Tag: kapal karam

Jenazah Warga Aceh Timur Korban Kapal Karam Malaysia Akhirnya Dibawa Pulang

Jenazah Warga Aceh Timur Korban Kapal Karam Malaysia Akhirnya Dibawa Pulang

IDI RAYEUK- Muhammad Nandar, salah satu korban tewas dalam musibah kapal karam di Malaysia dibawa pulang dari Bandara SIM Blang Bintang ke Gampong Seuneubok Pangoe, Aceh Timur, Rabu, 7 Oktober 2015.

“Ya, Muhammad Nandar merupakan warga kita yang musibah dalam kejadian di perairan Malaysia. Untuk saat ini kami bersama warga sedang menunggu kedatangan jenazahnya. Diperkirakan jenazahnya sampai ke sini sekitar pukul 23.00 WIB,” ujar Geuchik Desa Seuneubok Pangoe, Teungku Idris, kepada portalsatu.com sekitar pukul 20.00 WIB tadi.

Sebelumnya diberitakan perahu yang dinaiki oleh WNI karam di Perairan Sabak Bernam, Selangor, Malaysia pada kedudukan 9 mil laut barat daya, Tanjung Sauh, pada Kamis, 3 September 2015.

Perahu itu dinaiki sekitar 70 orang pendatang ilegal asal Indonesia yang diduga berangkat dari Kuala Sungai Bernam menuju Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.[](bna)

Jenazah Korban Kapal Karam Kembali Dipulangkan ke Aceh

Jenazah Korban Kapal Karam Kembali Dipulangkan ke Aceh

LHOKSUKON – Juharen binti Kamaruddin, warga Drien Puntong, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara yang menjadi salah seorang  korban kapal karam di perairan Sabah Bernam, Malaysia  dilaporkan tiba di Aceh, Jumat, 02 Oktober 2015.

Informasi yang diterima Portalsatu.com, dari rumah duka jenazah Juharen akan tiba di rumah duka sekitar pukul 22.00 WIB dari Banda Aceh dengan menggunakan ambulan.

Kamaruddin, ayah kandung Juharen menyebutkan jenazah anaknya itu teridentifikasi setelah dirinya dan istrinya ( ibu kandung Juharen-red) dilakukan tes DNA oleh tim Dokkes Polda Aceh didampingi tim Dokkes Polres Lhokseumawe.

Hingga berita ini diturunkan, terlihat sejumlah masyarakat telah menunggu kedatangan jenazah juharen. [] (mal)

Video: Pemerintah Aceh Sambut 12 Warga Korban Kapal Karam di Bandara SIM

Video: Pemerintah Aceh Sambut 12 Warga Korban Kapal Karam di Bandara SIM

BANDA ACEH- Korban kapal karam yang selamat di Perairan Sabak Bernam Malaysia beberapa Minggu lalu dipulangkan Selasa, 22 September 2015, melalui Bandara SIM.

Korban selamat diantarkan oleh Perwakilan BNP2TKI Pusat dan diserahkan kepada Pemerintah Aceh yang akan diterima oleh Wakil Gubernur, Muzakir Manaf, Selasa, 22 September 2015.

“Dari Aceh korban yang selamat 13 orang, tetapi yang baru dibawa pulang 12 orang karena yang satu lagi ia mengetahui banyak proses kejadian kapal karam itu. Sekarang ia bersama cukong kapal dalam proses pengadilan di Malaysia, dia dimintai menjadi saksi,” kata Saifullah Abdul Gani, Humas Pemerintah Aceh saat di konfirmasi portalsatu.com.[]

[Foto]: Mualem Sambut Kepulangan 12 Korban Selamat Kapal Karam

[Foto]: Mualem Sambut Kepulangan 12 Korban Selamat Kapal Karam

BANDA ACEH- Korban kapal karam yang selamat di Perairan Sabak Bernam Malaysia beberapa Minggu lalu dipulangkan hari ini, Selasa 22 September 2015, melalui Bandara SIM.

Korban selamat diantarkan oleh Perwakilan BNP2TKI Pusat dan diserahkan kepada Pemerintah Aceh yang akan diterima oleh Wakil Gubernur, Muzakir Manaf, Selasa, 22 September 2015.

“Dari Aceh korban yang selamat 13 orang, tetapi yang baru dibawa pulang 12 orang karena yang satu lagi ia mengetahui banyak proses kejadian kapal karam itu. Sekarang ia bersama cukong kapal dalam proses pengadilan di Malaysia, dia dimintai menjadi saksi,” kata Saifullah Abdul Gani, Humas Pemerintah Aceh saat di konfirmasi portalsatu.com petang tadi.

“Sekarang kami sedang menuju Dinas Sosial,” katanya lagi.

Bersamaan dari 12 korban selamat yang dibawa pulang, kata Saifullah, juga terdapat satu jenazah bernama Saidil Ramli, usia tidak teridentifikasi, warga Meuko Dayah, Ulee Gle, Kabupaten Pidie Jaya.

“Dari keseluruhan 12 orang tersebut hanya satu perempuan,” kata Saifullah.

Berikut foto-foto yang diabadikan portalsatu.com:

mualem sambut korban selamat

mualem-kapal karam 1

mualem-kapal karam 2

mualem-kapal karam 3

Hari Ini, 12 Korban Selamat Kapal Karam Di Malaysia Dipulangkan

Hari Ini, 12 Korban Selamat Kapal Karam Di Malaysia Dipulangkan

BANDA ACEH- Korban kapal karam yang selamat di Perairan Sabak Bernam Malaysia beberapa Minggu lalu dipulangkan hari ini, Selasa 22 September 2015, melalui Bandara SIM.

Korban selamat diantarkan oleh Perwakilan BNP2TKI Pusat dan diserahkan kepada Pemerintah Aceh yang akan diterima oleh Wakil Gubernur, Muzakir Manaf, Selasa, 22 September 2015.

“Dari Aceh korban yang selamat 13 orang, tetapi yang baru dibawa pulang 12 orang karena yang satu lagi ia mengetahui banyak proses kejadian kapal karam itu. Sekarang ia bersama cukong kapal dalam proses pengadilan di Malaysia, dia dimintai menjadi saksi,” kata Saifullah Abdul Gani, Humas Pemerintah Aceh saat di konfirmasi portalsatu.com petang tadi.

“Sekarang kami sedang menuju Dinas Sosial,” katanya lagi.

Bersamaan dari 12 korban selamat yang dibawa pulang, kata Saifullah, juga terdapat satu jenazah bernama Saidil Ramli, usia tidak teridentifikasi, warga Meuko Dayah, Ulee Gle, Kabupaten Pidie Jaya.

Adapun nama-nama korban selamat yang dibawa pulang tersebut adalah sebagai berikut:

Andri, laki-laki, 34 tahun, warga Desa Sejahtera Kecamatan Manggeng, Kabuapten Aceh Barat.

Muhammad Zubir, laki-laki, 25 tahun, warga Desa Alue Buloh, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur.

Nazir, laki-laki, 42 tahun, warga Desa Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.

Sahputra, laki-laki, 34 tahun, warga Desa Pulo Ara, Peudada Kabuapten Bireun.

Arif, laki-laki, 25 tahun, warga Desa Pasie Keubeu Dom, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Muslim, laki-laki, 35 tahun, warga Ule Glee, Kabupaten Pidie Jaya.

Iwan Saputra, laki-laki, 30 tahun, warga Blang Gelanggang, Sawang Kabupaten Aceh Selatan.

Yusuf, laki-laki, 30 tahun, warga Kuala Kerto, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara.

Erni, perempuan, 26 tahun, warga Geudong-Geudong, Kota Juang, Kabupaten Bireun.

Wahyu Sahputra, laki-laki, 23 tahun, warga Desa Air Pinang Kecamatan Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan.

Baital Syahputra, laki-laki, 21 tahun, warga Desa Lhok Paoh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat.

Faisal, laki-laki, 31 tahun, warga Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

“Dari keseluruhan 12 orang tersebut hanya satu perempuan,” kata Saifullah. [] (mal)

12 Warga Aceh Korban Kapal Karam di Malaysia Masih Hilang

12 Warga Aceh Korban Kapal Karam di Malaysia Masih Hilang

KUALA LUMPUR – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, merilis 30 Warga Negara Indonesia yang masih dinyatakan hilang terkait musibah tenggelamnya kapal di perairan Sabak Bernam beberapa waktu lalu. Namun, pihak KBRI belum dapat mengumumkan nama-nama korban yang hilang tersebut karena masih mengumpulkan data akurat.

Hal tersebut diketahui saat wartawan portalsatu.com menyambangi Kedubes RI di Kuala Lumpur, Senin, 14 September 2015. Dari jumlah tersebut, 12 di antaranya diketahui adalah warga Aceh.

Hadir dalam kesempatan tersebut Tim Pemerintah Aceh dari Dinas Sosial Aceh untuk penanganan korban musibah kapal tenggelam M. Nasir dan perwakilan Humas Pemerintah Aceh, Riadi Husaini.

KBRI belum dapat menyimpulkan data pasti terkait warga Aceh yang masih hiliang di antara korban tersebut. “Mereka sedang print out data terbarunya,” kata Riadi Husaini dari Humas Aceh di KBRI.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KBRI Kuala Lumpur telah memulangkan 56 korban ke daerah asalnya. Sebanyak 26 di antaranya adalah warga Aceh dan 13 lainnya berasal dari Medan, Sumatera Utara. Sementara korban dari Jawa Tengah, Lampung, Banten, dan Sumatera Barat masing-masing tercatat 1 orang.[](bna/*sar)

Humas Aceh: Warga Aceh ke Malaysia Bukan Kriminal

Humas Aceh: Warga Aceh ke Malaysia Bukan Kriminal

BANDA ACEH – Sebanyak 25 jenazah warga asal Aceh yang menjadi korban kapal karam di perairan Sabak Bernam, Malaysia, beberapa waktu lalu, sebagian besar sudah dipulangkan. Namun korban yang selamat dari musibah maut tersebut sekarang masih berada di Malaysia, Sabtu, 12 September 2015.

Kabag Humas Setda Aceh, Saifullah Abdul Gani, mengatakan  tim Pemerintah Aceh sudah melakukan advokasi dengan pejabat berwenang di Malaysia sejak Kamis, 10 September 2015. Tim meminta pengampunan supaya semua warga Aceh yang bermasalah di Malaysia segera dipulangkan.

“Kita berharap korban yang selamat tersebut tidak dihukum oleh pemerintah Malaysia karena telah melewati jalur yang salah,” kata Saifullah.

Saifullah mengatakan, kepastian warga asal Aceh tersebut akan dipulangkan tergantung dengan Pemerintah Malaysia menerima atau tidak permohonan dari Pemerintah Aceh.

“Saya yakin semua dari mereka yang ke Malaysia tidak melakukan tindak kriminal, melainkan untuk mencari rezeki. Kemungkinan mereka datangnya dengan jalur resmi yang benar, hanya saja waktu pulang melalui jalur yang salah,” ujarnya.

Ia mencontohkan, masa berlaku paspor mereka satu bulan. Namun ada di antara mereka yang tidak keluar dari Malaysia melebihi masa berlaku paspor, sehingga kemudian mengambil jalur ‘belakang’.[] (idg)

Foto evakuasi korban kapal karam di Malaysia.@thestar.com.my

Satu Lagi Korban Kapal Tenggelam Asal Aceh Dipulangkan Hari Ini

Satu Lagi Korban Kapal Tenggelam Asal Aceh Dipulangkan Hari Ini

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh kembali memulangkan satu jenazah warga Aceh yang tenggelam di perairan Sabak Bernam, Malaysia, beberapa waktu lalu. Jenazah yang dipulangkan tersebut diketahui bernama Miswar, warga Desa Darul Aman, Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen, Sabtu, 12 September 2015.

Karo Humas Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani, mengatakan jenazah Miswar tiba di Aceh pukul 14.50 WIB melalui bandara Sultan Iskandar Muda. Dia mengatakan hampir seluruh jenazah warga Aceh, dari total keseluruhan 25 orang, telah dipulangkan ke Aceh.

Sementara satu jenazah lagi akan tiba besok atas nama Yunardi Ali asal Desa Gunong Rotan, Kecamatan Labuhan Haji, Aceh Sealatan.

“Besok malam pukul 20.35 WIB mendarat pesawat Garuda yang membawa korban tersebut,” kata Saifullah Abdul Gani.

Ia mengatakan Tim Pemerintah Aceh telah bekerjasama dengan Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk mempercepat proses identifikasi sisa korban dalam musibah tersebut.

Berdasarkan hasil rapat di Institut Perubatan Forensik Negara, Hospital Kuala Lumpur yang dihadiri oleh pihak Tim DVI Mabes Polri, Polisi Diraja Malaysia (PDRM), KBRI Kuala Lumpur, perwakilan Tim Pemerintah Aceh dan Hospital Kuala Lumpur, sepakat untuk mempercepat proses korban yang belum teridentifikasi termasuk dengan menggunakan tes DNA keluarga korban.

“Langkah yang akan diambil dalam rangka mempercepat proses identifikasi tersebut adalah dengan mengumpulkan sisa jenazah korban yang belum teridentifkasi di Hospital Kuala Lumpur dan mengumpulkan DNA keluarga korban di Indonesia,” katanya.

Meskipun begitu masih ada beberapa warga Aceh yang dilaporkan hilang dalam musibah ini. Data yang diterima oleh Posko Informasi di Media Center Biro Humas juga terdapat korban warga Aceh yang belum teridentifikasi.

Pantauan tim terakhir pada Jumat, 11 September 2015 pukul 17.00 WIB, masih terdapat sembilan jenazah yang belum teridentifikasi. Jenazah tersebut tersebar di beberapa titik, seperti di Hospital Kuala Lumpur sebanyak 4 jenazah (3 laki-laki, 1 perempuan), Hospital Raja Permaisuri Bainun atau Hospital Ipoh sebanyak 4 jenazah (1 laki-laki, 3 perempuan) dan Hospital Sabak Bernam (1 laki-laki).

“Untuk para keluarga dan ahli waris korban yang belum teridentifikasi, dinasihatkan untuk segera datang ke Posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Aceh di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh guna mempercepat proses identifikasi para korban,” ujarnya.[](bna)

Jenazah Pemuda Simpang Kramat Korban Kapal Karam Dimakamkan

Jenazah Pemuda Simpang Kramat Korban Kapal Karam Dimakamkan

LHOKSUKON – Jenazah Muhammadia Zainal, 28 tahun, korban kapal karam di Malaysia, telah dimakamkan di kampungnya, Paya Leupah, Kecamatan Simpang Kramat, Aceh Utara, Jumat, 11 September 2015, malam tadi.

“Jenazah Muhammadia tiba di rumah duka tadi malam sekitar pukul 20.50. Setelah dimandikan dan disalatkan, kemudian langsung dimakamkan pukul 22.00,” ujar Teungku Fauzan Hamzah, anggota DPRK Aceh Utara dari Simpang Kramat kepada portalsatu.com lewat telpon seluler, Sabtu/hari ini.

Menurut Teungku Fauzan, jenazah Muhammadia dipulangkan dengan pesawat dari Malaysia ke Banda Aceh, lalu dibawa menggunakan ambulans ke Simpang Kramat. Jenazah pria masih lajang itu disambut isak tangis keluarga korban.

“Muhammadia sudah 2,5 tahun di Malaya (Malaysia), berjualan semacam grosir. Almarhum dari keluarga miskin, jadi merantau ke Malaya karena faktor ekonomi,” kata Teungku Fauzan yang juga kader Partai Aceh.

Informasi diperoleh Teungku Fauzan dari keluarga korban, Muhammadia pulang ke kampung halamannya untuk menikah. “Tadi malam, calon istrinya dari (Kecamatan) Nibong (Aceh Utara) juga hadir ke rumah duka,” ujarnya.[] (idg)

Foto Teungku Fauzan Hamzah (pakai peci) dan warga Paya Leupah menyambut jenazah Muhammadia Zainal. @Ist

Kata Polisi tentang Kecelakaan Ambulans Bawa Jenazah Korban Kapal Karam

Kata Polisi tentang Kecelakaan Ambulans Bawa Jenazah Korban Kapal Karam

LHOKSEUMAWE – Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono melalui Kanit Laka Lantas Aiptu Suardi membenarkan adanya kecelakaan tunggal dialami ambulans BL 9213 AN milik Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh, sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan Banda Aceh-Medan, kawasan Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Kamis, malam tadi.

“Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, namun ban dan velg ambulans tersebut rusak sehingga harus dievakuasi menggunakan mobil derek,” ujar Suardi kepada portalsatu.com, Jumat, 11 September 2015.

Suardi menjelaskan, ambulans tersebut dikemudikan Masykur, 30 tahun, warga Menasah Ara, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Ambulans itu meluncur dari arah Banda Aceh membawa jenazah Irawati, korban kapal karam di perairan Sabah Bernam, Malaysia.

Tiba-tiba, kata Suardi, ban ambulans tersebut meletus sehingga oleng dan hilang kendali, kemudian menabrak pembatas jalan di kawasan Panggoi.

Berdasarkan keterangan Masykur, jenazah Irawati tersebut akan dibawa ke kawasan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, bukan Pantonlabu, Aceh Utara seperti diberitakan malam tadi.

“Katanya keluarga jenazah menunggu di kawasan Panton Labu agar tidak nyasar nantinya,” kata Suardi mengutip keterangan sopir ambulans, Masykur.

Suardi menambahkan, beberapa saat setelah kejadian itu, ambulans milik PMI Aceh Utara tiba di lokasi untuk mengevakuasi jenazah Irawati ke Aceh Timur.

“Ambulans yang kecelakaan itu sudah kita amankan di Pos Unit Laka Lantas malam tadi,” ujar Suardi.

Diberitakan sebelumnya, ambulans BL 9213 AN milik Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh, mengalami kecelakaan di ruas Jalan Nasional Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Kamis, 10 September 2015, pukul 21.00 WIB.

Informasi diperoleh portalsatu.com, ambulans ini membawa jenazah Irawati, warga Panton Labu, yang menjadi korban kapal karam di perairan Sabah Bernam, beberapa waktu lalu.

Husnil, warga di sekitar lokasi kejadian kepada portalsatu.com mengatakan, mobil tersebut bergerak dari arah barat menuju timur. Namun, tiba-tiba di lokasi itu, mobil menabrak pembatas jalan dua jalur.

“Saat itu terdengar suara sangat keras, sewaktu dicek keempat ban mobil tersebut meletus serta velg-nya pun tidak bisa berfungsi lagi,” kata Husnil. (Baca: Ambulans Bawa Jenazah Kapal Karam Kecelakaan di Lhokseumawe).[] (idg/*sar)

Foto: Ambulans kecelakaan di Panggoi. @Datuk Haris Molana/portalsatu.com