Tag: Hijrah Saputra

Serunya Owner Piyoh Hijrah Saputra Nikmati Momen Lebaran

Serunya Owner Piyoh Hijrah Saputra Nikmati Momen Lebaran

LEBARAN menjadi momen paling istimewa bagi pengusaha muda Hijrah Saputra. Jauh-jauh hari sebelum lebaran tiba, owner Piyoh Design ini sudah mempersiapkan dirinya untuk menyambut hari yang fitri ini.

Meski sibuk, hijrah tak pernah ketinggalan membantu beres-beres rumah agar terlihat rapi ketika lebaran tiba. Yang terpenting ia akan mengosongkan jadwalnya agar bisa full bersama keluarga di Sabang. Dengan begitu ia bisa ikut membantu orang tuanya menyiapkan makanan untuk hidangan lebaran.

“Biasanya sehari sebelum lebaran keluarga inti suka ngumpul buat masakan untuk lebaran bareng-bareng. Jadi suka bagi tugas siapa yang motong sayur, nyiapin lontong, sampai nyiapin bahan rendang dan lain-lain,” kata Hijrah.

Acara kumpul bersama keluarga menjadi seru karena Hijrah dan empat saudaranya yang lain semuanya laki-laki. Dua di antaranya sudah berkeluarga. Meski begitu mereka tidak canggung membantu ibunya memasak di dapur ketika hari makmeugang. Justru menjadi ajang seru-seruan dan saling menunjukkan kekompakan.

Selain itu, anak dari pasangan Suradji Junus dan Erwani Muthia ini juga melakukan hal lainnya untuk merayakan Idul Fitri, yaitu memperbanyak waktu dengan keluarga karena lebaran adalah momen berkumpul dan bersilturrahim, baik yang sudah kenal maupun yang belum pernah kumpul sekalipun.[]

Foto: Hijrah Saputra (pertama kiri) bersama keluarganya @istimewa

7 Konsep Marketing yang Bisa Anda Tiru dari Owner Piyoh Design

7 Konsep Marketing yang Bisa Anda Tiru dari Owner Piyoh Design

PUNYA usaha tapi bingung bagaimana memasarkannya? Owner Piyoh Design, Hijrah Saputra, ST, yang baru saja mendapat penghargaan sebagai Marketeer of The Year 2015 memberikan beberapa konsep marketing yang bisa Anda tiru. Apa saja?

1. Bangun Reputasi

Seorang pengusaha harus memiliki nama baik, kalau usaha yang Anda bangun memiliki nama baik dengan segala sesuatu yang baik, misalnya tanpa menyogok orang dan tidak akan meminta sogokan, aktif membuat kegiatan sosial, selalu membantu orang lain dengan kemampuan yang kita miliki, dapat dipastikan marketing akan berjalan dengan sendirinya.

2. Selalu Menawarkan Produk yang Baik dengan Harga yang Pantas

Usahakan produk yang ditawarkan, bagus atau diberi harga seimbang, jangan pernah menawarkan produk tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

3. Cintai Pelanggan, dan tumbuhlah bersama mereka

Mencintai pelanggan dengan cara menjual produk atau jasa usaha Anda dengan jujur dan menjual produk terbaik yang dimiliki. Jika Anda mencintai pelanggan Anda, tanpa diminta pun mereka akan menjadi bagian dari marketing Anda, ya dengan cara merekomendasikan usaha Anda ke teman dan kenalan-kenalan mereka.

4. Hormati Pesaing 

Hormati pesaing Anda, menghormati pesaing dengan cara bersaing secara sehat, kalau perlu buat jejaring dan kerjasama dengan kompetitor, karena bisa sama-sama berbagi rezeki dan menjadi satu team marketing yang luar biasa.

5. Selalu Ada dan Menyebarkan Berita-Berita Baik

Jadikan usaha yang Anda kelola sebagai solusi dari permasalahan yang ada di konsumen, Anda harus selalu ada ketika orang membutuhkan Anda, sehingga kehadiran Anda bisa menjadi berita baik untuk semua orang yang membutuhkan dan menjadi berita baik untuk Anda karena profit yang diperoleh.

7. Peka, dan Buatlah Perubahan yang Lebih Baik

Seorang pengusaha harus selalu sensitif terhadap segala perubahan atau tren yang terjadi sekarang, sehingga bisa membuat usaha yang dijalani lebih baik dari sebelumnya. Selalu usahakan untuk meningkatkan kualitas, menurunkan biaya (cost) bila perlu, supaya para konsumen juga ikut menikmati. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin, tapi keputusan terakhir berdasarkan hati nurani.

7. Stay Connected

Usahakan selalu terhubung dengan konsumen, baik melalui telepon/handphone ataupun sosial media, seperti facebook, twitter, instagram dan lainnya. Ini membuat keberadaan ANda terasa lebih dekat dengan konsumen, sehingga dapat meningkatkan penjualan produk. Selamat mencoba.[] (ihn)

Yuk, Populerkan Gerakan Amal #SedekahSandal

Yuk, Populerkan Gerakan Amal #SedekahSandal

SABANG – Berawal dari sulitnya menemukan sandal di masjid atau meunasah yang bisa dipakai pada saat berwudhu, putra Sabang, Hijrah Saputra, akhirnya menggagas ide #SedekahSandal bersama teman-temannya di Kota Sabang.

Di luar perkiraan, inisiatif ini ternyata mendapat respons luar biasa. Tak hanya di Sabang saja, tetapi juga menyebar hingga ke luar provinsi seperti Bengkulu yang juga menerapkan ide kreatif ini di kota mereka.

“Awalnya kepikiran pas salat di mesjid susah nyari sandal, pasti banyak juga yang mengalami hal yang seperti ini, terus mikir-mikir sandal jepit kan murah, hanya Rp 10 ribu sudah dapat, jadi bikin hastag #SedekahSandal, sekalian memanfaatkan momen Isra Mikraj juga,” kata Hijrah kepada portalsatu.com.

#SedekahSandal ini berupa penggalangan sandal jepit dari para relawan yang dikoordinir oleh Rumah Kreatif yang didirikan Hijrah di Sabang. Namun para relawan bisa langsung menyumbang sandal tersebut ke masjid atau meunasah di lingkungan tempat tinggalnya. Uniknya sandal-sandal ini diberi label khusus yaitu SS.

“Bagi yang langsung menyumbang sendiri kami minta update foto dengan hastag #SedekahSandal dan sandalnya ada label SS, jadi ada peringatan juga, buat siapa yang menemukan sandal dengan tanda itu di luar masjid bisa mengembalikannya ke masjid terdekat,” ujarnya.

Puluhan sandal yang terkumpul di Sabang kata Hijrah, sudah dibagikan ke beberapa masjid seperti di Balohan dan Ie Meulee.

Hijrah berharap inisiatif ini juga bisa digerakkan di berbagai lokasi lain, sehingga memudahkan orang yang mau wudhu di masjid-masjid. Yuk, bikin gerakan ini di kotamu.[] (ihn)

Mengintip serunya Social Enterprise Diageo – British Council Challenge

Mengintip serunya Social Enterprise Diageo – British Council Challenge

SUATU kebanggaan tersendiri bagi The Leader yang saya wakili terpilih menjadi salah satu peserta dari program British Council Social Enterprise Challenge 2015. Dari 180-an peserta yang mendaftar, terpilihlah 44 peserta yang selanjutnya mengikuti program lokakarya dan penjurian selama empat hari di Bandung. Acara dimulai dari tanggal 27 April hingga 1 Mei 2015.

Acara lokakarya yang diadakan di sebuah hotel berbintang empat di Bandung ini dibuat sangat menarik, jadi para peserta diberikan kesempatan belajar langsung dengan para ahli social enterprise yang sudah sukses di usahanya.

Baik yang berada di Bandung, ada juga yang diterbangkan langsung dari Bali, sebut saja Kang Zaini Alief dari Komunitas Hong, Pakar Permainan Anak Indonesia yang juga pemenang British Council Challenge 2010, Mas Yudhi Soerjoatmodjo, Produser Akhir Pekan @Museum Nasional, ada Mbak Nancy Margried dari Batik Faktal, Pak Suwar dari Yayasan Wisnu, Bali.

Dan kami para peserta ditantang untuk menyelesaikan kasus-kasus yang terjadi di Museum Subak Bali dan Selasar Sunaryo, Bandung. Belum lagi 44 peserta yang hebat-hebat, mulai dari Aceh hingga NTT.

Ada banyak cerita yang bisa dibagikan satu sama lain, jadi kami belajar bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi, baik di dalam usahanya maupun permasalahan yang kami hadapi di dalam masyarakat termasuk bagaimana caranya untuk berkerjasama dengan pemerintahan.

Menghadiri acara Social Enterprise Diageo – British Council Challenge membuat kami yakin dan tambah semangat, ternyata masih banyak orang baik di Indonesia dan kami tidak sendirian untuk melancarkan misi kami ke depan.

Dari 44 peserta akhirnya dipilih 11 peserta untuk mengikuti tahap Due Dilligent yang nantinya akan disurvey lapangan oleh pihak British Council. Diantaranya yang lolos, Denpasar Film Festival, Toraja Melo, Wanderlust, Friend of National Park, Bandung Creative City Forum, Wayang Beber, Pustaka C20, Aikon, dan Ruang Rupa.

Walaupun kami tidak terpilih sebagai usaha yang lolos untuk tahap Due Dilligent, tetapi ternyata The Leader ada posisi tersendiri di mata para juri, mereka mengatakan kalau mereka tahu bagaimana sulitnya kegiatan yang sedang kami rintis ini di Aceh dan mereka berjanji untuk terus memberi dukungan terhadap semua kegiatan yang kami kerjakan selanjutnya.[]

Hijrah Saputra adalah pendiri The Leader, berasal dari Sabang dan owner Piyoh Design.

Hijrah Saputra; Demi Nanggroe

Hijrah Saputra; Demi Nanggroe

Bertemu orang-orang baru adalah caranya mempelajari hidup, dan kehidupan yang berbeda menjadi pengalaman baginya untuk tidak pernah berhenti belajar

NAMA Hijrah Saputra mungkin sudah tak asing lagi bagi sejumlah kalangan di Aceh. Namanya ikut bersinar seiring dengan berkibarnya bendera usaha yang didirikannya sejak 2008 silam, Piyoh Design dan Mister Piyoh.

Usaha yang menggabungkan konsep antara idealisme dan kreativitas dengan tidak mengabaikan aspek industri ini dimulai di kota kelahirannya Sabang. Diakui pemuda kelahiran 25 September 1984 ini, bukanlah hal yang mudah saat awal merintis usahanya.

“Sekitar 80 persen orang yang saya temui pesimis dan mengatakan usaha ini tidak akan berhasil. Hanya dukungan dari keluarga yang membuat saya semangat lagi walaupun…(Baca selengkapnya di Majalah ATRA Edisi Perdana)

Wakili The Leader, Hijrah Saputra Lolos Program British Council

Wakili The Leader, Hijrah Saputra Lolos Program British Council

BANDA ACEH – Pengusaha muda Aceh Hijrah Saputra kembali menorehkan prestasi. Mewakili organisasi The Leader, Hijrah terpilih untuk mengikuti lokakarya Diego-British Council Social Enterprise Challenge for Arts, Creative and Tourism Organisation 2015.

Dengan begitu Hijrah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lokakarya Kewirausahaan Sosial dan mengikuti seleksi tahap berikutnya pada 26 April – 1 Mei 2015 mendatang di Bandung. Jika lolos seleksi tahap berikutnya otomatis mendapat kesempatan ke Inggris.

“Saya mendaftar mewakili The Leader, sedangkan program yang didaftarkan adalah Kelas Kreatif dan Liburan Produktif,” kata owner Piyoh Design ini kepada portasatu.com hari ini, Rabu, 15 April 2015.

Ada 44 organisasi di seluruh Indonesia yang lolos dalam program Diego-BC 2015 ini. The Leader merupakan satu-satunya organisasi yang berasal dari Provinsi Aceh. Hijrah merupakan salah satu pendiri organisasi yang terbentuk pada akhir 2012 lalu. Organisasi ini memiliki sejumlah program di antaranya Liburan Produktif, Kelas Kreatif, Dream Maker dan Ngobrol Inspiratif.

Pada 2014 lalu, Dream Maker mendapatkan penghargaan bidang pendidikan dari Millenium Development Goals (MDGs). Program ini juga lolos dalam program Jalan Pemimpin yang dibuat oleh Nutrifood Indonesia, Tempo dan GE.

Hijrah sendiri belum lama ini baru dinobatkan sebagai Marketer of the Year untuk kategori Ekonomi Kreatif. Usahanya di bawah bendera Piyoh Design dinilai memberikan kontribusi positif dalam masyarakat.

Di sela-sela mengembangkan bisnisnya ia juga membentuk Rumah Kreatif untuk menyebarkan semangat kreativitas bagi generasi muda di kota kelahirannya Sabang.

“Doain ya bisa lolos ke UK,” kata pria yang akrab disapa Heiji itu.[] (ihn)

Hijrah Saputra: Masalah Aceh Peluang Anak Muda

Hijrah Saputra: Masalah Aceh Peluang Anak Muda

BANDA ACEH – Pengusaha muda Aceh Hijrah Saputra menjadi salah satu penerima anugerah Marketers of the Year 2015 untuk sektor Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan MarkPlus, Inc di Banda Aceh pada Selasa, 7 April 2015 kemarin. Tahun lalu Hijrah juga menjadi pemenang untuk kategori Marketeer Techno Start Up Icon dalam event yang sama.

Pemuda kelahiran Sabang ini mengaku sangat senang dan bangga dengan penghargaan yang diperolehnya. Menurutnya ini adalah apresiasi atas apa yang dilakukannya selama ini.

“Apalagi dapat penghargaan dari perusahaan marketing terbesar di Asia,” kata Hijrah kepada portalsatu.com kemarin, Rabu, 8 April 2015.

Untuk menjadi nominator dalam event bertajuk Indonesia Wow ini, tim seleksi dari lembaga tersebut langsung mensurvey sendiri para kandidat yang akan diberi penghargaan. Industri kreatif yang dikelola Hijrah di bawah bendera Piyoh Design dinilai memberikan kontribusi besar untuk perubahan yang lebih baik.

“Nah, Piyoh sendiri dipilih karena katanya memberikan pengaruh positif untuk perkembangan ekonomi kreatif di Aceh,” kata pria yang pernah memenangkan MDGs Award tahun 2013 ini.

Selain aktif berwirausaha, lulusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Brawijaya ini juga aktif di kegiatan kepariwisataan, dunia marketing dan salah satu pendiri organisasi The Leader. Organisasi yang concern pada pengembangan bakat anak-anak muda. Selain itu, ia juga founder Rumah Kreatif Sabang serta penggerak Sabang Berkebun.

Selain penghargaan yang diperolehnya kemarin, ia pun mengakui bidang yang diminati selama ini membawanya menjadi pemenang Marketeer Techno Start Up Icon 2014, Runner Up My Selangor Story dan Wirausaha Muda Mandiri Kreatif di tahun 2013 serta Entrepreneur Writing Content 2011.

Ia juga mengatakan prospek bisnis anak muda di Aceh sekarang sangat besar sekali karena masih banyak permasalahan di Aceh.

“Berarti  masih banyak peluang yang bisa dikembangkan, masalah adalah peluang, yaitu bisa menghasilkan uang, dikata peluang sendiri ada makna pel-uang,” katanya.

Dalam menjalankan usahanya ada nilai-nilai tertentu yang dianut Hijrah, ia ingin selalu menjadi orang yang bermanfaat. Dan yang paling terpenting adalah selalu melakukannya dengan ijin dan restu kedua orang tuanya.

Sebagai seorang pengusaha muslim, Hijrah juga tak pernah melalaikan salat wajib lima waktu. Ia juga rajin melakukan salat sunnah dhuha dan rajin bersedekah.[] (ihn)