Tag: Iran

Empat Rudal Penjelajah Rusia Jatuh di Iran

Empat Rudal Penjelajah Rusia Jatuh di Iran

WASHINGTON – Para pejabat di Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengatakan, rudal-rudal penjelajah Rusia yang ditembakkan dari Laut Kaspia dengan sasaran di Suriah jatuh di Iran.

Dua pejabat yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, belum jelas apakah ada kerusakan akibat tembakan rudal ini.

Seorang pejabat mengatakan empat rudal keluar dari jalur tembakan.

Kantor berita Iran mengutip gubernur Provinsi Takab, Iran barat, yang mengatakan benda asing jatuh di satu desa.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan semua rudal menghantam sasaran yang diinginkan di Suriah.

Para pejabat Rusia mengatakan pada Rabu (7/10/2015) telah menembakkan 26 rudal penjelajah dari kapal tempur Rusia di Laut Kaspia dengan sasaran kelompok-kelompok jihad di Suriah utara dan barat laut.

Klaim bahwa rudal-rudal Rusia jatuh ke Iran ini muncul ketika NATO kembali menegaskan bahwa mereka akan membela sekutu mereka. NATO mengatakan telah mengubah prosedur yang memungkinkan pengerahan pasukan menjadi lebih cepat.

Perkembangan ini terjadi di saat Rusia meningkatkan keterlibatan militer mereka dalam konflik Suriah. Suriah sendiri menyambut baik “bantuan dari Rusia” dengan mengatakan serangan militer Rusia telah melemahkan kekuatan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau dikenal dengan nama ISIS.[] sumber: kompas.com

Keindahan Masjid Pink yang Mengagumkan

Keindahan Masjid Pink yang Mengagumkan

MASJID yang berdiri megah di Kota Shiraz, Iran, ini dijuluki sebagai pink mosque karena keunikan dan keindahannya. Arsitektur dan ornamennya yang unik memancarkan sinar indah ketika cahaya matahari menerobos melalui kaca yang berwarna-warni. Nama asli masjid ini adalah Nasir Al-Mulk.

Masjid Nasir Al-Mulk dibangun pada masa Dinasti Qajar atas perintah Mirza Hasan Ali Nasir al Mulk, salah sati raja Dinasti Qajar. Dibangun sejak tahun 1876 dan selesai pada 1888. Arsitek yang merancang masjid ini adalah Muhammad Hasan e-Memar dan Muhammad Reza Kashi Paz-e-Shirazi.

Ciri khas masjid ini adalah menggunakan ornamen dari kaca berwarna dan menampilkan unsur tradisional seperti cekungan lima atau panj kāseh-I dalam desainnya. Sensasi warna pink dalam interior masjid dipengaruhi oleh ubin warna merah muda yang indah.

Pengelolaan masjid ini berada di bawah tanggung jawab Yayasan Nasir Al-Molk Endowment Foundation. Salah satu yayasan terbesar di Provinsi Fars dan berada di bawah administrasi Mahmud Ghavam. Berikut beberapa potret kecantikan masjid pink dari berbagai sudut:

Nasīr al-Mulk Mosque aka "Pink Mosque" | Shiraz

Masjid Nasir-al-Mulk-3 @art-days com

Masjid Nasir-al-Mulk-4 @art-days com

Masjid Nasir-al-Mulk-5 @art-days com

Masjid Nasir-al-Mulk-6 @art-days com

Masjid Nasir-al-Mulk-7 @art-days com

Masjid Nasir-al-Mulk-8 @art-days comSumber foto: art-days.com

 

Iran Larang Warganya Naik Haji, Ini Penyebabnya

Iran Larang Warganya Naik Haji, Ini Penyebabnya

Teheran -Iran resmi membatalkan perjalanan sejumlah peziarah haji (umrah) yang akan berangkat menuju Arab Saudi. “Organisasi Haji diperintahkan untuk menghentikan sementara umrah haji sampai dua penjahat itu ditahan dan diadili,” kata Ali Jannati, Menteri Kebudayaan Iran kepada Abna24.com.

Ali mengatakan, martabat bangsa Iran telah rusak mengingat apa yang telah terjadi. “Sebuah permintaan publik telah dikumandangkan dan reaksi (dari pemerintah) dibutuhkan saat ini.”

Dia juga mengatakan bahwa Iran telah mengupayakan penyelesaian masalah tersebut dengan jalan diplomasi dan pejabat Saudi telah berjanji untuk menuntut dua pelaku yang ditangkap.

“Para pejabat Saudi telah mengatakan bahwa mereka akan menggantung orang-orang ini, tapi sampai saat ini tidak ada yang terjadi,” katanya mempertanyakan kelambana pemerintah Arab Saudi dalam menangani kasus ini.

Adapun alasan Iran menangguhkan perjalanan umrah warganya disebabkan oleh ulah seorang perwira Saudi yang telah melakukan pelecehan seksual kepada dua peziarah remaja Iran di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dua pekan lalu.

“Tindakan ini mendorong Teheran memberikan catatan teguran dan keluhan kepada pemerintah Saudi,” ujar Marzieh Afkham, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Dia mengatakan pada Rabu pekan lalu, Kementerian Luar Negeri Iran juga telah menghubungi kuasa hukum di Saudi untuk meminta Riyadh mempercepat langkah-langkah yang diambil dalam proses menghukum terdakwa.

Sekelompok orang Iran berkumpul di depan Kedutaan Besar Saudi di Teheran pada Sabtu lalu sebagai protes atas ketidaksenonohan itu, meneriakkan slogan-slogan anti-Arab dan menyerukan penutupan kedutaan serta pembatalan umrah ke Mekkah, Arab Saudi.| sumber: tempo.co

Iran dan Amerika Cs Capai Kerangka Kesepakatan Nuklir

Iran dan Amerika Cs Capai Kerangka Kesepakatan Nuklir

Lausanne – Amerika Serikat, Iran, dan lima negara besar dunia yaitu Inggris, Cina, Rusia, Prancis, dan Jerman mencapai kesepahaman soal kerangka kesepakatan pengembangan program nuklir. Kerangka kesepakatan ini menekankan batasan-batasan agar Iran tidak memproduksi senjata atom melalui program nuklirnya.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa sekaligus koordinator enam negara, Federica Mogherini, mengatakan kerangka kesepakatan ini telah mencapai tahap yang menentukan.

“Ini keputusan penting yang meletakkan dasar naskah akhir rencana aksi menyeluruh. Sekarang kita bisa mulai membuat konsep naskah dan turunannya,” kata Mogherini seperti dilaporkan Al Jazeera, Jumat, 3 April 2015.

Kerangka kesepakatan ini dicapai setelah perundingan berbulan-bulan. Di Laussane, Swiss, sendiri, upaya diplomatik berlangsung selama delapan hari.

Presiden AS Barack Obama menyebut hal ini kesepakatan yang baik sekaligus menjawab kekhawatiran atas nuklir Iran. Menurutnya, AS cs, “Telah mencapai kesepahaman yang bersejarah dengan Iran.” Adapun Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebutnya hasil yang menang-menang.

Dalam kerangka kesepakatan ini, Iran setuju pembatasan signifikan atas fasilitas nuklirnya. Iran akan mengurangi persediaan pengayaan uranium hingga 98 persen. Iran juga mengajukan diri untuk diinspeksi secara internasional.

Jika negosiator Iran bersedia menjadikan kerangka ini sebagai rencana menyeluruh, Negeri Ayatollah itu dijanjikan tidak lagi mendapat sanksi ekonomi.| sumber: tempo.co

Chehel Sotoun, Kemegahan Istana 40 Pilar di Iran

Chehel Sotoun, Kemegahan Istana 40 Pilar di Iran

Bila di Bukhara terdapat masjid empat puluh pilar, yakni Bolo Hauz,  di kota Esfahan, Iran juga terdapat sebuah bangunan istana megah yang dikenal dengan Istana Empat Puluh Pilar.

Chehel Sotoun, merupakan sebuah istana paviliun megah dengan kolam air mancur berada di tengah taman istana. Chehel Sotoun merupakan istana yang dibangun oleh Shah Abbas II, memerintah 1642-1666 Masehi dari Dinasti Safawid.

Istana ini adalah empat dari 16 istana era Dinasti Safawi di Isfahan, yang masih ada dan terawat baik hingga kini. Chehel Sotoun ini dibangun sebagai tempat hiburan dan resepsi serta pertemuan penting raja Shah Abbas II saat itu.

Di Istana ini Shah Abbas II dan para penerusnya menerima para pejabat dan duta besar di salah satu ruang utama paviliun yang megah. Chehel Sotoun berdiri di atas lahan seluas 6,7 hektar.

Bangunan istana ini awalnya dibangun pada 1647 masehi, sempat mengalami kebakaran hebat dan akhirnya dibangun kembali pada 1706 Masehi.

Chehel Sotoun secara harfiah bahasa Persi memang berarti Empat Puluh Pilar. Nama ini diambil dari banyaknya pilar atau kolom-kolom kayu yang menopang bagian depan istana ini, walaupun jumlah pilar yang menopang pintu masuk paviliun depan istana hanya berjumlah dua puluh.

Istana Chehel Sotoun @tishineh-com

Istana ini dibangun dengan beberapa tahapan. Tahap pertama pembangunan diutamakan pada paviliun yang berada pada bagian belakang.

Tahapan selanjutnya pengerjaan dua ruang bagian samping yang mengapit bangunan utama, pada tahapan akhir konstruksi ditambahkan serambi depan dengan dua puluh pilar kayu. Serambi teras selebar tiga meter dengan lebih dari 17 meter, dua puluh pilar dari kayu pinus tersusun sejajar.

Pilar-pilar tersebut setinggi 40 meter dihiasi dengan kerajinan kaca dan pola dekorasi kayu berwarna. Karena pilar-pilar tersebut ditambahkan pada tahapan terakhir, banyaknya jumlah kolom inilah yang menjadi nama istana ini.

Dalam istilah Persia bagi kata ’empat puluh’ sendiri bermakna banyak, untuk merepresentasikan istana ini dengan struktur pilar yang banyak di bandingkan istana lainnya. Disamping itu, yang membedakan Chehel Sotoun dengan istana lainnya, adalah dekorasi eksterior dan interior yang rumit.

Dekorasi di dalam paviliun merupakan kombinasi dari seni dekorasi Persia, Cina dan Barat. Perpaduan seni dekorasi ini menjadikan Chehel Sotoun merupakan salah satu monumen sejarah di mana kerajinan kaca, lukisan dinding, kolom kayu digunakan secara luas pada bagian dinding, pilar dan langit-langit muqarnas.

Pada bagian dinding misalnya, dekorasi paviliun dipenuhi lukisan figur gambar manusia yang penuh warna.
Bagian atas dari bagian dalam dinding yang dihiasi dengan enam lukisan dinding, yang mewakili kehidupan istana Safawi dan keberhasilan ekspansi militer.

Daerah di bawah lukisan dinding ini ditutupi dengan lukisan kecil mirip dengan miniatur Persia. Gambar dekorasi tersebut menceritakan peristiwa politik dan militer penting selama pemerintahan Dinasti Safawi dan era Shah Abbas II.

Di antaranya menggambarkan Shah ketika menerima Kaisar Mughal Humayun, yang memerintah pada 1508-1556. Pertempuran Shah Ismail I dan Sultan Ottoman Selim I di Khalduran. Kemudian saat Shah Abbas II menerima pemimpin Khanate Bukhara, Nadir Muhammad Khan.

Sebuah lukisan yang lebih baru menggambarkan kemenangan Nader Shah melawan tentara India di Karnal pada 1747. Model dekorasi bergambar manusia ini dianggap unik dan berbeda dengan situs bersejarah Islam pada umumnya.

Sebab, dalam seni dekorasi Islam sangat jarang menampilkan lukisan manusia pada dekorasi interiornya. Walau demikian, sebuah kitab suci Alquran tetap terpajang di bagian pintu masuk utama paviliun. Istana ini sekarang menjadi museum penting di Esfahan.

Berbagai barang peninggalan era Dinasti Safawi di tampilkan di ruang utama paviliun, seperti lukisan, karpet, baju besi, keramik porselin indah dan koin peninggalan.

Bagian lain yang menunjukkan kemegahan Istana Chehel Sotoun adalah keindahan tamannya, yang dianggap satu dari sembilan taman terbaik di Iran. Di taman ini terdapat kolam memanjang 110 meter dengan lebar 16 meter, dua buah batu pahatan air mancur singa sebagai sumber air yang mengisi kolam besar persegi panjang ini.

Keindahan taman kolam Chehel Sotoun ini menjadikannya terdaftar sebagai salah satu dari 17 situs warisan Dunia di Iran dengan karakter Taman Persia.

Restorasi Ulang

Sejarah mencatat Istana Chetel Sotoun ini sempat mengalami kerusakan yang cukup parah akibat invasi tentara Afganistan yang menduduki kota Esfahan. Saat itu, beberapa lukisan dan gambar manusia ditutup dengan kain dan sebagian lukisan dinding diplester ulang menggunakan kapur.

Ini membuat keindahan dan keaslian dekorasi istana sempat hilang dan memudar. Pekerjaan restorasi pun dimulai pada 1970 untuk mengembalikan keindahan dan keaslian istana ini.

Restorasi dilakukan di bawah naungan Institut Italiano Per il Medio Orient yang bekerjasama dengan Organisasi Nasional untuk Konservasi Monumen Bersejarah Iran.

Lukisan dinding yang pernah ditutup dengan plester kapur kembali dikembalikan, dengan sisa-sisa lukisan yang pernah tercatat. Di antaranya di bagian dinding paviliun atas, di dinding selatan dari bagian  barat aula. Serta memasang mengembalikan lukisan yang pernah ditutup.

Di antaranya lukisan yang sangat hidup menggambarkan seorang gadis harem mengenakan pakaian Eropa dalam gaya abad 16-17 masehi. Selain itu restorasi juga diberlakukan pada sebagian besar pilar kayu di bagian teras besar yang telah mengalami kerapukan.

Beberapa pilar kayu yang rapuh ini telah diganti dengan ditopang inti cekung dengan menggunakan batang baja penguat. Proyek restorasi ini selesai pada tahun 1977, menerima Aga Khan Award untuk Arsitektur tahun 1980. | sumber : republika