Tag: isis

Empat Rudal Penjelajah Rusia Jatuh di Iran

Empat Rudal Penjelajah Rusia Jatuh di Iran

WASHINGTON – Para pejabat di Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengatakan, rudal-rudal penjelajah Rusia yang ditembakkan dari Laut Kaspia dengan sasaran di Suriah jatuh di Iran.

Dua pejabat yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, belum jelas apakah ada kerusakan akibat tembakan rudal ini.

Seorang pejabat mengatakan empat rudal keluar dari jalur tembakan.

Kantor berita Iran mengutip gubernur Provinsi Takab, Iran barat, yang mengatakan benda asing jatuh di satu desa.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan semua rudal menghantam sasaran yang diinginkan di Suriah.

Para pejabat Rusia mengatakan pada Rabu (7/10/2015) telah menembakkan 26 rudal penjelajah dari kapal tempur Rusia di Laut Kaspia dengan sasaran kelompok-kelompok jihad di Suriah utara dan barat laut.

Klaim bahwa rudal-rudal Rusia jatuh ke Iran ini muncul ketika NATO kembali menegaskan bahwa mereka akan membela sekutu mereka. NATO mengatakan telah mengubah prosedur yang memungkinkan pengerahan pasukan menjadi lebih cepat.

Perkembangan ini terjadi di saat Rusia meningkatkan keterlibatan militer mereka dalam konflik Suriah. Suriah sendiri menyambut baik “bantuan dari Rusia” dengan mengatakan serangan militer Rusia telah melemahkan kekuatan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau dikenal dengan nama ISIS.[] sumber: kompas.com

Komandan ISIS Dipenggal Akibat Suka Menggoda Istri Anak Buah

Komandan ISIS Dipenggal Akibat Suka Menggoda Istri Anak Buah

Komandan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) dipenggal anak buahnya sendiri di Distrik Sharqat, Provinsi Salah al-Din, di sebelah utara Irak. Petinggi tak diungkap identitasnya itu disebut-sebut menggoda istri anak buahnya.

Pelaku pemenggalan, oleh sumber yang bicara pada Iraqi News, berusia 28 tahun. Dia jengkel melihat atasannya mendatangi rumahnya, mengajak bicara istrinya bahkan disebut-sebut menggodanya untuk berbuat mesum, ketika si anak buah berada di garis depan.

“Anggota pasukan tempur itu melabrak sang komandan, lalu memenggal atasannya itu setelah berkelahi,” kata sumber tersebut, seperti dilansir the Daily Star, Minggu (27/9).

Setelah membunuh komandannya, anggota ISIS ini lari. Tidak jelas apakah dia membawa serta anak istrinya. Organisasi militan khilafah telah memerintahkan penangkapan pelaku. Tewasnya komandan ISIS di Distrik Sharqat membuat gerak organisasi limbung. Ini adalah distrik strategis bagi para militan sejak Juni 2014 untuk memasok logistik ke seantero di Irak.

ISIS dikenal kerap melakukan teror seksual kepada perempuan di wilayah yang mereka kuasai. Kendati begitu, jumlah anggota perempuan yang bergabung tetap banyak. Setahun terakhir, dari negara-negara Barat saja, diperkirakan 600 wanita berangkat berperang mendukung panji khilafah. |  sumber: merdeka

Kesaksian Pembelot ISIS: Ini Bukan Perang Suci

Kesaksian Pembelot ISIS: Ini Bukan Perang Suci

LONDON – Banyak anggota kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang membelot setelah mengetahui perilaku rekan atau komandan mereka. Alasan paling kuat dari keputusan mereka untuk keluar dari ISIS adalah kesadaran bahwa kelompok radikal tersebut ternyata membunuh sesama Muslim.

Peter R Neumann, seorang profesor Studi Keamanan dan Direktur International Centre for the Study of Radicalization (ICSR) di King’s College London, menyampaikan hasil penelitiannya mengenai orang-orang yang keluar dari ISIS dan alasan mereka meninggalkan kelompok radikal tersebut. Dia berhasil meneliti 58 orang yang membelot dari ISIS.

Menurut Neumann, seperti dikutip CNN, ada fenomena baru dan sedang tumbuh saat ini. Dari 58 orang yang keluar dari ISIS, sepertiganya memutuskan hal itu pada 2015, dan sisanya pada musim panas tahun lalu.

Pengalaman para pembelot ISIS beragam. Tidak semuanya menjadi pendukung kuat demokrasi liberal. Beberapa di antaranya bahkan berbuat jahat. Dalam beberapa hal, mereka semuanya merupakan pendukung fanatik organisasi yang paling keras dan totaliter pada abadi ini. Namun, mereka sekarang musuh paling buruk dari organisasi tersebut.

Kualitas testimoni mereka bervariasi. Situasi dan alasan mereka meninggalkan ISIS tidak selalu jelas. Namun, yang meyakinkan Neumann, kisah-kisah mereka kredibel dan konsisten.

Di antara 58 kisah pembelot itu, Neumann menemukan empat narasi yang sangat kuat. Narasi pertama, salah satu kritik yang paling gigih pada tingkatan ketika kelompok tersebut berperang melawan pemberontak Sunni lain. Menurut para pembelot, menggulingkan rezim Assad tampaknya bukan prioritas, dan sedikit dilakukan untuk membantu Muslim (Sunni) yang menjadi target kelompok itu.

Sebagian besar perhatian kelompok ISIS, kata para pembelot, adalah bertengkar dengan pemberontak lain dan obsesi kepemimpinan dengan “mata-mata” dan “pengkhianatan”. Itu bukanlah jenis jihad yang mereka inginkan saat pergi ke Suriah dan Irak.

Narasi lainnya berkaitan dengan kebrutalan kelompok ISIS. Banyak para pembelot mengeluhkan tentang kekejaman dan pembunuhan terhadap warga sipil yang tak berdosa. Para pembelot juga berbicara tentang pembunuhan acak para tawanan, penganiayaan sistematis terhadap penduduk desa, dan eksekusi mati para pejuang oleh komandan mereka.

Narasi ketiga adalah korupsi. Kendati tak seorang pun yang percaya bahwa korupsi bersifat sistematis, kebanyakan tak setuju perilaku individual komandan dan “emir-emirnya”. Para pembelot dari Suriah mengkritik hak istimewa yang diberikan kepada orang asing yang menurut mereka tidak sesuai dengan pandangan hidup ISIS atau Islam pada umumnya.

Kendati banyak yang bersedia untuk menoleransi kesulitan perang, mereka merasa tidak mungkin untuk menerima ketidakadilan, ketidaksetaraan, dan rasisme. “Ini bukan perang suci,” kata seorang pembelot dari India, yang kelompoknya dipaksa untuk membersihkan toilet karena warna kulit.

Narasi keempat adalah soal kehidupan di bawah ISIS keras dan mengecewakan. Para pembelot yang menyatakan pandangan ini biasanya adalah mereka yang bergabung ke ISIS dengan alasan “egois”, lalu mereka segera menyadari bahwa tak satu pun barang dan mobil mewah yang dijanjikan bakal terwujud.[] sumber: kompas.com

Markas Boko Haram Dibom

Markas Boko Haram Dibom

MAIDUGURI – Tiga ledakan bom pada Minggu (Senin WIB) mengguncang Kota Maiduguri, Nigeria timur laut, yang merupakan markas dari milisi Boko Haram, kata militer, namun tidak ada laporan tentang korban dari serangan tersebut.

“Ada tiga bahan peledak sederhana yang meledak di wilayah publik Gomari dan Ajilari di Maiduguri pada sekitar pukul 19:21 atau 18.21 GMT (waktu setempat),” kata juru bicara militer Sani Usman dalam sebuah pernyataan.

Meskipun rincian peristiwa itu tidak jelas, penting untuk dicatat bahwa serangan tersebut menandakan tingginya tingkat putus asa di kubu teroris Boko Haram, katanya.

Penduduk setempat berbicara bahwa mereka mendengar setidaknya dua ledakan dalam beberapa menit secara berbarengan di wilayah padat penduduk kota bergolak itu, Binta Sugar.

“Kami mendengar suara pertama sekitar pukul 19.40 atau 18.40 GMT (waktu setempat) sesaat sebelum kami memasuki masjid untuk melaksanakan salat,” kata Musa yang tinggal di lingkungan dekat Bulunkutu tersebut.

“Saya kemudian mendengar ledakan bom terjadi di Binta Sugar dan beberapa menit kemudian, bom lain meledak di daerah yang sama,” katanya.

“Ada bola api yang serius setelah ledakan kedua,” kata warga setempat lainnya, Ndahi Mache.

Tidak jelas apakah ada korban, namun polisi, tentara, dan warga sipil telah mengepung daerah itu, kata para saksi.

Usman menegaskan bahwa anggota pasukan keamanan telah dikerahkan ke daerah itu dan mengatakan tentara bertekad untuk mengalahkan “teroris Boko Haram dalam waktu sesingkat mungkin”.

Militer telah membuat serangkaian keberhasilan dalam melawan Boko Haram setelah Presiden Muhammadu Buhari baru-baru ini menetapkan batas waktu tiga bulan untuk melenyapkan ekstremis tersebut.

Maiduguri, ibukota negara bagian Borno dan tempat lahirnya kelompok Boko Haram, telah menjadi pusat dari pemberontakan enam tahun dari kelompok milisi garis keras itu.

Boko Haram berusaha untuk mendirikan sebuah negara Islam di wilayah timur laut Nigeria yang mayoritas Muslim.

Kelompok ini telah menewaskan sedikitnya 150 ribu orang dan lebih dari dua juta warga lainnya telah mengungsi sejak 2009.

Terlepas dari serangan bunuh diri pada sebagai sasaran empuk seperti pasar-pasar, terminal-terminal bus, dan masjid-masjid, para pemberontak juga melakukan serangan lintas perbatasan di Chad, Kamerun, dan Niger.

Sebuah kekuatan regional dari pasukan multi-nasional yang melibatkan 8.700 tentara dari Nigeria, Chad, Kamerun, Niger, dan Benin telah dikirim untuk melawan ekstrimis tersebut.[] sumber: antaranews.com

Pimpinan Al Qaeda Deklarasi Perang Terhadap ISIS

Pimpinan Al Qaeda Deklarasi Perang Terhadap ISIS

KABUL – Kelompok Al Qaeda menyatakan perang terhadap rekan sejihadnya, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Pernyataan itu disampaikan pemimpin Al Qaeda pengganti Osama bin Laden, Ayman Al Zawahiri, melalui pesan audio yang diunggah melalui internet.

Al Zawahiri menuding pemimpin ISIS, Abu Bakar Al Bhagdadi, telah melakukan “penghasutan” dan menganggap Al Bhagdadi bukanlah pemimpin seluruh Muslim.

“Semua orang terkejut oleh pernyataan Bhagdadi bahwa dia adalah khalifah keempat dalam sejarah Islam,” kata dia.

“Dia (Bhagdadi) melakukan ini tanpa berkonsultasi dengan para Muslim,” lanjut Zawahiri.

Sementara itu, pengamat kontra terorisme, Matthew Olsen, berpendapat, Zawahiri sampai saat ini belum bersedia secara terbuka mengecam Bhagdadi dan ISIS. Ini menunjukkan betapa dalam perpecahan antara pemimpin Al Qaeda dan ISIS.

“Perpecahan ini tak bisa direkonsiliasi kembali,” kata Olsen.

“Jika ISIS dan Al Qaeda bersatu, itu akan mengerikan,” tambah dia.

Olsen menyatakan, taktik misinformasi bisa membuat kedua kelompok itu saling mengancam.

Menurut seorang pejabat di sana, cabang ISIS yang dikenal sebagai kelompok Provinsi Khorasan Islam Suriah terus-menerus bertempur di Afganistan dan Pakistan melawan Taliban dan Al Qaeda.

“Saling bertempur membuat tugas kami lebih mudah,” kata pejabat tersebut.

ISIS, yang awalnya merupakan cabang Al Qaeda di Irak, memisahkan diri dua tahun yang lalu.[] sumber: kompas.com

Angkatan Udara Turki Sepakat Gabung dengan Koalisi anti-ISIS

Angkatan Udara Turki Sepakat Gabung dengan Koalisi anti-ISIS

ISTANBUL – Turki sepakat untuk melibatkan pesawat-pesawat tempurnya dalam operasi penggempuran kelompok milisi ISIS.

Kesanggupan Turki disambut gembira Amerika Serikat yang menyebut langkah itu sebagai ‘kemajuan signifikan’ dalam pertempuran melawan ISIS.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS, Peter Cook, mengatakan perlu beberapa hari untuk menerapkan kesepakatan tersebut.

“Kerja sama dengan Turki dan perluasan kerja sama itu terus berlanjut,” kata Cook, seraya menambahkan bahwa perundingan juga meliputi masalah perbatasan.

Sebelumnya, Turki telah mengijinkan pesawat-pesawat tempur AS untuk menggunakan dua pangkalan militer dekat perbatasan Suriah guna melancarkan serangan udara terhadap ISIS.

Turki juga telah melakoni serangkaian gempuran ke sejumlah lokasi yang diduga kantung kekuatan ISIS. Bulan lalu, misalnya, Angkatan Udara Turki melancarkan serangan ke Suriah dan bagian utara Irak.

Namun, melalui kesepakatan dengan AS, Angkatan Udara Turki akan dimasukkan dalam strategi besar koalisi anti-ISIS.

Selain Turki, AS juga telah meminta Australia untuk meluaskan operasi militer melawan kelompok milisi ISIS di Suriah.

Pesawat-pesawat Angkatan Udara Australia selama 12 bulan terakhir terlibat operasi pengeboman target-target ISIS di Irak.[] sumber: bbc.co.uk

Konflik Bisa Membersihkan Udara?

Konflik Bisa Membersihkan Udara?

Kekisruhan politik dan konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah sejak 2010 telah berdampak pada semakin bersihnya udara.

Para peneliti dari Institut Max Planck mengatakan tingkat polusi udara di Suriah dan Irak, misalnya, berkurang drastis sejak 2011.

Di ibu kota Suriah, Damaskus, jumlah nitrogen dioksida yang terkandung dalam udara anjlok sebesar 50% setelah perang sipil dimulai empat tahun lalu. Kondisi serupa juga terjadi di Kota Aleppo.

Hal ini, menurut para peneliti, mencerminkan keadaan Damaskus dan Aleppo yang semakin ditinggalkan penghuninya. Sebab, nitrogen dioksida dihasilkan melalui pembakaran bahan bakar fosil. Jika semakin rendah jumlah mobil berbahan bakar fosil yang berlalu lalang di sebuah kota, maka tingkat zat kimia di kota tersebut semakin kecil.

Kondisi berbeda ditemukan di Libanon. Tingkat nitrogen dioksida di negara tetangga Suriah itu meningkat 30% seiring dengan semakin banyaknya jumlah pengungsi yang mengalir ke sana sejak konflik dimulai.

Temuan tersebut didasari data polutan udara yang dihasilkan Instrumen Pemantauan Ozon pada satelit Aura milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

“Cukup menakjubkan. Anda bisa melihat ke mana rakyat Suriah pergi. Anda bisa mengenali kamp-kamp di Yordania utara. Mereka juga pergi ke kota-kota seperti Tripoli dan Beirut. Konsumsi energi di sana telah meningkat. Lalu lintas, lebih banyak mobil yang berkontribusi pada peningkatan itu,” ujar ketua tim peneliti, Dr Jos Lelieveld dari Institut Max Planck.

Kelompok ISIS

Lelieveld juga merujuk tingkat polusi udara saat membicarakan kantung-kantung kekuatan kelompok ISIS di Irak.

“Di Karbala, sebelah selatan Baghdad, tingkat polusi berlanjut. Namun, jika Anda melihat barat laut Baghdad, wilayah yang dikuasai ISIS, Anda akan melihat hal berbeda. Ada kasus spesifik di tiap negara,” ujarnya.

Penelitian yang mencermati peta Timur Tengah dari aspek tingkat polusi udara itu, menurut Lelieveld, berguna bagi penyusunan strategi proyek emisi global.

Dia mengatakan taktik mengurangi polusi tidak bisa disamaratakan di seluruh dunia. Di Timur Tengah sendiri, setiap negara memiliki permasalahan polusi yang harus ditangani secara berbeda.

“Di Iran, misalnya, konsumsi energi terus berlanjut dan C02 bertumbuh. Namun nitrogen oksida dan sulfur dioksida menurun. Tiada aturan umum yang bisa diterapkan pada skenario emisi,” ujarnya.

Para peneliti mengklaim sulit menggunakan teknologi untuk bisa menyusun strategi yang lebih pasti. Di sebuah daerah tingkat nitrogen oksida yang terkandung di udara mungkin lebih rendah, namun masyarakat setempat mungkin menggunakan bahan bakar murah dan lebih kotor untuk penghangat.

Meski demikian, Profesor John Burrows dari Universitas Bremen, Jerman, menilai setidaknya ada informasi saintifik yang bisa digunakan untuk memetakan kondisi di daerah tertentu.[] sumber: bbc.co.uk

Peledakan Masjid di Arab Saudi, ISIS Klaim Tanggung Jawab

Peledakan Masjid di Arab Saudi, ISIS Klaim Tanggung Jawab

Riyadh – Kelompok perlawanan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri di dalam masjid markas pasukan khusus Arab Saudi, Kamis, 6 Agustus 2015.

Insiden ledakan yang menewaskan 15 orang tersebut menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dilakukan oleh teroris. “Insiden mematikan yang dilakukan kelompok teroris itu berlangsung saat jemaah sedang salat di Kota Abha, sebelah selatan Provinsi Asir,” ucapnya.

Pejabat lain yang tak bersedia disebutkan namanya mengatakan, bom bunuh diri itu merenggut 12 anggota Unit Senjata dan Taktik Khusus (SWAT) dan tiga pekerja di kompleks markas pasukan khusus. Sebelumnya, sejumlah media di Arab Saudi menyebutkan angka korban tewas adalah 17 orang.

Televisi Arab Saudi mengatakan, informasi sementara menunjukkan bahwa ledakan berlangsung setelah seorang pelaku bom bunuh diri memicu bahan peledak yang dililitkan di tubuhnya.

Seorang pengamat politik Arab Saudi mengatakan sebelumnya, jika memang terbukti benar bahwa serangan terkini tersebut dilancarkan oleh ISIS, maka dengan demikian target perlawanan ISIS saat ini adalah pasukan keamanan dalam negeri Kerajaan.

“Begini kawan, mereka berada di medan tempur bersama kami,” kata Jamal Khashoggi kepada Al Jazeera. “Mereka mengguncang negeri kami.”

Serangan bom pada Kamis petang, 6 Agustus 2015, waktu setempat, dianggap peristiwa sangat serius dalam upaya melawan pasukan keamanan Arab Saudi. Kerajaan ini telah bersumpah menumpas kelompok ISIS.

Pada pertengahan Juli 2015, sebuah bom mobil meledak di pos keamanan dekat rumah tahanan di ibu kota Riyadh. Ledakan tersebut, kata Menteri Dalam Negeri, menewaskan seorang sopir berusia 19 tahun dan melukai dua polisi. | sumber: tempo.co

Foto: Seorang pria melihat dari dekat sebuah tangki penampungan, yang hancur akibat serangan bom. Kantor berita Saba melaporkan bahwa, serangan Arab Saudi menewaskan sejumlah insinyur dan sejumlah warga sipil yang berada di pabrik pengolahan semen. Yaman, Amran, 27 Juli 2015. REUTERS / Khaled Abdullah

Terduga ISIS di Alor Anggap Pilkada Haram

Terduga ISIS di Alor Anggap Pilkada Haram

Kalabahi – Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Alor Abdul Kadir Kowali mengatakan tiga terduga simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah/Negara Islam (ISIS) yang ditangkap di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengharamkan warga di daerah ini mengikuti pemilu.

“Pilkada itu syirik besar menurut mereka,” ucapnya saat berdialog dengan aparat keamanan di Kalabahi, Alor, Jumat, 7 Agustus 2015.

Menurut dia, terdapat empat ajaran yang disebarkan oleh ketiga terduga simpatisan ISIS di Alor. Salah satunya, mengharamkan demokrasi, partai politik, Dewan, dan pemilu.

“Ajaran ini sangat berbahaya karena tidak sesuai dengan ajaran Islam, sehingga kami minta untuk diusut tuntas, karena telah merongrong kewibawaan negara,” ujar Kowali.

Hal senada diungkapkan Kepala Kepolisian Resor Alor Ajun Komisaris Besar I Made Sugawa. Dia menuturkan telah menyita dokumen yang disebarkan ketiganya saat acara khitanan massal di Kecamatan Baranusa beberapa waktu lalu. “Dokumennya sudah kami sita,” katanya.

Tiga terduga simpatisan ISIS ini, yakni Zakarias Kiri, Syamsudin Uba, dan HI, hidup lama di luar Alor.

Syamsudin, misalnya, sejak SMP bersekolah di Bekasi dan tinggal di sana. Zakarias merupakan warga Indonesia yang menjalani hukuman selama 2 tahun di Australia karena mengantar imigran gelap. Sedangkan HI merupakan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. “Jadi ketiganya baru datang di Alor, bukan menetap di sini,” ujarnya.

Kepala Kepolisian Daerah NTT Brigadir Jenderal Endang Sunjaya mengaku polisi telah melepaskan ketiganya dan dikirim kembali ke kampung halaman masing-masing karena tidak terbukti terlibat ISIS. “Ketiganya sudah kami lepas. Sebab, hasil pemeriksaan, dakwah mereka yang salah,” tuturnya. | sumber: tempo.co

Ulama Inggris Didakwa Terkait ISIS

Ulama Inggris Didakwa Terkait ISIS

LONDON – Anjem Choudary, ulama Inggris yang dikenal radikal, menjadi salah satu dari dua orang yang didakwa dengan tuduhan mendukung kelompok yang menamakan diri negara Islam atau ISIS, demikian menurut Scotland Yard.

Ia dituduh “menarik dukungan” bagi ISIS antara tanggal 29 Juni 2014 hingga tanggal 6 Maret tahun ini.

Choudary dan Mohammed Mizanur Rahman didakwa melakukan kesalahan berdasarkan seksi 12 Undang-undang Terorisme tahun 2000.

Pria berumur 48 tahun ini tinggal di daerah Ilford, London Timur, sementara Mohammed Rahman, 32 tahun, asal Whitechapel juga London Timur.

Mereka ditangkap pada tanggal 25 September lalu dengan tuduhan menjadi anggota ISIS, yang telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Larangan ini berarti keanggotaan dalam ISIS merupakan tindak pidana dan organisasi ini tidak boleh beroperasi di seluruh wilayah Inggris Raya.

Sue Hemming dari kantor kejaksaan mengatakan, “Diduga Anjem Choudary dan Mohammed Rahman mengundang orang agar mendukung ISIS dalam kuliah yang mereka sampaikan secara terpisah dan diterbitkan secara online.”[] sumber: bbc.co.uk