Tag: kapal TKI karam

[FOTO]: Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Malaysia

[FOTO]: Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Malaysia

KUALA LUMPUR – Jumlah WNI yang meninggal dalam kecelakaan kapal di Malaysia dilaporkan bertambah. Hingga kini 24 orang dilaporkan tewas. Dari jumlah itu, 19 di antaranya merupakan perempuan dan lima laki-laki. Seluruh jenazah akan dibawah ke Rumah Sakit Ipoh untuk keperluan post-mortem.

Pihak KBRI pun mengkhawatirkan bahwa jumlah korban tewas akan terus bertambah. Ini mengingat adanya pengakuan dari korban selamat yang menyebutkan jumlah penumpang mencapai sekitar 70 orang. Berikut ini beberapa foto yang memperlihatkan proses evakuasi sebagaimana dilansir sejumlah media Malaysia:

evakuasi kapal karam-1@thestar-com-my

Penumpang perahu terbalik yang diselamatkan oleh nelayan tiba di dermaga Hutan Melintang di Perak @thestar.com.my

evakuasi kapal karam-2@thestar-com-my

Petugas mengevakuasi salah seorang korban kapal terbalik yang selamat dari musibah yang terjadi pada dini hari Kamis, 3 September 2015 @thestar.com.my

evakuasi kapal karam-4@hmetro-com-my

Petugas mengevakuasi jenazah korban kapal tenggelam di perairan Selangor, Malaysia pada Kamis dini hari, 3 September 2015 @hmetro.com

WARIS mangsa yang tidak dapat menahan kesedihan. FOTO Muhammad Apendy Issahak

Amiruddin Tolam menangisi kepergian istrinya, Winda Mandasari, yang menjadi salah satu korban kapal karam. Winda berasal dari Medan, Sumatera Utara @hmetro.com.my/Muhammad Apendy Issahak

HUTAN MELINTANG, 3 Sept -- Sebahagian dari 14 mayat pendatang asing tanpa izin (PATI) warga Indonesia yang ditemui sehingga petang ini dibawa ke Jeti Hutan Melintang.
Kira-kira 70 PATI dikhuatiri lemas selepas bot yang mereka naiki karam di lokasi 9 batu nautika dari Tanjung Sauh, Selangor.
Sehingga petang ini, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia menemui 14 mayat dan menyelamatkan 19 yang lain.
-- fotoBERNAMA (2015) HAK CIPTA TERPELIHARAPetugas mengevakuasi jenazah korban kapal tenggelam di perairan Selangor, Malaysia pada Kamis dini hari, 3 September 2015 @bernama.com.

Tragedi Kapal Karam, Wakil PM Malaysia; Jangan Hanya Berpikir Uang Ringgit

Tragedi Kapal Karam, Wakil PM Malaysia; Jangan Hanya Berpikir Uang Ringgit

KUALA LUMPUR – Pihak otoritas Malaysia untuk sementara akan menahan 19 WNI yang selamat dari kapal karam selama 14 hari mendatang untuk penyelidikan lebih lanjut. Mereka ditahan di kantor operasi Badan Penegakan Maritim Malaysia (APMM).

Sebagaimana diberitakan media lokal Malaysia, Harian Metro, Jumat, 4 September 2015, perintahan penahanan tersebut dikeluarkan oleh pejabat terkait Masjitret Shah Pahlawan Abdul Halim.

Ke-19 WNI tersebut terdiri dari 18 pria dan satu wanita, mereka akan diperiksa terkait Pasal 5 (2) Akta Imigrasi 1959/63 karena masuk dan keluar dari Malaysia secara ilegal. Selain itu penyelidikan juga akan dilakukan terkait Pasal 26J UU Anti Perdagangan Orang dan Anti Penyelundupan Migram 2007.

“Semua yang ditahan kini ditempatkan di kantor operasi APMM Daerah Maritim Klang untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Abdul Halim seperti dilansir Harian Metro.

Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, turut memberikan komentarnya atas kejadian ini. Ia mengatakan pihak-pihak yang telah ‘mengorbankan’ Pekerja Asing dan Imigran Ilegal (PATI) sehingga menjadi korban kapal karam tersebut harus mendapatkan tindakan keras.

Seperti diberitakan harian Bernama, penindakan itu diambil terkait undang-undang antiperdagangan manusia dan penyelundupan imigran (Atipsom) yang memberikan hukuman berat.

“Saya harap mereka tahu bahwa Atipsom diberlakukan beberapa waktu yang lalu. Pihak APMM (Badan Penegakan Maritim Malaysia) dan PDRM (Polis Diraja Malaysia akan melakukan penyelidikan untuk memperoleh informasi berkenaan dan saya ingin memberitahu mereka yang telah ‘memangsakan’ PATI ini bahwa tindakan undang- undang di bawah Atipsom adalah berat, ” katanya, Jumat, 4 September 2015.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers setelah meninjau operasi pencarian dan penyelamatan korban kapal karam di Dermaga Hutan Melintang hari ini.

Ahmad Zahid juga meminta berbagai pihak agar menghentikan kegiatan penyelundupan PATI ke negara itu tanpa memikirkan aspek keamanan.

“Jangan hanya berpikir uang ringgit, pikir nyawa manusia … saya minta mereka hentikan semua perencanaan mereka ini,” katanya.[]

Foto: Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi @thestar.com.my

14 TKI Tenggelam di Malaysia, PM Najib Razak Sampaikan Duka Cita

14 TKI Tenggelam di Malaysia, PM Najib Razak Sampaikan Duka Cita

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, menyampaikan duka cita atas meninggalnya belasan WNI di perairan Sabak Berenam, Selangor, Malaysia pada Kamis dini hari, 3 September 2015.

“Kejadian bot karam di Sabak Bernam menyedihkan. Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) akan terus cari dan menyelamat. Al-Fatihah dan takziah kepada keluarga penumpang yang terkorban,” tulis Najib dalam laman Twitternya hari ini seperti dilansir media Malaysia bernama.com, Jumat, 4 September 2015.

Seperti diberitakan sebelumnya, 14 WNI tewas dalam musibah kapal karam di perairan Sabak Berenam, Selangor, Malaysia.

“Informasi dari tim SAR yang dikerahkan ke lokasi, korban selamat 20 orang dan yang tewas 14 orang, yang terdiri dari 13 perempuan dan satu laki-laki. Korban selamat dibawa ke kantor polisi hutan melintang, sementara korban tewas disemayankan di RS Teluk Intan,” kata Dubes Herman Prayitno seperti dilansir antaranews.com, Kamis, 3 September 2015.

“Menurut nelayan yang melaporkan jumlah penumpang kapal berjumlah 100 orang, tetapi menurut laksamana kapal itu maksimal 70 orang berdasarkan ukuran kapal,” lanjut Herman.

Herman menyebutkan bahwa kapal tersebut tenggelam di daerah Sabak Berenam, negara bagian Selangor, yaitu 10 mil dari pantai Malaysia. Kapal yang tenggelam itu adalah jenis kapal kayu dengan ukuran panjang sekitar 15 meter dengan lebar tiga meter.

Kecelakaan kapal tersebut dilaporkan oleh nelayan Malaysia pada pagi hari pukul 10.30 waktu setempat.

Berdasarkan laporan yang diterima, kata Dubes Herman, kapal itu diduga tenggelam akibat jumlah penumpang yang melebihi kapasitas kapal.

“Jumlah penumpang yang melebihi kapasitas inilah yang dipercaya menjadi penyebab tenggelamnya kapal karena cuaca relatif cerah. Dipercaya kapal tenggelam pada pukul 03.00 pagi dalam perjalanan menuju Tanjung Balai Asahan,” ungkap dia.

Seperti diberitakan bernama.com, Laksamana Pertama Maritim Daerah Klang, Mohd Aliyas Hamdan, mengatakan boat tersebut dalam perjalanan menuju Tanjung Balai, Sumatera Utara. Menurut Aliyas, mayoritas penumpang kapal akan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idul Adha.

Pihaknya mengerahkan empat kapal, empat boat dan sebuah helikopter untuk melakukan pencarian.

Beredar kabar WNI yang meninggal tersebut merupakan TKI asal Provinsi Aceh. Konsulat Malaysia di Medan yang dihubungi portalsatu.com pagi tadi belum bisa memastikan hal tersebut. Mereka masih mengumpulkan informasi dan baru bisa dipastikan siang nanti.

Pihak Kementerian Luar Negeri yang dihubungi portalsatu.com juga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Mereka masih terus berkoordinasi dengan pihak Malaysia dan KBRI di sana.[]

Foto: korban kapal karam yang membawa WNI di perairan Sabak Berenam, Selangor, Malaysia @bernama.com