Tag: India

Mengenal Raja Muslim India Terkaya Sepanjang Masa

Mengenal Raja Muslim India Terkaya Sepanjang Masa

PAGI itu sang raja itu duduk dengan tenang di singgasana. Tangan kirinya berada di atas lutut. Sementara tangan kanannya ditopang sebilah pedang berbungkus kulit hewan langka.

Di hadapan pria itu, orang-orang petingi negeri India sudah duduk berkumpul. Hari itu mereka tengah menggelar rapat dengan sang raja.

“Selama ini kita mengirim rempah-rempah ke Inggris dengan harga yang mereka tentukan. Saya ingin kita sendiri yang menjual rempah-rempah itu,” kata raja itu berwibawa. Raja itu adalah Jalaluddin Muhammad Akbar.

Hadirin terdiam. Memikirkan maksud perkataan pria yang begitu dihormati tersebut. Sejenak, sebagian hadirin mulai menyatakan pendapat. Mereka semua menyetujui pikiran jenius tersebut.

Hari itu kemudian akan dikenang sebagai hari ketika ekonomi India berubah total. Dari sebelumnya hanya sebatas negara penyedia rempah-rempah atas permintaan Inggris, lalu beralih menjadi penentu harga.

Alhasil, India menjadi salah satu negara pengekspor sekaligus penentu harga rempah-rempah yang menjadi komoditas unggulan dunia kala itu.

Pikiran itu keluar dari seorang muslim penguasa tanah India. Sosoknya tegas, namun bersahaja. Semua orang di seluruh penjuru tanah Hindustan begitu mengagungkan pria ini lantaran mampu memadukan ketegasan dengan kemurahan hati.

Dialah Jalaluddin Muhammad Akbar, Raja Mughal yang menguasai sebagian besar tanah India. Akbar hidup antara tahun 1542 hingga 1605 Masehi dan merupakan Raja Mughal ketiga setelah Babur dan Humayun.

Di tangan Akbar, Mughal dikenal sebagai dinasti yang paling berpengaruh di India, dengan jumlah kekayaan sebesar 25 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia saat itu. Pakar sejarah ekonomi Angus Madison sampai menyebut kekayaan Akbar kala itu setara dengan harta Ratu Elizabeth saat jaya, meski tidak disebutkan angka secara pasti.

Hal itu dikuatkan oleh Ekonom Bank Dunia Branko Milanovic. Dalam salah satu penelitiannya tentang ketidaksetaraan di India, Branko menyebut Akbar merupakan raja yang mampu menciptakan kesetaraan dalam kesejahteraan rakyat India kala itu, juga penerapan sistem birokrasi yang sangat efektif.

***

Pencetus Modernitas Tata Kelola Pajak

Akbar lahir pada 15 Oktober 1542 di Umarkot, Sindh, yang saat ini menjadi wilayah Pakistan. Dia sebenarnya tidak memiliki darah India. Ayahnya adalah keturunan bangsa Mongol dan ibunya merupakan orang Persia. Kakeknya, Babur, memiliki garis keturunan dengan Gengis Khan, Raja Mongol.

Akbar menggantikan peran ayahnya sebagai raja di usia yang masih sangat muda, 14 tahun. Sang ayah, Humayun, meninggal dalam sebuah pertempuran. Saat itu, Akbar tidak sepenuhnya berkuasa meski sudah resmi menjadi raja. Kendali pemerintahan dipegang oleh orang kepercayaan ayahnya, Bairam Khan.

Di tengah perjalanan, Bairam Khan ingin menguasai wilayah utara India yang notabene masuk kekuasaan Mughal. Bairam berdalih, dia berhak atas tanah utara India meliputi Afganistan lantaran berhasil mengalahkan Raja Hindu Hemu dalam Perang Paripat.

Setelah cukup dewasa, di tahun 1560, Akbar mengambil alih kekuasaan dari tangan Bairam dan sepenuhnya memegang kendali pemerintahan. Bairam berusaha melakukan pemberontakan, tetapi Akbar mampu meredamnya.

Setelah memegang kekuasaan penuh, banyak persoalan yang harus diselesaikan Akbar. Baik kakek maupun ayahnya tidak punya cukup waktu untuk menata pemerintahan. Sementara wilayah yang menjadi kekuasaannya begitu luas dengan penduduk yang majemuk. Alhasil, Akbar harus memutar otak.

Akbar lalu melakukan perombakan total pada sistem administrasi dan keuangan kerajaan. Dia mulai menata administrasi dengan membentuk sejumlah badan yang dipimpin oleh tenaga-tenaga sipil maupun militer. Sistem itu dikenal dengan istilah Mansabdari, dengan pekerjanya mendapat mansab, sejenis bayaran dan mereka disebut sebagai Mansabdar.

Setiap orang yang bekerja di badan tersebut mendapat upah resmi dari kerajaan. Ada dua cara pembayaran mansab. Cara pertama dengan memberikan tanah, sedangkan cara kedua dengan memberi upah bulanan. Langkah tersebut dinilai oleh sejumlah pakar sejarah sebagai terobosan cemerlang yang dibuat Akbar.

Dalam dunia modern, Mansabdari dapat diibaratkan dengan sistem pemerintahan berjenjang. Pusat kekuasaan ada di tangan Raja, kemudian dijalankan oleh badan-badan yang tersebar di setiap daerah kekuasaan Mughal. Atau bisa diibaratkan sebagai pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota.

Untuk pemasukan negara, Akbar menerapkan sistem pajak terpusat. Para Subah, pejabat sekelas gubernur mendapat mandat untuk mengawasi pemungutan pajak. Sedangkan pemungutan pajak sendiri dilakukan petugas khusus, terpisah dari gubernur.

Para petugas pemungut diwajibkan membuat catatan pajak yang berhasil ditarik. Pajak yang sudah dipungut wajib langsung dikirimkan ke pusat. Sementara catatan mereka harus diserahkan secara berkala. Cara ini menciptakan sistem check and balances yang stabil.

Semua kendali keuangan ada di pemerintah pusat. Para pejabat mendapat upah, tetapi tidak diberi fasilitas pasukan. Sementara pasukan digaji langsung dari pemerintah pusat. Hal itu menjamin tidak adanya upaya pemberontakan dari masing-masing pejabat daerah.

Tidak hanya itu, Akbar juga membuat beberapa kategori jenis tanah sebagai sumber penghasilan. Terdapat empat kategori tanah yang dibuat Akbar berdasarkan jangka waktu pemanfaatan.

Keempat kategori tersebut yaitu Tanah Polaj, yaitu tanah yang digarap secara rutin. Kemudian, Tanah Parauti, yaitu tanah yang digarap untuk musim tertentu. Lalu ada istilah Chachhar, yaitu tanah yang tidak dimanfaatkan dalam jangka waktu tiga sampai empat tahun. Terakhir, Banjar, yaitu tanah yang sudah tidak digarap selama lebih dari empat tahun.

Kategori tersebut digunakan untuk menetapkan tarif pajak sekaligus insentif bagi para petani yang bersedia menggarap lahan tersebut.

***

Pengendali Komoditas Rempah-rempah Dunia

Pemerintahan Akbar diakui sebagai pemerintahan yang paling efektif di seluruh India. Dia menerapkan sistem birokrasi yang begitu ringkas, sehingga setiap permasalahan dapat segera tertangani.

Tidak hanya itu, Akbar juga terkenal sebagai raja yang memiliki kemampuan diplomasi begitu baik. Hal ini terbukti dengan berhasilnya dia menjalin hubungan dagang dengan Inggris dan Perancis.

Alhasil, perdagangan India maju dengan begitu pesat. Mughal kala itu menjadi salah satu pemasok utama rempah-rempah untuk kebutuhan pasar Eropa.

Atas kejayaan tersebut, Majalah Time kemudian memasukkan Akbar sebagai salah satu dari 10 tokoh paling kaya sepanjang sejarah umat manusia. Sebagai seorang muslim, ia berada di urutan ketiga dari 10 orang terkaya sepanjang sejarah.

Berapa besar harta Raja Akbar? Majalah Time tidak menyebut angka secara rinci. Tapi jumlah kekayaannya diperkirakan seperempat Produk Domestik Bruto (PDB) dunia saat itu. Jadi, jika PDB dunia saat itu sudah mencapai 2 trilyun dolar AS, maka kekayaannya mencapai 500 milyar dolar AS. Sungguh luar biasa besar.[] sumber: dream.co.id

Dinilai Gemuk, Maskapai Penerbangan India Pecat 130 Pramugari

Dinilai Gemuk, Maskapai Penerbangan India Pecat 130 Pramugari

NEW DELHI – Maspkapai penerbangan Nasional India, India Air memecat 130 pramugari setelah mengukur Body mass index (BMI) atau indeks masa tubuh mereka. Tahun lalu India Air bahkan telah memperingatkan 600 dari 3500 awak kabinnya untuk menurunkan berat badan mereka dalam kurun waktu 6 bulan.

Karena 130 di antaranya tidak berhasil melakukan hal ini, mereka diberhentikan dari penerbangan. Maskapai memberikan batasan normal BMI untuk pramugari adalah antara 18 dan 22.

Jika diantara mereka memiliki BMI berkisar 22 hingga lebih dari 27 mereka diminta untuk berhenti bekerja. Sementara untuk pramugara BMI yang diminta adalah berkisar 18-25.

Setelah staf menemukan 600 pramugarinya yang kegemukan dan tidak layak untuk terbang, mereka diikutkan dalam pemeriksaan klinis dan diminta menurunkan berat badan dengan mengubah pola makan dan gaya hidup dengan berolahraga.

Namun hal ini masih menyisakan pramugari yang masih belum mampu menurunkan BMI mereka sehingga harus menerima konsekuensinya. “Sekitar 130 dari mereka gagal penilaian ulang tersebut. Kami sekarang menyatakan mereka secara permanen tidak layak untuk pekerjaan mereka sebagai pramugari” ujar seorang pejabat India Air seperti dilansir dari situs Telegraph, Rabu (16/9/2015).

“Setiap orang dalam maskapai ini akan menjamin bahwa pramugari India Air adalah yang terbaik, terutama karena pengalaman panjang mereka serta tidak lupa fisik mereka. Jadi, keputusan manajemen sudah merupakan peraturan dan menjadi pedoman” tutupnya.[] sumber: Liputan6.com

Gas Tabung Meledak di India, Puluhan Orang Meninggal

Gas Tabung Meledak di India, Puluhan Orang Meninggal

Sedikitnya 25 orang meninggal dunia di bagian tengah India ketika sebuah gas tabung meledak di restoran yang dipenuhi orang.

Pejabat kepolisian setempat mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ledakan gas tabung itu terjadi sekitar pukul 08.30 pagi waktu setempat manakala para pelanggan sedang menyantap sarapan.

“Kami telah menemukan 25 jenazah. Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung dan saya tidak bisa memastikan berapa orang yang terjebak di antara reruntuhan,” kata Seema Alava, pejabat senior kepolisian Distrik Jhabua, Kota Petlawad, sekitar 800 kilometer sebelah selatan Ibu Kota New Delhi.

Jumlah korban meninggal maupun cedera diduga akan bertambah lantaran restoran itu terletak dekat halte bus. Saat ledakan berlangsung, banyak orang berada di sana.

Kemungkinan jumlah korban juga diutarakan Inspektur Polisi Bl Gaur. Kepada kantor berita Reuters, dia mengatakan ledakan gas tabung telah memicu ledakan kedua di dekat restoran. Letusan kedua disebabkan oleh batangan gelatin yang digunakan untuk meledakkan tambang dan area konstruksi.

Gubernur Negara Bagian Madhya Pradesh, Shivraj Singh Chouhan, mengatakan akan memberikan kompensasi sebesar 200.000 rupee atau Rp43 juta kepada keluarga korban meninggal dan 50.000 rupee (Rp10.7 juta) kepada korban cedera.[] Sumber: bbc.com

Foto: Peristiwa ledakan terjadi di Kota Petlawad, Negara Bagian Madhya Pradesh.

Sebanyak 1,5 Juta Warga Terkena Dampak Banjir di India

Sebanyak 1,5 Juta Warga Terkena Dampak Banjir di India

Jakarta – Pihak berwenang tengah berupaya merespon banjir besar di timur laut India yang mempengaruhi lebih dari 1,5 juta orang dan memaksa 200 ribu lainnya untuk mengungsi di kamp bantuan.

Hujan musiman besar di negara bagian Assam telah mengakibatkan sungai-sungai di daerah yang kaya minyak dan perkebunan teh itu meluap, termasuk di antaranya sungai besar Brahmaputra. Lebih dari 50 orang tewas tahun ini akibat banjir, 15 orang diantaranya tewas dalam seminggu terakhir.

Menteri wilayah Assam, Tarun Gogoi menyatakan, pemerintah setempat tidak mampu menyediakan pertolongan yang memadai bagi warga terdampak karena kurangnya sumber daya dan bantuan dari pemerintah federal di New Delhi.

“Kami perlu pertolongan darurat dan barang-barang bantuan untuk warga dari pemerintah pusat. Kami telah kehabisan sumber daya kami yang terbatas dan kini kami putus asa,” tutur Gogoi kepada reporter, dikutip dari Reuters, Senin (7/9).

Sungai Brahmaputra bersumber dari lelehan salju pegunungan Himalaya dan hujan musiman. Sungai utama di Assam ini telah meluap di sepanjang jalurnya, merendam lebih dari 2.000 desa dataran rendah, dan lahan-lahan pertanian besar di 16 dari 23 distrik di Assam termasuk Dhubri, Dibrugarh, Lakhimpur, dan Dhemaji.

Biasanya, India mengalami hujan musim pada Juni hingga September, yang juga vital untuk pertanian.

Namun di daerah-daerah pegunungan seperti Assam, hujan seringkali menyebabkan tanah longsor dan banjir yang merusak tanaman, menghancurkan rumah, serta memicu penyakit seperti diare.

Deforestasi massal yang berlangsung selama puluhan tahun telah membuat tanah erosi, di mana tanah tercuci bersih dari area pegunungan dan mengendap di sungai, sehingga meningkatkan level air jauh lebih tinggi daripada keadaan normal.

Pemerintah berhasil membangun tanggul di sepanjang Sungai Brahmaputra dalam 60 tahun terakhir, namun para ahli berpendapat tanggul-tanggul tersebut tak terawat dan merupakan bentuk lemahnya manajemen banjir. [] Sumber: cnnindonesia.com

Foto: Reuters/Amit Dave

 

 

Penganut Hindu di India Menurun, Umat Muslim Meningkat

Penganut Hindu di India Menurun, Umat Muslim Meningkat

NEW DELHI – Sebuah hasil survei terbaru di India menunjukan adanya penurunan terhadap populasi Hindu India, dan rasio umat muslim mengalami peningkatan.

Seperti yang dilansir Channel News Asia pada 26 Agustus 2015, populasi penganut Hindu di India turun di bawah 80 persen untuk pertama kalinya sejak kemerdekaan. Sementara itu, populasi umat Islam semakin meningkat.

Sensus terakhir menunjukkan penganut Hindu turun menjadi 79,8 persen dari keseluruhan populasi negara itu sebesar 1,2 miliar pada 2011, dari 80.5 persen dekade sebelumnya.

Jumlah warga negara beragama Islam di India meningkat menjadi 14,2 persen dari sebelumnya 13,4 persen pada 2001. Umat Kristen tetap pada 2,3 persen dan Sikh jatuh ke 1,7 persen dari 1,9 persen.

Sakshi Maharaj, seorang biksu Hindu yang beralih profesi menjadi politisi, memicu keributan awal tahun ini ketika mengatakan wanita Hindu harus melahirkan setidaknya empat anak untuk memastikan agama mereka terus tetap.

Dalam sensus pertama yang dilaksanakan setelah Inggris memisahkan India dan Pakistan pada 1947, penganut Hindu sebesar 84.1 persen dari keseluruhan populasi India.

Dengan pengumuman data terbaru itu, kalangan media negara itu menganggap pemerintah mungkin sengaja menunda pengumuman data itu sebelum ini karena jelas menunjukkan peningkatan jumlah orang Islam.

Kalangan anggota parlemen partai berkuasa pimpinan Perdana Menteri, Narendra Modi, sebelum ini sudah beberapa kali menyuarakan keprihatinan tentang peningkatan umat Islam di India. | sumber : tempo

Foto: Sejumlah warga India berdoa sambil melakukan ritual membersihkan tubuh di sungai Godavari dalam festival Pitcher atau Kumbh Mela di Nasik, India, 26 Agustus 2015. Umat Hindu percaya apabila membersihkan tubuh disungai ini mampu membersihkan dosa-dosa mereka. AP/Tsering Topgyal

Tragis! Penanganan Dokter Kacau, Kepala Bayi Nyangkut di Rahim Ibu

Tragis! Penanganan Dokter Kacau, Kepala Bayi Nyangkut di Rahim Ibu

Kisah pilu dialami pasangan suami istri India Geta Devi dan Hermant. Geta Devi tewas karena ketidakmampuan dokter menangani Devi saat melahirkan.

Saat itu Devi yang hendak melahirkan dilarikan ke rumah sakit di Uttar Pradesh, India Utara. Saat proses melahirkan, sang dokter menarik tubuh bayi namun kepala bayi malah tertinggal di rahim Devi.

Tidak mampu mengeluarkan kepala bayi yang tertinggal di dalam rahim Devi, sang dokter langsung merujuk Devi ke rumah sakit lain.

Namun sama seperti bayinya, nyawa Devi tidak dapat terselamatkan. Hermant pun menyalahkan dokter di Uttar yang telah membuat dia kehilangan istri dan juga anaknya.

“Ini semua kesalahan dokter. Pertama mereka menarik tubuh bayi saya dan meninggalkan kepalanya. Mereka juga menyuruh saya untuk ke rumah sakit lain. Mereka meninggalkan kami. Meski kepala bayi sudah dikeluarkan, tapi istri saya tetap tidak selamat,” curhat Hermant panjang lebar dikutip Daily Star, Rabu (26/8).

Wakil Komisaris Kepolisian Shahjahanpur, KG Yadav, mengatakan rumah sakit tersebut tidak mempunyai alat yang memadai untuk menyelamatkan nyawa ibu tersebut.

“Para dokter tidak mampu menangani situasi genting dan lalai sampai kepala bayi ditinggalkan di dalam perut ibu,” tukas Yadav.

Polisi menduga ada kelalaian dokter dalam proses kelahiran tersebut. Mereka pun menggelar investigasi untuk mencari pelaku tersebut, karena Hermant tidak tahu nama dokter yang bertanggung jawab. | sumber : merdeka

Banjir Bandang di India Tewaskan 26 Orang

Banjir Bandang di India Tewaskan 26 Orang

Gujarat– Banjir bandang yang dipicu hujan lebat menewaskan sedikitnya 26 orang di negara bagian sebelah barat India dalam 48 jam terakhir.

Hujan dan angin kencang juga memutus aliran listrik dan komunikasi di sepanjang negara bagian Gujarat.

“Lebih dari 2000 warga di utara Gujarat terkena dampak banjir bandang,” tutur petugas jaga di ruang kontrol darurat Gujarat kepada AFP, Rabu (29/7/2015).

“Kami kehilangan kontak dengan sebagian besar desa dan tidak ada informasi apapun dari area-area tersebut,” tambah dia.

Tim penyelamat telah dikirim ke beberapa wilayah yang paling parah terkena dampak banjir, termasuk distrik Banaskantha dimana delapan orang dilaporkan tewas.

“Fokus utama adalah menyelamatkan mereka yang terjebak banjir,” kata pejabat distrik, Rana, pada AFP.

Empat warga tewas di distrik Kutch akibat terkena rumah yang ambruk di tengah hujan. Sementara 1000 lainnya mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

Enam kematian juga dilaporkan ada di kota Ahmedabad dan delapan lainnya di distrik berbeda.

Bulan lalu, lebih dari 50 orang tewas akibat dampak hujan lebat di seantero India. | sumber: metrotvnews.com

Banjir bandang di desa Kullan, Kashmir India, 17 Juli 2015. (AFP: AFP / Tauseef Mustafa)

 

Karena Faktor Ini, Siswa India Dilarang Bawa Tas Berat

Karena Faktor Ini, Siswa India Dilarang Bawa Tas Berat

Sebuah negara bagian di India barat memutuskan bahwa anak-anak tidak boleh membawa tas sekolah yang beratnya lebih dari 10% berat badan siswa untuk mencegah cedera.

Para pejabat di Maharashtra memperingatkan bahwa tas yang berat membuat anak-anak lelah dan merusak tulang mereka.

Para guru diminta untuk menimbang tas siswa di sekolah tetapi negara bagian tersebut tidak menentukan hukuman yang akan diberikan jika aturan tersebut dilanggar.

Anak-anak India sering berada di bawah tekanan yang besar untuk meraih sukses, dan membawa materi pelajaran tambahan dari kelas ke kelas.

“Kami telah menemukan tas yang beratnya 20% sampai 30% (dari berat badan anak-anak) karena buku tulis yang tebal, buku pelajaran, alat tulis yang tidak dibutuhkan dan bahkan kosmetik,” tulis Nand Kumar dalam peraturan tertulis yang diberitakan oleh AFP.

Sekolah diminta untuk menyediakan air minum bersih dan makanan, serta memberikan ruang penyimpanan lebih untuk buku.

“Saya senang mengetahui bahwa sekarang kita akan membawa tas sekolah yang lebih ringan,” kata salah seorang siswa kepada the Daily News & Analysis.

“Biasanya, setelah sekolah, saya tidak punya tenaga untuk bermain atau belajar, tetapi sekarang saya berjalan pulang ke rumah dengan riang dan tas yang lebih ringan.” | sumber : bbc.co.uk

Ini Cara Muslim India Rayakan Idul Fitri

Ini Cara Muslim India Rayakan Idul Fitri

NEW DELHI — Lebaran telah menjadi ritual keagamaan yang sarat nuansa budaya. Di India, Muslim memadati pasar untuk berbelanja merayakan “chand raat” atau malam sebelum Idul Fitri. Mereka bermandikan sukacita dan kebahagiaan menyambut Idul Fitri yang jatuh Sabtu (18/7).

“Ini adalah hari untuk bersyukur kepada Allah selepas bulan suci Ramadhan. Saat ‘chand raat’, kami senang menyaksikan kesibukan di pasar. Orang-orang menenteng barang belanjaan dengan penuh semangat,” kata Nighat Qazmi, dilansir dari onislam.net, Sabtu (18/7).

Qazmi, gadis Muslim India ini pun tak mau melewatkan keramaian chand raat. Ia menuturkan, hampir mustahil untuk bisa bergerak di tengah keramaian pasar, tapi mereka menyukai atmosfer yang menyelimuti malam itu.

Mengunjungi pasar untuk berbelanja pada menit-menit terakhir malam menjelang Idul Fitri telah menjadi tradisi umat Islam di hampir seluruh wilayah India. Pasar tetap buka sepanjang malam, sementara para pemilik toko meraup keuntungan besar pada hari itu.

Danish Khan, salah satunya. Ia membuka kios yang menjual pakaian etnis untuk anak perempuan. Selama beberapa hari terakhir, ia nyaris tidak memiliki waktu untuk melakukan apa pun kecuali berurusan dengan para pelanggan wanita.

“Anda bisa melihat kesibukan di pasar. Ini waktu untuk meraup keuntungan. Pakaian etnis Pakistan mendapat permintaan besar musim ini,” kata Danish di sela-sela kesibukan.

Di sudut lain pasar, Shahbaz Khalid juga tampak sibuk menunjukkan rupa-rupa kosmetik untuk calon pembelinya. Kebanyakan dari mereka adalah perempuan Muslim.

Menurut Khalid, dengan munculnya kosmetik halal di India, lebih banyak wanita Muslim India mulai menggunakan alat-alat kecantikan. Tapi, itu tak seberapa dibanding saat chand raat. Dalam semalam, pendapatannya melonjak hampir 100 persen lebih banyak dibanding hari-hari biasa.

Selepas shalat Id, perayaan Idul Fitri di India dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke rumah teman-teman dan kerabat. Kebanyakan orang memakai baju baru untuk Idul Fitri, sementara anak kecil berharap-harap cemas menantikan hadiah dan ‘ediya (angpau lebaran). | sumber: republika.co.id

Foto: Muslim India, Khaled Abu Bakar

PBB Tetapkan 21 Juni Sebagai Hari Yoga Internasional

PBB Tetapkan 21 Juni Sebagai Hari Yoga Internasional

India akan menyelenggarakan sesi yoga di 192 negara setelah PBB menyetujui saran Perdana Menteri Narendra Modi untuk menjadikan 21 Juni Hari Yoga Internasional.

Pemerintah ingin memperlihatkan yoga sebagai hadiah dari India untuk seluruh dunia, namun kontroversi muncul karena sebagian kelompok Muslim memprotesnya sebagai upaya untuk mempromosikan agenda nasionalis Hindu.

Ketika Arun Pandala mulai mengajar tiga kelas yoga seminggu tahun 2004 di distrik bisnis Gurgaon dekat New Delhi, yoga belum populer. Hal itu berubah secara dramatis dalam dekade terakhir dan Pusat Yoga Sivananda Yoga Center yang turut ia dirikan sekarang membuka 14 kelas sehari.

Pandala, yang mulai berlatih yoga setelah berhenti dari pekerjaannya di bidang periklanan dan pemasaran yang memberikan tekanan tinggi, tidak heran melihat peningkatan jumlah praktisi yoga di India dan beberapa negara Barat.

“Tinggal di perkotaan sangat membuat stress. Jadi orang-orang mencari alternatif untuk mengurangi stress dan juga secara umum meningkatkan kesehatan,” ujar Pandala.

Dengan konsep itulah pemerintah ingin memamerkan yoga ketika mengerahkan hampir 35.000 tokoh senior, tentara, pelajar dan yang lainnya untuk melakukan gerakan-gerakan yoga di sepanjang jalan raya Rajpath di New Delhi hari MInggu, sebagai praktik kuno India yang mendorong kesehatan.

Pemerintah juga ingin mengklaim yoga kembali dan membuat dunia melihatnya sebagai bagian dari warisan budaya yang kaya di India.

Jalan Menuju Kedamaian

Menteri Luar Negeri Sushma Swaraj mengatakan tujuan India mempromosikan yoga adalah untuk mengarahkan dunia yang penuh konflik ini ke jalan perdamaian.

Swaraj mengatakan yoga adalah ‘soft power’ yang dapat digunakan India untuk menyatukan dunia dan mengakhiri peningkatan tren kekerasan.

Perdana Menteri Modi, yang memulai rutinitas harinya dengan yoga dan meditasi selama 20 menit, telah secara antusias mendorong yoga sejak ia menjabat tahun lalu.

Ia mengerahkan para pelatih di kantor-kantor pemerintahan dan meminta para pejabat untuk berlatih yoga. Ia menunjuk kementerian khusus untuk yoga dan mendesak sekolah-sekolah untuk mengikuti praktik tersebut. Polisi dan tentara juga melakukan latihan yoga.

Namun upaya-upaya ini telah memicu kemarahan beberapa kelompok Muslim, yang memprotes hal itu sebagai cara baru untuk mempromosikan agama Hindu di negara yang memiliki 180 juta warga Muslim.

Kelompok-kelompok ini mengatakan gerakan ‘surya namaskar’ atau penghormatan kepada matahari, yang merupakan bagian dari latihan yoga umum, melanggar ajaran Islam karena melibatkan gerakan menundukkan badan ke arah matahari, sementara Muslim hanya menghormat kepada Allah.

Kontroversi

Yogi Adityanath, anggota legislatif kontroversial dari Partai Bharatiya Janata, membakar kontroversi ketika ia mengatakan bahwa mereka yang keberatan dengan surya namaskar harus terjun ke lautan. Namun pemerintah segera menjauhkan diri dari pernyataan-pernyataan semacam itu.

Penyelenggara acara diam-diam menghapus surya namaskar dari acara Minggu, dengan mengatakan bahwa gerakannya sendiri agak sulit.

Mereka mendorong umat Islam untuk ambil bagian dari perayaan-perayaan tersebut, tapi tidak akan ada paksaan untuk bergabung.

Hal tersebut tidak memuaskan Abdul Rahim Qureshi, asisten Sekretaris Jenderal Dewan Hukum Pribadi Muslim India.

Qureshi mengatakan banyak dari gerakan yoga dimulai dengan mantra “hari om” atau “om” yang merupakan bagian agama Hindu. Ia menyebut hal ini penyebaran agama Hindu dan jika tujuannya memang untuk berolahraga, olahraga bisa berbentuk apa saja.

Para pejabat menyangkal kritikan tersebut dengan mengemukakan bahwa 47 negara Muslim telah turut mensponsori Hari Yoga Sedunia. | sumber : nationalgeographic