Tag: irigasi

Tak Ada Irigasi, Petani Enam Desa di Aceh Utara Terpaksa Beli Air Mengairi Sawah

Tak Ada Irigasi, Petani Enam Desa di Aceh Utara Terpaksa Beli Air Mengairi Sawah

LHOKSUKON – Petani dari enam desa di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, harus membeli air untuk mengairi sawahnya akibat tidak ada irigasi.

Enam desa itu meliputi Desa Hueng, Paya Beurandang, Deng, Alue Pangkat, Pulo U, dan Alue Kejruen.

Muhammad Amin, 46 tahun, petani Desa Alue Pangkat kepada portalsatu.com, Senin, 5 Oktober 2015 menyebutkan, kendala terbesar petani di desanya adalah ketiadaan irigasi sehingga petani harus membeli air untuk mengairi sawah.

“Sejak zaman jajahan Belanda hingga 70 tahun lamanya Republik Indonesia merdeka, irigasi tidak pernah ada di desa kami dan lima desa lainnya. Saat turun ke sawah, kami harus membayar Rp50 ribu per 1.200 meter lahan untuk sekali pengairan. Untuk satu kali masa tanam, bisa dihitung sendiri berapa biaya yang harus kami keluarkan,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini petani juga sering mengandalkan sistem sawah tadah hujan. Hanya saja terkadang musibah banjir membuat petani gagal panen sehingga merugi.

“Jika musim kemarau dan banjir, kami gagal panen, kecuali hujan seperti saat ini. Itu pun jika beruntung hingga panen nanti. Hasil panen tidak pernah maksimal, malah sering menurun,” kata Muhammad Amin.

“Di sini memang tidak ada irigasi. Selama ini petani mengairi sawah dengan menggunakan pompa air. Untuk memperoleh air, petani harus membayar ongkos pada pemilik pompa air. Kondisi ini semakin diperparah dengan hama bana yang saat ini menyerang padi. Hama bana membuat padi memerah dan mengancam kualitas padi yang dihasilkan,” katanya.[] (bna/*sar)

Persawahan Warga Celala Masih Terkendala Irigasi

Persawahan Warga Celala Masih Terkendala Irigasi

TAKENGON – Areal persawahan warga Kecamatan Celala saat ini masih saja terkendala dengan ketersediaan saluran irigasi yang representatif dan permanen. Hal ini disampaikan oleh Camat Celala, Masrizal Edy, kepada Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM ketika melakukan kunjungan safari Ramadan di kecamatan tersebut pada Rabu 24 Juni 2015 lalu.

Menanggapi permasalahan ini, Nasaruddin mengakui irigasi di kawasan Kecamatan Celala masih menjadi perhatian Pemkab Aceh Tengah. Sementara untuk penanganan sementara Nasaruddin menugaskan Dinas Bina Marga dan Dinas Cipta Karya untuk melakukan upaya segera.

“Masyarakat sedang bersawah dan perlu air, jadi untuk sementara yang penting air masuk terlebih dahulu, jangan sampai sawah sampai kering, berikutnya akan dilakukan pembenahan secara permanen,” ujar Nasaruddin.

Sementara Kepala Dinas Cipta Karya Aceh Tengah, Erwin, ditemui pada Sabtu, 27 Juni 2015 mengatakan tahun ini memang sudah ada sejumlah program dan kegiatan untuk pembenahan irigasi di Kecamatan Celala. Diantaranya melalui dana Otsus yang akan dikerjakan irigasi Berawang Kenil, irigasi Berawang Gading dan sungai Jerik Melala.

Sementara melalui dana alokasi khusus reguler dialokasikan untuk irigasi Celala, dana DAK tambahan untuk irigasi Weih Renggali, irigasi Blang Kekumur, irigasi Kuyun Paya Dedep, irigasi Kuyun Uken dan irigasi Paya Kolak.

“Diharapkan melalui pengerjaan beberapa irigasi tersebut akan semakin meningkatkan semangat warga untuk kembali ke sawah, dan sekaligus meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” kata Erwin.[](bna)