Tag: kapal

Penumpang Kapal Perintis Keberatan Diturunkan di Calang

Penumpang Kapal Perintis Keberatan Diturunkan di Calang

MEULABOH – Para penumpang kapal perintis “KM Sabuk Nusantara 35” jurusan Kabupaten Simeulue-Kabupaten Aceh Barat, keberatan diturunkan di Dermaga Pelabuhan Calang, Kabupaten Aceh Jaya.

Kapten KM Sabuk Nusantara 35 Capt Zulhaimi Amir di Meulaboh, Sabtu, mengatakan penumpang diangkut rutin dua kali dalam sebulan dari Dermaga Simeulue ke Meulaboh (Kabupaten Aceh Barat), namun mereka tidak terima harus turun ke Calang karena memakan waktu lima jam dan menambah biaya kos.

“Syahbandar Calang memaksa pihak kami tetap harus menurunkan penumpang ke sana, sementara warga Simeulue yang mau ke Meulaboh ini komplin sebab harus mengeluarkan biaya lebih besar lagi,” katanya.

Selain harus menambah ongkos kapal senilai Rp10.000, penumpang menolak karena di Kabupaten Aceh Jaya terbatas transportasi darat yang disediakan untuk mengangkut penumpang setelah dari kapal menuju kota tujuan.

Capt Zulhaimi menjelaskan, penumpang yang diangkut KM Sabuk Nusantara 35 dari dermaga Simeulue mencapai 100-an/trayek dengan tujuan Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Banda Aceh dengan ongkos Rp60.000/orang.

“Bila turun disana penumpang harus membayar Rp70.000/orang, sebenarnya kita ke sana sudah punya trayek ditentukan, jadi kalau kami tidak merapat ke Calang kami diancam dilaporkan ke Gubernur Aceh,” tegasnya.

Jelasnya, KM Sabuk Nusantara 35 memiliki trayek berangkat dalam sebulan dari Teluk Bayur-Kelok-Teluk Dalam-Sibolga-Gunung Sitoli-Singkil-Pulau Banyak (Susoh)-Sinabang (Simeulue)-Meulaboh dan termasuk Calang (Kabupaten Aceh Jaya).

Sementara itu Kepala Syahbandar Kabupaten Aceh Jaya Amrul yang dikonfirmasi membantah tudingan pemaksaan dari pihaknya, karena secara aturan KM Sabuk Nusantara 35 memiliki trayek menuju Dermaga Calang.

“Kita tidak memaksa mereka merapat kemari karena itu memang sudah ada dalam rute trayek. Kita juga tidak meminta mereka harus merapat kemari diluar trayek telah ditentukan pemerintah,” tegasnya.

Jelasnya, KM Sabuk Nusantara 35 merupakan kapal perintis yang dibiayai oleh negara, demikian pula trayeknya sudah ditentukan kewenangannya oleh pimpinan di daerah dalam hal ini adalah Gubernur Aceh.

Dia menegaskan, apabila masyarakat tetap komplin dan menolak harus turun di Aceh Jaya, hal itu disampaikan kepada kepala daerah (bupati) masing-masing sehingga disampaikan dan diketahui langsung Gubernur Aceh.

“Nahkoda itu posisinya membawa kapal secara aman dan selamat, tidak ada urusan dengan menyikapi komplin atau segala macam dari penumpang. Kapal perintis itukan milik pemerintah dan semua operasionalnya sudah ditentukan,” katanya menambahkan. | sumber: antara

 

Kejaksaan Negeri Lhoksukon Musnahkan Barang Bukti Kapal Pukat Trawl

Kejaksaan Negeri Lhoksukon Musnahkan Barang Bukti Kapal Pukat Trawl

LHOKSUKON – Kejaksaan Negeri Lhoksukon memusnahkan barang bukti kapal pukat trawl KM Rezeki Nawan 2 di TPI Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Selasa, 25 Agustus 2015 pagi. Proses pembakaran kapal tersebut bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara.

Selain kapal, petugas turut memusnahkan satu jaring pukat trawl, satu GPS navigator, tiga tong fiber dan satu unit tas berisikan dokumen kelengkapan kapal.

Hadir di lokasi, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lhoksukon Fahmi Jalil, SH, Kapolres Aceh Utara AKBP Anang Triarsono, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Eka Oktavian Wahyu Cahyono, perwakilan Pengadilan Negeri Lhoksukon M Zainal Hasan, SH dan sejumlah pejabat penting lainnya.

Kapal yang dimusnahkan itu merupakan milik terdakwa Jaidani alias Wak Dan bin Johan, 39 tahun, warga Julok, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

“Barang bukti kapal itu dimusnahkan setelah putusan inkrah dan adanya ketetapan hukum tetap dari Pengadilan Negeri Lhoksukon. Selain itu kami juga telah berkoordinasi dengan pihak dinas terkait,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Teuku Rahmatsyah, SH, MH, melalui Kasi Pidum Fahmi Jalil SH kepada portalsatu.com.

Ia mengatakan kapal tersebut sempat direncanakan akan dieksekusi di perairan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Namun karena kapal tidak bisa dipindahkan, makanya dieksekusi di TPI Pusong dengan cara dibakar.

“Kapal itu ditangkap pada awal Februari 2015 lalu di perairan Tanah Jambo Aye oleh tim Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Lhokseumawe dan Detasemen Brimob Kompi 4 Jeulikat. Dalam kasus itu, pemilik kapal sekaligus terdakwa dijatuhi hukuman pidana 2 tahun 8 bulan penjara dengan denda 1 Miliar, subside 4 bulan penjara,” ujarnya.[](bna)

Direktur PT Pelindo I: Baru Dua Importir yang Beraktivitas di Pelabuhan Krueng Geukueh

Direktur PT Pelindo I: Baru Dua Importir yang Beraktivitas di Pelabuhan Krueng Geukueh

BANDA ACEH – Direktur PT Pelindo I Cabang Lhokseumawe, Wayan, mengatakan baru dua importir yang beraktivitas di Pelabuhan Krueng Geukuh sejak dibuka 2013 lalu.

“Satu importir dengan menggunakan kapal kayu dan satu importir yang menggunakan kapal peti kemas,” katanya dalam rapat dengan Komisi I DPR Aceh, Senin, 29 Juni 2015.

Wayan mengatakan saat ini pihaknya sudah memberikan kemudahan-kemudahan bagi para importir, sehingga barang-barang yang selama ini diekspor melalui pelabuhan di luar Aceh mau dialihkan ke Pelabuhan Krueng Geukuh.

Namun dia menilai hingga kini belum terlihat adanya kebijakan yang memudahkan importir di Aceh. “Sehingga Pelabuhan Krueng Geukuh yang baru mencoba untuk bergerak belum menjadi pilihan para pengusaha,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh, Saifullah, mengatakan pihaknya tidak pernah membedakan perlakuan antara importir pengguna kapal kayu dengan importir pengguna peti kemas.

“Oleh karena itu saya berharap kepada pihak DPR Aceh agar mendorong pengusaha Aceh untuk melakukan aktivitas ekspor-impor melalui Pelabuhan Krueng Geukuh,” katanya.[](bna)

Kapal Pesiar Kandas di Segitiga Bermuda

Kapal Pesiar Kandas di Segitiga Bermuda

BERMUDA – Kapal pesiar, The Norwegian Dawn, kandas di dekat kawasan Laut Bermuda pada Selasa sore waktu setempat. Kapal mewah yang tengah berlayar dari Bermuda menuju Boston itu menabrak karang di lepas pantai Bermuda.

Dikutip Dream dari Daily Mail, Rabu 20 Mei 2015, kapal yang dioperasikan oleh Norwegian Cruise Line ini mendadak kehilangan daya dorong. Saat dilakukan perbaikan, kapal yang mengangkut 3.502 orang –terdiri dari 2.443 penumpang dan 1.059 kru– itu, menabrak karang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 5 sore.

Norwegian Cruise Line menyatakan kapal nahas itu mengalami kerusakan sistim kemudi sesaat setelah berangkat dari Bermuda. Oleh karena itu kapal berlayar dengan jarak tak terlalu jauh dari pantai. Saat itulah kapal berbobot 92 ton itu tersangkut karang. Kapal itu terjebak sampai air pasang.

“Penggerak kapal mengalami masalah, dan saat itu kapal mengalami kontak dengan dasar pantai,” demikian pernyataan Norwegian Cruise Line. “Semua tamu dan kru selamat.”

Salah satu penumpang, Rachel Hansen, mengaku mengalami hentakan yang luar biasa saat makan bersama keluarga di ruang makan kapal. Remaja 19 tahun dari Londonderry, New Hampshire, itu mengatakan kapten kapal segera memberi tahu situasi itu.

Hansen dan keluarga kemudian pergi ke luar ruang makan. Mereka melihat tumpukan lumpur di bagian haluan kapal. Menurut Hansen, sang kapten mengumumkan bahwa pintu kapal di lantai bawah telah disegel dan tamu tidak diperbolehkan turun.

Penumpang yang berada di dek ke empat, termasuk keluarga Hansen, diminta untuk mengeluarkan harta benda mereka dari kapal. Dek empat itu merupakan bagian terendah dari 11 dek untuk penumpang.

Beruntung, bantuan datang pada Rabu pukul 8 pagi. Dua tug boat merapat ke The Norwegian Dawn. Tug boat itu kemudian menarik kapal pesiar itu. Selain itu, delapan kapal kecil juga bersiaga di sekitar The Norwegian Dawn.[] sumber: dream.co.id