Tag: idul fitri

Kadis Pendidikan Bener Meriah Minta Siswa Tak Perpanjang Masa Libur

Kadis Pendidikan Bener Meriah Minta Siswa Tak Perpanjang Masa Libur

REDELONG – Aktivitas belajar siswa mulai aktif pada Senin besok, 27 Juli 2015. Para siswa juga diharapkan tidak ada yang menambah masa liburnya.

“Di seluruh instansi di Bener Meriah sudah mulai aktivitas masuk kantor pada Rabu, 22 Juli 2015 lalu. Khusus bagi sekolah malah diperpanjnag hingga Senin besok. Jadi kita harapkan jangan ada lagi yang tambah masa liburnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bener Meriah, Darwin, SE, kepada portalsatu.com.

Darwin mengatakan sudah mengisntruksikan kepada seluruh tenaga pengajar untuk memberlakukan absen di hari perdana dan memberikan sanski kepada peserta didik yang tidak hadir. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya libur tambahan bagi siswa.

Menurutnya tindakan ini dinilai penting guna menerapkan kedisiplinan terhadap murid.

Dia juga berharap PNS yang berprofesi sebagai tenaga pengajar agar dapat memberi nilai tambah bagi PNS non guru lainnya. Karena, kata dia, guru harus memberi contoh positif bagi PNS-PNS di lingkungan lain.

Darwin juga mengatakan bagi PNS yang absen akan diberikan sanksi tegas hingga pemberhentian tunjangan khusus. Sanksi ini dinilai penting agar anak didik menjadi lebih disiplin dan taat aturan.

Darwin mengatakan ada dua tenaga honorer yang absen di hari perdana masuk kantor di lingkungan Dinas Pendidikan Bener Meriah pada Rabu, 22 Juli 2015 lalu.

“Tenaga honor yang tidak masuk pada Rabu lalu sudah ada izin. Mereka sedang balik mudik dan alamat mereka juga jauh. Ada yang dari Medan, Sumatera Utara juga,” katanya.[](bna)

Ribuan Warga Wih Pesam Gelar Halal Bihalal

Ribuan Warga Wih Pesam Gelar Halal Bihalal

TAKENGON – Ribuan warga dan jamaah pengajian di Kemukiman Negeri Antara, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, mengikuti acara silaturrahmi yang dirangkai dengan halal bihalal, Kamis 23 Juli 2015.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Masjid Belang Ben Ara. Acara ini juga dihadiri oleh warga dari empat kampung diantaranya Belang Paku, Suka Makmur Suka Makmur Timur, dan Belang Ben Ara.

Tampak dalam acara silaturahim dan halal bihalal tersebut, anggota DPR Aceh asal daerah pemilihan Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah Bardan Sahidi, anggota DPRK Bener Meriah Darwinsyah DJ, Kepala Kantor Kementerian Agama Baner Meriah, Kepala Badan Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah, pimpinan BKPRMI Bener Meriah dan Camat Wih Pesam Mawardi, S.Ag.

Bardan Sahidi didaulat sebagai penceramah dan Darwinsyah turut memberi sambutan. Warga juga turut disuguhi pementasan wayang, nasyid hadroh dan shalawatan yang disampaikan oleh kyai kondang dan kidalang Tengku Soekarno dari Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah. Semua kegiatan dibingkai dalam nuansa tradisi jawa yang bersahabat dan warga larut dalam kegembiraan silaturrahim halal bihalal Idul Fitri 1436 Hijriah.

“Masyarakat kita harus mampu memaknai Idul Fitri sebagai pintu gerbang untuk meneruskan latihan ibadah selama Ramadan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Bardan Sahidi dalam ceramahnya.

Sementara Wakil Ketua DPRK Bener Meriah Darwinsyah,  berbicara mengenai perlunya perluasan Jalan Simpang Balik – Blang Paku yang semakin sempit.

“Kami mengapresiasi warga yang telah siap melepaskan hak atas tanah dan bangunannya untuk perluasan jalan tanpa ganti rugi. Ini patut diapresiasi dan kami minta kepada Pemerintah Aceh melalui wakil kita di DPRA, pak Bardan Sahidi untuk meneruskan aspirasi masyarakat di sini,” kata Darwinsyah.

Acara berakhir menjelang salat Dzuhur, diiringi saling besalaman antar sesama warga dalam alunan shalawat hingga seluruh warga kembali ke kediaman masing-masing dengan tertib. [] (mal)

Foto: Anggota DPR Aceh asal Gayo Bardan Sahidi Wakil Ketua DPRK Bener Meriah Darwinsyah DJ dan Camat Wih Pesam Mawardi, S.Ag di hadapan masyarakat Kemukiman Negeri Antara pada Acara Silaturrahim dan Halal bi Halal di Masjid Belang Benara Kec. Wih Pesam Kab. Bener Meriah.

[Foto]: Warga Ramai-ramai Kunjungi Masjid Raya Baiturrahman

[Foto]: Warga Ramai-ramai Kunjungi Masjid Raya Baiturrahman

BANDA ACEH- Sejumlah warga terlihat ramai berkunjung Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Kamis, 23 Juli 2015.

Syamsiah, 48 Tahun, salah satu pengunjung dari Matang Kuli, mengatakan dirinya jika ke Banda Aceh, tentunya singgah di masjid raya.

“Iya saya baru ini kedua kalinya ke masjid raya. Awalnya dari Meulaboh, cuma tetap mampir di Banda Aceh pergi ke masjid raya bersama keluarga,” katanya ke portalsatu.com siang tadi saat ditemukan di perkarangan masjid.

Terlihat juga banyak pengunjung yang berselfi dan mengabadikan momen saat berada di masjid raya. Rata-rata pengunjung bersama keluarga dan teman-teman.

“Tadi sama kakak ke Pasar Aceh, sambilan jalan-jalan istirahat sebentar di masjid raya. Disini suasananya dingin dan adem,” kata Irma, 21 Tahun, berasal dari Beureuneun.

Berikut foto-foto yang diabadikan portalsatu.com di Masjid Raya Baiturrahman:

masjid 2

masjid 3

masjid 4

masjid 6

Idul Fitri, Masjid Baiturrahman Ramai Dikunjungi Wisatawan Lokal

Idul Fitri, Masjid Baiturrahman Ramai Dikunjungi Wisatawan Lokal

BANDA ACEH- Sejumlah warga terlihat ramai berkunjung Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Kamis, 23 Juli 2015.

Syamsiah, 48 Tahun, salah satu pengunjung dari Matang Kuli, mengatakan dirinya jika ke Banda Aceh, tentunya singgah di masjid raya.

“Iya saya baru ini kedua kalinya ke masjid raya. Awalnya dari Meulaboh, cuma tetap mampir di Banda Aceh pergi ke masjid raya bersama keluarga,” katanya ke portalsatu.com siang tadi saat ditemukan di perkarangan masjid.

Terlihat juga banyak pengunjung yang berselfi dan mengabadikan momen saat berada di masjid raya. Rata-rata pengunjung bersama keluarga dan teman-teman.

“Tadi sama kakak ke Pasar Aceh, sambilan jalan-jalan istirahat sebentar di masjid raya. Disini suasananya dingin dan adem,” kata Irma, 21 Tahun, berasal dari Beureuneun.

Hal serupa dikatakan oleh Dar, 50 Tahun dan Nurmi warga Aceh Besar, mereka juga menjadikan masjid raya sebagai tempat istirahat dan memainkan anaknya di kolam pancuran air tepat di depan masjid raya.

“Kami baru siap belanja buku anak-anak yang sebentar lagi mau masuk sekolah. Biasanya kalau sudah ke Pasar Aceh pasti mampir disini salat zuhur sekaligus istirahat karena susasana dalam masjid dan perkarangannya sangat dingin. Serta meskipun liburan sudah berakhir tetapi masih terasa suasana lebaran disini,” ujar Nurmi.

Tukang parkir masjid raya, Marhadan juga mengatakan suasana di masjid raya mulai dari lebaran pertama sampai kemarin sangat ramai.

“Bahkan dijalan-jalan pinggiran sini kemarin ada tenda dan jalannya macet, ramai sekali pengunjungnya. Selama dua hari masuk kantor pengunjung sudah mulai berkurang tetapi suasana libur lebarannya masih terasa,” kata Marhadan asal Aceh Selatan. [] (mal)

Masak Kuah Beulangong Tengah Malam, Tradisi Silaturrahmi Warga Lamno

Masak Kuah Beulangong Tengah Malam, Tradisi Silaturrahmi Warga Lamno

LAMNO – Kalangan muda di Lamno, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya kini punya tradisi baru mengisi lebaran Idul fitri, yakni dengan memasak kuah belangong di tengah malam.

“Kegiatan begini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu,” kata koordinator acara kegiatan masak kuah beulangong, Azami, kepada portalsatu.com di acara tersebut di Krueng Kaleueng, Desa Sabet, Mukim Pantai Cermin, Kecamatan Jaya, Rabu dini hari, 22 Juli 2015.

Lebaran kali ini masak kuah beulangong hanya dilakukan di Krueng Kaleueng dengan memotong dua ekor kambing. Tahun sebelumnya digelar di Pucok Mareu dengan memasak ikan kerling. Khusus ikan kerling biasa ditangkap langsung dari sungai.

Tradisi memasak kuah beulangong di tengah malam ini biasanya menjadi ajang silaturrahmi bagi anak-anak muda, tokoh masyarakat, anggota DPRK dan juga pejabat serta pemudik.

Amatan portalsatu.com acara malam tadi dihadiri sejumlah tokoh seperti Prof. Rusli Ghalif, pengacara Teuku Nasrullah, anggota DPRK Aceh Jaya Muhammad Jamin. Terlihat hadir juga Wakil Ketua DPRK Aceh Jaya Hasyim Puteh.[] (ihn)

foto: @portalsatu.com/Joe Samalanga

Gubernur Zaini Kecewa Lantaran Realisasi Anggaran Aceh Baru 32,50 Persen

Gubernur Zaini Kecewa Lantaran Realisasi Anggaran Aceh Baru 32,50 Persen

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah menginstruksikan seluruh SKPA untuk mengoptimalkan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia juga mengingatkan agar daya serap APBA harus dipacu. Apalagi kini sudah memasuki triwulan III tahun anggaran 2015.

“Saya sangat kecewa realisasi anggaran baru sekitar 32,50 persen per 15 Juli 2015. Untuk itu saya minta seluruh Kepala SKPA agar segera mengambil langkah-langkah untuk percepatan realisasi anggaran pada SKPA saudara masing-masing,” katanya dalam pidato apel perdana pasca liburan Idul Fitri 1436 H di lapangan upacara Setda Provinsi Aceh, Banda Aceh, Rabu, 22 Juli 2015.

Gubernur Zaini juga meminta setiap SKPA menyusun laporan yang komprehensif tentang kinerja lembaga masing-masing, sejak 2012 hingga Juli 2015. “Ini untuk menjadi evaluasi kinerja pemerintahan ZIKIR selama tiga tahun kepemimpinan kami,” katanya.

Doto Zaini, sapaan akrab Gubernur Zaini, juga memerintahkan seluruh SKPA untuk mempublikasikan pencapaian kinerja masing-masing instansi. “Agar diketahui oleh masyarakat luas dan kami minta agar saudara berkoordinasi dengan Biro Humas Setda Aceh,” ujarnya.

Doto Zaini juga meminta seluruh elemen untuk menyukseskan acara peringatan 10 tahun perjanjian damai Aceh. “Saya minta seluruh Kepala SKPA agar dapat mengerahkan segenap potensi dan daya upaya menyukseskan acara ini,” katanya.[]

Lebaran, Pisang Salee Laris Manis

Lebaran, Pisang Salee Laris Manis

IDI RAYEUK- Siapa yang tidak kenal dengan makanan khas  Aceh Timur ini? Ya, jajanan ini terbuat dari bahan pisang dengan rasa manis yang lekat di lidah.

Jajanan ini diberi nama Pisang Salee. Pisang Salee,  tepatnya dijual di seputaran  Keude Karona Lhok Nibong, kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur. Kedai  Karona  terletak di pinggir jalan  lintas Medan -Banda Aceh.

Keude ini aktif menjual makanan yang umumnya digunakan sebagai oleh-oleh untuk para penumpang kendaraan bermotor yang melintas di sana.

“Alhamdulillah, selama lebaran, pisang salee banyak laris,” ujar Mariani, salah satu pedagang saat diwawancarai portalsatu.com, Selasa 21 Juli 2015, pukul 12.00 WIB.

“Saat lebaran seperti ini pisang salee biasaanya bisa terjual mencapai 60 kilogram perharinya, tetapi kalau hari biasa 10 kilogram saja agak susah lakunya,” kata Mariani.

Sedangkan harga jual, katanya, pisang salee perkilo Rp35.000. “Ini memang harganya agak mahal, bukan karena lebaran tetapi sulit nya didapatkan pisang saat diproduksi,” kata Mariani lagi.

Sementara itu, Nelvi, pembeli asal Medan, mengakui dirinya tidak lengkap jika datang ke Aceh, tetapi tidak membeli pisang salee.

“Pisang salee juga makanan khas Aceh,  kalau saya sudah ke Aceh selalu saya singgah disini beli pisang, lagian makanannya murni tanpa ada bahan pegawetnya,” ujar Nelvi.

Pantauan portalsatu.com di Keude karona, selain pisang sale ada juga dijual makanan khas Aceh lainnya seperti dodol, Kekarah (sarang burung) dan juga ditambakan dengan jenis buah-buahan seperti jeruk, apel, salak, anggur, jeruk Bali dan  Jeruk Lombok. [] (mal)

Ingin Berlebaran Bersama Keluarga, Nenek Ini Rela Merangkak

Ingin Berlebaran Bersama Keluarga, Nenek Ini Rela Merangkak

Kebahagiaan datangnya hari kemenangan dimulai sejak malam takbiran. Namun, tak semua umat Islam merayakan dan menyambut hari raya Idul Fitri dengan suka cita.

Di saat sejumlah umat Islam penuh suka cita menyambut hari raya kemenangan beberapa waktu lalu. Sebuah pemandangan menyayat hati telihat di jalanan Pekan Lenggong, Perak, Malaysia.

Seorang wanita tua berkerudung hijau merangkak di tepi jalan raya sambil menggunakan kursi untuk bergerak di malam takbiran.

Saat ditanya ia menjawab hendak mengunjungi saudaranya. “Sambil berurai air mata ia menjawab semua pertanyaan kami. Ia hendak ke rumah saudaranya. Namun tak punya uang untuk naik angkutan”ujar seorang wanita muda yang melihat perjuangan sang nenek.

Lebih lanjut ia mengatakan wanita tua yang akrab dipanggil makcik ini mengaku ingin berkumpul dengan keluarganya yang berada di Perak.

“Ia sangat ingin merayakan hari raya bersama keluarga. Selain itu aku lihat ia lapar. Karena tak ada rumah makan yang buka, Akhirnya ia aku antarkan. Ia menangis dan aku juga turut menangis. Setibanya di sebuah masjid ia minta diturunkan di sana. Katanya rumah sanak saudaranya tak jauh dari sana”ukpa wanita muda itu seperti yang dikutp dari berita online Mynewshub.cc, Minggu (19/7/2015).[] Sumber: tribunnews.com

Foto: Seorang wanita tua berkerudung hijau merangkak di tepi jalan raya sambil menggunakan kursi untuk bergerak di malam takbiran.

Perang Petasan Merembet Jadi Tawuran Warga

Perang Petasan Merembet Jadi Tawuran Warga

JAKARTA – Aduh, lagi-lagi terjadi tawuran warga di Jakarta. Kali ini di kawasan Klender, Jakarta Timur. Dua kelompok warga, yakni Cipinang Jagal dan Jati Selatan terlibat tawuran.

“Ini berawal dari perang petasan,” kata pembaca detikcom yang melintas di lokasi, Jamaludin, Minggu (19/7/2015).

Dia menjelaskan, tawuran terjadi sejak pukul 04.00 WIB. Perang batu terjadi. Isu liar juga muncul adanya warga yang diculik.

“Ini jam 06.30 WIB sudah reda, ada petugas kepolisian,” terang Jamaludin.

“Pas Jumat hari lebaran juga ada tawuran ini,” tutup dia.[] Sumber: detik.com

Foto: jamaludin/pembaca

Terkait Tolikara, Anggota DPR RI: Pemerintah Harus Respon Cepat

Terkait Tolikara, Anggota DPR RI: Pemerintah Harus Respon Cepat

BANDA ACEH – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Irmawan, mengutuk aksi anarkis dan pembakaran masjid di Tolikara, Papua. Menurutnya kejadian di Tolikara tersebut dapat mengusik perdamaian antar umat beragama di Indonesia yang selama ini sudah terbangun.

“Kejadian itu dapat mengusik perdamaian di Indonesia, karena selama ini kita hidup berdampingan antar umar beragama,” ujar Irmawan yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Irmawan meminta pemerintah untuk cepat merespon kejadian pembakaran masjid serta puluhan kios dan rumah milik umat Islam di Tolikara tersebut. Hal ini agar kejadian itu tidak terjadi di daerah lain.

“Pemerintah harus respon cepat agar tidak merembes ke daerah lain yang bisa mengganggu kehidupan antar umat beragama,” ujar Irmawan.

Ia juga berpesan agar toleransi di Indonesia harus dijaga oleh semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang kembali, yang bisa memecahkan antar umat dan mengganggu stabilitas nasional.

Sebelumnya diberitakan, sekelompok orang menyerang jamaah salat Idul Fitri di Tolikara, Papua, pada Jumat, 17 Juli 2015. Aksi penyerangan tersebut berimbas pada pembakaran masjid, rumah penduduk, dan sejumlah tempat peribadatan ummat muslim. Selain itu, satu penyerang dilaporkan tewas akibat terkena tembakan dari polisi yang dibantu oleh TNI dalam kejadian ini.

Insiden tersebut diduga dipicu oleh surat imbauan dari salah satu komunitas gereja yang ada di Papua. Hingga kini, polisi masih mendalami isi surat yang memicu ketegangan antar ummat beragama di Indonesia ini.[](bna)