Tag: indonesia

Indonesia Jadi Tuan Rumah ASEAN K-Pop Dance Cover 2015

Indonesia Jadi Tuan Rumah ASEAN K-Pop Dance Cover 2015

PERTAMA kalinya Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah untuk kompetisi K-Pop Dance Cover tingkat ASEAN bakal digelar di Mal Ciputra Jakarta, pada 11 Oktober 2015.

“Tahun 2015 ini Indonesia terpilih sebagai tuan rumah. Itu dipilih oleh komunitas K-Pop seluruh ASEAN. Sehingga kita dapat jatah tiga finalis untuk ikut kompetisi,” ucap General Manager Mal Ciputra Jakarta, Ferry Irianto, kepada Kompas.com di Mal Ciputra, Jakarta Barat, Selasa (6/10/2015).

Ferry menjelaskan, 268 finalis dari Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Myanmar, Laos, Indonesia dan Kamboja berhasil dijaring dalam seleksi awal kompetisi K-Pop Dance Cover telah dilakukan secara online mulai 20 Juli 2015 dan ditutup pada 12 September 2015.

Pada proses tersebut, setiap peserta wajib mengunggah video dance cover mereka ke YouTube, setelah itu mereka registrasi melalui situs web www.atmalciputrajakarta.com, dan akan mendapat balasan berupa email konfirmasi. Berdasar proses penyaringan itu, akhirnya terpilih delapan peserta yang dianggap terbaik untuk maju ke babak final.

Tak tanggung-tanggung mereka diseleksi langsung oleh penari profesional kelas internasional Lia Kim, serta koreografer untuk Girls Generation dan Super Junior, yakni Kang Kil Jun.

“Nah hadiahnya nanti untuk juara pertama kami beri uang lebih dari 5.000 dollar AS. Untuk 11 Oktober itu nanti Kang Kil Jun sama Lia Kim bakal jadi juri langsung,” kata Ferry.

Untuk dua finalis dari Indonesia, mereka diseleksi melalui kategori Sunbae atau senior. Dua pemenangnya berhak mengikuti final kompetisi K-Pop Dance Cover tingkat ASEAN mewakili Indonesia. Sementara, kategori junior atau Rookie dilakukan seleksi berbeda.

Rookie itu untuk yang belum pernah ikut kompetisi. Sudah ada seleksi sendiri untuk nasional, terpilh 15 peserta dan bakal kompetisi di final tanggal 11 Oktober,” kata Ferry.

“Animo generasi muda terhadap budaya K-Pop begitu tinggi dan kami turut mendukung dan memberikan wadah untuk menyalurkan kreasi para pecinta K-Pop melalui ajang K-Pop Dance Cover. Ajang ini juga sebagai kesempatan bagi mereka membawa nama baik Indonesia pada tingkat ASEAN,” tambahnya.[] sumber: kompas.com

Pemerintah Jepang Ancam Indonesia, Kenapa?

Pemerintah Jepang Ancam Indonesia, Kenapa?

JAKARTA — Pemerintah Jepang meradang atas keputusan Indonesia menunjuk investor China sebagai pemenang proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Bahkan, negara ini mengancam akan mengevaluasi seluruh kerja sama ekonominya dengan Indonesia hingga mencabut investasinya di Indonesia.

Jika ancaman ini benar, Indonesia patut waspada. Sebab, menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jepang merupakan negara dengan rasio realisasi investasi paling tinggi di Indonesia, yaitu sekitar 62 persen.

Pada semester-I 2015, total realisasi investasi Jepang di Indonesia berada di peringkat ketiga sebesar 1,6 miliar dollar AS atau 11,3 persen dari total realisasi investasi penanaman modal asing (PMA).

Posisi pertama ditempati Malaysia dengan 2,6 miliar dollar AS, sementara posisi kedua ditempati investor Singapura dengan 2,3 miliar dollar AS.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengakui kekecewaan Pemerintah Jepang tersebut.

Pekan lalu, Sofyan telah diutus oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Jepang Taro Aso.

Sofyan telah menjelaskan kepada Pemerintah Jepang bahwa keputusan pemerintah RI soal kereta api cepat didasari oleh pertimbangan rasional.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan komitmen untuk tetap melanjutkan kerja sama ekonomi dengan Jepang.

“Kepentingan Jepang di Indonesia lebih luas, lebih dari sekadar kereta cepat,” ujarnya, Jumat (2/10/2015).

Dalam kunjungan itu, Indonesia juga menawarkan proyek-proyek lain kepada sejumlah lembaga keuangan Jepang. Itu untuk menjelaskan bahwa Indonesia membuka kerja sama untuk pendanaan dalam proyek lainnya.

Hanya gertak sambal

Pengamat ekonomi internasional dari Center Strategic and International Studies (CSIS), Haryo Aswicahyono, menilai, ancaman Jepang hanya pernyataan emosional.

Ini tak ubahnya gertak sambal, apalagi pembatalan perjanjian bisnis tidak mudah.

Kerja sama investasi di antara kedua negara juga tak hanya antar-pemerintah, tetapi lebih banyak business to business.

“Saya pikir Indonesia harus tenang, jangan terlalu khawatir,” ungkap Haryo kepada Kontan, Minggu (4/10/2015).

Dia melihat kejadian ini hanya bagian kecil dari pasang surut hubungan dagang kedua negara. Toh pada gilirannya, kedua negara ini akan cepat selesai.

Terlebih lagi, hubungan RI-Jepang selama ini selalu mesra, terlihat dari tingginya investasi Jepang ke Indonesia.

Hubungan kerja sama yang terjalin lama tidak akan mudah diakhiri karena banyak pihak yang terlibat. Lebih dari itu, Jepang selama ini lebih untung dari hubungan dagang dengan Indonesia.

Indonesia menjadi salah satu pasar yang sangat besar untuk produk Jepang. Bahkan, lima tahun terakhir, Jepang lebih banyak menikmati surplus dari perdagangannya dengan Indonesia.

Toh, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah RI dalam membina kerja sama.

Terlepas dari alasan pemerintah untuk lebih berorientasi ke China dibanding Jepang, Haryadi berharap, Pemerintah Indonesia lebih berhati-hati dalam menawarkan proyek.

Selain itu, komunikasi yang baik sangat penting agar kekecewaan Jepang tidak berlarut dan merugikan dunia usaha.[] sumber: kompas.com

Indonesia Sudah Masuki Krisis, Ini Buktinya

Indonesia Sudah Masuki Krisis, Ini Buktinya

JAKARTA – Indonesia dinilai telah memasuki masa krisis. Hal ini mengacu pada faktor semakin anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke level Rp14.700 per USD.

Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi tahap I, namun kenyataannya masih belum membaiknya kondisi perekonomian dalam negeri.

Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Beni Pramula menjelaskan, selain anjloknya Rupiah, ada beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa negara Indonesia sedang mengalami krisis moneter. Hal itu terlihat dari defisit neraca pembayaran yang besar karena inflasi yang tidak terkontrol, hutang luar negeri yang semakin melambung, suku bunga tinggi dan kurs mata uang tidak seimbang.

“Tren pelemahan nilai tukar Rupiah dan saham merupakan respons pasar setelah mencermati kepemimpinan Jokowi-JK,” kata Beni saat ditemui di Puspiptek, Serpong, Tangerang, Banten, Sabtu malam.

Lebih lanjut, Beni menuturkan penyebab terjadinya krisis ekonomi tersebut karena kegagalan negara dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang berdampak langsung ke masyarakat.

“Ini merupakan kegagalan negara dalam merumuskan kebijakan ekonomi makro yang tercermin dari kombinasi nilai tukar yang kaku. Dengan demikian berarti ada regulasi fiskal yang bocor, inflasi yang merupakan hasil dari apresiasi nilai tukar efektif riil, defisit neraca pembayaran dan pelarian modal yang lengah dari perhatian pemerintah,” tuturnya. | sumber: okezone.com

Ternyata Nama Indonesia Berasal dari…

Ternyata Nama Indonesia Berasal dari…

LOGAN barangkali tak pernah menyangka, kata-kata yang diciptakannya kemudian hari menjadi nama sebuah negara; Indonesia.

Seorang perantau dari Skotlandia, James Richardson Logan (1819-1869) menerbitkan majalah ilmiah The Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia pada 1847.

Motivasi Logan menerbitkan jurnal ini, sebagaimana termaktub dalam nomor pertama jurnal tersebut, sebagai gelanggang para ilmuwan dan petualang Eropa akan hipotesis temuan-temuan baru mereka di kepulauan Hindia.

Dalam perkembangannya, majalah yang berkedudukan di Singapura ini karib disebut Indian Archipelago saja, yang dalam bahasa melayu berarti kepulauan Hindia.

Dua tahun kemudian, George Samuel Windsor Earl (1813-1865) ahli etnologi dari Inggris bergabung dalam jajaran redaksi majalah itu.

kata_indonesia_hlSebagai ahli etnologi, Earl mewarnai Indian Archipelago dengan menurunkan laporan tentang suku-suku, bahasa dan ragam budaya masyarakat di kepulauan Hindia. Pernah pula dia menulis perubahan karakter masyarakat dari maritim ke agraris.

Seiring waktu, begitu memahami sedikit banyak kehidupan masyarakat di kepulauan Hindia, Earl menyimpulkan bahwa wilayah ini kurang tepat disebut Indian Archipelago–sebernama majalah itu. Tak sekadar mengkritik, dia pun memberi usulan:

…the in habitants of the “Indian Archipelago” or Malayan Archipelago” would become respectively Indu-nesians or Malayunesians. I have chosen the latter for several reasons,” tulis Earl dalam On The Leading Characteristics of The Papuan, Australian, And Malayu-Polynesian Nations, termaktub di halaman 71 Indian Archipelago Vol IV, 1850.

Lebih kurang begini terjemahannya, “…penduduk “Kepulauan Hindia” atau “Kepulauan Melayu” akan dikenal menjadi Indu-nesieans atau Malayunesians. Saya telah memilih yang terakhir.”

Dengan sendirinya artikel Earl itu mengkritik nama media tempatnya bekerja. Tapi pak bos Indian Archipelago yang terbiasa hidup dalam tradisi ilmiah tak naik pitam. Dalam edisi yang sama, dia ladeni artikel Earl dengan artikel pula.

Dalam ulasan bertajuk The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries Into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders, Logan membenarkan pernyataan Earl sebagai seorang etnograf.

Bedanya, Earl memilih Malayunesians. Sedangkan Logan berpendapat, “I prefer the purely geographical term Indonesia,” sebagaimana dicuplik dari halaman 254 majalah tersebut.

Dengan ini jadilah Logan orang pertama yang mencipta-gunakan kata Indonesia.[] Laporan: Wenri Wanhar – Jawa Pos National Network

Indef: Ekonomi Indonesia Kritis, Hampir Krisis

Indef: Ekonomi Indonesia Kritis, Hampir Krisis

Jakarta – Institute for Development of Economjc and Finance (INDEF) menyatakan kekhawatirannya akan kondisi perekonomian Indonesia yang saat ini sudah memasuki titik krisis, bahkan berpotensi mengalami krisis.

“Kondisi kritis ini butuh penanggulangan cepat dan tepat, supaya tidak sampai mengalami titik krisis seperti 1998,” kata Enny Sri Hartati, Direktur Indef saat memaparkan “Jurus Memitigasi Potensi Krisis Ekonomi” di kantor Indef, Pejaten Timur, Rabu, 2 September 2015.

Kondisi perekonomian saat ini, menurut Enny, sedang dalam masalah. Ini terlihat dari realita di lapangan, yaitu beberapa di antaranya nilai inflasi makanan atau kebutuhan pokok pada Agustus masih mencapai 0,91 persen (month to month) atau 9,26 persen (year on year), serta tingkat pemutusan hubungan kerja dan pengangguran sudah mencapai lebih dari 100 juta orang.

Enny menekankan seluruh pemangku jabatan dan kepentingan harus memiliki sense of crisis.

“Kita saat ini sedang dalam masalah, bukan dalam kondisi yang baik-baik saja,” ujar Enny.

Menurut Enny, keterpaduan antara kebijakan fiskal dan moneter pun harus mrngerucut kepada dua hal, yaitu mengembalikan daya beli masyarakat dan kembali berfokus mrnggerakkan sektor riil supaya PHK dan pengangguran tidak bertambah kembali. | sumber: tempo.co

Foto Seorang buruh korban PHK melakukan aksi teatrikal saat peringatan Hari Buruh sedunia (May Day) di Semarang. TEMPO/Budi Purwanto

Ini Penjelasan Bos IMF Terkait Kunjungannya ke Indonesia

Ini Penjelasan Bos IMF Terkait Kunjungannya ke Indonesia

JAKARTA – Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde mengatakan kedatanganya ke Indonesia bukan untuk memberikan pinjaman. Alih-alih memberikan pinjaman, Lagarde hendak ‘meminjam’ Indonesia untuk menjadi tuan rumah perhelatan The 2018 Annual Meeting of The International Monetery Fund (IMF) dan The World Bank Group.

“Meminjam dari keramahannya, kekuatan dan keindahan budaya, kekuatan dan keramahan Indonesia. Dan saya tahu tahun 2018 akan menjadi momen yang fantastis,” kata dia saat jumpa pers di Istana Merdeka, Selasa, 1 September 2015.

Mewakili IMF dan Bank Dunia, Lagarde berterima kasih kepada para kolega di Indonesia dalam menyelenggarakan pertemuan tahunan yang akan berlangsung pada bulan Oktober 2018. Dia mengaku harus mengatakan Indonesia adalah salah satu kandidat yang mudah dipilih di antara kandidat yang lain.

Dia yakin pada tahun 2018, masyarakat mengakui Indonesia adalah negara yang ekonomi terus tumbuh setelah melalui banyak reformasi di bawah kepemimpinan Jokowi. “Di mana korupsi terus dilawan, di mana teknologi telah dimanfaatkan untuk membangun jaring pengaman,” kata dia.

Perhatian Jokowi, kata dia, kepada sektor infrastruktur dan pendidikan akan memperkuat Indonesia menjadi negara ekonomi terkemuka di dunia. Lagarde mengakui saat ini ekonomi semua negara, termasuk negara berkembang sedang menghadapi badai.

Dia mencontohkan seperti perlambatan ekonomi Cina yang bertahap membuat negara-negara lain ikut melambat, turunnya harga komoditas dan perubahan kebijakan moneter di seluruh dunia khususnya di Amerika Serikat. Meski demiikan, kata dia, IMF yakin Indonesia jauh lebih siap dari sebelumnya untuk menghadapi terpaan ekonomi.

Presiden Joko Widodo mengatakan pada tahun 2018, Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia. Menurut dia, pertemuan itu memberikan kepercayaan bahwa Indonesia mampu mengelola acara berskala internasional.

“Perlu saya sampaikan bahwa beliau tadi datang ke Indonesia untuk konferensi tingkat tinggi antara IMF dan Bank Indonesia. Jadi keperluannya itu,” kata dia. “Kita tadi diskusi banyak terutama masalah-masalah yang berkaitan dengan ekonomi global. Tidak ada yang lainnya.”[] sumber: tempo.co

Amien Rais Sebut Indonesia Bisa Bubar Seperti Uni Soviet

Amien Rais Sebut Indonesia Bisa Bubar Seperti Uni Soviet

Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menawarkan solusi masalah bangsa dengan diadakannya musyawarah nasional seluruh elemen bangsa untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi saat ini.

“Saya punya resep untuk mengatasi carut marut kondisi nasional yaitu dengan mengadakan musyawarah nasional dengan mengundang seluruh elemen bangsa,” katanya di Bandung, Minggu (23/8)

Hal itu dikatakan Amien saat memberikan tausiyah politik pada puncak perayaan HUT ke-17 PAN di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Bandung, Minggu.

Dia menyarankan agar Presiden Joko Widodo mengundang seluruh pimpinan lembaga negara, pimpinan TNI dan Polri, pimpinan partai politik, intelektual dan lembaga swadaya masyarakat yang berjiwa merah putih, untuk hadir dalam musyawarah nasional itu.

Menurut dia, dalam acara itu seluruh elemen harus duduk bersama membicarakan dan mencari jalan keluar kondisi saat ini.

“Dahulu Uni Soviet bangkrut dan bubar karena telat mengambil sikap, kita tidak boleh lelet menghadapi kondisi saat ini. Kalau kita telat ambil sikap, maka Indonesia akan menjadi sejarah,” ujarnya.

Amien menjelaskan ada dua bangunan penting bangsa Indonesia yang harus tetap dijaga, yaitu ekonomi dan politik.

Menurut dia, semua pihak sepakat bahwa saat ini bangunan ekonomi Indonesia sedang goyah, ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah dan ancaman pemutusan hubungan kerja di berbagai perusahaan.

“Apabila ekonomi goyah lalu diikuti sektor politik, maka masa depan Indonesia suram. Kita tentu tidak ingin hal itu terjadi,” katanya.

Mantan Ketua MPR RI itu mencontohkan Uni Soviet dan Yugoslavia yang bubar karena ketika terjadi krisis ekonomi, juga terjadi disintegrasi bangsa.

Dia berharap Negara Kesatuan Republik Indonesia lebih kuat dalam menghadapi kondisi saat ini dan integritas nasional harus kuat.

“Kita lihat disintegrasi dan kebangkrutan di Uni Soviet dan Yugoslavia. Saya harap NKRI lebih kuat dalam menghadapi kondisi saat ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan sejarah membuktikan apabila sebuah negara lemah dan terpecah belah maka akan mengundang intervensi kepentingan yang lebih kuat untuk masuk.

Menurut dia, apabila ekonomi goyang namun politik kuat, maka dirinya optimis Indonesia akan bangkit dan disintegrasi tidak terjadi.

“Namun kalau ekonomi ‘collaps’ dan diikuti politik maka ‘iblis-iblis’ akan membisikkan (kepada daerah) mengapa tidak merdeka,” katanya. | sumber: merdeka.com

Foto Amien Rais. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

10 Negara dengan Populasi Terbanyak di Dunia

10 Negara dengan Populasi Terbanyak di Dunia

Jakarta – Pertumbuhan pesat ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir didorong oleh konsep yang dikenal sebagai ‘bonus demografi’.

Struktur demografi Indonesia yang didominasi oleh penduduk usia produktif menopang tingkat konsumsi dan efisiensi produksi industri di Tanah Air.

Namun, data dari Population Reference Bureau menyatakan keunggulan jumlah populasi Indonesia tidak bisa dinikmati selamanya.

Populasi negara-negara Afrika diproyeksikan meningkat pesat, terutama populasi penduduk usia produktif.

Jumlah negara Afrika dalam tabel 10 negara berjumlah penduduk terbanyak naik dari 1 negara pada 2015 menjadi 3 negara pada 2050. Tiga negara tersebut adalah Nigeria, Kongo, dan Ethiopia.

China dan Indonesia diprediksi turun peringkat dalam tabel negara berpopulasi terbanyak di dunia. Posisi China di peringkat pertama akan dilewati India, sedangkan Indonesia turun ke posisi lima dilewati oleh Nigeria.

Negara Populasi Terbanyak pada 2015 (juta orang)

 

Cina: 1.372

India: 1.314

Amerika Serikat: 321

Indonesia: 256

Brasil: 205

Pakistan: 199

Nigeria: 182

Bangladesh: 160

Rusia: 144

Meksiko: 127

 

Sumber: tempo

Mengapa Ekonomi Indonesia Lesu, Ini Penjelasan Menkeu

Mengapa Ekonomi Indonesia Lesu, Ini Penjelasan Menkeu

Jakarta –  Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan  di tengah perlambatan global, fundamental ekonomi Tanah Air masih terjaga. Kondisi ini akan terus dipertahankan dengan menjaga stabilitas keuangan. “Sambil secara perlahan mendorong pertumbuhan,” kata Bambang  di kantor Bank Indonesia, Selasa, 4 Agustus 2015.

Perlambatan ekonomi diklaim Bambang terjadi karena tekanan global imbas  memburuknya ekonomi Cina, setelah berjaya selama dua dekade terakhir. Selain itu, kondisi ekonomi Amerika Serikat juga membaik sehingga nilai tukar dolar, khususnya terhadap rupiah, kian menguat.

Bambang menambahkan, untuk  mendorong pertumbuhan, pemerintah menjagokan komponen belanja pemerintah. Bambang optimistis belanja bisa mencapai 80 persen hingga akhir tahun.

Saat ini pun, kata Bambang, sudah ada sekitar Rp 900 triliun duit negara yang tersebar di masyarakat. Kondisi ini dianggap bagus untuk merangsang pertumbuhan, khususnya industri yang signifikan seperti padat karya dan manufaktur.

Bambang berjanji stimulus dan insentif tetap dilakukan guna merangsang investasi swasta. “Kondisi ini jauh berbeda dibanding saat krisis 1997 karena waktu itu fundamental ekonomi rapuh.”

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martoardojo mengatakan makro ekonomi Indonesia masih terbilang baik. Angka inflasi yang bertengger di 0,93 persen dan defisit transaksi berjalan yang menurun ke 2,3 persen, adalah sentimen bagus untuk fundamental ekonomi Tanah Air. “Neraca perdagangan juga surplus,” ucapnya.

Menurut Agus,  depresiasi rupiah masih lebih baik bila dibanding negara berkembang lain. Secara tahunan, depresiasi rupiah memang mencapai 8 persen. Tapi,  secara month to date depresiasi hanya 1 persen, yang dibanding negara ASEAN mencapai lebih dari 1,5 persen.

Volatilitas rupiah juga dianggap membaik karena berada di kisaran 8 persen. Sementara, negara lain seperti Turki dan Afrika Selatan saja, mencapai 10 persen. | sumber: tempo.co

Pererat Kerjasama Bilateral, Presiden Erdogan Temui Jokowi di Istana

Pererat Kerjasama Bilateral, Presiden Erdogan Temui Jokowi di Istana

JAKARTA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan menemui Presiden Joko Widodo siang ini, Jumat (31/7). Ini adalah kunjungannya yang keempat ke Indonesia dan pertama dalam kapasitasnya sebagai Presiden Turki.

Kunjungan sebelumnya dilakukan dalam kapasitas sebagai Perdana Menteri Turki. “Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mempererat kerjasama kedua negara di berbagai bidang khususnya kerjasama ekonomi. Kunjungan ini juga dilakukan saat Indonesia dan Turki merayakan 65 tahun hubungan kerjasamanya,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir di kantornya.

Dalam pertemuan bilateral ini, kedua kepala negara akan membahas sejumlah bidang prioritas seperti kerjasama ekonomi, pendidikan dan industri pertahanan.

Jokowi, sapaan Joko Widodo, dan Erdogan juga akan bertukar pikiran mengenai kepentingan kedua negara dalam menghadapi dinamika isu global, seperti pemberantasan terorisme, situasi Timur Tengah, penanganan irregular movement of people.

“Dalam kunjungannya ke Indonesia, selain bertemu dengan Jokowi, Presiden Turki juga dijadwalkan menyampaikan public lecture di Lembaga Ketahanan Nasional, serta melakukan tur ke Mesjid Istiqlal dan Museum Nasional,” imbuh pria yang akrab disapa Tata itu.

Sebelumnya diketahui, Turki adalah salah satu negara mitra terdekat Indonesia. Kedua negara telah menandatangani Deklarasi Bersama “Indonesia-Turkey: Towards an Enhanced Partnership in a New World Setting” oleh Presiden RI dan Presiden Turki pada 5 April 2011 di Jakarta.

Di bidang perdagangan, Turki adalah negara mitra dagang Indonesia ke-7 di kawasan Eropa dengan total perdagangan tahun 2014 mencapai USD 2,47 milyar dengan surplus bagi Indonesia senilai USD 415 Juta. Ekspor utama Indonesia ke Turki adalah karet alam, serat sintetis, minyak sawit dan tekstil

Sementara di bidang investasi, total nilai investasi Turki di Indonesia pada tahun 2014 mencapai USD 64,1 juta dalam 29 proyek. Di bidang pariwisata, pada 2014 lalu sebanyak 6 ribu wisatawan Turki berkunjung ke Indonesia.[] sumber: JPNN.com