Tag: ippat

IPPAT Umumkan Penerimaan Berkas Beasiswa Pemkab Aceh Timur

IPPAT Umumkan Penerimaan Berkas Beasiswa Pemkab Aceh Timur

BANDA ACEH –Ikatan Pemuda pelajar Aceh timur (IPPAT)  meminta kepada seluruh mahasisiwa yang berada di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar untuk mempersiapkan berkas beasiswa .

Hal ini disampaikan langsung oleh ketua IPPAT Abdul Muthalib kepada portalsatu.com melalui surat elektroniknya, Minggu 20 September 2015.

“Informasi ini berdasarkan surat edaran yang di antar langsung oleh Kasubbag Pendidikan Kab Aceh Timur Syaharani S,Ag. MA  dan pihaknya meminta kepada pengurus IPPAT  untuk segera menginformasikan kepada seluruh mahasiswa yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar untuk menyiapkan berkas melengkapi syarat pengurusan beasiswa,” ujarnya.

Bagi pelamar lanjutnya,  bisa mengatarkan langsung ke sekretariat IPPAT Banda Aceh, Jalan Rawa sakti Timur lr VII No.1B Peurumnas Jeulingke Banda Aceh.

“Alhamdulillah melaui proses panjang yang kita lalui, Pemkab Aceh Timur kembali membuka beasiswa kurang mampu dan yang berprestasi. Ini patut diapresiasikan kepada pemerintah kabupaten Aceh timur yang peduli kepada mahasiswa untuk kemajuan daerahnya kedepan,” katanya.

“Saya mengimbau agar mahasiswa menanggapi positif bantuan ini dan segara melengkapi persyaratan yag sudah ditetapkan oleh Pemerintah kabupaten Aceh Timur dan IPPAT hanya bertangung jawab yang Mengirimkan langsung ke sekretariat IPPAT Selaku lembaga resmi yang di akui pemerintah,” katanya lagi.

Sementara itu yang membidangi Departemen Kemahasiswaan  IPPAT,  Riandhani dan juga selaku panitia penerimaan berkas beasiswa menambahkan,  panitia mulai membuka peneriman berkas  29 September 2015-15 November 2015.

“Untuk  contoh format surat bisa diambil langsung di sekreatariat IPPAT,” katanya. [] (mal)

Ini Hasil Mubes IPPAT di Aula DPD RI

Ini Hasil Mubes IPPAT di Aula DPD RI

BANDA ACEH – Sejumlah mahasiswa asal Aceh Timur kembali menggelar Musyawarah Besar (Mubes) di Aula DPD RI, Minggu 6 September 2015.

“Mubes ini merupakan lanjutan dari kegiatan di Aula Gedung C Wali Kota Banda Aceh pada 10 Mei lalu. Mubes ini berisi agenda pemilihan pimpinan sidang tetap karena pimpinan sidang lama yang walk out saat itu, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan AD/ART, penyampaian LPJ Pengurus lama, dan pencalonan Ketua IPPAT untuk periode selanjutnya,” kata Ketua Panitia Muhammad Reza Syahrul, dalam siaran persnya, Senin 7 September 2015.

“Alhamdulillah peserta diikuti oleh representatif pengurus paguyuban kecamatan dari Aceh Timur, sehingga sidang bisa kita jalankan tanpa menodai kaidah dan norma-norma Mubes IPPAT sesuai amanah AD\ART,” katanya lagi.

Pelaksanaan Mubes, kata dia, dilanjutkan tanpa dukungan dari pemerintah daerah dan tanpa berbau politik.

“Tanpa bermewah-mewah, bahkan makan siang saja tidak kami sediakan, karena kami tidak menyebarkan proposal-proposal untuk Mubes suci ini. Inilah yang ingin kita bangun, jika kita terus menerus menjadi mahasiswa proposal, bukan ilmu organisasi yang kita dapatkan, yang ada akan melahirkan mahasiswa-mahasiswa dungu. Karenanya forum Mubes ini berjalan dengan sangat sederhana namun berlangsung alot,” ujar Muhammad Reza Syahrul.

“Alhamdulillah di akhir sesi Mubes melahirkan ketua baru, Nanda Abd Halim setelah mengalahkan Chalid Akbar dan Agustia Randa,” kata dia.

Sementara itu, ketua terpilih Nanda Abd. Halim, mengatakan dirinya mengucapkan banyak Terimakasih kepada kawan-kawan Aceh timur yang berhadir.

“Terpilihnya saya tidak terlepas dari support kawan-kawan, saya menemukan keluarga baru di forum ini, barisan ini akan terus kita pererat. Saya ingin merangkul semua kawan di luar sana, yang sedang kuliah dengan keterbatasan biaya, yang tinggal digubuk-gubuk tua demi cita-cita, yang tidur beralaskan tikar, yang bekerja membanting tulang demi sarjana. Inilah cita-cita saya sebagai ketua baru IPPAT,” ujarnya lagi.

“Saya ingin mengubah kesan IPPAT hanya dimiliki oleh dua asrama putra dan putri, IPPAT ini milik kita semua. Milik kawan-kawan di luar sana. IPPAT ini akan menjadi motor control kinerja pemerintah, yang tidak semena-mena memberikan penghargaan, yang akan menjadi bahu sandaran rakyat Aceh Timur dengan himpitan ekonominya, karena itu pula kita tidak akan meminta di SK kan oleh Pemerintah Daerah,” ujar Nanda.

Dia menambahkan dalam beberapa hari kedepan akan langsung membentuk panitia recruitment pengurus.

“Ya kesempatan ini kami buka secara luas, kami akan membentuk Panitia recruitment utk menjaring pengurus-pengurus yang ingin bergabung dan belajar organisasi. Di sinilah tempatnya, nanti akan ada beberapa tahap recruitment, salah satunya interview. Kita menjaring mahasiswa-mahasiswa bermoral sebagai nahkoda IPPAT,” ujarnya.

Sedangkan Sayyid M.Chaidir Almahdaly selaku ketua Definitif juga menambahkan, bahwa d ibawah kepemimpinannya berhasil dan sukses melaksanakan Mubes.

“Ya alhamdulillah, amanah organisasi dan tanggungjawab moral ini telah berhasil kami selesaikan, sebagai pengurus lama dan penyelenggara Mubes. Kami berharap perahu ini kalian jaga baik-baik, kalian belajar sungguh-sungguh. Jangan sekalipun perahu ini kalian jual kepada penguasa rakus,” ujar Sayyid. [] (mal)

Ini Kata Ketua IPPAT Soal Mubes Tandingan di Banda Aceh

Ini Kata Ketua IPPAT Soal Mubes Tandingan di Banda Aceh

BANDA ACEH – Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT), Abdul Muthalib, meminta mahasiswa dan pelajar dari Kabupaten Aceh Timur di Banda Aceh  agar tidak berpengaruh dengan isu miring terkait pelaksanaan Mubes IPPAT tadingan.

“Dengan ini meminta pemuda, mahasiswa dan pelajar dari kabupaten Aceh Timur di Banda Aceh  agar tidak berpengaruh dengan isu miring lainnya. IPPAT adalah paguyuban pemuda dan pelajar Aceh Timur yang bertempat di Banda Aceh dan telah melaksanakan Mubes-nya terakhir di aula Taman Sari pada Minggu 10 Mei 2015 lalu, dan saya secara aklamasi terpilih sebagai ketua,” ujarnya.

Abdul Muthalib meminta pemuda mahasiswa dan pelajar Aceh Timur yang saat ini sedang menempuh pendidikan dan beraktifitas di Banda Aceh untuk selalu menjaga kekompakkan dan persatuan.

“Mari kita sama-sama mengedepankan sikap arif, bijaksana, kreatifitas tanpa melupakan sikap kritis kita dalam merespon kebijakan-kebijakan yang menjadi kepentingan kita bersama selaku Pemuda, Mahasiswa dan Pelajar asal Kabupaten Aceh Timur,” katanya.

“Satu harapan yang kita ingin adalah  pemuda dan mahasiswa harus siap memimpin dan dipimpin, dan bisa menjadi kontributif terhadap masyarakat, bangsa dan negara, jangan cuma bisa berteori saja,” katanya lagi.

Kata dia, IPPAT kepengurusan 2015-2017 juga telah dilantik dan telah serah terima jabatan dari kepengurusan lama di gedung AAC Dayan Dawood pada Jumat malam 21 Agustus 2015 lalu.

“Acara ini dihadiri langsung oleh bupati dan wakil bupati Aceh Timur, tokoh masyarakat Aceh Timur di Banda Aceh dan tamu undangan lainnya. Terkait keabsahan, legalitas serta badan hukumnya, ada Surat Keputusan (SK) Bupati Aceh Timur bernomor 240/ 692/ 2015 tentang penetapan kepengurusan IPPAT periode 2015-2017 yang menetapkan Abdul Muthalib sebagai ketua umum,” katanya. []

 

IPPAT Banda Aceh: Sayyed Almahdali Bukan Lagi Ketua

IPPAT Banda Aceh: Sayyed Almahdali Bukan Lagi Ketua

BANDA ACEH – Ketua Pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT) Banda Aceh periode 2015-2017, Abdul Muthalib, mengatakan Sayyid Almahdali bukan lagi ketua IPPAT. Pasalnya, kepengurusan IPPAT Banda Aceh periode 2013-2015 sudah diberhentikan.

“Ini sesuai dengan surat keputusan Bupati Aceh Timur nomor 240/692/2015 tentang penetapan pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur Banda Aceh Periode 2015-2017,” katanya melalui siaran pers ke redaksi portalsatu.com, Kamis 30 Juli 2015.

Menurutnya, IPPAT memanyungi paguyuban-paguyuban kecamatan se Aceh Timur, asrama putra dan asrama putri. Dalam melaksanakan tujuannya, pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT) Banda Aceh berpedoman pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga hasil musyawarah besar pada 10 Mei 2015.

“Oleh karena itu, saya meminta kepada pengurus IPPAT Banda Aceh periode 2013-2015 yang dipimpin Sayyed Almahdali untuk tidak mencemar nama baik IPPAT Banda Aceh. Karena ini menyangkut marwah masyarakat Aceh Timur. Jika ada persoalan bisa menghubungi kami agar bisa diselesaikan secepatnya,” katanya.

“Kami juga meminta kepada Tajri A. Gani jangan mencari sensasi bodoh. Jika ingin menghancurkan silaturahmi masyarakat Aceh Timur, silahkan mencari wadah yang baru dan yang layak,” ujarnya lagi. [] (mal)

IPPAT Pertanyakan Konsistensi Penyaluran Beasiswa Pemkab Aceh Timur

IPPAT Pertanyakan Konsistensi Penyaluran Beasiswa Pemkab Aceh Timur

IKATAN Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT) mempertanyakan konsistensi pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam penyaluran beasiswa untuk mahasiswa.
Wakil Ketua Umum IPPAT, Tajri A. Gani Aljuluky, mengatakan mestinya beasiswa sudah disalurkan pada pertengahan tahun, namun hingga kini belum ada informasi terkait hal itu.
“Pemerintah kabupaten perlu mengklarifikasi terkait dengan informasi beasiswa, agar segenap mahasiswa Aceh Timur tidak merasa resah, mereka mempertanyakan ini kepada kami selaku garda terdepan aspirasi mahasiswa Aceh Timur di Banda Aceh, bahkan di luar Banda Aceh pun mempertanyakan informasi ini kepada kami,” kata Tajri kepada portalsatu.com melalui surat elektronik hari ini, Rabu, 29 Juli 2015.
Ia mengatakan beasiswa tahun ini bisa segera direalisasikan, apalagi mahasiswa asal Aceh Timur di Banda Aceh dinilai banyak yang berasal dari keluarga miskin.

“Persentasenya 68 persen dari mereka adalah mahasiswa miskin, dan perhatian tentunya sangat kita harapkan,” katanya.

IPPAT meminta pemkab Aceh Timur segera menyikapi kondisi ini. Selain itu pihaknya juga berharap jumlah bantuan beasiswa yang diberikan pemerintah bisa meningkat dibandingkan tahun lalu.

“Tidak sedikit mahasiswa yang kewalahan saat membayar SPP semester, dan mereka berharap beasiswa kabupaten bisa menutupi kewalahan itu,” Kata Tajri yang membidangi Bidang Pendidikan.[] (ihn)

IPPAT: Gubernur Jangan Dulu Bicara Pencalonan Diri

IPPAT: Gubernur Jangan Dulu Bicara Pencalonan Diri

BANDA ACEH – Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT), Sayyid Almahdaly, meminta Gubernur Zaini Abdullah untuk tidak lebih dahulu berbicara mengenai pencalonan dirinya sebagai Cagub dari jalur independen.

“Lebih baik di sisa maja jabatannya pemerintah memperbaiki lini-lini pembangunan dan fokus mengevaluasi kinerja SKPA. Ini lebih bermanfaat, kata Sayyid Almahdaly, melalui rilis ke redaksi portalsatu.com, Kamis 23 Juli 2015. [Baca: Doto Zaini Isyaratkan Maju Lagi]

“Kita berharap, situasi politik menjelang Pemilukada 2017 tidak mengganggu rekonsiliasi antara eksekutif dan legislative. Ini untuk Aceh. Bukan nya malah ada keinginan untuk mendapatkan kekuasaan lagi,” ujarnya lagi.

Katanya, rakyat butuh perubahan, maka di sisa masa jabatan pemerintahan Zikir harus melakukan langkah nyata.

“Yang belum terselesaikan, maka rampungkanlah. Aceh kaya, namun rakyatnya miskin, mau kita kemanakan potensi ini?” kata Sayyid yang juga merupakan aktifis paguyuban se-Aceh ini.

“Jika kami boleh mengatakan sesuatu terkait eskalasi politik 2017, kami pemuda hanya ingin penganguran diminimalisir, maksimalkan peran pemuda, sekolahkan para-para generasi muda untuk memimpin aceh di masa yang akan datang, pemimpin terbaik hari ini adalah pemimpin yang mampu melahirkan pemimpin pemimpin baru yang mampu membawa aceh ke gerbang kemajuan sejati,” ujarnya.

Kata Sayyid Almahdaly, pernyataan gubernur soal pencalonannya di media belum tepat. “Kita hanya khawatir rakyat akan terbawa dalam kondisi itu nantinya,” ujar dia. [] (mal)

Foto: Sayyid Almahdaly

IPPAT Bantah Terpilihnya Ketua Baru

IPPAT Bantah Terpilihnya Ketua Baru

BANDA ACEH – Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT) Sayyid Almahdaly, mengklarifikasi terkait dengan berita yang beredar tentang telah terpilihnya ketua umum IPPAT yang baru.

“Justru padahal MUBES hanya sampai pada pembahasan ADRT, pada pukul 17.00 Wib, belum juga sampai pada pembahasan yang lainnya,” kata Sayyid kepada portalsatu.com, Kamis 14 Mei 2015.

Sayyid Almahdaly mengatakan terkait dengan walkout nya beberapa organisasi paguyuban Kecamatan itu merupakan hal yang tidak mengganggu jalannya sidang lanjutan, dikarenakan kuota yang masih berada di forum mencapai 50+1 Kecamatan. [Baca: Abdul Muthalib Ketua Terpilih IPPAT Banda Aceh]

“Pimpinan sidang pun tetap berkomitmen menyelesaikannya,” ujarnya.

Namun, Sayyid Almahdaly menambahkan melihat kondisi yang masih kurang kondusif, pihaknya membubarkan panitia sehingga pimpinan sidang menunda jalannya forum kemudian mengumumkan atensi kepada forum bahwa akan ada sidang lanjutan mengenai mubes tersebut hingga waktu yang tidak di tentukan.

“Kami memegang teguh amanah ADRT, dan telah ada penjelasan mengenai bab ini, hanya saja tinggal kami menjalankannya,” katanya.

Pihaknya berharap tidak ada yang salah dalam hal konsumsi informasi, publik Aceh Timur berhak tau apa yang terjadi dengan mubes IPPAT, dan semua pengurus bertanggung jawab untuk meluruskannya.

Sayyid Almahdaly menjelaskan bahwa dalam waktu dekat  akan kembali melaksanakan mubes lanjutan dan meminta kepada mahasiswa dan pemuda Aceh Timur yang berada Banda Aceh yang tergabung dalam organisasi paguyuban Kecamatan untuk sama-sama melanjutkan apa yang belum diselesaikan.

“Kami juga akan menyampaikan bahwasanya setelah selesai dri amanah kita akan melaporkan ke pemda,” ujarnya. [] (mal)

Abdul Muthalib Ketua Terpilih IPPAT Banda Aceh

Abdul Muthalib Ketua Terpilih IPPAT Banda Aceh

BANDA ACEH – Abdul Muthalib terpilih secara aklamasi sebagai ketua Ikatan Pemuda dan Pelajar Aceh Timur (IPPAT). Pemilihan berlangsung di Taman Aula Taman Sari, Banda Aceh, Minggu 10 Mei 2015.

Musyawarah Besar (Mubes) IPPAT Banda Aceh tersebut sempat beberapa kali Terjadi penundaan sidang. Kondisi ini terjadi karena mahasiswa Peureulak menolak jalannya sidang dan sempat terjadi cekcok.

Abdul Muthalib dari Kecamatan Simpang Ulim terpilih sebagai Ketua IPPAT periode 2015-2017 setelah menggungguli lawannya, Saiful Amri dari Peudawa, Kabupaten Aceh Timur.

Abdul Muthalib didukung oleh 35 suara. Sedangkan Saiful Amri hanya mendapat 15 suara.

“Kita mengucapkan selamat pada Abdul Muthalib yang telah terpilih menjadi Ketua IPPAT. Kita berharap semua pihak yang bertikai agar bergabung kembali,” kata Ketua Panitia, Muhajir. [] (mal)