Tag: iain zawiyah cot kala langsa

IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Gelar Seminar Terkait Transformasi Pendidikan Islam

IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Gelar Seminar Terkait Transformasi Pendidikan Islam

LANGSA – Fakultas Tarbiyah IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa menggelar seminar stadium general terkait transformasi pendidikan Islam menghadapi tantangan global. Acara tersebut diselenggarakan di Aula Seuramo Teuha, Rabu, 30 September 2015 sekitar pukul 10.00 WIB.

“Mahasiswa memiliki peran penting menjaga melestarikan pola pendidikan Islam dari pengaruh global di dunia pendidikan. Dan tantangan ke depan perlu dijawab berdasarkan tingkatkan kualitas, integritas masyarakat akademik dengan ilmu yang diperolehnya,” ujar Ketua Fakultas Tarbiyah, Dr. Ahmad Fauzi M.Ag.

Dia mengatakan setelah menyelesaikan pendidikan di IAIN Langsa nanti, mahasiswa selaku kaum intelektual dari berbagai latarbelang pendidikan, diharapkan dapat mentranformasikan kembali ilmu ke masyarakat.

Sementara itu Dr. Syabuddin Gade M.Ag, sebagai pemateri pada seminar stadium general tersebut mengatakan, perubahan untuk kemajuan hal yang lumrah. Pasalnya perubahan terjadi bisa secara sistematis dilakukan, baik di dunia pendidikan atau pun lingkungan.

“Namun yang kita harapkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan saat ini,” katanya.

Menurutnya pendidikan yang berbasis Islam di beberapa lembaga pendidikan, khususnya di bawah Kementerian Agama, harus dikolaborasikan penambahan mata pelajaran lain yang bersifat umum.

“Pasalnya tantangan global yang mengharuskan kita untuk penyesuaian diri dari ilmu yang berkembang, supaya sumber daya manusia kita tidak ketinggalan dalam mengisi pendidikan, ekonomi, teknologi untuk kemajuan pembagunan Aceh ke depan,” ujarnya.[](bna)

Warisan Buruk Hilangnya Nama Zawiyah Cot Kala

Warisan Buruk Hilangnya Nama Zawiyah Cot Kala

Oleh: Ambo Asse Ajis, SS
BAGAI tersambar petir. Demikianlah ibarat sederhana yang bisa menjelaskan perubahan psikologi Korps Alumni Zawiyah Cot Kala (KOPAZKA) yang masih setia menabalkan nama Zawiyah Cot Kala di belakang nama IAIN Langsa hingga hari ini.
Bisa dikatakan, sebuah kehilangan (atau kekalahan) yang telak, terhidang dengan tanpa tata krama scientifik sedikitpun yang dapat diterima akal sehat sekaligus membenarkan argumentasi terjadinya perubahan nama dari STAIN Zawiyah Cot Kala menjadi IAIN Langsa tahun 2014 lalu tanpa membawa gerbong bernama Zawiyah Cot Kala.
Tetapi, sangatlah tidak mungkin, mereka yang mengurus perubahan status di atas, tidak memahami risiko yang akan terjadi jika dilakukan penghilangan nama Zawiyah Cot Kala dalam label pendidikan IAIN Langsa yang baru.
Menduga 3 Teori Besar (Big Bang Theory)
Dari bincang-bincang cerdas dengan beberapa pemerhati kasus hilangnya nama Zawiyah Cot Kala di atas, setidaknya ada tiga teori yang pernah singgah di pikiran saya terkait kasus raibnya salah satu warisan nama besar lembaga pendidikan Aceh di masa lampau hingga masa kini bahkan di masa depan (jika berhasil dikembalikan tentunya).
Pertama, teori yang mengatakan hilangnya nama Zawiyah Cot Kala terjadi di Kementerian Agama Republik Indonesia. Asumsinya, nama Zawiyah Cot Kala adalah sangat ‘Islami’ dan tidak relevan dengan sistem negara kita yang menganut sistem demokrasi, di mana agama hanya diletakkan dalam wilayah ibadah saja. Argumentasi sederhananya, Aceh masih berada dalam naungan sistem demokrasi dan bukan sistem kekhilafahan Islam.
Kedua, teori yang mengatakan bahwa hilangnya nama Zawiyah Cot Kala terjadi saat pengusulan nama di Kementerian Hukum dan Hak Asazi Manusia (Kemenkunham) Republik Indonesia, di mana ketika itu diperkirakan pihak kementerian menawarkan solusi kepada para pengurus perubahan status nama STAIN Zawiyah Cot Kala. Bisa jadi, solusi yang ditawarkan lembaga tersebut adalah apabila masih menggunakan unsur Islami (Zawiyah Cot Kala) akan menuai kritik kebijakan dan setidaknya pengurusannya akan memakan waktu lebih lama. Karenanya, diperlukan kebijakansanaan para pengurus saat itu untuk menelaah permintaan mereka.
Ketiga, teori yang mengatakan bahwa hilangnya nama Zawiyah Cot Kala akibat kompromi yang dilakukan oleh para pengurus pengusul perubahan nama sebagai bacaan atas kenyataan saran-saran dari lembaga-lembaga yang memiliki power mengubah status. Barangkali pemikiran, “terima aja dulu. Yang penting berhasil dulu, setelah itu nanti diusul ulang” adalah skenario yang bisa disebut “politik aman dari bahaya lidah tak bertulang” yang lebih mementingkan prestasi daripada kegoncangan mental yang pasti terjadi pada diri ribuan alumni Zawiyah Cot Kala.
Cermin Emosional yang Ambiguitas
Alhasil, perubahan namapun terjadi di tahun 2014 dari STAIN Zawiyah Cot Kala
menjadi IAIN Langsa. Keberhasilan perubahan nama inipun disambut senyum semringah penuh kemenangan para pengurus perubahan nama, seolah dunia telah digenggam dan ada romantisme masa depan yang sedang dibayangkan.
Jika saudara mencoba membayangkan suara akalnya, kita tentu akan mudah mendengar suara sumbang yang mengatakan, “sesungguhnya tidaklah menjadi
pekerjaan mudah mengubah status STAIN menjadi IAIN, tetapi kami berhasil melakukannya. Dan, yang pasti ini terjadi pada periode pengurusan kami. Ini adalah momentum. Ini adalah prestasi sekaligus menegaskan kamilah pembawa peradaban baru di kampus IAIN Langsa kebanggan Kota Langsa ini”.
Lalu, bagaimana dengan suara sebaliknya. Suara dari kepedihan; suara kehilangan; suara patah hati atas kenyataan yang menunjukkan nama besar Zawiyah Cot Kala akan segera hilang di telan zaman. Suara itu mengatakan, “hanya perlu satu generasi IAIN Langsa saja, maka nama Zawiyah Cot Kala tidak akan terdengar lagi oleh generasi IAIN selanjutnya” .
Dan, kesedihan itu pun menjadi api di tahun 2014. Tanpa dikoordinir, massa alumni STAIN Zawiyah Cota Kala yang tersadar, mengelaborasi diri menjadi energi yang hendak mempertanyakan, menggugat dan meminta pertanggungjawaban mereka yang tega membunuh warisan nama besar lembaga pendidikan tertua di Aceh itu. Selanjutnya, perang dinginpun pecah di kalangan kampus yang sudah berubah menjadi ladang-ladang ranjau kebencian.
Pelajaran yang bisa diperoleh 
Debat kusir atas dugaan kesengajaan penghilangan nama Zawiyah Cot Kala, bisa
dipastikan, tidak akan pernah bisa dihentikan sampai kiamat terjadi. Barangkali ini adalah kutukan yang dibawa oleh para pengurus yang sudah sukses membawa perubahan nama STAIN menjadi IAIN. Paling jelek, kutukan ini akan menjadi hantu gentayangan yang akan selalu membayangi sejarah IAIN Langsa ke depan. Meskipun para alumni IAIN Langsa berikutnya tidak mengetahui alasan penghilangan nama Zawiyah Cot kala, tetapi, alumni KOPAZKA (yang
akan segera berubah nama) akan selalu ingat dan menguras mimpi-mimpi indah mereka selama menempuh pendidikan di taman Zawiyah Cot Kala.
 Tetapi yang bisa dipastikan, dosa-dosa sejarah yang dilakukan oleh para pengurus yang terlibat penghilangan nama Zawiyah Cot Kala di IAIN Langsa, akan selalu dikenang sebagai pembunuh warisan sejarah Aceh dan mereka layak mendapatkan tempat terburuk dalam ingatan intelektual. Mengapa, karena harga yang harus dibayar generasi IAIN Langsa selanjutnya adalah
mereka adalah produk generasi tanpa spiritisme Zawiyah Cot Kala yang telah berabad-abad tumbuh subur dalam sanubari pencinta Ilmu-Ilmu Islam di Aceh —yang kontribusinya tak terperikan dalam menghasilkan alumni-alumni kaliber internasional sejak dahulu kala.
Sebagai penutup, saya ingin mengatakan bahwa Zawiyah Cot Kala, bukan hanya sebuah nama benda, tetapi ia adalah jejak produktif peradaban Islam yang menjadi sumber primer mengapa Aceh digelari Serambi Mekkah. Karena itulah, menjadi masuk akal para alumni KOPAZKA bergerak menuntut dikembalikannya nama Zawiyah Cot Kala, sebab menghilangkan nama Zawiyah Cot Kala sama dengan mematahkan salah satu pilar sejarah Aceh Serambi Mekkah. Dan, dipastikan ini adalah kejahatan intelektual yang pelakunya mesti dirajam secara sosial kapanpun keadilan hendak ditegakkan. Wallahu A’lam.[]
Penulis adalah pemerhati sejarah. Saat ini bekerja sebagai Petugas Kurator Museum Kota Langsa pada Disporabudpar Kota Langsa
IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Jalin Kerjasama dengan UniSZA Malaysia

IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Jalin Kerjasama dengan UniSZA Malaysia

LANGSA – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa menjalin kerjasama pendidikan dengan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Terengganu, Malaysia, Sabtu, 22 Agustus 2015. Penandatanganan dilakukan di kompleks IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Hasan Basri, MA dan Prof. Dr. Kamaruddin bin Mohd Said dari UniSZA.

Humas IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Mulyadi Nurdin, Lc, MH, mengatakan acara tersebut turut dihadiri oleh unsur civitas akademika IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, seperti Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Drs. Basri Ibrahim, MA, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Iqbal, S.Ag, M.Pd, para Dekan, dan pimpinan lembaga di lingkungan IAIN. Sementara dari UniSZA hadir tiga orang pengurus.

Mulyadi Nurdin mengatakan dalam kesempatan tersebut Rektor IAIN mengharapkan adanya kesepahaman budaya dan keilmuan antara Indonesia, khususnya Aceh dan Malaysia sebagai masyarakat Melayu yang memiliki kesamaan budaya dan bahasa.

“Bahasa kita sama tetapi pengertiannya bisa berbeda, jika tidak dibangun kesepahaman bisa saja terjadi salah tafsir yang berujung pada pertikaian dan selisih paham,” ujar Rektor IAIN, Dr. Zulkarnaini, MA sebagaimana dikutip Humas Mulyadi Nurdin.

Mulyadi Nurdin mengatakan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Terengganu, Malaysia menawarkan berbagai program pendidikan kepada putra-putri Aceh dengan biaya murah, sehingga bisa dijangkau oleh masyarakat. Malah untuk daerah konflik seperti Palestina belajar di UniSZA digratiskan. Sementara untuk Aceh diberikan keringanan potongan SPP sebesar 50 persen khusus bagi mahasiswa asal Aceh Barat sebagai kabupaten yang paling parah dihantam Tsunami pada 2004 lalu.

Menurut Mulyadi Nurdin, pihak IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa siap bekerjasama di sektor pendidikan dengan berbagai pihak dan universitas lainnya di seluruh dunia dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh.[](bna)

Rektor Surati Menteri Kembalikan Nama Zawiyah Cot Kala Langsa

Rektor Surati Menteri Kembalikan Nama Zawiyah Cot Kala Langsa

LANGSA – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa kembali menyurati Menteri Agama RI meminta supaya nama lembaga pendidikan tersebut diubah menjadi IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa. Hal itu disampaikan Rektor IAIN, Dr. H. Zulkarnaini, MA melalui Humas, Mulyadi Nurdin, Lc, MH, Rabu, 8 Juli 2015.

Mulyadi mengatakan Rektor IAIN sudah sudah dua kali mengirim surat kepada Menteri Agama untuk merevisi Perpres Nomor 146 tahun 2014 supaya menabalkan kembali nama Zawiyah Cot Kala Langsa pada lembaga pendidikan tersebut. Surat pertama dikirim pada 12 Desember 2014 dengan nomor surat: Sti.34/I/PP.00.9/2045/2014, dan sekarang dikirim lagi surat dengan nomor: In.29/I/PP.00.9/0282/2015, tanggal 3 Juli 2015.

“Ini merupakan bukti keseriusan Rektorat terkait pengembalian nama Zawiyah Cot Kala pasca peningkatan status dari STAIN menjadi IAIN,” ujar Mulyadi Nurdin mengutip penjelasan Rektor.

Mulyadi mengatakan surat kali ini langsung ditujukan kepada Menteri Agama dan diantar oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Drs. H. Basri Ibrahim, MA, serta Kepala Biro AUAK, Drs. Ibnu Sa’dan, M.Pd ke Jakarta.

“Surat sudah diantar ke Jakarta Selasa kemarin oleh Wakil Rektor dan Kepala Biro,” ujar Mulyadi Nurdin.

Mulyadi Nurdin mengatakan salah satu alasan dilayangkannya kembali surat kepada Menteri Agama adalah karena surat permohonan yang dikirim sebelumnya, belum mendapatkan jawaban tertulis dari menteri. Padahal secara lisan dan administrasi, nama Zawiyah Cot Kala sudah digunakan oleh Menteri Agama.

“Pihak Kementerian Agama dalam berbagai kegiatan administrasi dan surat menyurat kedinasan selama ini tetap menggunakan nama IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, ini merupakan bentuk persetujuan, misalnya dalam Surat Keputusan pengangkatan Rektor dan Kepala Biro AUAK dengan resmi dicantumkan nama IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa,” ujar Mulyadi.

Pihak Rektorat optimis usulan penabalan kembali nama Zawiyah Cot Kala Langsa dalam Peraturan Presiden akan disetujui. Dia mengharapkan dukungan dari semua pihak supaya proses tersebut berjalan lancar.

“Zawiyah Cot Kala memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi masyarakat Aceh, makanya Rektor sangat serius memperjuangkan kembali nama tersebut, untuk itu diperlukan dukungan dari semua pihak supaya proses ini cepat selesai,” kata Mulyadi Nurdin.[](bna)

Cara Unik IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Berikan Beasiswa

Cara Unik IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Berikan Beasiswa

LANGSA – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa tahun ini memberikan enam jenis beasiswa kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan pada lembaga tersebut. Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Drs. H. Basri Ibrahim, MA, melalui Humas IAIN, Mulyadi Nurdin, Lc, MH, Rabu, 22 April 2015.

Basri Ibrahim didampingi Kepala Biro AUAK IAIN Langsa, Drs. Ibnu Sa’dan, M.Pd mengatakan beasiswa tersebut berasal dari berbagai sumber, seperti Kampus IAIN, bank, Baitul Mal, serta APBN.

Menurut Basri kategori beasiswa yang tersedia adalah Bidikmisi yang sudah berjalan selama 3 tahun. Basri menjelaskan proses penjaringan beasiswa bidikmisi dilakukan setelah calon mahasiswa dinyatakan lulus pada kampus IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa.

“Calon mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi adalah mereka yang telah mendapatkan rekomendasi dari kepala sekolah SMA/MA melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), besaran beasiswa yang diterima oleh mahasiswa Rp 6 juta per semester selama 4 tahun,” ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, beasiswa yang bersumber dari APBN ini akan dialokasikan kepada 1.200 orang mahasiswa dengan besaran yang diperoleh Rp 1,2 juta per mahasiswa. Beasiswa ini akan diberikan bagi mereka yang telah memiliki Kartu Hasil Studi (KHS).

Selanjutnya ada beasiswa yang bersumber dari mitra kerja kampus tersebut, seperti dari bank dan Baitul Mal. “Beasiswa dari Bank yang menjadi mitra kerja diberikan untuk 10 orang, sedangkan dari Baitul Mal, baik dari Kota Langsa maupun provinsi diberikan kepada 20 orang,” kata Basri.

Sementara untuk mahasiswa berprestasi ekstra di kampus akan dibebaskan uang kuliah.

Selain itu, IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa juga menggratiskan uang kuliah kepada mahasiswa tiga bersaudara. “Satu orang akan digratiskan, kalau ada empat orang, berarti dua orang akan digratiskan,” ujarnya.

Institut ini juga akan menggratiskan uang kuliah selama delapan semester untuk mahasiswa yang hafal Alquran 20 juz. Selain itu, mahasiswa penghafal 15 Juz ayat Alquran akan digratiskan uang kuliah selama enam semester dan 10 Juz gratis 4 semester. Mereka juga akan diprioritaskan untuk mendapatkan beasiswa lainnya.

Menurut Basri, beasiswa Tahfidh ini ada yang bersumber dari Kampus IAIN, Kementerian Agama, dan juga Pemerintah Kota Langsa.

“Jika ada mahasiswa yang selama kuliah dapat menghafal Al-Quran minimal 5 juz, Pemko Langsa akan memberikan beasiswa kepada mahasiwa tersebut,” jelas Basri.

Sementara itu Kepala Biro AUAK IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Drs. Ibnu Sa’dan, M.Pd mengatakan proses seleksi semua kategori beasiswa tersebut akan dilakukan secara profesional, proporsional, dan transparan.

“Kami harap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, semua calon mahasiswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh beasiswa asal mencukupi syarat yang ditetapkan,” katanya seperti dikutip Humas IAIN, Mulyadi Nurdin.[]