu gencar masuk ke Aceh. Dan melalui karnaval ini kita lestarikan dan memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang kebudayaan yang kita miliki di Aceh.

Selain itu, kegiatan karnaval juga harus memiliki nilai untuk meningkatkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Dengan menampilkan hasil karya yang ditemukan oleh pemuda atau generasi Aceh pada berbagai bidang ilmu pengetahuan. Sehingga menjadi sebuah motivasi bagi masyarakat Aceh dan generasi selanjutnya.

Kegiatan karnaval yang dilaksanakan harus mendukung sektor keagamaan. Di mana kegiatan karnaval dengan menampilkan yang membuat manusia selalu ingat kepada Sang Pencipta. Seperti pada peringatan Tsunami melanda Aceh, dengan menampilkan peragaan para korban pada saat Tsunami dan lemahnya manusia di mata Sang Pencipta. Selain itu, juga menampilkan gambaran penyiksaan manusia saat akhir zaman, dan penampilan yang lainnya.

Dan yang terakhir menampilkan karnaval untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan saling menghormati antara sesama masyarakat. Dengan menampilkan para pahlawan yang berjuang pada saat mempertahankan negara ini dari para penjajah. Terutama para pahlawan dari Aceh, agar masyarakat tahu siapa saja pahlawan yang telah berjasa bagi Indonesia berasal dari tanah rencong.

Kegiatan karnaval itu perlu dilaksanakan, asalkan kegiatan tersebut bukan hanya untuk sebuah hiburan semata. Tetapi juga sebagai pendorong untuk empat aspek ‘Mematikan’ kegiatan karnaval. Di samping itu, waktu yang dipergunakan untuk kegiatan karnaval juga harus diperhatikan agar tidak mengganggu kegiatan beribadah. Alangkah baiknya kegiatan karnaval dilaksanakan pada waktu pagi sampai menjelang zuhur, atau malam setelah waktu salat isya.

Melihat permasalahan yang terjadi pada saat karnaval, pemerintah dan penyelenggara ke depannya harus lebih siap menyelenggarakan kegiatan karnaval ini dengan sebaik-baiknya. Selain itu, pemerintah dan pihak penyelenggara juga harus memperhatikan aspek apa saja yang menjadi target dan apa dampak atau efek dari dilaksanakannya kegiatan. Sehingga kegiatan karnaval yang diselenggarakan bukan hanya menjadi hiburan semata bagi masyarakat Aceh. Namun juga menjadi penambah ilmu pengetahuan, wawasan, serta religius dan bisa menjadi sebuah daya tarik bagi para turis lokal maupun mancanegara untuk sektor pariwisata di Aceh. Sehubungan dengan itu, pemerintah juga harus memberikan imbauan kepada para peserta untuk tidak membuang sampah sembarangan pada saat acara.

Kepada masyarakat yang menyaksikan karnaval juga harus ikut ambil andil dalam kesuksesan acara. Di mana masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melewati batas jalan saat menyaksikan parade karnaval. Meskipun ada pihak dinas kebersihan yang membersihkan tapi apa salahnya kita sedikit meringankan pekerjaan mereka.[] foto: portalsatu.com/Adi Gondrong

Penulis adalah mahasiswa Prodi Sejarah FKIP Unsyiah dan warga Himpunan Mahasiswa Sejarah (HIMAS) FKIP Unsyiah.

Foto: TNI Pamer Alutista di Karnaval Budaya Banda Aceh

Foto: TNI Pamer Alutista di Karnaval Budaya Banda Aceh

BANDA ACEH – Pasukan TNI pamer alutista di “Karnaval Budaya dan Mobil Hias” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 RI, yang dilaksanakan hari ini di Banda Aceh, Selasa, 18 Agustus 2015. Karnaval budaya dan mobil hias tersebut dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, dengan titik start dan finish di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh.[]

pawai adi8
@Adi Gondrong
pawai adi9
@Adi Gondrong
karnaval banda4
@Boy Nashruddin Agus
karnaval banda1
@Boy Nashruddin Agus
Foto: Barongsai dan Tarian Papua Meriahkan Karnaval di Banda Aceh

Foto: Barongsai dan Tarian Papua Meriahkan Karnaval di Banda Aceh

BANDA ACEH – Barongsai dan tarian perang Papua meriahkan “Karnaval Budaya dan Mobil Hias” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 RI, yang dilaksanakan hari ini di Banda Aceh, Selasa, 18 Agustus 2015. Karnaval budaya dan mobil hias tersebut dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, dengan titik start dan finish di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh.[]

pawai adi3 pawai adi pawai adi7 pawai adi6 pawai adi5

Nonton Karnaval Warga Banda Aceh Padati Jalan Protokol

Nonton Karnaval Warga Banda Aceh Padati Jalan Protokol

BANDA ACEH – Warga memadati sejumlah ruas jalan protokol pusat Kota Banda Aceh yang dilintasi parade karnaval, Selasa, 18 Agustus 2015. Tak hanya orang dewasa, beberapa warga bahkan memboyong balita untuk menyaksikan karnaval yang digelar setahun sekali untuk memeriahkan 17 Agustus tersebut.

Adapun sejumlah jalan yang terlihat dipadati warga adalah Jalan STA Mahmudsyah atau jalan menuju Pendopo Gubernur Aceh, persimpangan trafick light Jalan Teungku Chik Di Tiro, Simpang Surabaya, Simpang Jabotape atau sebagian Jalan Teungku Daud Beureueh.[]

warga padati karnaval1 warga padati karnaval warga padati karnaval2

Pelajar Lhokseumawe Meriahkan Karnaval

Pelajar Lhokseumawe Meriahkan Karnaval

LHOKSEUMAWE – Siswa dari TK, SD, SMP, hingga SMA mengikuti karnaval dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia di Lhokseumawe, Selasa, 18 Agustus 2015. Tidak hanya siswa, tradisi tahunan untuk memeriahkan HUT RI tersebut kali ini juga diikuti oleh puluhan kereta hias dari TNI dan polisi.

“Karnaval ini merupakan momentum bagi masyarakat agar kembali meningkatkan kecintaannya terhadap adat-istiadat yang telah lahir di Nusantara, khususnya adat istiadat kedaerahan,” ujar Wali Kota Suaidi Yahya usai melepas peserta pawai di Lapangan Hiraq Kota Lhokseumawe.

Mayoritas peserta pawai menggunakan baju adat dari seluruh Nusantara, baik Aceh hingga Papua. Selain baju adat, para siswa juga mengenakan pakaian menyerupai dokter, tentara, polisi, petani badut, hingga teroris, serta hantu yang terkenal di Indonesia seperti suster ngesot dan pocong. Peserta berjalan kaki mengikuti rute yang telah ditentukan. Sementara murid-murid TK menggunakan mobil. Pawai ini juga dimeriahkan dengan konvoi kendaraan hias seperti tank, helikopter dan lainnya.

Warga turut memadati rute lokasi karnaval, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Masyarakat juga tak segan-segan memberi tepuk tangan saat peserta pawai lewat, terutama dengan pakaian-pakaian unik.[](bna)