Tag: kapolda

Kapolda Aceh Imbau Mahasiswa Jauhi Narkoba

Kapolda Aceh Imbau Mahasiswa Jauhi Narkoba

BANDA ACEH – Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol Husein Hamidi menghimbau kepada seluruh pemuda, khususnya mahasiswa, untuk menjauhi berbagai macam jenis narkoba. Hal itu disampaikan saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Syiah Kuala, di Darussalam, Banda Aceh, Sabtu, 29 Agustus 2015.

“Generasi muda harus menjauhi narkoba dan seluruh elemen masyarakat harus bersatu untuk memberantas narkoba,” kata Husen Hamidi dalam kuliah umumnya.

Kapolda juga mengatakan kepolisian tidak pandang bulu dalam memberantas penyalahgunaan narkoba tersebut. Menurutnya oknum polisi yang terbukti positif memakai narkoba pun akan dipecat.

“Setelah tes urin ada banyak polisi yang positif pakai narkoba dan 40 orang sudah dipecat karena dikhawatirkan akan merembes ke yang lain,” kata Kapolda Aceh itu.[](bna)

Laporan: M Fajarli Iqbal

Kapolri Minta Kapolda Siapkan Pengamanan Pilkada Serentak

Kapolri Minta Kapolda Siapkan Pengamanan Pilkada Serentak

JAKARTA – Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin melantik delapan kepala kepolisian daerah di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/6/2015). Kepada mereka, Badrodin mengingatkan agar mereka segera menyusun langkah persiapan untuk menghadapi pemilihan kepala daerah secara serentak.

“Saya minta dipersiapkan sebaik-baiknya, termasuk persiapan pilkada serentak,” kata Badrodin.

Badrodin mengatakan, pelaksanaan pilkada serentak memiliki potensi kerawanan yang tinggi. Oleh sebab itu, segala bentuk keamanan harus dipersiapkan secara maksimal.

“Kita persiapkan dari awal. Berbagai persoalan-persoalan yang harus kita antisipasi agar tidak menjadi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat umat Muslim di seluruh Indonesia juga akan menghadapi bulan suci Ramadhan, yang kemudian perayaan Idul Fitri. Ia mengimbau agar semua kapolda mempersiapkan pengamanan, terutama saat arus mudik.

Selain delapan kapolda, lima perwira tinggi juga dilantik pada hari ini. Berikut nama-nama perwira tinggi dan kapolda yang dilantik:

1. As SDM Kapolri dari Irjen Haka Astana digantikan Irjen Sabar Rahardjo

2. Asops Kapolri dari Irjen Arif Wachyunadi digantikan Irjen Unggung Cahyono

3. Asrena Irjen Tito Karnavian digantikan Irjen Arif Wachyunadi

4. Kadivkum Polri dari Irjen Moechgiyarto digantikan Irjen Mochamad Irawan

5. Kadiv Propam Brigjen (Pol) Raden Budi Winarso

6. Kapolda Metro Jaya dari Irjen Unggung Cahyono digantikan Irjen Tito Karnavian

7. Kapolda Jabar dari Irjen Mochamad Iriawan digantikan Irjen Moechgiyarto

8. Kapolda Lampung dari Brigjen (Pol) Heru Winarko digantikan Brigjen (Pol) Edward Syah Pernong

9. Kapolda Jambi dari Brigjen (Pol) Bambang Sudarisman digantikan Brigjen (Pol) Lutfi Lubihanto

10. Kapolda Kalsel dari Brigjen (Pol) Machfud Arifin digantikan Brigjen (Pol) Agung Budi Maryoto

11. Kapolda Kalteng dari Brigjen (Pol) Bambang Hermanu digantikan Brigjen (Pol) Frakhrizal

12. Kapolda NTB dari Brigjen (Pol) Srijono digantikan Brigjen (Pol) Umar Septono

13. Kapolda Maluku Utara dari Brigjen (Pol) Sobri Effendy Surya digantikan Brigjen (Pol) Imam Budi Supeno.[] sumber: kompas.com

 

Kapolri Lantik Delapan Kapolda Baru

Kapolri Lantik Delapan Kapolda Baru

JAKARTA – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti hari ini, Jumat 12 Juni 2015, akan melantik delapan Kapolda yang baru. Hal itu sesuai dengan Surat Telegram yang ditandatangani oleh Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan, yang bernomer ST/1242/2015 dan ST/1243/VI/2015 yang berisi pengumuman sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah yang dirotasi jabatannya.

“Sumpah yang akan disaksikan oleh yang hadir dan Tuhan Yang Maha Kuasa. Apabila melanggar sumpah akan menjadi pertanggungjawaban,” kata Badrodin saat melantik.

Kapolda yang dilantik di antaranya, jabatan Kapolda Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). Jabatan Kepala Polda Metro Jaya yang kini dijabat Inspektur Jenderal Polisi Unggung Cahyono diganti M. Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Dia sebelumnya menjabat Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Polri sejak 16 Juli 2014. Sedangkan Unggung Cahyono dirotasi menjabat Asisten Operasi Kepala Polri.

Selain melantik Kapolda, Badrodin juga akan melantik sejumlah perwira tinggi lainnya. Misalnya saja, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (AS SDM) Irjen Sabar Rahardjo yang menggantikan Irjen Haka Astana. Lalu, Asisten Operasional Kapolri (Asops) Irjen Unggung Cahyono menggantikan Irjen Arif Wachyunadi.

Kemudian, Asisten Perencanaan (Asrena) Irjen Arif Wachyunadi menggantikan Irjen Tito Karnavian, Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri Irjen Mochamad Irawan menggantikan Irjen Moechgiyarto dan Kepala Divisi Propam Polri Brigjen Raden Budi Winarso.

Berikut daftar Kapolda lainnya yang dilantik hari ini:

– Kepala Polda Jawa Barat. Posisi itu sebelumnya dijabat Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan dan kini digantikan Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto, yang sebelumnya menjabat Kepala Divisi Hukum Mabes Polri. Mochamad Iriawan dipindahkan menjabat Kepala Divisi Hukum Mabes Polri.

– Kepala Polda Kalimantan Selatan. Posisi itu sebelumnya dijabat Brigadir Jenderal Polisi Machfud Arifin dan kini digantikan Brigadir Jendral Agung Budi Maryato. Sedangkan jabatan baru Machfud sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi Mabes Polri.

– Kepala Polda Kalimantan Tengah. Posisi itu sebelumnya dijabat Brigadir Jenderal Polisi Bambang Hermanu dan digantikan oleh Brigjen Pol Frakhrizal, yang sebelumnya menjabat Karopamil Karowabprof Divpropam Polri. Bambang Hermanu dimutasi sebagai perwira tinggi Polri dalam rangka PD Wantannas.

– Kepala Kapolda Lampung. Posisi itu sebelumnya dijabat Brigadir Jenderal Polisi Heru Winarko dan digantikan Brigjen Pol Edward Syah Pernong, yang sebelumnya menjabat sebagai Karorenmin Mabes Polri. Heru Winarko dimutasi sebagai SSDM Polri guna penugasan di Kemepolhukam.

– Kepala Polda Maluku Utara. Posisi itu sebelumnya dijabat Brigadir Jenderal Polisi Sobri Efeendy Surya dan kini digantikan Brigadir Jenderal Polisi Imam Budi Supeno, yang sebelumnya menduduki jabatan sebagai Dirpolair Baharkam Polri.

-Kapolda Jambi, yang sebelumnya dijabat oleh Brigjen Pol Bambang Sudarisman diganti oleh Brigjen Luti Lubihanto.

– Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) sebelumnya dijabat oleh Brigadir Jenderal Polisi Srijono digantikan oleh Brigjen Umar Septono.[] sumber: viva.co.id

Mengapa Din Minimi Belum Tertangkap? Ini Kata Kapolda

Mengapa Din Minimi Belum Tertangkap? Ini Kata Kapolda

LHOKSEUMAWE –  Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi mengatakan polisi belum berhasil menangkap Nurdin alias Din Minimi lantaran pimpinan komplotan bersenjata api itu berpindah tempat persembunyian.

Dia (Din Minimi) terus saja berpindah-pindah tempat, dan seperti kita ketahui medan cukup luas di Aceh Utara dan Aceh Timur, tapi terus kita lakukan pengejaran,” ujar Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi menjawab wartawan saat konfrensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Senin, 13 April 2015.

Menurut Kapolda, komplotan bersenjata dipimpin Din Minimi terlibat berbagai kasus kriminal di wilayah hukum Polres Aceh Timur, Aceh Utara, dan Lhokseumawe, termasuk penculikan dan penembakan yang menewaskan dua intelijen TNI di Nisam Antara, Aceh Utara, 23 Maret 2015.

“Telah terjadi 10 kasus kekerasan bersenjata api yang dilaporkan kepada Polri melalui Polres setempat, yaitu Aceh Timur, Aceh Utara, dan Lhokseumawe, sejak 2014 hingga 2015,” kata Kapolda Husein.

Kapolda Husein menyebut tim gabungan Polda Aceh, Polres Lhokseumawe, Aceh Utara dan Aceh Timur telah menangkap 13 anggota komplotan Din Minimi sejak November 2014 hingga April 2015. Ke-13 tersangka berinisial JN, MR, SH, AR, IR, MS, MM, YM, ND, MA, DK, AR, dan RS. Mereka ada yang ditangkap di Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Riau.

“DPO (daftar pencarian orang) 10 orang lagi dari kelompok DM (Din Minimi, red), mereka berpindah-indah tempat persembunyian,” ujar Kapolda Husein didampingi Kabid Humas Polda Aceh AKBP T. Saladin dan Kapolres Lhokseumawe AKBP Cahyo Hutomo.

Ditanya kapan akan berakhir penyisiran di Nisam Antara dan sekitarnya, Kapolda Husein mengatakan, “Sampai semua tersangka tertangkap. Selain mencari tersangka dari kelompok DM itu, kita turun ke Nisam juga untuk memberi perlindungan kepada masyarakat agar dapat beraktivitas secara normal”.

“Posisi  TNI (dalam operasi itu) diperbantukan, awalnya diturunkan dua SSK (Satuan Setingkat Kompi) TNI, sebagian sudah ditarik,” ujar Kapolda Aceh itu.

Sebelumnya, anggota DPRA Azhari alias Cage mengataan penting  adanya batas waktu operasi pengejaran kelompok bersenjata agar situasi Nisam Antara agar masyarakat dapat merasa nyaman kembali untuk beraktivitas di kebun secara normal.  Cagee yang merupakan politisi Partai Aceh menyebut hal itu menanggapi masyarakat setempat yang mempertanyakan sikap Pemerintah Aceh dan DPRA. (Baca: Masyarakat Nisam Antara Pertanyakan Sikap DPR Aceh).[]

Kapolda: Penembak Dua TNI dari Komplotan Din Minimi

Kapolda: Penembak Dua TNI dari Komplotan Din Minimi

LHOKSEUMAWE –  Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi mengungkapkan bahwa penculikan dan penembakan yang menewaskan dua intelijen TNI di Nisam Antara, Aceh Utara, dilakukan komplotan Nurdin alias Din Minimi.

“(Dari 13 anggota komplotan Din Minimi yang sudah ditangkap) ada yang ikut dalam kelompok DM (Din Minimi, red) saat terjadi penculikan terhadap dua anggota (intelijen) Kodim Aceh Utara. Yang sudah tertangkap, ada yang ikut dan melihat kejadian itu, tapi kita belum tahu siapa eksekutornya (penembak dua intelijen TNI),” ujar Kapolda Husein Hamidi menjawab para wartawan di Mapolres Lhokseumawe, Senin, 13 April 2015.

Dua intelijen TNI yang diculik dan ditembak hingga tewas di Nisam Antara, Aceh Utara, adalah Sertu Indra Irawan dan Serda Hendrianto. Insiden tersebut terjadi pada 23 Maret 2015.

Kapolda Husein menyatakan sejauh ini pihaknya belum mengetahui motif kasus penculikan dan penembakan yang menewaskan dua intelijen TNI tersebut. “Belum, masih terus kita kembangkan,” kata Husein didampingi Kabid Humas Polda Aceh AKBP T. Saladin dan Kapolres Lhokseumawe AKBP Cahyo Hutomo.

Menurut Kapolda, tidak menutup kemungkinan anggota komplotan Din Minimi menculik dan menembak dua intelijen TNI dari Kodim Aceh Utara itu lantaran merasa sakit hati kepada TNI yang turut membasmi ladang ganja.

Ada kemungkinan sakit hati karena Polri dan TNI selama ini gencar membasmi ladang ganja, dan memberantas narkoba jenis lainnya di Aceh,” ujar Kapolda Husein.

Ketika ditanyakan apakah komplotan Din Minimi juga berbisnis ganja atau terlibat mafia narkoba di Aceh, Kapolda Husein mengatakan, “Kita belum tahu, masih terus kita kembangkan”.

Akan tetapi, Kapolda Aceh itu menyatakan bahwa kasus-kasus penculikan lainnya—di luar kasus yang menewaskan dua intelijen TNI—yang dilakukan komplotan Din Minimi semuanya bermotif ekonomi.

“Kasus-kasus kekerasan atau penculikan yang terjadi di Aceh Timur dan Aceh Utara yang dilakukan kelompok DM, itu motif ekonomi, dan ini sangat meresahkan masyarakat, sehingga kita terus memburu mereka yang belum tertangkap, termasuk DM,” ujar Kapolda Husein.

Sebelumnya dalam konfrensi pers itu, Kapolda Husein menyebut  sejak November 2014 sampai 10 April 2015, polisi telah berhasil menangkap 13 tersangka dari komplotan Din Minimi. Ke-13 tersangka berinisial JN, MR, SH, AR, IR, MS, MM, YM, ND, MA, DK, AR, dan RS. Mereka ada yang ditangkap di Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Riau.

“Dari 13 tersangka itu, tujuh di antaranya berhasil ditangkap setelah tanggal 23 Maret 2015 (paska-insiden penembakan dua intelijen TNI di Nisam Antara, Aceh Utara),” kata Kapolda Husein.

Selain itu, kata Kapolda Husein, polisi berhasil menyita barang bukti tujuh pucuk senjata api dan 1.620 butir amunisi di Aceh Utara.[]

Kapolda: Narkoba Semakin Merajalela di Aceh

Kapolda: Narkoba Semakin Merajalela di Aceh

BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi mengatakan tingkat kejahatan narkoba semakin tinggi. Aceh yang sebelumnya hanya menjadi daerah konsumen kini ikut andil menjadi daerah produsen.

Hal ini disampaikan Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi dalam pertemuan dengan Kodam Iskandar Muda dan DPR Aceh di ruang serbaguna DPR Aceh, Banda Aceh, Rabu, 1 April 2015.

Husein Hamidi turut mengajak seluruh aparat dan seluruh lapisan masyarakat Aceh untuk berhati-hati terhadap peredaran narkoba yang semakin merajalela. Kapolda mengatakan kawasan peredaran narkoba di Aceh meliputi pelosok pedesaan.

Di sisi lain, kata Husein, Aceh merupakan produsen ganja terbesar di Asia Tenggara setelah Thailand. Beberapa kabupaten di Aceh seperti Aceh Besar, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah dan Aceh Utara adalah daerah yang selalu menjadi target operasi.

“Peredaran narkoba makin merajalela di Aceh, bukan hanya ganja tapi juga sabu-sabu,” kata Kapolda.

Kapolda mengatakan, “peredaran narkoba jenis sabu, umumnya lewat jalur laut dan udara. Sedangkan jenis ganja memalui jalur darat.”[] (bna)