Tag: insiden mina

Jumlah WNI Tewas Korban Mina Bertambah

Jumlah WNI Tewas Korban Mina Bertambah

MEKKAH – Anggota jemaah haji Indonesia yang wafat dalam peristiwa di Jalan 204, Mina, bertambah 17 orang dari semula 103 orang pada pengumuman sebelumnya, sehingga sekarang menjadi 120 orang.

“Pada Rabu 7 Oktober pukul 08.00 Waktu Arab Saudi atau pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat, kami laporkan jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat bertambah 17 orang,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015M, Arsyad Hidayat, di Mekkah, Arab Saudi, Rabu.

Dengan demikian lanjut dia, jumlah anggota jemaah haji Indonesia yang wafat sampai hari ini dalam peristiwa Mina sebanyak 120 orang terdiri atas 115 orang merupakan anggota jemaah asal Indonesia dan lima orang WNI yang telah bermukim di Arab Saudi.

Penemuan atau identifikasi jenazah anggota jemaah yang wafat pada hari ini, kata Arsyad, seluruhnya merupakan anggota jemaah asal Indonesia, yang sebagian besar berasal dari Jawa Barat.

Ketujuh belas nama baru yang diidentifikasi meninggal tersebut adalah:

Jawa Barat (kloter 61 embarkasi Jakarta-Bekasi, JKS 61)

1. Yoyom Maryam Abdullah dengan nomor paspor B1200064

2.Tintin Mulyatin Ahmad Sujadi dengan nomor paspor B0933088

3. Euis Komariah Muharam dengan nomor paspor B0724731

4. Ira Kusmira Dede Herlan dengan nomor paspor B0733174

5. Rumiyati Muhnyono Azali dengan nomor paspor B143885

6. Ade Sutarna Atang dengan nomor paspor B0932992

7. Suparman Sarkosih Lamiri dengan nomor paspor B0476613

8. Dik dik Mochamad Tasdik dengan nomor paspor B0733180

9. Dahlan Djambek Ardiwijaya dengan nomor paspor A0733180

10. Rohendi Iskandar Hadiwijaya dengan nomor paspor B0476603

Surabaya

11. Wati Ibrahim Saman (SUB 28) dengan nomor paspor B1027953

12. Zaini Mauelan Ishaq (SUB 48) dengan nomor paspor A6884560

13. Masykur Atmino Asti (SUB 48) dengan nomor paspor B10231173

14. Siti Asiah Paijan Wiryo (SUB 36) dengan nomor paspor B1021771

15. Mulyono Demo Kaimihan (SUB 36) dengan nomor paspor B1021803

Makasar

16. Lasikki Laompo Rahman (UPG 10) dengan nomor paspor B0693314

Solo

17. Sugenng Triyanto Soeratman Hadimulyo (SOC 62) dengan nomor paspor B0876704

“Mereka semua diidentifikasi berdasarkan pencarian file dokumen jenazah yang ada di pemulasaraan mayat, Al Muashim, Mekkah,” ujar Arsyad.

Dengan penemuan dan identifikasi korban baru tersebut, lanjut dia, saat ini masih ada delapan anggota jemaah yang masih belum kembali ke pemondokan mereka. Jumlah tersebut berkurang dari yang diumumkan sebelumnya sebanyak 25 orang. Mereka yang masih hilang berasal dari kloter 14 embarkasi Batam (BTH 14) sebanyak tiga orang dan JKS 61 sebanyak lima orang. Sedangkan jumlah jemaah yang masih dirawat tetap berjumlah lima orang.

“Kami dari tim PPIH dari unsur Kemenag, Kemenkes, TNI dan DVI dan KJRI akan senantiasa menelusuri jemaah yg belum kembali sampai hari ini,” ujar Arsyad.[] sumber: antaranews.com

Saudi Telah Makamkan 1.800 Jenazah Korban Mina

Saudi Telah Makamkan 1.800 Jenazah Korban Mina

JEDDAH – Otoritas kerajaan Arab Saudi memastikan, hingga Minggu, 4 Oktober 2015 sekitar 1.800 jenazah korban Mina yang telah teridentifikasi telah dimakamkan. Pihak Majma’ Ath-Thawari bil Mu’ashim sejak Senin, 28 September 2015 mulai mengebumikan jenazah para korban insiden Mina di lokasi yang tidak jauh dari pemulasaran para jenazah.

Menurut Kepala Daerah Kerja Mekah, Arsyad Hidayat, jemaah haji Indonesia yang wafat dalam insiden Mina juga turut dikembumikan di sana. Dia menambahkan proses pemakaman itu dilakukan untuk mencegah menyebarnya bahaya penyakit.

“Jenazah harus segera dimakamkan karena dikhawatirkan muncul berbagai wabah penyakit jika dibiarkan terlampau lama,” terangnya.

Saat mengunjungi lokasi pemakaman pada Sabtu, 3 Oktober 2015 malam, dia melihat lebih dari 60 lubang pemakaman yang dipersiapkan. “Ada lebih dari 60 lubang pemakaman yang dipersiapkan untuk korban insiden Mina. Beberapa lainnya masih berupa hamparan yang siap digunakan,” katanya kepada tim Media Center Haji di Mekah.

Dalam pengamatannya, kuburan Muashim berbentuk hamparan luas sekira lebih dari tiga kali lapangan sepakbola. Hamparan itu tampak dibuat blok-blok dengan ukuran sekitar 8 × 100 meter.

Di setiap blok, dibuat liang lahat dengan ukuran panjang 2.5 meter, lebar 1.5 meter, dan kedalaman 2.5 meter. Lubang-lubang itu dibuat berjajar, masing-masing lima lubang ke samping. Pada sisi kanan dan kiri tembok pembatas, tertulis nomor pemakaman dalam rentang 1-5 secara berurutan.

Diperkirakan dalam setiap blok terdapat kurang lebih 200 lubang. Di atas setiap makam jenazah, ditaruh paving blok sebagai penanda adanya jenazah yang dimakamkan di bawahnya.

“Kuburannya terlihat seperti parit yang sudah dibeton, kemudian jenazah dimasukan, kalau sudah selesai ditutup. Saya lihat sampai mayat disimpan di bawah, agak dimiringkan menghadap ke kiblat,” terang Arsyad yang juga ikut menyaksikan pemakaman, Sabtu, 3 Oktober 2015.

Menurut Arsyad Hidayat, pamakaman Muashim ini diperkirakan bisa menampung hingga mencapai 9.000 jenazah. Lebih dari 1.400 jenazah korban terowongan Mina yang terjadi pada tahun 1990 juga dimakamkan di pemakaman ini pada blok yang berbeda.[] sumber: dream.co.id

Jemaah Haji Indonesia Korban Mina Jadi 95 Orang

Jemaah Haji Indonesia Korban Mina Jadi 95 Orang

JEDDAH – Jemaah Haji Indonesia yang menjadi korban meninggal dalam tragedi di jalan 204, Mina bertambah dari 91 menjadi 95 orang, setelah ditemukan dan diidentifikasi empat jenazah baru, di pemulasaran mayat Al Muashim, Mekkah, Arab Saudi.

“Sampai pukul 08.00 Waktu Arab Saudi, berdasarkan info dari tim di lapangan, jumlah jemaah haji yang wafat bertambah empat orang,” kata Kepala Daker Mekkah Arsyad Hidayat, di Mekkah, Arab Saudi, Sabtu.

Empat tambahan jemaah yang meninggal dalam tragedi Mina 24 September lalu itu adalah:

1. Muhammad Huardi Sukri dari BTH 14 (Batam) nomor passpor B1458434

2. Halijah Abu Hanifah (BTH 14) dengan nomor passpor B1306273

3. Alipudin Sawirja Kaco dari JKS 61 (Jakarta-Bekasi) dengan nomor passpor B0745298

4. Asep Ukanda Yaya Sonjaya (JKS 61) dengan nomor passpor B0476629

Pada kesempatan itu Arsyad juga mengatakan tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi khususnya Daker Mekkah, siap bekerja sama dengan tim DVI (Disaster Victim Identification) untuk menemukan jemaah haji Indonesia lainnya yang belum di temukan.

“Tim DVI juga akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi,” ujarnya.

Sampai saat ini masih ada 34 jemaah haji Indonesia belum kembali ke pemondokan sejak tragedi Mina. Mereka berasal dari kloter JKS 61 sebanyak 20 orang dan BTH 14 sebanyak tiga orang.

Selain itu, juga ada jemaah yang belum kembali ke pemondokan dari kloter SOC 62, SUB 28, SUB 36, dan SUB 48, masing-masing sebanyak dua orang, serta dari kloter SUB 61, UPG 10, dan BTG 15 sebanyak satu orang.

“Kami akan terus berupaya mencari jemaah haji yang masih belum diketemukan,” ucap Arsyad.[] sumber: antaranews.com

Jumlah Jamaah Tewas Insiden Mina Asal Indonesia Bertambah

Jumlah Jamaah Tewas Insiden Mina Asal Indonesia Bertambah

JAKARTA – Jumlah jemaah Indonesia yang menjadi korban meninggal dalam tragedi Mina terus bertambah dan sampai Rabu pukul 02.00 Waktu Arab Saudi (WAS) telah mencapai 57 orang, naik 11 orang dari rilis sebelumnya sebanyak 46 orang.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015, Arsyad Hidayat, mengatakan, jumlah jenazah jamaah Indonesia yang baru teridentifikasi tersebut masih berasal dari kontainer mayat yang lama.

“Sampai saat ini masih ada lima kontainer yang belum dibongkar, empat diantaranya dibawa ke Jeddah,” katanya penyampaian pembaharuan data korban peristiwa Mina, di Mekkah, Arab Saudi, Rabu dini hari.

Ia mengatakan ke-11 jenazah baru berhasil diidentifikasi tidak hanya melalui penelusuran file pelengkap jenazah yang ada di pemulasaran mayat Al Muashim, namun juga identifikasi melalui sidik jari, mengingat saat ini kondisi jenazah sudah semakin memburuk .

“Kami juga coba masuk ke bagian DVI untuk menelusuri (jamaah yang menjadi korban meninggal) melalui sidik jari, karena kini kondisi jenazah, seperti wajah, sudah berubah. Sidik jari menjadi sangat membantu,” kata Arsyad.

Kendati kondisi jenazah sudah sulit dikenali, namun menurut dia, untuk identifikasi para korban belum memerlukan pemeriksaan lewat DNA. Identifikasi melalui sidik jari masih menjadi andalan, mengingat semua jamaah yang masuk ke Arab Saudi, jari mereka dipindai oleh imigrasi

Sekretaris Daker Mekkah Nur Alia Fitria mengatakan 11 tambahan jamaah Indonesia yang menjadi korban meninggal dalam peristiwa Mina sebagian besar berasal dari kloter 61 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 61) atau jamaah dari Jawa Barat yaitu delapan orang, kloter 14 embarkasi Batam (BTH 14) sebanyak dua orang, dan kloter 10 embarkasi Makasar (UPG 10) satu orang.

Berikut nama-nama 11 jenazah yang baru teridentifikasi yaitu:

1. Lilis Suryani Misbah Ijudin, kloter JKS 61 nomor paspor B0932986
2. Otong Bastaman Sutisnamiharja, kloter JKS 61 nomor paspor B0932958
3. Nana Hendiana Idi, kloter JKS 61 nomor paspor A7917997
4. Maemunah Dasa Sasmita, kloter JKS 61 nomor paspor B0733173
5. Atang Gumawang Dede Herlan, kloter JKS 61 nomor paspor B0733175
6. Karmah Padma Kertapraja, kloter JKS 61 nomor paspor B0745293
7. Tuti Kuswarti Daman, kloter JKS 61 nomor paspor B1442338
8. Iis Masriah Kastoni Mardo, kloter JKS 61 nomor paspor A7026769
9. Ida Murtika Porie, kloter BTH 14, nomor paspor B1306300
10. Suryati Sahran Ribut, kloter BTH 14 nomor paspor B1306350
11. Nur Alam Iljas, kloter UPG 10 nomor paspor B0694654

Sebelumnya PPIH telah mengumumkan 46 jamaah Indonesia yang telah menjadi korban peristiwa Mina, terdiri dari 42 jamaah berasal dari Tanah Air dan empat warga negara Indonesia (WNI) yang telah bermukim di Arab Saudi.

Para jamaah yang telah menjadi korban tersebut adalah
1. Nabana Matsen Tarif (BTH 14)
2. Reni Arfiani Kaherdin (BTH 14)
3. Ponpon Sadjaah Sastrapradja (BTH 14)
4. Adryansyah Idris Usman (BTH 14)
5. Busyaiyah Syahrel Abdul Gafar (BTH 14)
6. Dahlia Sulaiman Hamdan (BTH 14)
7. Tanti Puspitawati Suharsono (JKS 61)
8. Rina Ocktarina Siroz Thoyib, (JKS 61)
9. Neneng Nurjuwitawati Deni Sahroni (JKS 61)
10. Erik Suryaman Aceng Kartika (JKS 61)
11. Eni Sukarni Oyo (JKS 61)
12. Atik Suryati Suarno (JKS 61)
13. Endang Sutiani Atang (JKS 61)
14. Debi Merliandayani Hamdani (JKS 61)
15. Wisma Widyana Puspitasari (JKS 61)
16. Rasno Asyidik Kardan (JKS 61)
17. Eti Kusmiati Idit Supriadi (JKS 61)
18. Nani Unah Ratnani (JKS 61)
19. Mohammad Yuhan Suprianto (JKS 61)
20. Koko Koswara Oyong Suwaryo (JKS 61)
21. Dede Kurniasih Sulaeman (JKS 61)
22. Dadang Barmara Memed (JKS 61)
23. Rosidah Adjo Madusri (JKS 61)
24. Tasmudji Agung Seputro (SUB 48)
25. Muzayyana Tahir Saruni (SUB 48)
26. Nero Sahi Astro (SUB 48)
27. Abdul Halim bin Ali Satina (SUB 48)
28. Hamid Atwi Tarji Rofia (SUB 48)
29. Rochmani Pawiroredjo Karsodikromo (SUB 48)
30. Yusriani Muhammad Qohar (SUB 48)
31. Siti Muanifah Zainudin Sahlan (SUB 61)
32. Abdul Karim Sumarmi Idris (SUB 46)
33. Nadjemiah Samad Madjida (UPG 10)
34. Yahman Mistan Meslan (UPG 10)
35. Sitti Lubabah Arsyad Ngolo (UPG 10)
36. Sri Prabandari Markani (SOC 62)
37. Susimah Slamet Abdullah (UPG 10)
38. Ratna Abdul Gani Muhammad (BDJ 1)
39. Ruswati Karim Lawadang (BPN 5)
40. Warnita Habib Basa (BTH 4)
41. Ardani Moch Ali Siradj (SOC 29)
42. Junaedi Sjahrudin Marjun (SUB 36)

Sementara jenazah jamaah WNI yang bermukim di Arab Saudi atas nama

1. Akhmad Jamhuri bin Hisyam, nomor iqomah 2362046928;
2. Wartoyo Usman Kalib, nomor iqomah 2389005337;
3. Asdinur Sanuri Hamzah nomor iqomah 2381436951.
4. Rumiati binti Nomo alias Aminah .[] sumber: antaranews.com

Jenazah Jemaah Haji Indonesia Korban Mina Mulai Dimakamkan

Jenazah Jemaah Haji Indonesia Korban Mina Mulai Dimakamkan

JEDDAH – Sementara proses identifikasi jenazah berlanjut, sebagian jemaah haji yang meninggal dunia dalam peristiwa terinjak-injak saat hendak melempar jumroh di Mina mulai dimakamkan pada Selasa 29 September.

Hingga Selasa, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia dalam peristiwa itu tercatat 46 orang sedang yang belum kembali ke tempat pemondokan mencapai 81 orang hingga hampir satu minggu sejak peristiwa Mina Kamis (24/09) pekan lalu.

Kendati demikian penyelenggara haji Indonesia tidak ingin berspekulasi kemungkinan jumlah yang meninggal dunia bertambah.

“Kami selalu melakukan updating namun kami selalu berpegang pada prinsip akurasi data dan prinsip kehati-hatian,” tegas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh, Kementerian Agama, Abdul Djamil, kepada wartawan BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir.

Ditambahkannya, data kematian baru dirilis apabila sudah ada kecocokan antara foto, nama, nomor paspor, asal daerah jemaah haji dan informasi dari pimpinan kloter atau pimpinan rombongan.

Membutuhkan waktu

Oleh sebab itu proses identifikasi memakan waktu lama.

“Karena pemerintah Saudi di dalam prosedur tetap tentang bagaimana menangani korban seperti ini mendahulukan penanganan terhadap korban (korban luka), karena dimungkinkan masih ada korban luka yang membutuhkan pertolongan segera,” kata Abdul Djamil yang sedang berada di Mekkah.

Hingga hari keenam, masih banyak jenazah yang belum diidentifikasi.

“Cuma informasi yang saya peroleh, pada hari ini sudah mulai dilakukan pemakaman atas jenazah yang sudah jelas statusnya.”

Jumlah jemaah haji yang meninggal dunia dari berbagai negara disebutkan oleh pemerintah Arab Saudi mencapai 769 orang.

Akan tetapi, sejumlah diplomat asing di Saudi yang diperlihatkan foto-foto jenazah, mengatakan korban meninggal akibat tragedi Mina lebih dari 1.000 orang.

Bagaimanapun pihak berwenang Arab Saudi sudah membantahnya dengan mengatakan foto-foto itu termasuk korban kecelakaan derek dan yang meninggal secara alami namun belum teridentifikasi.

Peristiwa Mina, yang tercatat terburuk dalam 25 tahun terakhir, terjadi kurang dari dua minggu setelah derek menimpa Masjidil Haram dan menewaskan 111 jemaah haji, termasuk dari Indonesia.[] sumber: bbc.co.uk

Iran akan Tuntut Arab Saudi atas Kematian Jemaah Hajinya

Iran akan Tuntut Arab Saudi atas Kematian Jemaah Hajinya

Teheran  – Iran akan mengajukan tuntutan terhadap Arab Saudi karena “kelemahan” kerajaan itu dalam mengatur penyelenggaraan ibadah haji sehingga mengakibatkan kematian jemaah Iran pada akhir prosesi haji, kata Juru Bicara Pemerintah Iran Mohammad Baqer Nobakht.

Iran akan menuntut Pemerintah Arab Saudi lewat tindakan hukum dan mekanisme di kancah internasional, kata Nobakht, yang juga Wakil Presiden Iran, kepada kantor berita Tasnim pada Selasa (29/9).

Dia mengatakan bahwa Iran akan membela hak jemaah haji Iran, mereka yang hilang dan yang cedera dalam bencana tersebut.

Pada Selasa, Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut “ketidakefisienan” Arab Saudi sebagai penyebab tragedi di Mina, desak-desakan jemaah haji yang menyebabkan setidaknya 239 warga Iran meninggal dunia dan 28 orang lagi terluka.

Dalam peristiwa itu, lebih dari 200 warga Iran juga hilang menurut kantor berita resmi Iran, IRNA.

Menurut para pejabat Arab Saudi, lebih dari 760 orang meninggal dunia saat desak-desakan di Mina, dekat Makkah, Kamis (24/9).

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan tragedi tersebut tampaknya telah terjadi karena dua gelombang jemaah bertemu di satu persimpangan, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua.[] Sumber: antaranews.com

Foto Presiden Iran Hassan Rouhani

 

Empat Kontainer Berisi Jenazah Korban Mina Dibawa ke Jeddah

Empat Kontainer Berisi Jenazah Korban Mina Dibawa ke Jeddah

MAKKAH – Empat kontainer yang memuat jenazah korban peristiwa berdesak-desakan di Jalan 204, Mina, Arab Saudi, bakal dibawa ke Jeddah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pun menambah tim identifikasi.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan lima kontainer yang ada di Pemulasaran Jenazah al Muaisim belum dibuka. Bahkan, dia mendapatkan informasi empat kontainer akan dibawa ke Jeddah. “Karena tempat penyimpanan jenzah di Al Muaisim tidak mencukupi,” katanya pada Selasa (29/9) dini hari waktu Arab Saudi (WAS).

Arsyad menyatakan, jenazah yang berada dalam empat kontainer belum dirilis. Sebab, foto-foto jenazah yang sudah dirilis merupakan foto-foto dari jenazah yang sudah dikeluarkan dari kontainer.

Arsyad menuturkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sudah memerintahkan agar jumlah tim identifikasi ditambah. Sebelumnya, tim identifikasi terdiri dari empat orang yang berasal dari unsur PPIH Arab Saudi, anggota TNI/Polri, staf Konjen RI di Jeddah, dan tenaga musiman.

Sekarang, dia menyatakan, tim identifikasi terdiri dari sembilan orang. Sembilan tim identifikasi itu berasal dari tenaga teknis seperti penambahan anggota TNI/Polri, dokter, dan pakar kesehatan.

Arsyad menyatakan dengan penambahan jumlah personel, PPIH Arab Saudi membagi menjadi dua tim. Dua tim itu akan memfokuskan pencarian di Pemulasaran Jenazah al Muaisim. Jika empat kontainer dipindahkan ke Jeddah maka pencarian juga akan diperluas. “Tidak hanya terfokus di Makkah, kami juga memfokuakan pencarian tersebut di jedah,” ujar Arsyad.

Hingga Selasa pukul 01.00 waktu Arab Saudi, jumlah jamaah haji yang belum kembali ke pemondokan sebanyak 90 orang. Jumlah itu bertambah delapan orang dari data yang semula dilaporkan 82 orang.

Arsyad menyatakan penambahan karena seluruh kloter baru melaporkan kehilangan jamaah pada Senin (28/9) siang. “Karena nafar tsani baru selesai, seluruh ketua kloter saat itu belum melaporkan kehilangan jamaahnya,” ujar dia.[] sumber: republika.co.id

Kemenag Tambah Tim Pencari Jemaah Haji Indonesia Korban Mina

Kemenag Tambah Tim Pencari Jemaah Haji Indonesia Korban Mina

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) sebagai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menambah anggota tim pencari jemaah haji Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa Mina seiring dengan semakin luasnya area pencarian hingga ke kota lain di luar Mekkah.

“Sesuai dengan petunjuk Menteri (Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin) tim (pencari) ditambah dari empat menjadi sembilan orang,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Arsyad Hidayat, di Mekkah, Arab Saudi, Selasa, 29 September 2015 dini hari.

Penambahan tim tersebut, diakuinya bertujuan untuk mempercepat pencarian jemaah yang menjadi korban dalam peristiwa Mina. Apalagi saat ini masih ada lima kontainer berisi jenazah korban meninggal dalam peristiwa tersebut yang belum diumumkan fotonya oleh otoritas Arab Saudi.

“Sampai tadi (Senin) malam kontainer tersebut belum dibuka dan ada empat kontainer dibawa ke Jeddah karena pemulasaran mayat di Al Muasim tidak cukup,” kata Arsyad.

Oleh karena itu ia membagi anggota tim pencari yang terdiri dari anggota TNI dan Polri serta paramedis dan dokter ahli dalam dua kelompok yaitu di Mekkah dan di Jedah.

Sampai Selasa pukul 01.00 Waktu Arab Saudi (WAS) sebanyak 90 orang jamaah haji Indonesia belum kembali ke pemondokan masing-masing sejak peristiwa Mina, Kamis pagi (24/9).

“Kami juga telah dapat menghubungi tim forensi Al Muashim , sehingga besok bisa mendapatkan sidik jari para korban yang telah meninggal itu,” katanya.

Dengan demikian diharapkan pencarian jamaah Indonesia yang kemungkinan menjadi korban meninggal dalam peristiwa Mina bisa lebih cepat, mengingat saat ini telah memasuki hari kelima sejak peristiwa terjadi, sehingga dikhawatirkan kondisi jenazah semakin memburuk dan tidak mudah dikenali lagi.

Pada kesempatan itu Arsyad juga melaporkan total warganegara Indonesia yang meninggal dalam peristiwa Mina sebanyak 46 orang terdiri dari 42 jamaah Indonesia dan empat jamaah yang merupakan WNI yang sudah bermukim di Arab Saudi.[] sumber: antaranews.com

Jemaah Haji Indonesia Korban Mina Bertambah Jadi 42 Orang

Jemaah Haji Indonesia Korban Mina Bertambah Jadi 42 Orang

JEDDAH – Satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah bermukim di Arab Saudi dan tengah melakukan ibadah haji secara mandiri ikut menjadi korban dalam peristiwa Mina.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil pada jumpa pers di Makkah, Senin dini hari mengatakan selain 41 jemaah haji Indonesia yang menjadi korban peristiwa Mina, ada satu tambahan WNI yang menjadi korban, yaitu Rumiati binti Nomo alias Aminah, dengan alamat Desa Kalipare RT 03/03 Kecamatan Kalipare, Arjowilangun, Malang, Jawa Timur.

“Sehingga sampai dengan saat ini, jumlah WNI mukimin yang menjadi korban peristiwa Mina berjumlah empat orang,” katanya seperti dikutip Antara.

Pada rilis sebelumnya, Minggu (27/9) yang disampaikan Kepala Daker Makkah, Arsyad Hidayat, tiga orang WNI yang bekerja pada perusahaan Grup Bin Ladin dan sedang menjalankan ibadah haji ikut menjadi korban pada peristiwa Mina.

Mereka adalah Akhmad Jamhuri bin Hisyam dengan nomor iqomah 2362046928, Wartoyo Usman Kalib dengan nomor iqomah 2389005337, dan Asdinur Sanuri Hamzah dengan nomor iqomah 2381436951.

WNI yang meninggal pada peristiwa tersebut menjadi tanggung jawab perwakilan RI di Arab Saudi dalam hal ini Konjen RI di Jeddah.

Sementara itu Konjen RI untuk Jeddah, Dharmakirty Syailendra Putra, mengatakan Rumityati binti Nomo alias Aminah merupakan WNI yang telah lama bermukim di Arab Saudi dan paspornya masih aktif hingga tahun 2017.

“Ia melakukan ibadah haji tanpa melalui agen perjalanan, atau melaksanakan haji secara mandiri,” katanya.

Hal itu berbeda dengan tiga WNI yang ikut menjadi korban pada peristiwa Mina yang melaksanakan ibadah haji secara resmi melalui travel Al-Rajhi, bersama enam WNI lainnya.

Dari identitas yang dimiliki Aminah, kata dia, diketahui dia tinggal dengan keponakannya di Arab Saudi dan bekerja dengan majikan warga negara Arab yang kini sedang berlibur.

Selain Aminah, kata dia, ada satu WNI mengalami luka dalam peristiwa Mina yang masih dirawat di rumah sakit yaitu Asmad Kasim. “Dengan demikian ada lima WNI lainnya yang ikut Al Rajhi yang belum diketahui nasibnya pasca-peristiwa Mina,” kata Dharmakirty.[] sumber: merdeka.com

Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal dalam Tragedi Mina Jadi 34 Orang

Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal dalam Tragedi Mina Jadi 34 Orang

Makkah – Tim Kementerian Agama (Kemenag) telah berhasil mengidentifikasi 15 jenazah yang menjadi korban tragedi Mina 204. Dengan demikian total jemaah haji Indonesia yang dinyatakan wafat karena tragedi Mina 204 berjumlah 34 orang.

Sebelumnya pihak Kemenag menyebut korban meninggal yang berhasil diketahui yaitu 19 orang. Namun jumlah korban itu bertambah setelah 15 jenazah berhasil diidentifikasi.

Ke-15 jenazah yang berhasil diidentifikasi itu 3 orang berasal dari BTH 14, 9 orang dari JKS 61, 2 orang dari SUB 48, dan 1 orang dari UPG 10. Berikut identitas 15 jenazah Indonesia dalam jumpa pers yang dilakukan oleh Kepala Daker Makkah, Arsyad Hidayat, di Makkah, Minggu (27/9/2015):

1. Nabaha Matsen Tarif, kloter BTH 14, nomor paspor B1306146
2. Reni Arfiani Kaherdin, kloter BTH 14 nomor paspor B1311784
3. Ponpon Sadjaah Sastrapradja, kloter BTH 14 nomor paspor B0524212
4. Tanti Puspitawati Suharsono, kloter JKS 61 nomor paspor B092927
5. Rina Ocktarina Siroz Thoyib, kloter JKS 61 nomor paspor A3729946
6. Neneng Nurjuwitawati Deni Sahroni, kloter JKS 61 nomor paspor B0932973
7. Erik Suryaman Aceng Kartika, kloter JKS 61 nomor paspor B0933000
8. Eni Sukarni Oyo, kloter JKS 61 nomor paspor B0724661
9. Atik Suryati Suarno, kloter JKS 61 nomor paspor B0732946
10. Endang Sutiana Atang, kloter JKS 61 nomor paspor B0929866
11. Debi Merlindayani Hamdani, kloter JKS 61 nomor paspor B0476595
12. Wisma Widyana Puspitasari, kloter JKS 61 nomor paspor B1211713
13. Tasmudji Agung Seputro, kloter SUB 48 nomor paspor B1225358
14. Muzayyana Tahir Saruni, kloter SUB 48 nomor paspor B1467939
15. Nadjemiah Samad Madjida, kloter UPG 10 nomor paspor B0693478

Sumber: detik.com